
"Annisa, selama sebulan ke depan, kamu harus banyak-banyak istirahat. Harus bisa bagi waktu antara main HP, bantu-bantu ibu & istirahat. Setelah satu bulan full kamu pulihkan kesehatan, 7 bulan setelahnya, kamu harus persiapkan mata kuliah dengan belajar di rumah. Papa sudah konsultasi dengan mbak Irma, dosen UGM yang sedang vakum, untuk mengajarmu selama di rumah. Kebetulan, dia mengajar FEB Manajemen Keuangan, mapel kesukaanmu," perintah Papa di sela-sela makan malam.
"Iya Pa," jawabku singkat. Lalu kusegera menyelesaikan makan malamku, kemudian mencuci semua piring kotor di wastafel.
.
Setelah selesai, aku kembali ke kamar & membuka HP. Kusandarkan bantal di dinding kamar untuk menyandarkan punggung, lalu kujulurkan kakiku. Aku menghela nafas panjang. Aku menulis sebuah puisi tak berjudul di FB :
.
Dear semua sahabatku,
kalian usah mengkhawatirkanku
Aku telah baik-baik saja
semua telah kurelakan..
.
Hmm.. Meski kadang rindu ini menyiksaku,
Kalian tahu kesamaan antara aku & kekasihku?
Begitu banyak..
Mulai dari bidang seni hingga penyakit yang kami berdua miliki...
Aku mampu berpuisi, ia pandai bernyanyi..
Aku meringis kesakitan di lambung kiri, ia dahulu kesakitan di pinggang kiri..
.
Ah, sudahlah!
Yang lalu biarlah berlalu..
Semua t'lah berjalan di atas takdir Tuhan..
Aku sadar ia tak 'kan pernah kembali padaku..
Manusia bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan..
.
Kurasa semuanya sudah cukup!
Kesedihan & kekalutanku t'lah kuhabiskan di rumah sakit..
Ya, aku koma 4 bulan lamanya..
Kurasa itu sudah cukup untuk bersedih semenjak kepergiannya..
Sakit hatiku t'lah kulampiaskan pada operasi radang lambung..
dan pada badan yang tertidur di ranjang selama 4 bulan..
__ADS_1
.
Jadi, sekarang tinggallah bahagianya!
Aku yakin aku bisa bangkit,
bangun dari semua keterpurukan ini..
Mulai malam ini, aku akan terus tersenyum! :-)
Untuk apa berlama-lama berduka?
Heeyy! Kita diciptakan untuk bahagia!
So, inilah saatnya pelangiku datang!
Setelah sekian lamanya melewati badai dan hujan..
.
Dengan segala kerendahan hati,
kumohon kalian do'akan aku..
Aku slalu mendo'akan kalian jua..
.
I must be move on!
.
.
~Annisa Khairunnisa~
.
.
Lalu, aku memposting puisi tersebut. Juga menscreenshootnya lalu ku post di ig. Lalu, ku copas di LINE & story WA. Tak lama kemudian, muncul emot tanggapan love dan cry di FB. Beberapa komentar & chat dukungan untukku. Tentu saja, mereka semua alumni SMAN 1 Jakarta. Juga adik-adik kelasku.
.
***
Tak terasa, sudah satu bulan aku memulihkan kesehatanku. Kontrol ke RSUD Jakarta tempat dulu aku dirawat, telah selesai dilaksanakan setiap seminggu sekali. Jadi, total 4 kali aku mengecek kesehatan & menebus obat Dokter. Tak lupa, selalu mampir ke rumah Paman Bibi setiap berkunjung ke kota Jakarta untuk kontrol perkembangan kesehatan.
.
Dan hari ini adalah jadwal belajar bersama mbak Irma. Dia tetanggaku, namun jarang bertemu sebab ia bekerja sebagai Dosen FEB atau Fakultas Ekonomika dan Bisnis di UGM. Dengar-dengar, dia menyewa kos di Jogja. Hanya saja, saat ini sedang vakum dan lebih banyak waktu di rumah. Katanya, lagi ada masalah. Maka, Papa meminta mbak Irma membimbingku belajar. Jadi, saling menguntungkan antara aku & mbak Irma. Aku bisa belajar mata kuliah, sedangkan mbak Irma dapat pemasukan tambahan. Pembayaran gaji dihitung per jam. Jadi setiap kali aku merasa capek, kami bisa berhenti kapan saja karna tidak ada yang merasa dirugikan.
.
Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya mbak Irma datang juga dengan membawa beberapa buku & laptop.
"Assalaamu'alaikum Annisa," salam mbak Irma yang berjalan mendekatiku di ruang tengah. Kami memang tetangga dekat sehingga mbak Irma sudah tidak canggung lagi saat masuk ke rumahku.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalaam mbak Irma," jawabku sembari berdiri menyalaminya.
"Kamu sudah benar-benar siap? Kamu sudah sembuh?" tanya mbak Irma.
"InsyaaAllaah mbak. Ayo duduk," kataku sambil duduk lagi.
Mbak Irma pun ikut duduk.
"Baiklah. Kita mulai ya? Nanti kalau sudah capek, bilang ya?" kata mbak Irma, ramah.
Lalu, mbak Irma duduk di sebelahku dan membuka laptopnya. Dia menerangkan slide dokumen miliknya, akupun manggut-manggut tanda mengerti. Sesekali, aku mengajaknya bercanda agar tidak tegang. Mbak Irma ikut tertawa. Ah, bahagianya hatiku. Dapat teman, yaa meskipun tidak sebaya. Bisa mengusir kebosananku di rumah. Tahu asik begini, mengapa tidak dari kemarin-kemarin ya aku minta belajar?
.
Sekitar 2 jam kami membahas Manajemen Keuangan, aku mulai merasa capek. Aku menggeliatkan tubuhku sebentar.
"Kamu capek?" tanya mbak Irma.
Aku mengangguk.
"Nih, Mama udah nyiapin makanan ringan buat kamu sama mbak Irma. Mbak Irma dimakan ya. Gak usah sungkan-sungkan," kata Mama yang tiba-tiba datang dengan membawa 2 piring makanan ringan & 2 gelas air putih.
"Iya Tante," jawab mbak Irma sambil tersenyum lembut.
Mama berbalik ke dapur. Aku mematikan stopwatch penghitung jam kerja mbak Irma. Kami istirahat sebentar sambil makan. Kadang, mbak Irma juga mengeluarkan lelucon yang sukses buat aku terpingkal-pingkal. Ternyata, cewek seanggun mbak Irma bisa bercanda juga.
.
Setelah terasa cukup istirahat, kami belajar lagi. Aku menyalakan stopwatch lagi. Sesekali, aku menanyakan bagian yang tidak kupahami. Lalu, mbak Irma menjelaskan dengan sabar. Aku jadi sangat betah belajar.
.
Sekitar 2 jam kemudian, tiba-tiba perutku terasa sakit sekali. Ulu hatiku juga seperti ditusuk-tusuk.
"Aww," aku mengerang kesakitan.
"La, kamu kenapa?" tanya mbak Irma panik.
"Mungkin maag ku kambuh mbak," jawabku.
"Ya sudah, kalo gitu pelajarannya kita akhiri sampai disini. Orang sakit maag 'kan tidak boleh terlalu stress. Aku pamit pulang dulu ya. Kamu cepat makan kalau lapar. Jangan lupa minum obat. Istirahat yang cukup," kata mbak Irma sambil mengelus kepalaku yang tertutup jilbab.
Aku seperti merasakan kehadiran seorang kakak dengan kehangatannya. Aku mengangguk & tersenyum yang sedikit kupaksakan. Lalu mbak Irma menutup laptopnya & memberesi buku-bukunya.
"Assalaamu'alaikum," salam mbak Irma.
"Wa'alaikumussalaam mbak, terimakasih ya," jawabku.
Mbak Irma hanya tersenyum lalu beranjak pergi.
Aku memberesi bukuku, lalu mengembalikannya ke kamar. Lalu segera mengambil nasi untuk makan. Selesai makan, aku minum obat & beranjak tidur untuk istirahat.
.
***
Bersambung.
__ADS_1