
"Mmm maaf, Pak. Mungkin Bapak bisa lihat ini? Tentang semua yang tak kita ketahui tentang Adam. Dan Bapak juga bisa klarifikasi ke rumah Adam. Ibu Adam memang seorang pemulung, Pak," ucapku, kemudian menyodorkan HP kepada Bapak Kepsek & Bapak BP, dengan video rekaman Meli di kelasku, yang sudah siap diputar.
Bapak Kepsek mulai memutarnya dan dilihat pula oleh Bapak BP. Toni & teman-teman nya mendengarkan dengan seksama.
Kedua Bapak itu tertegun, menangis, menyesali kesalahan mereka yang tak pernah memperhatikan Adam dengan segala kondisinya. Kemudian meminta maaf pada Adam & berterimakasih padaku serta mengembalikan HP itu. Lalu, kami diizinkan keluar ruangan.
***
Jam pelajaran usai. Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi. Namun, ternyata kami dikumpulkan di lapangan. Bapak Kepsek meminjam lagi HP yang tadi. Semua sudah siap di lapangan dengan barisan yang tertib per kelas, seperti saat upacara tiap hari Senin.
Bapak Kepsek menayangkan video kami di kelas dari HP Meli, dengan media laptop &LCD proyektor. Semua anak tertegun, melihat ke arah Adam dengan perasaan bersalah. Tangis kamipun pecah. Usai menayangkan video, Bapak Kepsek memberi penjelasan menyadarkan semua siswa. Memperingatkan agar tak mengulangi menghina Adam. Dan siapapun yang berani menghina Adam, sejak peristiwa hari ini, harus berhadapan dengan Bapak Kepsek sendiri. Dengan konsekuensi, dikeluarkan dari sekolah. Beliau mengajak satu sekolah ini mengulurkan tangan untuk membantu Adam & berjanji akan melakukan bedah rumah Adam, karena tadi sudah mengirimkan utusan peninjau ke rumah Adam setelah kejadian Adam menghajar Toni & gengnya.
.
Usai Bapak Kepsek turun dari podium pembina upacara, sontak semua menghampiri Adam, meminta maaf satu per satu pada Adam sambil masih berurai air mata di wajahnya.
Alhamdulillaah, semoga Allah memberiku pahala yang berusaha menjadi jalan hidayah mereka, batinku.
Sejak saat itu, kehidupan sekolah berubah. Semua menyegani Adam, tidak pernah menghina Adam lagi & mengirimkan bantuan pada Adam. Termasuk Kepala Sekolah & para guru. Hingga ibu Adam kini menjadi juragan pemulung. Dan pemantauan terus dilakukan di rumah Adam, yg masih dibangun oleh para tukang. Kini, Adam tidak naik angkot lagi melainkan dengan motor bekas. Motor itu pemberian Pak Kepsek sebagai hadiah untuk Adam. Walaupun bekas, tapi masih bagus. Adam juga selalu mengantar jemputku ke sekolah. Katanya, sebagai rasa terimakasihnya padaku. Adam juga diberi smartphone oleh wali kelas kami, sehingga aku & Adam jadi lebih sering berkomunikasi lewat SMS.
__ADS_1
.
***
Bulan Mei yang cerah. Hari ini, hari pertama Ulangan Kenaikan Kelas atau UKK. Tempat duduk diacak dengan kelas lain. Tapi, entah apa yang menakdirkanku duduk sebangku dengan Adam. Apakah, semua ini jawaban perasaanku? Ya, satu bulan kebersamaan dengan Adam, persahabatan bertiga dengan Meli, membuatku ada rasa yang beda dengan Adam. Hingga aku beranikan diriku menyatakan terlebih dahulu padanya. Entah, aku dapat kekuatan dari mana.
Sebelum tes dimulai, aku & Adam sedang sibuk belajar di bangku kelas X IPS, tempat kami tes.
"Adam, persahabatan kita selama ini membuatku menyukaimu. Mmm, aku menyayangimu," ucapku. Jantungku berdegup kencang.
Adam menghentikan pekerjaannya.
"Sebagai seorang teman?" tanyanya.
Tapi, Adam diam saja. Tak apa. Yang penting, aku sudah jujur.
Selama seminggu lebih 3 hari, tes berlangsung, Adam masih mendiamkanku. Aku selalu salting di hadapannya. Tapi, ia cuek & bersikap biasa saja padaku. Kami juga tak pernah SMS an lagi.
.
__ADS_1
***
Usai UKK, kami mengadakan class meeting. Adam menjadi Ketua Panitia, yang membuatnya menjadi sibuk & jarang bertemu dgnku.
Sedangkan aku disibukkan oleh persiapan Perpisahan Kelas XII & Pengumuman Kelulusan. Sebagai Ketua Osis, aku harus memimpin anggota Osis mempersiapkan acara Perpisahan. Aku & Adam sibuk dengan urusan kami masing-masing. Membuatku sulit bertemu Adam. Ya, walau masih bisa bertemu saat berangkat ke sekolah. Namun tidak saat pulang, krna jam pulang kami berbeda. Ditambah lagi, galau karena aku sering bertemu Kak Bim. Oh Tuhan, sepahit inikah kenyataanku?
.
***
Seusai makan malam, aku merebahkan diri di kasur sembari memegang handphone. Aku sangat capek sekali hari itu, karena acara Perpisahan baru saja selesai. Aku sedikit lega, karena dengan kelulusan kelas XII, aku tak akan sering bertemu Kak Bim lagi. Mungkin, ia akan jarang-jarang ke sekolah untuk mengurus ijazah & SKHUN. Aku mencoba menelefon Adam, tapi..
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Silakan coba beberapa saat lagi."
Lagi-lagi suara operator yg biasa membalasku saat aku coba menelefonnya. Aku pun memutuskan SMS an dengan Meli & menumpahkan semua keluh kesahku. Meli terus menyemangatiku & dia bilang selama ini ia sudah membujuk Adam merubah sikap. Tapi, Adam tak jua berubah.
"Adaaam, kamu dimana? Kamu kenapa?" tanyaku dalam hati, kumeneteskan air mata. Akankah Adam menerima cintaku?
.
__ADS_1
***
Bersambung.