Hijrahku Dari Pacaran

Hijrahku Dari Pacaran
part 23


__ADS_3

Alhamdulillaah, hari ini adalah hari kepulanganku dari rumah sakit. Aku memberesi semua barang-barangku ke dalam koper dengan perasaan gembira. Kami membersihkan sampah-sampah yang berserakan di kamar, memberesi barang-barang, lalu beranjak untuk pulang.


.


Ketika sampai di tempat parkir mobil.


"Bibi.." panggilku, memeluk Bibi.


"Iya, Nak," jawab Bibi mengelus-ngelus kepalaku.


"Terimakasih banyak atas semua yang Paman & Bibi berikan padaku. Annisa minta maaf atas semua kesalahan yang Annisa perbuat pada Paman & Bibi. Annisa tidak tahu cara membalas semua kebaikan Paman & Bibi padaku," kataku sambil menitikkan air mata.


Bibi melepas pelukanku dan mengusap air mataku. Mata Bibi pun berkaca-kaca.


"Bibi sudah menganggap kamu seperti anak sendiri. Jadi, semua kesalahanmu sudah Bibi maafkan. Maafkan semua kesalahan Bibi juga, ya. Tidak perlu balasan ya, Annisa. Yang penting kamu segera sehat. Jangan banyak-banyak stress & melakukan pekerjaan berat. Nanti, radang lambungmu kambuh lagi," ucap Bibi, lalu tersenyum lembut.


Aku mengangguk, lalu mencium tangan Bibi. Aku melangkah menuju Paman, kemudian mencium tangan beliau dengan sangat lama.


"Paman, maafkan semua kesalahan Annisa pada Paman. Annisa juga tidak tahu cara membalas semua kebaikan Paman," ucapku berlinang air mata.


"Kesalahan Annisa sudah Paman maafkan. Paman juga minta maaf apabila dalam mendidik, Paman banyak salah. Annisa tidak usah membalas, ya. Cukup dengan tetap berprestasi di perguruan tinggi dan tetap sholat 5 waktu. Semoga lekas sembuh & semoga sukses ya, Nak," kata Paman, sendu. Aku mengangguk & melepaskan jabat tangan beliau.


"Assalaamu'alaikum," salamku.


"Wa'alaikumussalaam warahmatullaah," jawab mereka bersamaan.

__ADS_1


Papa menjabat tangan Paman. Mama & Bibi berpelukan sebentar lalu bercipika-cipiki. Aku menghapus air mataku. Lalu, aku & Papa Mama melangkah menuju mobil Papa.


.


***


Di mobil, aku memutar lagu yang membuatku semangat. Aku harus move on & tidak boleh sedih. Bagaimanapun juga, kesehatanku juga penting.


"Yang sudah berlalu biarkanlah sudah, tak perlu sesali jangan kau tangisi. Jika asa & bahagia tak kau rasa, dengarkanlah & rasakanlah. Kicau burung berdendang, nyanyian alam, riuh bersahutan betapa merdunya. Coba lihat & renungkan, langit garis warnanya hamparan samudera, betapa indahnya. Percayalah, kau dalam lindungan cinta Maha Segala Maha..."


.


Lantunan lagu berjudul Petuah Hati begitu menyemangati perjalananku pulang ke Bandung.


.


"Silakan Nak," jawab Papa.


"Annisa ingin tahu, berapa lama Annisa tidak sadar pasca operasi?" tanyaku.


Papa diam saja sambil terus fokus menyetir. Mama menghela nafas panjang.


"Tolong Pa, jawab. Mama, kenapa diam saja?" pintaku.


"Kamu... Kamu tidak sadar setelah pemeriksaan sinar X selama 2 hari. Lalu, setelah operasi lancar dilakukan.. Kamu tidak sadar selama..." jelas Mama, masih menggantung.

__ADS_1


Aku menoleh ke belakang, melihat Mama yang diam tak meneruskan kata-katanya.


"Selama berapa hari, Ma?" tanyaku penasaran.


"Kamu tidak sadarkan diri selama 4 bulan, sayang. Kami khawatir dan selalu berdo'a untuk kesembuhanmu selama itu. Mama & Bibi rela ambil cuti demi kamu. Dimarahi atasan, biar menjadi resiko kami. Papa & Paman bolak-balik dari rumah selama 4 bulan itu. Terimalah ujian Allah dengan lapang dada ya sayang..." kata Mama mulai meneteskan air mata. Beliau tak sanggup meneruskan kata-kata nya.


Mataku berkaca-kaca.


"Maksud Mama... Annisa koma selama 4 bulan?" tanyaku memastikan.


Mama hanya mengangguk. Aku membalikkan badanku ke depan, lalu menoleh ke jendela samping. Mengusap air mataku karna tak mau membuat kedua orang tua ku sedih. Berusaha menyembunyikan kesedihanku. Meski mataku tertuju pada toko-toko di pinggir jalan, tapi fikiranku tidak fokus pada toko-toko itu karena memikirkan apa yang dikatakan Mama tadi.


.


Astaghfirullaah... Jadi, kekalutanku karena meninggalnya Adam sampai berdampak pada tubuhku? Mengapa begini yaa Allaah? Aku koma selama 4 bulan? Sebesar itukah cintaku pada Adam? Berarti selama 4 bulan itu, aku tidak mengerjakan sholat 5 waktu? Ya, aku tahu bahwa orang yang lupa atau dalam keadaan tidur atau jiwanya tidak sadar, diangkat penanya. Tidak ditulis sebagai dosa. Tapi, aku merasa bersalah. Ampunilah hamba yang berlumur dosa ini, yaa Rabb. Aku tidak boleh terus-terusan seperti ini. Aku harus move on dari Adam! Aku harus sadar, dia sudah tidak ada! Aku tidak mungkin bisa memilikinya! Aku yakin, Allah sudah menyiapkan jodoh yang terbaik untukku. Dan jodohku itu bukan Adam. Bismillaah. Aku harus move on!


.


Tak terasa, aku sudah sampai depan rumahku. Karena saking sibuknya memikirkan Adam. Aku menghilangkan lamunanku tadi dengan menggeleng-gelengkan kepala & berkedip-kedip. Aku menyeka air mataku dan segera turun dari mobil. Aku mengambil koperku yang cukup berat. Ketika sampai di depan rumah, yang ternyata tak kujumpai selama 4 bulan, senyum mengembang di pipiku. Hai lembaran baru! Aku datang untuk berprestasi & menjadi Annisa yang tegar seperti dulu! Bismillaah.


.


***


Brsmbung.

__ADS_1


__ADS_2