
Kebersamaanku dengan mbak Irma telah berjalan selama 6 bulan. Aku tidak pernah minta libur, jadi liburnya hanya hari Minggu. Aku semakin sibuk belajar. Mbak Irma juga senang melihatku yg begitu gencar mengejar cita-cita. Begitu pula Papa & Mama yang bangga padaku di setiap aku memperlihatkan nilai latihan soal yang diberikan mbak Irma. Alhamdulillaah, hasilnya selalu memuaskan.
.
Aku juga berusaha keras mencari-cari info pendaftaran di UGM via HP. Dan hari ini adalah pengiriman data diri dan nilai raport via e-mail.
"Mbak, boleh aku pinjem laptopnya?" tanyaku, saat kami istirahat.
"Boleh. Ini," jawab mbak Irma sambil menggeser laptopnya ke hadapanku.
"Terimakasih, mbak. Aku mau kirim data diri dan nilai kelas XI Semester 2 dan kelas XII Semester 1 sampai 2, ke e-mail PPMB UGM mbak," jelasku.
"Iya. Buka aja. Pulsa modemnya masih banyak koq," tawar mbak Irma.
Aku mulai membuka akun g-mailku.
"Tadinya mau kukirim via HP, mbak. Tapi aku inget ada nilai yang harus dikirim dan data nilai itu tidak bisa dibuka di HP. Mungkin karena ukuran datanya terlalu besar kali, ya? Mmmm..." kataku sambil mata tetap menatap layar laptop.
"Aaa ini! Alhamdulillaah, guruku telah mengirimkan data nilai yang kumaksud. Ternyata beliau mengirimkannya sudah bulan Juni lalu. Pas aku mau masuk rumah sakit. Kata temen-temen di WA, guruku sudah mengirimkan data nilai pada semua siswa," kataku.
__ADS_1
Mbak Irma hanya manggut-manggut.
Sepuluh menit kemudian, aku telah selesai mengirimkan e-mail itu. Bismillaah. Aku menghela nafas panjang. Semoga aku diterima.
.
***
Aku menatap buku-buku yanhg ada di hadapanku dengan penuh keyakinan. Malam semakin merayap.
.
"Makan dulu, Nak!" panggil Mama dari ruang makan.
"Tumben jam segini baru makan?" tanya Papa yang berjalan ke arahku sambil membawa sebuah Al-Qur'an.
"Iya, Pa. Saking senangnya. Tak terasa satu bulan lagi, Annisa akan merasakan sibuknya kuliah seperti mereka. Hal yang sudah lama sekali kurindukan," jawabku lalu mulai menyuap nasi.
"Hmm alhamdulillaah. Kamu sudah mengirim data pendaftaran? Bukannya pendaftarannya hari ini?" tanya Papa sambil mengelus-elus kepalaku.
__ADS_1
"Sudah, Pa. Tadi pinjam laptopnya mbak Irma sebentar," jawabku.
"Oh ya ya. Untuk masalah uang pendaftaran dan sumbangan, nanti akan Papa kirim via rekening Papa saja ya. Nanti setelah makan, kamu ke ruang tengah dan kita pakai laptop Papa buat melanjutkan kelengkapan pendaftaran," tawar Papa yang masih berdiri di sampingku.
"Terimakasih Pa," kataku sambil mendongak ke arah Papa.
Papa mengangguk, lalu berjalan ke ruang tengah untuk membaca mushaf Al-Qur'an.
Sedangkan Mama menyelesaikan makan malamnya.
.
***
"Yaa Allaah, berikanlah kemudahan untukku masuk UGM. Berikanlah nikmat iman dan kesehatan kepada keluarga kami. Agar aku bisa mengejar cita-citaku. Izinkanlah yaa Rabb. Aku ingin menuntut ilmu di Jogja, lindungilah aku selama di sana dan selama aku berpisah lagi dengan orangtuaku. Hanya Engkau penolongku. Aku telah berusaha semaksimal mungkin. Hasilnya, kupasrahkan pada- Mu yaa Rabb," do'aku selepas sholat Subuh di kamar.
Lalu, aku mengambil Al-Qur'an dan mulai membaca ayat-ayat Allah. Demikianlah kebiasaanku setelah selesai sholat Subuh. Bermunajat kepada Allah dan curhat atas segala masalahku pada-Nya. Di saat-saat seperti inilah, aku merasakan ketenangan yg sangat. Ketenangan yg tak pernah aku dapatkan ketika aku curhat dengan manusia. Yang jawaban mereka itu selalu tak dapat memuaskan hatiku.
.
__ADS_1
***
Bersambung.