
Aku membuka mataku dan menggeliatkan tubuhku sebentar.
"Alhamdulillaahi ahyaanaa ba'damaa amaatanaa wa ilaihinnusyuur," do'aku lirih.
Aku bangun & masih duduk di ranjang. Kumenatap sekeliling. Aku tersenyum lebar. Ternyata, suasana baru. Ya, aku telah berada di kamar kos hari ini. Lalu, aku mengingat kejadian kemarin pagi.
.
Kemarin pagi, saat jam masih menunjukkan pukul 06.00 WIB. Saat dimana aku berpelukan lamaa sekali dengan mbak Irma.
"Makasih ya mbak atas semuanya. Aku tak tahu harus bilang apa-apa, karena mbak Irma, aku diterima di UGM. Aku juga minta maaf atas semua salahku sama mbak Irma. Kadang sikap manjaku, egoisku dan sering menyalahkan mbak," ucapku.
"Iya, sama-sama. Ini semua bukan karena mbak. Tapi, ini qodarullaah. Kamu bisa masuk UGM karna hasil kerja kerasmu sendiri. Dan Allah mengabulkan setiap do'amu. Mbak juga minta maaf atas segala kesalahan mbak ke kamu. Saling memaafkan ya?" kata mbak Irma sambil mengusap-ngusap punggungku.
"Iya, mbak. Tapi apa mbak gak kos kesana lagi? Gak ngajar UGM lagi?" tanyaku sambil melepas pelukanku & menatap mbak Irma dalam-dalam.
__ADS_1
Mbak Irma tersenyum.
"Mungkin, insyaaAllaah. Suatu saat mbak kesana lagi," jawab mbak Irma.
Lalu, aku pamit pada mbak Irma & masuk mobil Papa yang di atasnya telah berisi barang-barangku itu. Di bagasi juga ada barang-barangku. Hari ini, aku & Papa Mama menuju kos di Jogja. Yang menyetir mobil tentu bukan Papa sendiri, tapi ada supir yang tentunya kuat menyetir mobil Garut-Jogja.
Di perjalanan, kami tertidur. Lama sekali walaupun sudah lewat jalan tol. Saat jam2 sholat, kami turun di rest area untuk makan, sholat & tidur sebentar. Jika sudah merasa fit, kami melanjutkan perjalanan lagi.
.
Saat hari sudah menjelang Isya', kami tiba di kos tujuan. Kami disambut ramah oleh pemilik kos. Kami dijamu makan malam & Papa Mama serta Pak Supir menyewa untuk tidur semalam. Memang, ada banyak kamar. Namun, belum ada penghuninya karena kata pemilik kos, anak-anak yang menyewa kos akan datang besok pagi.
.
.
__ADS_1
Tentang kosan yang disewakan Papa untukku, jaraknya tak jauh dengan UGM sehingga aku bisa berjalan kaki saat akan kuliah. Sejak SMA, Papa selalu mengajarkan usaha & kerja keras, serta pantang kata manja. Jadi, aku tak pernah diizinkan membawa motor. Kalau kemana-mana, ya naik bus atau ojek online.
.
Kosan ini sangat luas. Ada tempat parkir yang luas, teras yang luas & ruang tamu yang agak sempit. Setelah ruang tamu, terdapat 20 kamar yang saling berhadapan memanjang. Per kamar untuk 1 orang, khusus putri. Jarak antar kamar yang berhadapan, sekitar 2 meter. Di belakang kamar, ada gazebo & ruang TV yang cukup luas. Juga ada dapur kecil di belakang gazebo yang memuat berbagai peralatan memasak & beberapa kompor gas. Belakang sendiri ada 15 kamar mandi & tempat jemur baju yang sangat luas. Kabarnya, kosan ini sangat ketat & menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam. Pantas, Papa menempatkanku di sini.
.
Kosan yang dipilih Papa, memang tergolong elit. Berbagai fasilitas sudah ada. Di kamarku contohnya. Ada kasur, bantal, guling & selimut. Ada lemari yang di dalamnya terdapat stok sprei, sarung bantal & guling, jika ingin mengganti saat yang dipakai sedang dicuci. Ada juga sebuah jendela kecil dengan ventilasi di atasnya, serta 1 buah kipas angin.
.
Untuk mencuci, cucinya pakai tangan & ada tempatnya juga di belakang dekat tempat jemur baju. Sedangkan untuk menyetrika, ada 5 setrika dekat ruang TV serta 5 meja kecil khusus untuk menyetrika secara bergantian. Pokoknya, aku senang sekali ditempatkan di kos ini. Karena lengkap fasilitasnya, jadi tidak jauh beda dengan rumahku. Alhamdulillaah.
.
__ADS_1
***
Bersambung