
Seminggu bolak-balik ke rumah Adam, hari-hariku menjadi sangat bahagia. Dan aku tak mau semua kesempatan ini berakhir begitu saja. Mengerjakan laporan bersama Adam, membantu Bunda menyiapkan makanan para tukang, bermesraan dengan Adam saat Bunda sedang ke tempat kerja & Om Dewa sedang melihat-lihat pekerjaan tukang. Ah, indahnya. Andaai liburannya ditambah jadi satu bulan lagi yaa. Haha.
.
***
"Tunggu! Aku ikuut!" ucapku sambil tergopoh-gopoh mengejar bus jurusan Jakarta-Garut yang berjalan pelan di hari yang sepagi ini.
"Annisa! Tunggu akuu!" teriak Meli yang berlari di belakangku.
Ya, liburan telah usai. Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah dengan menyandang bedge "KELAS XII". Ah, rasanya cepat sekali 2 tahun yang kulalui.
.
"Ngomong-ngomong, tas kamu besar banget. Pasti bawa baju buaanyak ya?" tanya Meli mengerlingkan pandangan ke tas ku yang besar, saat kami sudah duduk di bus.
"Hehe," kuhanya meringis.
Selama perjalanan, kami sibuk dengan HP masing-masing. Chat WA ku numpuk buanyak banget karna tidak bisa membukanya di rumah selama seminggu.
"Balesnya sampe pegel," gumamku.
.
Sampai di sekolah, Adam & Fadil sudah menunggu kami. Refleks, kugenggam tangannya erat-erat. Begitu pula Meli & Fadil. Mulai berdatangan ledekan alay & kekaguman anak-anak lain yang kudengar, saat kami berjalan ke kelas.
"Ciyee.. Dua pasang kekasih lagi lewat nih!"
"Suasana damai menyelimuti jiwaku.. Oh, Annisa. Oh, Meli"
"Ehem! Suasana indah menghangatkan sekolah, saat dua pasangan itu lewat"
"Bikin iri aja"
"Uhuk! Uhuk!"
.
Hari pertama sekolah, hanya mengumpulkan raport & kerja bakti bersih-bersih kelas masing-masig. Lalu, kami dibebaskan mau olahraga volly, futsal, atau nonton film di kelas dengan LCD, atau sekedar jajan-jajan di kantin.
"Tak suapin mau, gak?" tanya Adam saat di kantin.
"Iiih.. Malu, ah. Diliatin orang-orang," jawabku.
"Sekaliii aja," katanya sambil menyodorkan sesuap nasi ke mulutku.
Dann.. *blush
Pipiku pun jadi merah merona.
.
__ADS_1
Selesai makan, kami beranjak ke kelas. Tapi, Adam meminta izin padaku untuk futsal sama temen-temen nya, karna tak mau dianggap sombong jika terus-terusan bersamaku. Aku hanya mengangguk, karna aku tak paham & tidak suka persepakbolaan.
Sesampainya di kelas, terlihat beberapa anak bergerombol ngerumpi. Ada juga yang mainan HP, ada yang mainan Mobile Legends, ada yang main catur, ada yang lagi sibuk menghias mading, ada yang baca novel. Aku duduk di bangkuku, lalu memutuskan untuk membuat sebuah puisi untuk Adam.
.
"Duhai Peneguh Segalaku"
.
Adam. Itulah namamu,
yang slalu terngiang di telingaku
Sosokmu, slalu temaniku kemanapun
Dirimu, selalu penuhi fikirku
Kasihmu selalu damaikan hatiku,
Cintamu begitu dalam, merasuk sukmaku,
Keteguhanmu lewati cobaan, buatku bersyukur
menguatkanku, mengindahkanku...
.
Kutakjub karenanya..
Cemerlang dari mustakamu,
mencerahkan ideku
Menembus penaku,
Mencairkan tulisan-tulisan cerdas berpadu
Memukau para guru
.
Terimakasih atas segalamu,
kau penyejuk jiwaku
Jangan pernah pergi dariku,
karna ku tak tahu, apa kubisa
kulalui waktu tanpamu..
__ADS_1
Jikapun aku mampu, mungkin tak sesempurna
saat kau di sampingku...
.
.
Lalu, aku menempelkannya di mading. Aku melangkah keluar, menunggu Adam di pintu dengan hati berbinar. Tak lama kemudian, dia datang & dengan segera kuhalangi.
"Eee... Ini kenapa dihalangi?" tanya Adam, penasaran.
"Tutup dulu mata kamu sampai di belakang kelas," pintaku.
Ia pun menutup matanya & tangan kiriku menutup matanya. Tangan kananku memegang pundaknya, membantu berjalan supaya tidak nabrak.
Sesampainya di depan mading, kujauhkan tangan kiriku dari kedua matanya.
"Sekarang, buka. Semoga suka," kataku.
Adam membuka matanya perlahan & mengucek-uceknya sebentar. Lalu, mulai membaca puisiku.
.
"Ciyee-ciyeee.. So sweet lho, sayang. Makasih banyak ya," ucapnya sambil mengelus kepalaku. Aku hanya tersenyum.
Adampun mengajakku duduk di bangku untuk ngobrol & bercanda. Kalau sudah seperti itu, rasanya seperti tak mau pulang.
.
Satu jam kemudian, Adam mengerlingkan pandangan ke arlojinya.
"Udah jam 10, nih. Mau sholat Dhuha dulu ya. Kamu ikut, gak?" tanyanya.
"Ayo, aku ikut," jawabku.
Kami berdua melangkahkan kaki ke masjid sekolah. Lalu, mengambil air wudlu di tempat wudlu masing-masing. Aku masuk ke dalam masjid & membaca do'a, "Bismillaah. Allaahummaftahlii abwaaba rahmatik." Kemudian, kupakai mukena. Astaghfirullaah baru terasa, mengapa tidak dari dulu membiasakan sholat Dhuha? Bukankah fasilitas sekolah berupa masjid sudah disediakan?
Aku mulai melaksanakan sholat Dhuha 2 raka'at. Selesai sholat, aku berdo'a untuk kesembuhan Adam.
.
***
Hari-hariku indah bersama Adam. Berangkat pulang sama dia, belajar & makan bekal bareng, melangkah ke masjid bareng. Kadang dia futsal & aku blajar sendri di kelas. Kadang juga bertengkar.
.
***
Brsmbung.
__ADS_1