I Love You Handsome Uncle

I Love You Handsome Uncle
Part 19 (Penjelasan)


__ADS_3

Kaira masih termangu, gadis itu diam hingga hujan deras mengguyur keduanya, "Lari Kai cari tempat berteduh!" teriak laki-laki itu dengan menarik tangan Kaira untuk diajaknya berlari menuju salah satu pos ronda yang ada.


Napas ngos-ngosan akibat lari-larian terdengar disela-sela bisingnya air hujan.


Sekencang apapun keduanya berlari tetap saja hujan deras mampu membuat keduanya basah kuyup.


"Lo ngapain malam-malam jalan sendirian?" tanya pria itu dengan menyugar rambut basahnya kebelakang.


" Bukan urusan kakak!" ketus Kaira berucap.


"Lo marah sama gue?" enteng sekali laki-laki itu berucap, Kaira pun sampai melempar lirikan tajam kearahnya.


"Kakak pikir?! Gadis mana yang tidak sakit hati, setelah dijunjung tingi-tinggi lalu kau hempaskan begitu saja?" meledak sudah emosi didalam jiwa Kaira, yang sudah berhari-hari dipendamnya, bahkan luka dihatinya itu hampir saja sembuh dan kini luka itu terasa kembali sakitnya bagai luka lama yang tergores kembali.


Baru saja ia berhasil move on dari pria yang memberikannya harapan palsu dan ketika hatinya baru saja menemukan tempat berlabuh ternyata temat itu tak seindah ekspektasi, nyatanya dirinya lari darinya dari Uncle tampan yang akhir-akhir ini selalu menghiburnya.


"Gue nggak ada maksud seperti itu Kai, waktu itu gue bawa Dessy ke rumah sakit terdekat dulu, karena dia merasakan sakit di bagian perutnya..."


"Aku nggak perduli! Yang aku tau, kalian berdua ninggalin aku yang saat itu sedang dalam bahaya, dia, ketua preman itu juga bilang, kalau Kakak sengaja menukarku, demi menyelamatkan kak Dessy!" memyela dengan nada tinggi Kaira berucap bahkan kulit dingin nya sedikit memerah akibat emosi yang meluap.


"Tenang dulu Kai, lagi pula gue nggak ada hubungan apa-apa sama Dessy! Dengerin penjelasan gue dulu ok?" masih berusaha menjelaskan pria itu menangkup kedua pipi Kaira.


"Cukup Kak Julio cukup!" berontak Kaira tak mau disentuh oleh pria dihadapannya itu yang tak lain adalah Julio.


"Kai ayolah jangan keras kepala!"


"Kakak pikir aku keras kepala?! Ya mungkin harus begini aku dari awal, kemarin dengan kebodohan ku, aku percaya begitu saja dengan permainan licik kalian berdua! Sekarang tidak lagi, aku tidak akan sudi berurusan dengan manusia-manusia licik macam kalian!"


Julio maju dan dengan cepat memeluk tubuh Kaira, sedangkan gadis itu masih berontak berusaha melepaskan diri dari pelukan pria dihadapannya itu.


"Dengerin gue Kai, disini bukan cuma lo yang sakit hati, gue pun begitu, gue deket sama Dessy karena dia menyimpan data yang gue perlukan..." terdiam sejenak Julio, ketika Kaira sudah mulai tenang, perlahan ia melepaskan pelukannya.


Ditatapnya netra indah milik Kaira, "Tanpa sepengetahuan siapa pun, gue masih berusaha mencari keberadaan adik gue yang hilang tepat setelah bunda melahirkannya, dan itu hanya dapat dibantu oleh Dessy, karena ibunya lah yang dulu pernah menolong proses persalinan bunda."


Mendengar penjelasan itu Kaira sedikit trenyuh, terdiam gadis itu, "Gue minta maaf soal kemarin, tapi jujur gue balik ke sana lo udah nggak ada, hanya tinggal beberapa preman itu yang ada." Julio kembali membelai wajah gadis cantik yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


Perlahan Julio memangkas jarak diantara keduanya, berbisik Julio hendak mengungkapkan perasaanya, "Gue mau ngabulin permintaan lo yang waktu itu, gue..."


"KURANG AJAR! BERANI LO NYENTUH DIA!"


BUGH!!!


Belum selesai kalimat yang diucapkan Julio, pemuda itu sudah lebih dulu terhuyung hampir kehilangan keseimbangan, karena pipi kirinya dihantam oleh seseorang dengan tenaga yang bukan main-main.


"Uncle?" lirih Kaira yang mendapati Uncle tampannya yang tak lain adalah Zain, datang dengan tiba-tiba lalu memukul wajah tampan Julio.


Julio mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah segar, Zain meraih lengan Kaira dan dicengkeramnya dengan kuat lengan gadis itu, "PULANG!" bentak Zain.


"ENGGAK!!" tolak Kaira dengan berontak.


"KAIRA VEXSANA!!" bentak Zain dengan tatapan tajamnya.


Tersentak Kaira dengan nada tinggi yang diserukan Zain kepadanya, kembali air mata Kaira menetes membasahi pipinya.


"Maaf Om, bukan begitu caranya ngomong sama anak perempuan..." sela Julio dengan melangkah mendekat.


"Diam kau anak muda! Ini bukan urusan mu!" tukas Zain dengan melirik tajam kearah Julio.


Sedikitpun Zain tak menghiraukan ucapan Julio, ia segera menarik lengan Kaira, dibawanya gadis itu berjalan menerjang hujan deras yang mengguyur kota Jawa Tengah malam ini.


Julio yang tidak terima Kaira diseret, segera ia mengejar dan menghentikan langkah kaki Zain dan Kaira dengan menahan tangan Kaira.


"Stop Om! Jangan kasar sama cewek!" teriak Julio dibawah guyuran air hujan yang begitu deras.


Zain berbalik menatap nyalang tangan Julio yang menyentuh tangan keponakan cantiknya itu.


"Gue kasar? Terus lo yang diam-diam mengkhianati dia mau dibilang apa?!" teriak Zain dengan melangkah mendekati Julio, dan...


BUGH!!!


"Ini buat lo yang sudah bohongin dia!" ucap Zain setelah ia menghantamkan pukulannya ke wajah Julio.

__ADS_1


BUGH!!!


BRUGH!!


"Dan ini buat lo yang udah berani menghentikan langkah gue!" sekali lagi Zain berucap juga sekali lagi Zain memukul wajah tampan Julio hingga pemuda itu tersungkur di jalanan.


Segera Zain berjalan meninggalkan Julio, tak lupa ia kembali meraih lengan Kaira.


Gadis cantik itu dengan air mata yang meluncur membasahi pipi menoleh kearah Julio yang kala itu juga menatapnya yang semakin menjauh.


Terseok-seok kaki Kaira mengikuti langkah kaki Zain, melewati pintu belakang Zain membawa Kaira masuk kedalam rumah, memastikan terlebih dahulu semua anggota keluarga ada dimana, barulah Zain mengajak Kaira masuk.


Mereka tiba di dapur, Kaira menghempas lengan kekar Zain yang terus menahannya, Zain menoleh terkejut karena gadis itu terlepas dari cengkeraman tangannya.


"Mau lo apa sih?! Gue mau jelasin nggak mau dengerin! Di cari kemana-mana malah berduaan sama si breng*sek itu! Maksud lo itu apa?!" hardik Zain dengan suara yang tertahan.


Semarah apapun Zain kepada Kaira tentu saja ia masih tak mau jika gadis itu dimarahi oleh keluarganya.


Terdiam Kaira tak menjawab, ia hanyaenatap tajam Uncle tampannya itu, "Mau lo apa?!" sekali lagi Zain bertanya.


Kaira tak sedikit pun membuka mulutnya, geram Zain karena Kaira sedikitpun tak mau menjawab pertanyaan darinya, dengan paksa Zain menarik tengkuk Kaira dan mempertemukan kedua bibir yang sama-sama membiru itu.


Sudah pasti Kaira memberontak, gadis itu berusaha mendorong dada Zain yeng terus menyesap bibirnya.


Tak bermain sampai ke dalam rongga mulut, Zain hanya menyesap kasar bibir Kaira hingga gadis itu dengan keras menginjak kaki Zain.


"Aw!!" keluh Zain yang segera melepaskan Kaira, tak mau membuang kesempatan, gadis itu segera berlari meninggalkan Zain yang masih merasakan kakinya berdenyut.


...~∆∆∆🌼∆∆∆~...


"HACHIM!! HACHIM!! HACHIM... Zain mendengar suara bersin-bersin dari dalam kamar Kaira, Uncle tampan itu segera berlari menerobos masuk kedalam kamar Kaira.


"Kai kau baik-baik saja?" tanyanya dengan raut wajah khawatir.


Sedangkan di dalam kamar Kaira baru saja keluar dari dalam kamar mandi hanya mengenakkan handuk saja untuk melilit tubuhnya.

__ADS_1


Sejenak keduanya saling pandang lalu kemudian, "Aaaaaaaaaaaaaa!!!!"


Teriak Zain dan Kaira bersamaan, keduanya sama-sama membalikkan tubuh mereka, saling memunggungi satu sama lain...


__ADS_2