
Guys, aku pengen lanjut ceritanya Dea di novel satunya lagi ya, soalnya di sini nggak sesuai dengan judulnya, cus Baca...
"KEMELUT CINTA DEANDRA"
Anak kuliahan itu mengambil kerja part time tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya, juga menjalin tali asmara dengan teman kampusnya, namun tiba-tiba Kaira menjodohkannya dengan anak teman bisnis Zain...
Cuz episode 01
KCP-01[Kecelakaan]
"Ah... emh... Jef, jangan kasar, aw, di situ geli!" berdiri di depan pintu kamar hotel yang tertutup seorang laki-laki mendengar suara luck nut dari balik pintu yang masih tertutup itu.
Rencana akan melamar kekasihnya gagal, Andra Bristama, CEO muda yang baru saja diangkat jabatan oleh sang ayah Tama Brista si pemilik perusahaan Bonafid terbesar.
Rencana yang ia susun jauh-jauh hari, kini malah gagal, Andra yakin itu suara yang sangat ia kenal, kekasih yang sudah lima tahun berhubungan dengannya, bahkan selama Andra kuliah di luar negeri, ia setia dan tidak bermain wanita.
Gemetar hebat kala ia menahan amarah yang memuncak, bahkan kedua tangan ia kepal erat-erat, buket mawar merah dengan paduan coklat silverqueen terjatuh dilantai.
"Bos, sebaiknya kita ke ruang CCTV saja," Desta si asisten tampan menyarankan.
"Buat apa?!" sudah tak berminat Andra berbalik meninggalkan pintu kamar yang tertutup.
"Memangnya kau tidak mau bukti?" cetus Desta yang berjalan mengekor dibelakang Andra yang terus mengayun kaki menjauh dari suara yang merusak hati dan pikiran.
"Bukti? Sudah cukup lama aku mengenal Sonya, apa bisa aku salah mengenali suaranya?" gemetar suara Andra kala menyebutkan nama kekasih yang sebentar lagi ia klaim sebagai mantan itu.
"Tidak perlu melihatnya, aku yakin itu Sonya, memangnya yang mempunyai tawa manja dan halus itu siapa lagi?" menghembus napas kasar Andra melanjutkan langkah kakinya.
"Iya, aku paham, Bos paling tau dan hafal soal nona Sonya, tapi apakah Bos tidak mau membalasnya?"
"Kau pikir aku sepicik itu? Dahlah biarkan saja aku muak!"
"Bos dengarkan dulu! Kita ambil rekaman CCTV, lalu bos punya bukti untuk memutuskan nona Sonya," kata-kata Desta mampu memberhentikan langkah kaki si bos tampannya itu.
Terdiam dengan mengelus dagu, Andra terlihat menimang keputusan, "Ide mu tidak buruk," ucapnya kemudian berjalan menemui seorang security.
^^^Didalam ruang CCTV...^^^
Memangnya apa sih jaman sekarang yang susah di dapat jika sudah berurusan dengan duit?
Hampir semua mudah didapat, termasuk rekaman CCTV yang Andra inginkan, "Dasar wanita murahan!" umpatnya.
"Sabarlah Bos, toh tadi anda sudah mendengar suaranya langsung, jangan lagi terbawa emosi!" Desta dengan sabar menegur si Bos tampan.
__ADS_1
"Bukan itu masalahnya! Mau bilang apa aku sama Daddy nantinya," terlihat frustasi Andra saat mengingat persiapan acara pertunangan yang pasti sudah merepotkan seluruh anggota keluarga.
"Bilang saja kalau Bos masih ingin fokus dengan karir!" enteng Desta memberikan alasan.
"Macam anak sekolah yang diajak jadian ya? Maaf aku masih serius sekolah, nggak mutu sekali alasan mu!" setelah keluar dari ruangan CCTV Andra bersama dengan Desta memutuskan untuk pulang.
"Untuk hari ini terimakasih Desta, aku ingin sendiri, kau pulang lah! Mumpung aku berbaik hati, berliburlah dulu," ucap Andra kala keduanya berdiri di depan pintu mobil.
Berbinar kedua mata Desta, "Yang bener Bos?"
"Hem," hanya itu jawaban dari Andra, "Asik bisa ketemu ayang," girang Desta ia mengeluarkan smartphonenya.
Tak sadar jika si bos tampan meliriknya dengan tatapan tak suka...
**Brak!!
...Bruuummmm**!!!...
Tersadar Desta, ia menepuk keningnya, "Astaga, lupa aku kalo Bos baru saja patah hati," gumamnya seraya melihat mobil yang dikendarai Andra melesat jauh.
"Sudahlah, mungkin dia butuh waktu sendiri,"
BRAK!!
Baru saja Desta melangkahkan kaki hendak meninggalkan parkiran mobil, namun suara benturan itu kembali membuatnya terhenti dan...
^^^Di rumah sakit...^^^
Desta masih setia berdiri didepan pintu ruang operasi, sedang Tama bersama dengan istrinya yang bernama Sania.
"Bagaimana?" suara bariton itu terdengar menginterogasi, Desta dengan sigap menghadap kearah sumber suara.
"Tuan muda, mengendarai mobil sendiri dan menabrak trotoar, sepertinya tuan muda sedang kacau," cetus sekretaris tampan itu.
"Kacau bagaimana? Kau ini aku tugaskan untuk menjaga Andra juga, kenapa bisa begini? Kau juga tau Desta, kalau dua hari lagi acara tunangan akan segera dilaksanakan," Sania ikut mencerocos.
"Maaf, saya lalai," lirih Desta.
"Kau..."
"Maaf, keluarga pasien?" seorang dokter baru saja keluar dari ruang operasi dan bertanya, kedua orang tua Andra dan juga Desta menoleh secara bersamaan.
"Saya Mommy nya, bagaimana keadaan putra saya Dok?" tak sabar Sania ingin segera mengetahui kondisi putranya.
__ADS_1
"Mari ikut saya, ke ruangan saya!" ajak dokter tersebut, segera Tama dan Sania mengikuti langkah kaki dokter yang baru saja menangani putra tampannya.
^^^Keesokkan harinya...^^^
Didalam suite room sebuah acara tv menayangkan acara fashion show, terlihat lekuk indah berjalan berlenggak-lenggok di atas karpet merah, sungguh tak asing tampilan tubuh indah itu, "Sonya..." lirih Andra.
Klotak!!!
Ceklek!!! pintu terbuka setelah Andra melempar remote tv ke arah layar LCD yang menayangkan acara fashion show itu.
"Bos? Kau baik-baik saja?" tanya Desta.
Sungguh ia khawatir akan kondisi si bos tampannya itu.
Bagaimana tidak? Andra mengalami kecelakaan setelah bersama dengan dirinya, bahkan Desta tau jika kondisi hati Andra sedang tidak baik-baik saja.
Desta melihat layar tv dan segera ia mematikan benda canggih penyalur informasi itu.
"Bos, kalau tidak suka, ini remote ada tombol powernya, jika di klik akan mematikan tv," cerocos Desta.
"Aku tau! Kau pikir aku bodoh?!" ketus Andra dengan bersidekap.
"Permisi, waktunya minum obat," suara khas wanita, mendengar itu Andra semakin muak saja, bahkan ingin rasanya ia mengusir suster yang baru saja masuk kedalam ruangannya.
"Desta! Terima obatnya dan suruh dia segera pergi!" ucap Andra dengan memalingkan wajahnya.
"Cih, dasar orang kaya!" umpat suster muda itu setelah memberikan nampan obat kepada Desta.
Mendengar umpatan kecil itu Andra menoleh namun suster tersebut telah berjalan melewati ambang pintu.
masih terlihat dimata Andra body yang seksi juga menarik, bahkan aroma vanila yang menyegarkan.
"Siapa dia?" tanya Andra dengan kepala yang celingukan seolah ia ingin melihat gadis berkostum suster barusan.
"Suster lah Bos, apa anda tidak melihat seragam putihnya?" sedikit kesal Desta dengan bos tampannya, baru saja Andra mengusir suster itu, dan apa ini? Setelah gadis berkostum suster itu pergi, dengan entengnya Andra seperti mengorek informasi tentangnya.
"Aku bukan tuli! Maksud ku..."
"Namanya? Bos sadar tidak? Baru saja anda mengusirnya," cetus Desta dengan mengupas beberapa obat yang diberikan kepadanya.
Terlihat Andra menghela napas, ia sendiri bingung dengan apa yang terjadi padanya, padahal jelas-jelas semalam dokter memberitahukan tentang kondisinya saat ini.
Selain luka fisik, Andra juga mengalami trauma psikis, bahkan ia mengalami disfungsi ereksi.
__ADS_1
Semua masalah itu sungguh membuatnya frustasi ditambah dengan ia melihat Sonya yang masih bebas berlenggak-lenggok di atas panggung. Belum lagi acara pertunangan yang gagal.
"Aaaaarrrrrggghhhh!!!" teriaknya dengan mengacak rambutnya.