I Love You Handsome Uncle

I Love You Handsome Uncle
Part 8 (My First Kiss)


__ADS_3

Melihat Kaira yang sudah tidak lagi fokus berbicara dengannya membuat Zain geram, ingin sekali ia turun dari mobil dan menarik paksa gadis itu untuk dibawanya pulang.


Tapi saat itu gawai canggihnya berdering dan tertera nama "My Mom" di layar benda canggih itu.


Akhirnya Zain mengangkat panggilan dari ibunya itu, "Iya Mah? Ada apa?"


Kedua nya melakukan obrolan singkat hingga membuat Zain kembali mengemudikan mobilnya menuju jalan pulang.


...~∆∆∆🌼∆∆∆~...


Di dalam gedung latihan...


Sore itu tak banyak atlet yang datang, bahkan beberapa dari mereka ijin pulang lebih dulu dengan berbagai macam alasannya.


"Kai!" panggil Julio ketika suasana ruang latihan itu mulai sepi, dan hanya tinggal mereka berdua saja.


Kaira yang baru saja minum untuk membasahi tenggorokannya pun segera menoleh.


"Njih kak? Pripun? (Ya kak? Gimana?)" sahut Kaira dengan bahasa yang sopan, tangan gadis itu sibuk menutup botol minuman yang baru saja diminumnya.


"Latihan duel yok?" ajak Julio dengan berjalan mendekati Kaira.


"Hah? Kalih sampean kak? (Hah? Sama kamu Kak?)" terkejut Kaira menganga masih di tempatnya.


"Iya, mau nggak?" Sahut Julio dengan berkacak pinggang.


Memerah kembali wajah Kaira, bagaimana tidak, gadis itu sangat menantikan kedekatan intens dengan sang senior tampannya itu.


"Yeee... malah bengong! Mau nggak nih?" sekali lagi Julio bertanya.


"Ma... mau kak mau!" sahut Kaira bersemangat, segera gadis itu melangkah mendekati senior tampannya.


"Ayok! Mulai!" ucap Julio memberi aba-aba.


Berusaha profesional Kaira tak menggunakan perasaannya.


Fokus pandangan gadis itu, berusaha membaca setiap gerakan Julio, setiap serangan yang Kaira berikan mampu di tangkis oleh Julio, sedangkan serangan Julio pun sama, Kaira juga dapat menangkisnya, Kaira belajar cepat dengan gerakan yang Julio gunakan untuk menyerang maupun menangkis.


Kaira berusaha memukul wajah tampan seniornya itu, tapi Julio menangkisnya, bahkan tatapan keduanya sempat bertemu dan di sana Julio memberikan senyum manis serta kedipan mata kanan, yang membuat Kaira salah tingkah.


"Astaghfirullah... Apa ini? Kenapa jantung gue berdebar? sungguh ini tidak aman untuk jantung." Batin gadis itu dengan mundur beberapa langkah demi mengatur lagi strategi penyerangan selanjutnya.


"Bagus Kai, gue suka sama lo, lo lincah." cetus Julio dengan nafas yang sedikit ngosh-ngoshan, bahkan keringatnya juga bercucuran, jujur dia mengakui sedikit kewalahan ketika mengimbangi Kaira, karena dia juga harus mengontrol kekuatannya.

__ADS_1


"Minggu depan lo harus menang! Ingat hanya sebentar lagi dan ini kesempatan terakhir lo sebelum lo fokus sama ujian lo." Ucap Julio mengingatkan.


"Yok sekali lagi, kalau lo bisa jatuhin gue, gue kabulin semua permintaan lo!" tantang Julio yang merekah kan senyum manis di bibir pink natural itu.


"Termasuk hal pribadi?" tanya Kaira yang saat itu merasakan lampu hijau berpihak padanya.


"Iya. Apa pun itu." ujar Julio yang membuat Kaira bertambah semangat.


Dengan semangat 45 nya, gadis itu terus mencoba menjatuhkan Julio.


Bahkan Kaira mencoba membanting kakak senior yang badan nya lebih besar darinya itu.


"Hahaha... Pakai tehnikmu Kai, jangan pakai otot!" teriak Julio dengan tawa renyahnya.


Oh, Ya Tuhan lihat saja wajah tampannya yang semakin taman saat tertawa itu, begitu saja fokus Kaira sudah buyar entah kemana, sampai tendangan yang ia gunakan untuk mengecoh Julio malah ia arahkan ke arah dada kanan Julio.


Dan alhasil pria bertubuh kekar itu menangkap kaki jenjangnya dan ditariknya ke atas hingga tubuh Kaira terhuyung maju dan menabrak tubuh Julio.


Tak mau terjatuh Kaira berpegangan pada leher kekar Julio, jadi posisi Kaira saat ini berdiri dengan kaki kanan sedangkan kaki kirinya menjulang keatas dengan bersandar di dada kanan Julio, jangan lupa dua tangan mulus itu melingkar erat pada leher kekar Julio.


Reflex Julio pun melingkarkan lengan kirinya di pinggang Kaira sedangkan tangan kanannya masih stay pada pergelangan kaki gadis itu.


Bertahan cukup lama dengan posisi itu, bahkan wajah keduanya kini begitu dekat sampai mereka dapat merasakan hembusan nafas satu sama lain.


Entah dapat dorongan dari mana kini Julio mendekatkan wajahnya dengan wajah Kaira, tinggal 1cm saja jarak antara kedua bibir itu, namun tiba-tiba...


BRAK!!


Belum sampai kedua bibir itu menyatu Kaira dengan gerakan yang sangat cepat mampu menumbangkan senior tampannya itu.


"Yes!!! Aku menang, kakak nggak akan ingkar janji kan?" dengan senyum cerianya Kaira menagih ucapan yang Julio janjikan.


"Hahaha... baiklah, kau memang gadis nakal! Apa permintaan mu? Hem?" tanya Julio dengan berdiri tepat di hadapan Kaira.


Mendongak Kaira menatap wajah tampan itu, "Aku mau jadi orang yang special di hati kakak." ucap gadis itu terang-terangan.


Tersenyum tipis Julio menanggapi ucapan junior cantiknya itu, "Jadi, gue di tembak cewek nih?"


Pertanyaan itu membuat Kaira malu bukan kepalang, kenapa dengan bodohnya ia mengungkapkan keinginannya itu.


"Ya... ya... ya nggak gitu lo kak! Maksud aku, aku mau kakak menyatakan perasaan kakak, barusan kakak hampir mencuri my first kiss loh." Manyun gadis itu menjelaskan.


"Oh jadi lo nuntut gue? Lagian First kiss nya belum kena tadi, bisa di ulang nggak?" bisik nya dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Kaira.

__ADS_1


Tergagu gadis cantik itu, menjawab tak bisa, apalagi menghindar jujur ini sulit sekali untuk di tolak, tapi akhirnya...


"Kalian sedang apa?" tiba-tiba suara Dessy mengagetkan keduanya.


"Hah? nggak, itu tadi Kaira kelilipan, lo balik lagi ada apa?" tanya Julio yang beralih fokus pada Dessy.


"Dompet gue ketinggalan." ketus Dessy dengan menatap sinis kearah Kaira.


Kaira menunduk dan segera berjalan menjauh dan kemudian ia mendekati tasnya.


Entah apa yang di bahas oleh kedua seniornya itu, tapi Kaira mendengar sedikit tentang pertandingan, gadis itu tak mau ambil pusing, ia segera mengemasi barang-barangnya.


Gadis itu melihat Julio dan Dessy yang berjalan beriringan menuju pintu keluar.


Diluar ruangan...


"Lo tadi mau cium dia kan? Dasar laki-laki, ada cewek cantik dikit aja main nyosor!" merengut Dessy mengomel ketika sudah diluar.


"Bukan Yank! Itu termasuk dari trik gue, agar dia bertahan dan semangat, lo tau sendiri kan kalau dia itu anak dari kelas akselerasi yang kapan saja bisa keluar dari Padepokan, lo jangan gini lah, kan lo sendiri yang kasih ide biar gue deketin dia." jelas Julio dengan memegang kedua pundak Dessy.


"Kalau bukan karena gue yang jadi taruhan, ogah gue ngikhlasin lo deket-deket sama dia, mana dia cantik lagi!" Masih merengut wajah Dessy.


"Nggak sayang, No! Lo lebih dari segalanya, lo cantik, apa lagi kalau senyum." Julio mencubit dagu Dessy dan memangkas jarak keduanya.


"Ih dasar gombal!" cetus Dessy dengan memalingkan wajahnya, tapi kembali Julio menangkup wajah Dessy, dan dengan segera menyatukan kedua bibir mereka.


Saling memagut keduanya sampai rasa cemburu di dalam hati Dessy sedikit mereda.


Di dalam ruangan...


Setelah Kaira selesai dengan barang-barangnya gadis itu terlihat membuka gawai canggih yang di bawanya, dibacanya pesan dari Uncle tampannya.


📥[Kaira Vexsana! Pulang sekarang atau lo bakal tanggung sendiri akibatnya!]


Sungguh isi pesan singkat itu membuat wajah Kaira memucat, dan saat itu Julio sudah kembali masuk.


"Lo udah mau pulang?" tanya Julio yang melihat Kaira sudah rapi dengan seragam putih abu-abunya.


"Iya kak, kak Dessy nya mana?" tanya Kaira dengan celingukan.


"Dia sibuk, udah pulang duluan." sahutnya dengan duduk di samping Kaira.


"Ooohhh..." sahut Kaira dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Gue anterin yuk?!...


__ADS_2