
Senyum manis terpancar di wajah Kaira setelah membaca surat dari Uncle tampannya, Kaira mengembangkan senyum manis karena beberapa hal, yang pertama menandakan ia merasa sangat lega karena Uncle nya itu baik-baik saja, buktinya dia masih sempat-sempatnya mengirimkan sepucuk surat berisi candaan.
Yang kedua, ia sedikit merasakan bahagia karena merasa Uncle nya masih memperhatikan dirinya.
Yang ketiga, Kaira sedikit tersipu dengan panggilan ISTRI UNCLE, oh yang benar saja orang tua tampan itu? Masa masih menggunakan bahasa itu untuk menggoda keponakannya dari jarak yang cukup jauh.
Namun untuk yang ke empat kembali rasa pilu menggerayangi hatinya, ya... rindu yang lagi-lagi membelenggu kalbu, gadis itu merasa semua ini hanya menambah rasa rindunya, bagaimana tidak? Ia baru saja melupakan segalanya tapi kini malah datang sepucuk surat yang ia sendiri tak dapat membalasnya, bingung Kaira kemana ia harus mengirim balasannya.
Sempat Kaira berpikir mencari tahu dimana alamat Zain tapi ia terlalu malu untuk menyatakan alasannya, bagaimana jika malah terlihat ia berbohong? Bukankah itu memalukan?
...~∆∆∆🌼∆∆∆~...
Jauh dari kesejukan udara desa, kini di keramaian kota di dalam kemacetan, Zain duduk di dalam mobil dengan memangku laptop nya, pekerjaan sudah selesai iseng saja laki-laki tampan itu berusaha melacak keberadaan gadis cantik yang selalu mengusik hatinya.
Tidak berguna memang, tapi entahlah keisengan itu membuat Zain menelfon Kuncoro.
"Pasang CCTV ditempat-tempat tertentu!" titah Zain, setelah mendengar suara Kuncoro dari seberang sambungan telepon, bahkan Zain mematikan telfon secara sepihak.
Tersenyum miring laki-laki tampan itu, semua pikirannya terfokus pada titik merah yang menandakan keberadaan Kaira.
Masih di seputar rumah, kurang kerjaan memang CEO muda ini, tapi tidak mendapatkan kabar tentang Kaira, Zain merasa hidupnya seperti sayur bayam yang kurang garam, sungguh hambar, tapi bukan berarti Kaira itu asin ya, hanya lebih berasa semangat saja, yah walau pun pada akhirnya akan menambah rasa rindu di dalam kalbu.
Rencana konyol pemasangan CCTV di kamar Kaira di lakukan tanpa sepengetahuan Kaira, lancar agen ZG-KNIGHT melakukannya, mereka berhasil melindungi dan menjaga kediaman Flora dengan cara senyap, ya... tidak secara terang-terangan.
Malam ini Zain baru saja kembali dari meeting nya yang terakhir, sungguh lelah rasanya, tapi lagi-lagi pesan notifikasi dari gawai canggihnya membuat laki-laki itu enggan untuk segera memejamkan matanya.
Laki-laki tampan itu merubah posisinya yang semula rebahan kini menjadi duduk.
📥[Sudah terpasang dengan rapi Tuan Muda]
Terbaca dengan jelas satu pesan yang Kuncoro kirimkan.
Membelalak bening kedua mata Zain, CEO baru itu segera mengkoneksikan layar ponselnya dengan CCTV yang ada di rumah Kaira.
Sedikit gemetar Zain tak kala ia berhasil menampakkan suasana kamar bernuansa pink dan ungu itu di dalam ponselnya.
Senyum mulai merekah di bibir nya tak kala ia mendapati gadis kesayangannya itu baru saja memasuki ruangan bernuansa pink dan ungu itu.
"Hay Baby, Uncle rindu." gumam Zain tak sengaja bulir bening menetes.
Kaira terlihat meraih sesuatu dari atas meja belajarnya, secarik kertas terlihat tengah digenggamnya, dibawanya untuk naik keatas ranjang.
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan?" gumam Zain tak kala melihat kelakuan Kaira yang menurutnya aneh.
"I miss you Uncle." sama-samar Zain mendengar kata itu dari ponsel yang masih menayangkan kegiatan Kaira yang mendekap erat secarik kertas itu.
Melihat kegalauan yang tengah dialami Kaira, Zain segera menghubungi Kuncoro.
Di tempat lain...
Base camp ZG-KNIGHT, mereka membangun tenda di ujung kebun teh milik keluarga Flora, "Kayaknya udah aman deh, gue mau tidur dulu," ucap Kemal salah satu anggota ZG-KNIGHT.
Keputusan untuk istirahat malam itu segera disetujui oleh semuanya sampai nada dering dari salah satu ponsel mereka berdering.
Semuanya saling tatap satu sama lain, "Pak Kun! Ini punya Bapak bukan sih?!" tanya Kemal dengan meraih gawai canggih fasilitas dari Tuan besar mereka.
"Eh iya saya lupa." sahut Kuncoro dengan meraih gawai yang di sodorkan Kemal padanya.
Di gesernya tombol hijau yang tertera pada layar ponsel, "Iya halo Tuan Muda ada apa? CCTV sudah terkoneksi, kan?"
Seketika lima pria muda dengan tubuh yang kekar itu terdiam karena mendengar perbincangan Kuncoro yang menyebut-nyebut tuan mudanya.
Setelah sekian menit, Kuncoro kembali mengadakan rapat dadakan sebelum tidur, "Ada apa pak Kun?" tanya Denis yang penasaran dengan perbincangan orang tua tersebut.
"Gini besok ada tugas buat kalian nganter hadiah buat nona Kaira, dan sekarang, tulis pesan yang ini!" perintah Kuncoro selaku ketua dari team yang di pindah tugaskan itu.
"Fiks mereka pasti ada hubungan spesial, seperti yang saya duga Pak, lagian Tuan Besar kaya nggak pernah muda aja, nggak pernah tertarik sama cewek cantik kali tu orang." gerutu Denis.
"Hus!! Ngawur aja kalau ngomong! Masih mending nggak di potong gaji!" cetus Kuncoro yang segera disambut tawa oleh kelima anak buahnya.
...~∆∆∆🌼∆∆∆~...
Pagi ini Kaira bersemangat, ia turun dari motornya mang Ucok kemudian berjalan memasuki area sekolah, tapi baru saja ia melangkahkan kakinya melewati gerbang besi, seseorang tiba-tiba saja memanggil namanya.
"Permisi Nona Kaira?" suara sopan itu membuat Kaira berbalik menatap kebelakang.
"Iya, ada apa ya?" tanya Kaira tak kalah sopan.
"Maaf saya hanya disuruh untuk memberikan ini." ucap laki-laki muda dengan tubuh yang besar itu.
Memicingkan matanya, Kaira jujur sedikit menaruh curiga kepada pemuda itu.
Segera angkat bicara tatkala pemuda itu merasa dicurigai, "Saya Kemal, dan ini hadiah kecil dari Tuan Muda Zain" cetus laki-laki yang mungkin hampir seumuran dengan Zain.
__ADS_1
"Lagi?" tanya Kaira seolah masih enggan untuk mempercayainya.
"Ayolah nona, maafkan atas kejadian beberapa minggu yang lalu, itu karena saya hanya bekerja menjalankan tugas saja, dan cepat terima ini sebelum Tuan Muda marah." rengek Kemal dengan meraih tangan Kaira untuk menerima sebuah kotak kali ini lebih besar dari kemarin.
Baru saja Kaira menerimanya, ia mengingat dia laki-laki berseragam yang berkelahi memperebutkan Zain beberapa waktu yang lalu.
"Om ini orang yang dulu ternyata?" tuding Kaira dengan mengerutkan kedua alisnya.
"Hehe... Baru ingat ternyata, iya Nona, jadi sekarang kerjaan saya beralih jadi kurir bucin deh kayaknya." canda Kemal yang berhasil membuat gelak tawa keduanya.
"Jadi benarkan kalian berdua pasti ada hubungan dekat?" tanya Kemal yang memang sudah mencurigai sejak awal.
Deg!
Memerah wajah Kaira, bingung melanda hati gadis itu, bagaimana tidak? Pernyataan cinta saja sama sekali tidak ia dapati apa lagi hubungan special, kemudian gadis itu tersenyum kecut.
"Heh... Om Kemal ini ada-ada aja, ya ada lah hubungan sama Uncle Zain, dia kan Uncle nya aku!" berkilah gadis itu.
"Bukan begitu... "
"Kai! Lo ngapain lama banget sih?" suara Risa menghentikan ucapan Kemal.
"Ya udah Om, makasih hadiahnya!" ucap Kaira dengan berlalu.
Sementara Kaira berjalan memasuki kawasan sekolah, tatapan mata Risa tak sengaja bersibobrok dengan mata Kemal.
Awalnya ingin gadis itu cuek tapi ternyata ia malah mendekat kearah gerbang.
"Om, ngapain tadi ngobrol sama Kaira? Dia udah punya Om-Om yang tajir juga ganteng loh, jangan macem-macem deh." rasa penasaran juga rasa sayang terhadap sahabatnya membuat Risa menyeletuk.
"Justru saya di sini menjadi kurir perbucinan mereka." terang Kemal yang merasa tak perlu menutupi pekerjaannya.
"Njir! Ono wae sih garapan mu hahaha...(Ada aja sih kerjaan lo hahaha...)" cetus Risa dengan tawa sumbang nya.
"Dari pada kamu ketawa gak jelas mending kita kerja sama aja deh!" tawaran yang pasti ada imbalannya itu membuat Risa setuju, dari situlah keduanya mulai kenal dekat.
Didalam kelas...
Kaira membuka kotak besar itu dan isinya adalah tas berbentuk boneka teddy yang berwarna pink dengan love berwarna ungu di tengah dadanya.
Sudah pasti ada secarik kertas yang membuat gadis remaja itu kembali tersenyum...
__ADS_1
...~Uncle tau kalau istri cantik Uncle ini sangat merindukan Uncle, tapi jangan melulu begitu, emang sih Uncle ini ngangenin, tapi lebih baik belajar dengan baik terus ntar kuliah disini. ~...
"Sok tau! Dasar orang tua!" gumam Kaira dengan senyum yang mengembang.