I Love You Handsome Uncle

I Love You Handsome Uncle
Part 42 (Bersimpah Darah)


__ADS_3

Siang hari di kantin...


Kaira kini tengah duduk bersama dengan Sinta, mereka memilih tempat yang jauh dari kata ramai, keduanya terlihat serius membicarakan sesuatu.


"Please Sin, cuma kamu yang aku kenal di sini, biar aku tinggal di tempat mu sampai aku dapat kontrakan baru ya!" memohon Kiara dengan menggenggam salah satu tangan Sinta.


"Iya, nggak papa kok, lagian kamu gimana sih, masak cari kontrakan yang rusak gitu?" tanya Sinta yang mempercayai kata-kata Kaira yang mengatakan bahwa rumah kontrakan yang ia singgahi rusak dan sedang ada perbaikan.


"Hehehe... Kau tau sendiri aku di kota besar ini tidak kenal siapa-siapa." sahut Kaira dengan asal, setelah pembahasan masalah kontrakan, Kaira dan Sinta pulang bersama.


Setibanya di kontrakan Sinta...


CEKLEK... Pintu terbuka...


"Masuk Kai! Eh udah ada sepatunya Risa nih, keknya tu anak udah pulang deh." gumam Sinta setelah mengajak Kaira masuk kedalam kontrakan yang lumayan bagus.


Keduanya masuk ke dalam kontrakan berukuran 4x6m itu, di sana di atas sofa terlihat seorang gadis tengah duduk.


Ketika mendengar langkah kaki yang mulai mendekat, gadis yang tengah duduk di atas sofa itu menoleh ke arah sumber suara dan...


"Kai? Iki awakmu ta? Gak salah to mata ku?!" Risa mendadak berdiri tatkala mata nya bersitatap dengan mata Kaira.


"Iya bestie, kita ketemu lagi, setelah sekian purnama." sahut Kaira dengan berlari dan memeluk Risa.


Risa pun hampir terhuyung menerima pelukan dari sahabat masa SMA nya itu.


"Jadi Kamu kerja dimana Ris?" setelah puas dengan peluk kangennya Kaira mulai membuka obrolan.


"Aku di cafenya tante ku, kamu sendiri?" tanya Risa dengan membawa Kaira untuk duduk di sofa yang tadi di dudukinya.


"Sama ditempat ku kerja juga Ris, kita satu ruangan malah." sahut Sinta yang baru saja keluar dari dalam kamar.


Ketiga gadis itu kemudian ngobrol bersama dengan santainya, ya... Kaira memutuskan untuk menginap di kontrakan Sinta sebelum dia mendapatkan kontrakan lain.


...~∆∆∆🌼∆∆∆~...


Di Jakarta, Gautam bersama dengan istrinya dan kedua orang tua Kaira sudah tiba di Bandara, Zain bersama dengan anggota ZG-KNIGHT sudah stay di depan loby.


"Ayah..." lirih Zain dengan menatap Gautam yang kini berjalan mendekat ke arahnya.


Bugh!!!


Satu bogem dengan tenaga yang cukup kuat Gautam darat kan di wajah tampan putra tampannya itu.

__ADS_1


"Aaaaaa!!!" teriak semua perempuan yang menyaksikannya, "Stop Mas! Apa yang kau lakukan?! Dia putra mu! Tega kau menyakitinya?!" Mariana segera merengkuh tubuh Zain yang terhuyung.


"Katanya cinta! Katanya sayang! Katanya mau menikahi! Nyatanya Kaira sampai hilang saja kau tidak tau, laki-laki macam apa kau?!" memerah bola mata Gautam, laki-laki paruh baya itu terlihat sangat marah.


"Maaf Tuan Besar, tadi Tuan Muda Zain masih Meeting sedangkan nona Kaira sudah habis jam kerja..."


PLAK!!!


Satu tamparan dari tangan Gautam mendarat di wajah salah satu anggota ZG-KNIGHT, "BODOH!! Mau ku habisi kalian semua?! Menjaga satu gadis saja kalian tidak becus!" hardik Gautam masih dengan amarah yang begitu membuncah, bahkan nafas pria paruh baya itu terlihat naik turun tak karuhan.


Lengan Gautam perlahan memegangi dada bagian kirinya, "Ayah?" lirih Zain dengan berjalan berusaha meraih tubuh ayah biologisnya.


"Jangan sentuh aku! Temukan dulu Kaira, baru kau bicara dengan ku!" dengan kasar Gautam menepis tangan Zain yang hendak meraih tubuhnya.


Dari sana satu keluarga itu berpisah, Gautam bersama dengan Annisa, Marcel, dan Mariana pulang menuju kediaman utama keluarga Zora.


Zain bergeming, ia menatap punggung sang ayah yang kian menjauh dengan amarah yang masih membelenggu kalbu.


"Aaarrrggghhh!!!" frustasi Zain mengacak surai hitamnya.


Ditatapnya satu persatu anggota ZG-KNIGHT yang masih bersama dengan dirinya, "Jangan diam saja! Cepat lakukan sesuatu!" gertak Zain dengan wajah yang memerah.


"Siap Tuan Muda!" sahut semua dengan serempak, Zain bersama dengan ZG-KNIGHT segera bergerak untuk melacak keberadaan Kaira.


...~∆∆∆🌼∆∆∆~...


Risa terlihat tengah menunggu seseorang, "Kamu nunggu siapa Ris?" tanya Kaira yang baru saja selesai mandi, malam ini jarum jam sudah menunjuk ke angka sembilan tapi gadis cantik itu masih duduk di teras depan dengan bolak-balik memandang layar ponsel nya yang sedikitpun tak kunjung memberikan tanda-tanda adanya pesan masuk.


"Hey!" Kaira menepuk pundak Risa hingga gadis itu tersentak.


"Astaga! Kaget aku Kai!" cetusnya karena terkejut.


"Hahaha... segitu seriusnya kamu sampai kaget gitu, kamu nungguin siapa sih?" tanya Kaira dengan gelak tawanya.


TIN... TIN...


Belum sempat Kaira mendapatkan jawaban dari Risa, sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti di depan kontrakan.


Seulas senyuman terukir di wajah ayu Risa, namun tak berlangsung lama karena si penumpang mobil tak kunjung keluar dari dalam mobil.


Di dalam mobil...


"Kau mau apa kesini Kemal?" tanya laki-laki tampan yang tak lain adalah atasan Kemal.

__ADS_1


"Maaf Tuan Muda, karena saya akan segera fokus dengan pencarian nona muda, ijinkan saya untuk berpamitan dengan pacar saya dulu." ucap Kemal dengan membuka pintu mobil.


"Sayang!" teriak seorang gadis yang berdiri di depan mobil, sontak semua netra tertuju ke depan, kearah di mana gadis itu berdiri.


"Kaira?' terkejut Zain mendapati gadis yang tengah berdiri di samping gadis yang memanggil Kemal.


Tanpa pikir panjang Zain segera turun dari mobil dan menghampiri Kaira yang saat itu tengah mentertawakan Risa yang lagi bucin akut.


Tapi tawa gadis itu segera berhenti kala netra bulatnya mendapati wajah tampan yang ingin ia hindari.


" Uncle?" gumamnya yang kemudian Kaira segera berlari menghindari Zain, "Kai, STOP!" teriak Zain dengan terus mengejar Kaira.


Bukannya berhenti Kaira malah nekat menyebrangi jalan dan...


Ckiiiiitttttt!!!


Brak!!


"Kairaaaaaaaa!!!" teriak Zain, laki-laki itu berlari mendekati gadis kesayangannya yang kini tengah bersimpah darah ditengah jalan.


"Sayang, buka mata mu! Jangan begini! Jangan diam saja! Kaira! Kai!" isak tangis Zain terdengar kala CEO tampan itu merengkuh tubuh ramping Kaira yang tak berdaya.


Seorang laki-laki keluar dari dalam mobil yang baru saja menabrak Kaira.


"Pak Zain?" gumam laki-laki yang tak lain adalah Julio.


"Kau! Kau yang membawa mobil ini?!" emosi Zain memuncak kala melihat si pengendara mobil.


"Maaf Pak, lebih baik kita bawa Kaira ke rumah sakit sekarang!" ucap Julio berusaha mengambil alih Kaira untuk dibawanya ke dalam mobil.


"Jauhkan tangan kotor mu dari tubuh kekasih ku!" teriak Zain dengan mata nyalangnya.


Julio mengerutkan alis, "Pak Zain, ini bukan saat nya untuk cemburu atau apapun itu, ini darurat!" tegas Julio yang sama-sama tersulut emosinya.


"Kairaaaaaaa!!!" teriak Risa yang baru sampai di tempat kejadian.


"Bestie, buka mata mu! Jangna bercanda ini nggak lucu beb!" cecar Risa dengan menggoncang tubuh Kaira yang sedikitpun tak merespon, Risa menatap Julio, "Kak! Kita bawa Kaira kerumah sakit sekarang!"


Risa segera merebut Kaira dari dekapan Zain, Julio tanggap ia segera membantu, Zain tercengang sedangkan Kemal yang baru saja berhenti dari lari nya ikut terdiam kala melihat sang pacar menaiki mobil laki-laki lain.


"Sayang?! Risa!" teriak Kemal saat Risa dibawa mobil Julio yang telah melaju dengan cepat.


"Tuan, pacar saya Tuan..." Kemal menepuk dadanya.

__ADS_1


"Buat apa kau berlari kenapa kesini tidak membawa mobil?! Kau lihat sekarang! Karena kau tidak membawa mobil kekasih kita sama-sama di ambil oleh laki-laki yang sama!" cetus Zain dengan mentoyor kepala Kemal, Zain berjalan kembali menuju mobil sedangkan Kemal masih dengan pikiran kegalauannya mengekor dibelakang Zain...


__ADS_2