Ibu Sambung Yang Tak Dianggap

Ibu Sambung Yang Tak Dianggap
Berenang


__ADS_3

Dara merasa sangat gelisah sekarang tadi dia meninggalkan Adisti dan Yudha berdua saja sekarang apa yang tengah mereka lakukan ya? tadi dia mendengar suara pintu Shoji tertutup dengan kasar apakah Yudha dan Adisti sedang....


Akh!


Mantan Istri Yudha itu mengacak-acak rambutnya kasar ada rasa menyesal saat meninggalkan Yudha dan Adsiti tadi.


"Mommy ayo pergi keluar!" Gadis itu memberengut sebal sejak tadi dia mengajak ibunya keluar tapi wanita itu hanya diam saja.


Merasakan tidak ada respon dari ibunya Acia memilih keluar dari kamar dan pergi mencari keberadaan ayahnya, jika ibunya tidak mau lebih baik dia ajak ayahnya saja pergi keluar.


Tidak jauh dari keberadaan kamar Acia berada, suara erangan tertahan terdengar memenuhi sebuah ruangan yang berada dipojokan. Seperti perkataan Yudha sebelumnya tugas Adisti adalah melayani Yudha di sini.


Tapi siapa yang menyangka jika melayani yang Yudha maksud adalah melakukan 'Itu' tidak masalah sebenarnya namun waktunya saja yang tidak tepat.


Adisti menahan erangan yang akan keluar ketika Yudha bergerak di bawah sana, tubuh mereka sudah basah oleh keringat yang saling bercampur.


"S-sudahh Mas!" Adisti sangat takut jika ada yang memergoki mereka berdua sekarang.


Padahal sejak mereka berangkat dari rumah Yudha hanya mendiaminya saja Adisti pikir mereka masih marahan akibat pertengkaran tadi malam, tapi ternyata setelah sampai di sini Yudha malah langsung menggempur tubuhnya.


"Sebentar lagi" Yudha menyembunyikan wajahnya di leher sang istri meredam suara erangan tertahanya.


"Daddy!"


Tok!Tok!


Suara Acia di luar pintu kamar membuat Adisti begitu panik, bahkan dengan tidak sabaran nya bocah itu menggedor-gedor pintu kamar milik sang Ayah, pintu yang hanya terbuat dari kertas tipis itu bisa saja robek jika Acia terus menggedornya seperti itu.


"Mas! Acia datang" panik Adisti mendorong tubuh suaminya bukannya berhenti Yudha malah melanjutkan kegiatannya dengan santai.


"Sebentar"


"Mas!"


Bugh!


Adisti memukul pundak telanjang Yudha pria itu akhirnya berhenti bergerak setelah pukulan istrinya terasa begitu menyakitkan, tatapan tajamnya langsung menghunus kearah sang istri.


Glek


Sepertinya dia sudah melakukan kesalahan besar dengan menghentikan nafsu Yudha yang tidak biasa itu.


Sret


Yudha bangkit dari atas tubuh istrinya kemudian dia mengambil piyama untuk menutupi tubuhnya, melihat Yudha yang berjalan menuju pintu kamar Adisti langsung berlari menuju kamar mandi.mGawat jika sampai Acia melihat nya tidur bersama dengan sang ayah.


Sreek


Saat pintu terbuka hal pertama yang Yudha lihat adalah sepasang mata hitam pekat yang sama persisi dengan dirinya tengah menatap tajam kerahnya.


"Daddy lama sekali membuka pintu!" Acia menyahut kesal, gadis kecil itu melipat tangannya di dada sambil membuang muka di hadapan sang Ayah.


Yudha hanya menatap Acia datar, kenapa putrinya menjadi emosian seperti ini? memang nya suapa yang suluan mengganggu nya?


"Daddy habis Mandi " Jawab Yudha seadanya.


Jawaban Yudha yang tidak membuat Acia meredakan amarahnya.


"Kenapa rambut Daddy tidak basah?" tanyanya curiga, mustahil Daddy nya mandi tanpa mencuci rambut.

__ADS_1


Yudha menghela nafas


"Baru saja akan mandi" sahutnya lagi


Mendengar hal itu Acia tersenyum senang.


"Ayo Berenang!" Ajaknya pada Sang ayah penuh antusias.


Suami dari Adisti itu menatap horor putri semata wayangnya, tidakkah Acia melihat cuaca di luar?


"Hujan"


Acia merengut sebal,"Ayolah Daddy! Cia ingin sekali berenang" pinta Acia memohon, entah mengapa Ayahnya sangat sulit jika di ajak berenang, lagipula hujannya hanya gerimis sesaat sebentar lagi pasti akan cerah.


Tidak dapat menolak permintaan putri nya Yudha akhirnya menyetujui permintaan Acia.


"Baiklah"


"Yeee! aku mencintai Daddy!" Acia berseru dengan semangat.


.


Yudha mendongak menatap awan mendung di atas kepalanya, bahkan dia yakin jika gerimis seperti ini Acia pasti akan demam nantinya, tapi sangat sulit membuat Acia yang keras kepala itu menuruti keinginannya.


"Daddy kemari!" panggil Cia yang sudah mencebur kan dirinya di dalam kolam.


Melihat nya saja Yudha sudah menggigil.


"Di sini saja"


Acia merengut sebal lagi-lagi ayahnya menolak permintaannya.


"Ayo Daddy! airnya tidak dingin" ajaknya untuk yang kesekian kali, kesekian kali pula Yudha menolak untuk menyentuh air.


Dari dalam villa Dara yang baru saja berniat ke dapu untuk mengambil camilan tidak sengaja melihat Yudha dan Putrinya berada di kolam berenang.


Ini bisa menjadi kesempatan untuk nya berduaan bersama dengan Yudha sambil mengawasi putri mereka, sebuah haluan yang sangat tidak biasa bagi seorang wanita yang sudah bercerai dari ayah putrinya.


Tanpa membuang waktu lagi Dara melangkahkan kakinya kembali kedalam kamar dan mengganti pakaiannya menjadi lebih tipis, siapa yang tau jika nanti di sana mereka akan bermain air besama kan?


"Mommy!" panggil Cia ketika melihat sang ibu berjalan mendekat.


Dara melambaikan tangannya anggun berusaha terlihat seperti tidak sengaja melewati kolam renang.


"Hai sayang, kalian ada di sini?" tanya Dara seolah terkejut melihat keberadaan mereka.


Acia mengangguk kemudian kembali membawa tubuhnya ke-tengah kolam untuk kembali berenang.


Ini kesempatan yang bagus untuk Dara. Yudha tidak bergeming ketika ibu kandung dari putri nya itu duduk mepet dengannya.


"Kamu tidak berenang Mas?" Dara basa-basi.


Tidak ada jawaban Pria itu hanya menatap lurus putri nya yang tengah asik dengan dunianya sendiri.


"Seharusnya kamu menemani Putri Kita ber- eh?"


Ucapan Dara terhenti begitu Yudha berdiri dari duduknya kemudian pria itu melepaskan piamanya begitu saja ketanah Tubuh Atletis Yudha terpampang begitu nyata hanya sebuah boxer saja yang menutupi tubuh bagian bawah pria itu.


Dara yang notabenenya adalah seorang wanita normal tentu saja tersipu, dia merasa jika Yudha sengaja menunjukkan tubuhnya pada dirinya yang berada di sana.

__ADS_1


Yudha menatap datar melihat kearah Dara yang tersenyum-senyum tidak jelas.


Lalu Yudha beralih menatap seorang wanita yang kebetulan berada di pekarangan tengah menyirami bunga-bunga, Istrinya berada di sana tanpa melirik nya sama sekali.


Tatapan Yudha masih mengarah pada Adisti, saat akhirnya mereka saling bertatapan Adisti dengan kejamnya langsung membuang muka begitu saja. sial! hanya melihat istrinya berdiri tanpa melakukan apapun saja membautnya teransang, padahal di sebelahnya ada Dara yang memakai pakaian minim di cuaca mendung tapi tetap saja gairah nya hanya terpacu pada Adisti sja.


Adisti dengan berani mengabaikannya bukankah beberapa waktu tadi mereka masih berbagai peluh bersama? lalu kenapa tiba-tiba Adisti seolah tidak mengenal nya begitu?


Bukan-bukan nya Adisti cemburu melihat Yudha dan keluarga kecil nya bersama-sama, di sadar diri jika posisinya di rumah tangga Yudha tidaklah penting.


Tapi tetap saja bagaimana bisa Yudha dengan pedenya memamerkan tubuh nya yang tidak tertutup apapun pada seorang wanita yang jelas-jelas bukan lagi istrinya?


Genggaman tangan Adisti pada selang air semakin menguat, dia tidak boleh cemburu!


"Adisti!"


Panggilan Yudha yang begitu nyaring mengagetkan Adisti. Dara yang mendengar hal tersebut juga ikut mengerenyitkan dahinya, mengapa Yudha memanggil pembantu itu?


Wanita berbaju putih itu kemudian menolehkan kepalanya, bisa di lihat jika Yudha menyuruh nya mendekat.


Mematikan selang airnya lalu meletakkan di tempat semula kemudian Adisti berjalan mendekat pada Yudha.


"Ya Tuan?" tanya nya sopan


Yudha melihat penampilan Adisti dari atas kebawah.


"Buatkan kami minuman dingin" Titahnya.


Adisti mengerutkan keningnya di cuaca seperti mendung seperti ini?


Sepertinya Yudha ingin putrinya sakit setelah meminum air dingin di bawah hujan.


"T-tuan tidakkah sebaiknya anda dan Nona masuk kedalam?" Adisti memberi saran pasalnya rintik-rintik hujan mulai berjatuhan.


"Jangan bersikap seolah peduli pada putriku Adisti" geram Dara melihat bagaimana dekatnya jarak antara Adisti dan Yudha.


Yudha yang memang tidak fokus pada sekitar dan hanya fokus pada kecantikan istrinya itu tidak menyadari jika hari sudah mulai turun hujan.


Memutuskan menuruti perkataan sang istri Yudha memanggil putri nya untuk naik.


"Acia! Naik sekarang"


Gadis itu tidak menurut dan masih asik dengan berenangnya biarkan saja paling-paling besok gadis itu merengek karena kepalanya sakit.


Setelah beberapa kali ancaman akhirnya Acia bersedia naik ketas Adisti yang sudah membawa handuk langsung memberikannya pada gadis kecil itu.


"Mengganggu pemandangan saja" ketus gadis itu kemudian mengambil handuk dari tangan Adisti.


Dara yang sama sebalnya itupun pergi begitu saja mengikuti putrinya masuk ke dalam Villa, lagi-lagi tanpa sadar dia meninggalkan Adsiti dan Yudha berdua saja.


"Mau berenang?" Tawar Yudha begitu melihat sang istri diam saja.


"Kamu saja!" ketus Adisti siapa yang mau berenang di bawah hujan seperti ini?


Kyaaa!


Byurr!


Terlambat ternyata saat Adisti berbalik ingin meninggalkan Yudha pria itu langsung maenarik tubuhnya jatuh kedalam kolam bersamanya.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2