
"Ini pesanan nya"
Adisti memberikan sejumlah uang pada Serina setelah pesanan nya siap.
"Kalian tinggal di daerah sini?" Tanya Serina saat mereka bertiga sudah keluar dari Kedai.
Adisti mengangguk
"Hanya tinggal berjalan beberapa menit lagi, kami sampai di rumah" jelas Adisti.
Sedangkan Acia menikmati Waffle yang dia beli.
"Ah begitu? sayangnya aku tidak tinggal di sekitar sini" Serina berharap dia tinggal di perumahan ini, jadi dia bisa lebih sering bertemu dengan Adisti.
"Sepertinya kami akan menjadi langganan di kedai ini" Adisti melirik pada Cia yang sangat menikmati makanan nya, sudah di pastikan gadis kecil itu sangat menyukai waffle di sini.
"Aku beruntung memiliki langganan seperti kalian"
Istri Yudha itu tertawa kecil menanggapi perkataan Serina.
"Bagaimana jika kalian aku antar? lagipula aku sekalian pulang kerumah" usul Serina pada wanita di depannya.
Adisti menimbang-nimbang Usulan tersebut, jika berjalan lagi sepertinya Acia akan kelelahan.
"Maaf merepotkan" Adisti tersenyum canggung.
"Tidak sama sekali"
.
Mobil yang mereka tumpangi sampai di depan gerbang kediaman Yudhakara.
Serina ikut turun bersama dengan Adisti dan Acia dari dalam mobil.
"Kamu tinggal di sini?" tanya Serina tidak yakin.
"I-iya tidak pantas ya?" Serina pasti melihat penampilan nya yang sangat sederhana, sehingga tidak mempercayai jika dia tinggal di sini.
"Bukan seperti itu! Rumah ini terlihat tidak asing" Jawab Serina cepat, karena dia merasa pernah kemari sebelumnya.
Lalu tiba-tiba Serina tersadar dengan satu fakta, saat mereka berkenalan tadi Adisti tidak menyebabkan nama panjangnya.
"Siapa nama lengkap mu?" Tanya Serina penasaran.
Adisti tidak langsung menjawab dia lebih dahulu melihat kepada Acia di sebelahnya.
"Adisti, Adisti Kirani" Jawab Adisti tidak menyebutkan marga suaminya di belakang namanya.
Serina tampak kecewa, dia mengira jika Adisti adalah istri dari rekan bisnis suaminya yang di rumorkan sudah menikah kembali.
"Aku bekerja di sini" Lanjut Adisti, kemudian dia melirik Acia yang sepertinya sedikit terkejut dengan jawaban Adisti, " Dan Ini adalah Anak dari majikan ku, Acia Yudhakara"
Serina semakin merasa tidak enak menebak begitu saja status Adisti dan Acia.
"Maaf tidak menjelaskan sebelumnya" Adisti menundukkan kepalanya, merasa bersalah pada Serina.
__ADS_1
"Bukan kesalahan mu, aku saja yang asal menebak"
Lalu Serina mengecek jam di tangan sebelah kirinya, sudah waktunya ia menjemput putri nya.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang" Ucapannya pada Adisti.
"Tidak mau mampir dulu?"
Serina menggeleng sudah terlambat dari jamnya menjemput sang putri.
"Kalau begitu aku permisi ya"
"Terimakasih banyak sekali lagi, hati-hati"
Serina melambaikan tangannya pada Adisti dan Acia, mobil yang wanita itu tumpangi perlahan meninggalkan area perumahan mewah di sana.
"Mari masuk Nona?" Ajak Adisti.
Kebetulan sekali saat merek berdua sampai di rumah Angga datang dengan mobil yang seperti nya sudah dalam kondisi baik.
"Eh? kalian baru sampai?" Tanya Angga heran.
Acia sepertinya sangat kelelahan terbukti dari cara jalan gadis itu masuk kedalam rumah, bahkan dia tidak berpamitan dengan Angga maupun Adisti.
"Iya, tadi Nona merasa lapar jadi kami mampir ke Kedai di seberang sana" Jawab Adisti sambil mengeluarkan Belanjaan Milik Bi Ida yang tertinggal di pasar tadi.
Angga hanya menjawab dengan anggukan lalu dia membantu Adisti membawa seluruh belanjaan ke dalam rumah.
"Bibi maaf terlambat" Ucap Adisti merasa bersalah karena keterlambatan nya, BI Ida jadi menyiapkan makan malam seorang diri.
"Begitu? syukurlah"
Adisti mulai membantu menyiapkan makanan malam bersama dengan Bi Ida, dan tidak sampai tiga puluh menit makanan sudah tersaji di atas meja.
"Sebaiknya kamu membersihkan diri terlebih dahulu " Usul Bi Ida
Ah karena keasikan memasak dia sampai lupa belum membersihkan diri.
"Kalau begitu aku mandi dulu ya bi?" Adisti meminta ijin yang langsung di setujui oleh Wanita paruh baya itu.
Karena terlalu buru-buru ingin membersihkan tubuhnya Adisti sampai tidak menyadari jika Tari dan Salah seorang pelayan melihat wanita itu masuk kedalam kamar Tuan mereka.
Pelayan yang berdiri di belakang Tari langsung tersenyum puas ternyata benar dugaannya jika Adisti adalah wanita simpanan Yudha.
"Lihat itu! Wanita yang selalu kamu banggakan ternyata adalah wanita tidak baik" Ujarnya pada Tari yang masih terlihat syok.
Benarkah Adisti seperti itu? lalu kenapa Angga Masih mau bersama dengan Wanita itu?
"Aku tidak percaya ini" Gumam Tari
.
.
Seperti malam sebelumnya Karena tidak ingin Acia kesepian akhirnya Adisti kembali mengajak gadis kecil itu makan bersama-sama dengan para pelayan yang lain.
__ADS_1
Jika biasanya Acia hanya bersikap pasif dan hanya memperhatikan saja saat mereka berbicara, sekarang gadis itu mau ikut bercanda walaupun masih terlihat kaku.
Sebagai seorang Wanita yang sudah melihat pertumbuhan Acia dari kecil Bi Ida merasa senang dengan perubahan yang terjadi sekarang.
Apakah penyebab Acia menjadi arogan intu karena pengaruh ibunya? atau Mengikuti sikap ayahnya?
Yudha baru saja sampai di rumah nya saat waktu sudah menunjukkan waktu nya makan malam, tidak seperti biasanya meja makan yang biasa di gunakan Acia ketika menunggu nya itu terlihat sepi.
Kemana putri nya?
Yudha berjalan mendekat kearah dapur dan ternyata saat masuk lebih jauh kedalam Dia melihat putri nya duduk lesehan di lantai tanpa alas apapun, bahkan Acia makan sambil berbicara dengan Angga.
Rahangnya mengeras Tata Krama yang ia ajarkan pada Acia sejak kecil hilang begitu saja! padahal dia hanya beberapa hari tidak makan bersama dengan Gadis itu.
"Acia!"
Prang!
Acia tidak sengaja menjatuhkan sendok di tangan nya saat mendengar suara ayahnya memanggil namanya dengan begitu kencang.
"D-daddy?" ia terkejut melihat keberadaan Sang ayah.
Semua pelayan ikut berdiri saat Yudha menatap tajam kearah mereka semua, terutama Adisti yang merasa bersalah ketika melihat Acia bergetar ketakutan.
Yudha meremas rambut nya kesal
"Apa yang kamu lakukan di tempat kotor ini hah?!" Bentak Yudha.
Bahkan karena terkejut Acia langsung memeluk Adisti yang berada di sampingnya.
Adisti juga ikut terkejut tapi dia lebih biasa mengendalikan nya dan menenangkan Acia yang ketakutan dalam pelukannya.
"Ck! kemari Acia!" panggil Yudha keras
Walaupun terlihat sangat takut Tapi Acia tetap menghampiri Ayahnya.
grep
"Ssshh"
"Ma- Tuan!" Hampir saja Adisti keceplosan memanggil Yudha dengan Sebutan Mas, saat Pria itu tanpa perasaan menarik tangan mungil putri nya sendiri.
Semua orang Yang ada di sana terkejut kecuali Angga dan Bi ida dengan keberanian Adisti.
Yudha menatap nyalang istrinya
"Anda tidak bisa memperlakukan Nona seperti itu Tuan, dia kesakitan" Ucap Adisti tanpa rasa takut, ketakutan nya menghilang saat melihat raut wajah Acia yang menahan rasa sakit akibat cengkeraman Yudha.
Yudha berdecih dengan pembelaan Adisti.
"Siapa kamu? ini tidak ada urusan nya dengan kamu!" Bentak Yudha.
Adisti ingin mengumpat pada wajah menyebalkan itu, tanpa di ingatkan berulang kali pun Adisti tau jika dia hanya pembantu.
TBC....
__ADS_1