Ibu Sambung Yang Tak Dianggap

Ibu Sambung Yang Tak Dianggap
Ngidam


__ADS_3

Pagi telah tiba dan saat Adisti mengira dia akan bangun bersama dengan Yudha di atas sofa ternyata perkiraan nya salah, Adisti terbangun di atas kasur bersama dengan Acia.


Ibu hamil itu meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku kemudian dia membangunkan Acia yang masih tertidur.


"Sayang Bangun" Adisti menggoyangkan tubuh berbalut selimut itu pelan.


"Acia, Kamu harus ke sekolah nak"


Acia menggeliat perlahan mata yang semula terpejam itu terbuka lebar, Adisti tersenyum lembut ketika mata besar putri nya memandang nya.


"Selamat Pagi"


"Pagi Mama" Balas Acia ikut tersenyum, rasanya menyenangkan ketika kamu bangun pagi dan ada yang menyambut pagi mu.


"Ayo bangun, kamu harus mandi setelah itu Sarapan Ya?"


Acia terlihat tidak bersemangat dia malas pergi ke sekolah, Tapi tidak ingin membuat ibu nya sedih karena kemalasan nya Acia bergegas turun dari kasur.


Cup


Memberikan kecupan di pipi ibu Sambung nya kemudian gadis itu berjalan keluar menuju kamar nya sendiri.


Adisti terkekeh geli mendapatkan kecupan dari putri nya, tapi rasanya ada yang kurang saat dia belum mendapatkan Morning Kiss dari suaminya.


"Di mana Mas Yudha ya?" Gumam Adisti, apakah Suaminya itu sudah pergi ke kantor?


Tidak ingin membuang waktu terlalu lama di kamar Adisti bergegas merapikan tempat tidur nya kemudian dia segera turun untuk membantu menyiapkan Sarapan.


"Selamat pagi" Sapa Adisti ketika dia sampai di dapur, di sana sudah ada BI Ida dan Tari yang sibuk denger peralatan dapur.


"Pagi" Sapa balik keduanya


"Itu untuk siapa?" Adisti bertanya pada Tari yang sedang membuat kopi panas.


"Untuk Tuan Mbak" Jawab Tari


Jadi Yudha belum berangkat? Adisti baru ingat jika suaminya itu sudah lama tidak berolahraga pasti sekarang dia berada di ruang Gym nya.


"Biar aku saja yang bawa" Pinta nya pada Tari.


Wanita berambut pendek itu kemudian memberikan kopi yang ia buat pada Adisti.


"Apa tidak papa kamu mengantar nya nak?" Bi Ida sedikit khawatir melihat kandungan Adisti yang sudah cukup besar, Nyonya mudanya itu mungkin saja kelelahan bolak-balik melewati tangga.


"Aku baik-baik saja Bi, oh ya tolong bantu Acia bersiap ya" Adisti tidak bisa mengurus suami dan putri nya sekaligus di kondisi nya yang sekarang.


"Baiklah"


.


Adisti membuka ruangan Gym pribadi Yudha dan benar saja ternyata pria itu ada di dalam sedang melakukan olahraga dengan treadmill nya.

__ADS_1


"Mas"


Yudha menoleh ketika suara Adisti terdengar di telinga nya, ayah kandung Acia itu kemudian mematikan mesin nya lalu berjalan mendekat pada istrinya.


"Sudah bangun?" Yudha mengambil kopi di tangan Adisti, ia menuntun istri nya untuk duduk di sofa yang ada di sana.


"Kamu belum mencium ku" Sungut Adisti kesal, Ketika dia hamil biasanya Yudha akan memberikan kecupan di wajahnya tapi hari ini pria itu tidak melakukan nya.


"Serius? kamu kesal karena itu?"


Adisti dan kehamilan nya adalah suatu kesenangan tersendiri untuk nya, apalagi sikap istrinya yang selalu ingin menempel padanya itu membuat Yudha sangat senang.


Yudha meletakkan kopi nya di atas meja lalu dia menangkup wajah istrinya yang tengah cemberut itu.


Cup


Memberikan kecupan di dahi lalu kedua pipi dan dagu istrinya.


Cuuuppp!


Terakhir Yudha memberikan ciuman lembut dengan sedikit ******* di bibir Istrinya.


Adisti tersenyum puas mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Kamu senang?"


Adisti mengangguk Yudha yang gemas langsung menarik istrinya kedalam pelukannya.


Yudha mendudukkan dirinya di sebelah sang istri.


"Kamu tidak menginginkan sesuatu? mengidam misalnya?" Selama Adisti mengandung Yudha sangat ingin seperti suami-suami di luar sana yang terbangun di tengah malam hanya untuk membelikan makanan untuk istrinya yang tengah mengandung.


Tapi selama ini jangan kan mengidam Adisti saja tidak pernah menginginkan sesuatu darinya, Malahan yang sering menginginkan makanan adalah dirinya.


Adisti lebih sering meminta skinsip yang intens daripada hal-hal seperti makanan atau lainnya.


Dan Yudha sangat menyukai istrinya yang seperti itu.


"Kenapa kamu tersenyum?" Adisti jadi ngeri sendiri melihat Yudha yang dingin bisa tersenyum-senyum sendiri.


"Tidak ada, hanya saja aku heran kenapa istri ku sangat cantik pagi ini?" Gombal nya.


Lalu Yudha beralih pada perut istrinya yang membesar di usapnya perut itu dengan lembut, sesekali Yudha memberikan kecupan hangat di sana.


"Hey jagoan Daddy! Jaga Mama baik-baik di sana ya?"


Adisti tersentuh dia sangat senang jika Yudha ataupun Acia berbicara Dengan bayi di dalam perutnya.


.


.

__ADS_1


Baru tadi pagi Adisti merasa sangat senang dan bahagia kini dia harus di buat kesal oleh suaminya.


Yudha baru saja menelfon dan pria itu meminta di buatkan bekal langsung oleh dirinya, sebenarnya jika hanya itu saja dirinya tidak masalah Tapi Yudha juga ingin dia langsung yang mengantar nya ke kantor.


"Suruh supir saja nak" Eyang tidak tega melihat Adisti harus mengantar makanan itu sendiri.


Bagaimana jika menantu nya kelelahan? memang cucunya itu sangat merepotkan.


"Tidak apa-apa eyang, lagipula sepertinya Mas Yudha mengidam jadi harus di turuti" jawab Adisti menahan rasa jengkel nya.


Eyang tidak terkejut dengan perkataan menantu nya itu, karena memang semua orang di rumah ini tau jika di kehamilan Adisti ini yang mengidam bukanlah sang ibu melainkan ayahnya.


"Kalau begitu aku berangkat ya eyang"


"Iya hati-hati"


Angga di tugaskan langsung oleh Yudha untuk menjemput Adisti ke kantor nya, di perjalanan mereka berbincang-bincang banyak hal berbicara dengan Angga membuat rasa kesalnya pada Yudha sedikit menghilang.


Adisti merasa lega dengan hubungan Angga dan Tari yang semakin harmonis apalagi sekarang Angga sudah benar-benar melupakan dirinya, Adisti ikut senang dengan hal itu.


"Terimakasih sudah mengantar ku Angga"


"Sama-sama, salam untuk Bos" balas Angga tersenyum ramah pada wanita yang pernah menjadi bagian hatinya.


Adisti kemudian memasuki kawasan kantor para karyawan yang mengenal nya menyapa Adisti dengan ramah, bahkan dengan murah hati nya mereka mengantar kan langsung dirinya ke ruangan Yudha.


"Terimakasih Banyak" Ucap Adisti merasa tertolong oleh karyawan yang membantu nya.


"Sama-sama nyonya" Karyawan itupun pergi meninggalkan Adisti di sana.


klek!


Adisti masuk kedalam ruangan suaminya setelah mengetuk pintu beberapa kali.


Terlihat Yudha yang tengah sibuk dengan komputer di depannya, padahal saat menelepon dirinya tadi Yudha terdengar seperti orang yang tengah sekarat.


"Mas ini makanan nya" Adisti menaruh bento yang ia bawa di atas meja yang ada di sana.


Yudha mematikan komputer nya kemudian berjalan menghampiri Adisti yang tengah menyiapkan makanan untuk nya.


"Lama sekali" Gerutu Yudha tidak tau saja pria itu jika Adisti tengah menahan kesal nya.


"Masih untung aku mau datang!" Sahut Adisti tak kalah sewot nya.


Yudha menatap Semua makanan Yang a ada di atas meja dengan dahi mengerut.


"Banyak sekali makanan nya?" Tanya nya heran.


"Memangnya hanya kamu saja yang lapar!"


Yudha tersentak kaget kenapa sekarang istrinya sering emosian seperti ini?

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2