Ibu Sambung Yang Tak Dianggap

Ibu Sambung Yang Tak Dianggap
Hari H


__ADS_3

Hari - H Acara sekolah Acia


Adisti sudah bersiap sejak pagi-pagi tadi, kedatangan stylish yang sama saat mendandani nya ke pesta waktu itu membuat Adisti bertanya-tanya.


Namun setelah dia menelpon Yudha pria itu mengatakan jika Dirinya akan ikut bersama dengan Yudha ke Acara sekolah Acia.


Bagaimana perasaan Adisti? tentu saja sangat senang! awalnya dia kira jika Yudha tidak berniat mengajaknya tapi ternyata dugaannya salah.


Bahkan sebelum acara suaminya itu juga sudah menyiapkan Dress untuk dia pakai ke acara sekolah putri nya, dan yang tidak di sangka sangka lagi Pakaian yang mereka bertiga kenakan itu sama! yang membedakan hanya ukuran nya saja.


Klek


"Oh? Nona Cia?" Stylish yang sedang menata rambut Adisti langsung menoleh begitu pintu terbuka, ternyata Acia datang menemui ibu Sambung nya.


Adisti tersenyum lebar melihat keberadaan Cia yang terlihat sangat cantik dengan Dress nya.


"Mm... Bagaimana..... penampilan ku?" tanyanya malu-malu pada Adisti.


Semua yang berada di sana tidak bisa menahan rasa gemas mereka pada sikap Acia yang tiba-tiba saja jadi pemalu, karena Acia yang mereka kenal tidak mungkin bersikap seperti ini.


"Apa ini sudah selesai?" Adisti bertanya pada Stylish yang mendandani nya.


"Sudah Nyonya"


Adisti tersenyum kemudian berdiri dari tempatnya duduk, dia berjalan dengan begitu anggun menghampiri Acia.


Tidak langsung memuji Gadis itu tapi Adisti terlebih dahulu mengamati Acia dari atas kebawah.


"Hm? Sepertinya ada yang kurang" Gumam Adisti yang dapat didengar oleh semua yang ada di sana.


Acia menatap penuh harap pada ibu sambungnya.


Kemudian Adisti melepaskan ikatan rambut yang mengikat rambut lebat Acia, rambut yang semula terikat kini tergerai indah.


"Wah-wah Nyonya, jika orang-orang tidak tau mungkin saja mereka mengira jika kalian adalah Ibu dan Anak kandung" Puji stylish yang ikut terpana melihat kesempurnaan Yang ada di depannya.


Adisti dan Acia tersenyum mendengar ucapan wanita itu.


Tok Tok!


BI Ida mengetuk pintu dan berdiri di luar pintu kamar.


"Ada apa bibi?" tanya Adisti


"Tuan sudah menunggu Nyonya"


Adisti melirik jam dinding ternyata sudah hampir memasuki waktu acara.


"Mari Nona?"


Acia menatap uluran tangan Ibu Sambung nya, jika dulu dia sangat enggan bersentuhan dengan Wanita di hadapannya ini, tapi sekarang Acia rasa genggaman tangan Adisti akan menjadi salah satu hal yang ia sukai sekarang.


grep


"Iya..."


tuk

__ADS_1


tuk


Yudha menoleh ke belakang ketika suara ketukan sepatu yang saling bersahutan terdengar di telinga nya.


Matanya langsung tertuju pada Adisti dan Acia yang baru saja turun melewati anak tangga turun kebawah.


Istri dan Putrinya terlihat sangat cantik dengan Dress yang di disain senada dengan miliknya.


"Dad?"


Acia Menarik ujung baju yang di pakai Yudha saat pria itu tidak memutuskan pandangan nya pada Adisti.


"Hm?" Gumam Yudha tersadar dengan apa yang ia lakukan.


"Sebaiknya kita berangkat" Ucap Adisti, Rasanya malu di tatap seperti itu oleh Yudha.


"Ayo!"


Adisti melingkari tangan kanan Yudha, di sebelah kiri Acia menggenggam tangan ayahnya.


Tidak jauh dari mereka ada Tari, BI Ida dan Angga yang memperhatikan keluarga kecil yang baru saja meninggalkan rumah.


"Mbak Adisti terlihat cocok dengan Tuan" Celetuk Tari begitu melihat Adisti berdampingan dengan Yudha.


"Kamu iri?" Sahut Angga pada Celetukan Tari.


Tari menoleh pada Angga sambil tersenyum Geli.


"Aku sudah punya kamu, kurasa itu sudah cukup" Ucapannya tersipu malu.


Harapannya semua orang bisa hidup dengan bahagia Dengan pasangan mereka masing-masing.


.


.


Mereka bertiga sudah sampai di depan sekolah Acia, selain mereka bertiga juga ada banyak sekali orang tua yang mengantar anak-anak mereka.


Saat Yudha dan keluarganya turun dari mobil banyak Pasang mata yang melihat keberadaan mereka, terutama wajah wanita asing yang bersanding dengan pria Casanova di kota ini.


Adisti menggenggam tangan kiri Acia kemudian Yudha juga menggandeng tangan Acia yang sebelah kiri, ketiganya terlihat seperti keluarga yang sempurna.


"Selamat datang Tuan Yudhakara!"


Seorang pria berumur datang menghampiri Yudha dan Keluarganya.


Yudha menyambut uluran tangan pria tersebut.


"Terimakasih, Kepala sekolah"


Adisti sedikit terkejut mengetahui pria yang menyapa suaminya ternyata adalah kepala sekolah di sini.


"Ah Nona Acia! dan ....?"


"Adisti" jawab Adisti ketika kepala sekolah Sepertinya ingin mengetahui namanya.


"Perkenalkan dia Istri saya, Adisti Yudhakara"

__ADS_1


Ucapan yang sangat tak terduga keluar dari mulut Yudha membuat semua orang tidak bisa menahan rasa terkejut mereka, beberapa hari yang lalu ada berita yang mengatakan jika Yudha dan Dara mantan istrinya rujuk kembali, tapi ternyata Yudha sudah menikah?


"Wah? benarkah! maafkan saya Nyonya" kepala sekolah merasa malu karena tidak mengenal istri dari Tuan yang telah memberikan banyak donasi pada sekolah nya.


"Tidak apa" Adisti tersenyum maklum dengan ketidak tahuan kepala sekolah.


"Kalau begitu silahkan masuk kedalam, dan untuk Acia kamu bisa menyusul teman-teman yang lain" Kepala sekolah kemudian memanggil Wali kelas Acia.


Seorang guru muda menghampiri kepala sekolah.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya, perkenalkan saya Mita, wali kelas Acia" Guru yang bernama Mita itu menyapa kedua orang tua Acia.


"Selamat siang" balas Adisti tak kalah ramah.


"kalau begitu saya akan membawa Acia kebelakang" ijin nya.


Sebelum meninggalkan Yudha dan Adisti, Acia menoleh kepada kedua orangtuanya bergantian, setelah mendapat persetujuan dari Yudha akhirnya Acia berjalan meninggalkan kedua orangtuanya dan kepala sekolah.


"Mari Tuan dan Nyonya" ajak kepala sekolah pada Yudha dan Adisti.


Yudha melingkari pinggang ramping istrinya, lalu mereka berjalan masuk kedalam mengikuti kepala sekolah.


Di perjalanan banyak kamera yang mengabadikan momen Bagaimana Yudha menggandeng mesra Adisti seolah-olah wanita itu tidak boleh bergerak se inci pun dari nya.


"Nikmati pertunjukan nya Tuan dan Nyonya"


Kepala sekolah meninggalkan Adisti dan Yudha setelah mengantar mereka pada kursi yang sudah tersedia.


Adisti tidak terkejut saat tempat duduk yang di sediakan pihak sekolah untuk nya dan suami berada di samping para petinggi sekolah dan berada di posisi paling depan.


"Kenapa?" tanya Yudha saat melihat sang istri yang terlihat gelisah.


Adisti menggeleng sambil tersenyum sebenernya dia Haus tapi dia malu mengatakannya.


Yudha tau apa yang istrinya itu inginkan tapi dia hanya diam, Yudha menunggu Adisti yang meminta padanya.


Adisti tidak tahan lagi dengan rasa haus yang di rasakan, apalagi di hadapannya ada air mineral yang sudah di sediakan tapi dia ragu ingin meminum air itu.


Lirikan Adisti pada Air di hadapan mereka membuat Yudha merasa gemas sendiri, kenapa istrinya itu tidak mau mengutarakan keinginannya?


Lalu tiba-tiba saja Yudha mengambil botol air mineral di atas meja, membuka tutup nya kemudian menegak isinya.


Adisti yang melihat itu hanya bisa menelan air liur nya, dia juga mau.


"Mas"


Yudha menoleh, "Hm?"


Glek


"Berikan air itu"


Yudha tersenyum miring mendengar permintaan istrinya.


"Cium saya"


TBC ......

__ADS_1


__ADS_2