Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
BAB 24 RUMAH SAKIT


__ADS_3

Akhirnya Kelana di pindahkan ke ruang Rawat inap, Gavin mengambilkan kelana kamar VVIP agar Kelana bisa istirahat dengan tenang semua biaya Rumah Sakit Gavin yang tanggung karena Gavin tidak tau dimana keluarga atau sanak family Kelana berada, Gavin belum kenal Kelana begitu jauh dan belum pernah ngobrol banyak dengan Kelana.


" Apa Kakak tidak menghubungi orang tua Kelana atau family Kelana?" mereka harus tau keadaan Kelana sekarang kak." Edgar memberikan saran untuk memberi tau orang tua Kelana.


"Kakak juga tidak tau siapa dan di mana orangtua Kelana," bagaimana mau menghubungi mereka."


"Bukannya selama ini kalian sudah berteman ya?" Brian ikut bertanya


"kami tidak pernah ngobrol kami lebih sering berantem kak. Gavin menjelaskan ke Brian.


"Sssstt jangan ribut nanti Kelana terganggu dengan suara kalian. Jimmy mengingatkan mereka agar tidak berisik.


"Berarti kakak yang harus menemani Kelana di sini selama Kelana di Rawat," Chal meminta Gavin untuk menemani Kelana selama di Rumah Sakit.


"T-tapi bagai mana dengan kerjaan ku di studio kalau aku yang menemaninya." Gavin cari cara agar dia tidak jadi tumbal untuk menemani Kelana selama di Rumah Sakit walaupun dalam hati Gavin sangat senang kalau dia yang menemani Kelana.


"Kakak tidak usah memikirkan kerjaan yang terpenting itu menemani Kelana dulu di Rumah Sakit," apa kakak mau Kelana di Rumah Sakit sendirian kalau ada apa-apa bagaimana?" Aland menakut-nakuti Gavin.


"Oke.. oke..." aku yang temanin Kelana di Rumah Sakit." Gavin pun menurut dengan saran para member.


Di tengah perdebatan 7 para cowok, Kelana belum juga menunjukkan tanda siuman.Kelana masi tergolek lemah di tempat tidur Rumah Sakit dengan selang infus di tangan dan selang oksigen di hidung.Sesekali Gavin mendekati Kelana untuk mengecek keadaan Kelana tapi belum menunjukan tanda siuman.


Waktu pun menunjukkan pukul 17:30 sore para member minta ijin untuk pulang dan meninggalkan Gavin sendiri menemani Kelana.


"Kak..."kami pulang dulu kalau ada apa-apa atau kakak butuh sesuatu kakak telfon saja nanti kami akan datang." Chal berpamitan pada Gavin.


"Iya kalian hati-hati di jalan," besok tidak ada jadwal latihan coreo kan?" Gavin menanyakan jadwal latihan.

__ADS_1


"Tidak usah kakak fikirkan soal latihan semua bisa di antur nanti." jawab Jamal.


Mereka pun pulang kerumah dan meninggalkan Gavin sendiri di kamar Rumah Sakit bersama Kelana, Gavin duduk di depan tempat tidur sambil memperhatikan wajah cantik Kelana walaupun sekarang di kening Kelana ada perban tapi kelana tetap kelihatan cantik yang membuat Gavin mulai menyukai Kelana.


Gavib pun tidak bisa menahan rasa ngantuknya dan akhirnya Gavin tertidur di pinggir tempat tidur kelana sambil menumpukan kepalanya di pinggir kasur sebagai bantal, Gavin tertidur sangat pulas.


Tiba-tiba Kelana siuman dan tidak sengaja menyentuh tangan Gavin yang membuat Gavin terbangun dari tidurnya..


"Kelana apa kamu sudah siuman?" Gavin mencoba menyapa Kelana dengan pelan. Gavin pun memencet tombol untuk memanggil suster.


Beberapa Suster dan dokter mendatangi kamar Kelana. lalu memeriksa keadaan Kelana.


"Bagaimana dok keadaannya?" Gavin bertanya pada dokter.


"Semuanya bagus sisa tunggu pemulihan saja," dokter menjelaskan keadaan Kelana.


"Syukur lah," terimakasih Dokter."Gavin legah mendengar keadaan Kelana baik-baik saja.


" Apa kamu haus atau lapar?" Gavin menawarkan sesuatu pada Kelana.


"Kenapa aku ada di sini?" brapa lama aku pingsan?" siapa yang membawaku kesini?" kelana memberikan pertanyaan beruntun pada Gavin.


"Masi ada lagi yang mau di tanyakan?" Gavin balik bertanya.


Kelana menggelengkan kepalanya, sebagai tanda kalau tidak ada lagi pertanyaan yang ingin di tanyakan Kelana.


" Kamu mengalami kecelakaan," kamu pingsan selama 4 jam dan baru siuman sekarang," yang membawamu ke sini aku tapi kamu jangan geer dulu aku membawamu kesini karena ada seseorang yang menelfon ke nomorku pakai hanphone kamu."

__ADS_1


Gavin menjawab semua pertanyaan Kelana dengan gaya seolah-olah dia cuma sekedar menolong saja.


" Oh iya tadi aku di tabrak lalu orang yang menabrakku kabur," Kelana mulai mengingat kejadiannya.


"Makanya kalau berkendara jangan ngebut perhatikan kendaraan di sekitar kamu." Gavin mulai menunjukkan perhatiannya pada Kelana.


"Ada apa dengan Gavin?" kenapa dia begitu mengkhawatirkan aku," Biasanya dia kalau ngomong padaku selalu ketus kenapa sekarang malah menasehatiku."Kelana merasa ada yang aneh pada Gavin.


Gavin pun sadar dengan ucapannya barusan pada Kelana dan berusaha menyembunyikan kepeduliannya pada Kelana, Gavin masi gengsi menunjukkan pada Kelana kalau sebenarnya Gavin suka pada Kelana.


"Sudahlah kamu tidur saja tidak usah banyak bicara biar kamu cepat sembuh dan pulang kerumah.. Gavin menyuruh Kelana untuk tidur kembali.


"Bagaimana aku bisa tidur aku saja baru siuman." Kelana menolak perintah Gavin.


"Apa perlu aku panggil suster lagi buat suntik kamu obat penenang biar kamu bisa tidur?" Suga mengancam Kelana agar tidur biar Kelana tidak bawel.


"Ish kamu ini ya orang sakit malah di ajak berantem dasar manusia kaku." Kelana pun membalikkan kepalanya menghadap ketembok.


Gavin tertawa kecil melihat tingkah Kelana, dan itu artinya kelana sudah mulai sembuh karena sudah bisa di ajak berantem dengan Gavin


Malam pun semakin larut Gavin memutuskan tidur di sofa yang pas berhadapan dengan tempat tidur Kelana, Gavin masi bisa memperhatikan Kelana karena jarak sofa dengan tempat tidur Kelana tidak begitu jauh.


" Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu bangunkan aku saja," sebelum tidur Gavin berpesan pada Kelana agar Kelana tidak sungkan untuk membangunkannya.


"Iya..." Kelana menjawab pesan Gavin.


"Dibalik kakunya Gavin ternyata dia menyimpan perhatian juga sama aku, sambil tersenyum Kelana menutup matanya untuk tidur..

__ADS_1


✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2