
Sejak pagi-pagi sekali Kelana sudah sibuk memasak di dapur, mumpung hari libur Kelana berinisiatif memasakkan makan siang untuk Gavin sekalian makan siang bersama di rumah Gavin. Kelana memasak semua masakan kesukaan Gavin mulai sayur, daging, ikan dan juga buah-buah kesukaan Gavin. Jarang-jarang Kelana punya waktu luang seperti ini jadi Kelana memanfaatkan waktu luangnya ini.
Kelana pandai memasak sejak bekerja di Caffee dia selalu memperhatikan setiap cheff di Caffee sedang masak dan dia tidak pernah malu untuk bertanya makanya Kelana sering di jadikan asisten cheff kalau pelanggan lagi banyak.
Tidak berselang beberapa lama semua masakan Kelana sudah selesai dan dia tata di dalam tupperware tidak lupa Kelana juga membuatkan minuman kesukaan Gavin ice coffee americano. Setelah semua beres Kelana bergegas mandi karena waktu telah menunjukkan pukul 11:00 siang sebentar lagi waktunya jam makan siang,
Kelanapun selesai mandi dan bersiap-siap menuju rumah Gavin, Kelana mengendarai motor kesayangannya agar nanti saat pulang dia tidak merepotkan Gavin lagi. Kelana menyusuri jalan yang sangat ramai dengan kemacetan yang sangat padat sehingga Kelana memutuskan untuk mencari jalan tikus yang tembus menuju rumah Gavin. Dan akhirnya Kelana sampai di rumah Gavin yang begitu besar dan mewah, Kelanapun memarkirkan motornya lalu menuju pintu rumah Gavin.
Kelana bertemu salah satu maid di depan pintu yang sedang bersih-bersih. " Apa Tuan Gavin ada di rumah maid?"
" Ada Nona silahkan masuk saja." Kelanapun
melenggang masuk kerumah Gavin dengan menenteng makanan yang dia masak tadi di rumahnya.
Dan tiba-tiba...
Praaank...!!!"
Tentengan yang di tangan Kelana tiba-tiba lepas dari genggamannya yang membuat semua makanan tumpah ke lantai. Kelana hanya bisa terdiam dengan air mata yang mulai mengambang di kelopak matanya, Kelana terkejut dengan apa yang dia liat di hadapannya.
" Kelana...?!" Gavin terkejut dengan suara benda yang terjatuh dan melihat Kelana yang sudah mematung di depan ruang kerja Gavin dengan air mata yang sudah tumpah.
" Kelana... Aku bisa menjelaskan semuanya." Gavin menarik tangan Kelana agar Kelana mau mendengarkan penjelasannya.
" Apa yang mau di jelaskan lagi Vin...!! Aku sudah liat semuanya...!!" Kelana menepis genggaman Gavin pada pergelangannya lalu pergi meninggalkan rumah Gavin sambil menangis.
" Aaargh sial...!!" Ini semua gara-gara kamu Leodra." Gavin menunjuk Leodra dengan muka sangat kesal lalu meninggalkan Leodra.
Gavin menyambar kunci mobilnya yang berada di atas nakas lalu mengendarai mobilnya untuk mengejar Kelana.
~Flashback~
Ding dong...
Suara bell dari luar pintu rumah Gavin berbunyi.
Ceklek..
Salah satu maid di rumah Gavin membukakan pintu.
" Apa Gavin ada di rumah?" Tanya seseorang yang baru saja di bukakan pintu oleh maid.
" Ada Nona, Tuan Gavin ada di ruang kerjanya." Jawab maid sambil menunjukkan ruang kerja Gavin. Lalu meninggalkan tamu tersebut.
Tok..tok..tok...
Suara ketukan pintu dari luar.
Gavin beranjak dari kursi kerjanya lalu membukakan pintu untuk tamunya tersebut.
Gavin terkejut dengan tamu yang berada di balik pintu ruang kerjanya. masalahnya hanya orang-orang tertentu saja yang tau alamat rumahnya yang baru, Gavinpun bertanya. "Leodra...!?" Darimana kamu tau alamat rumahku?"
" Tadi aku ke kantor Management untuk menemuimu tapi kata Bang PD hari ini kamu tidak masuk kerja karena lagi sibuk pindahan, terus aku sekalian saja tanya alamat rumahmu pada Bang PD." jawab Leodra.
" Terus apa tujuan kamu datang kesini?" Gavin tipe orang yang tidak suka basa basi jadi jangan kaget kalau langsung ke inti tujuannya.
" Apa harus ada tujuan tertentu baru boleh ke rumahmu?" Tanya Leodra dengan nada kecewa atas pertanyaan Gavin.
__ADS_1
Gavin sebenarnya tidak suka dengan Leodra karena Leodra arogan, Leodra juga selalu mengandalkan kekuasaan ayahnya untuk mencapai keinginannya.
" Iya...!" karena aku tidak punya waktu untuk bersantai-santai sepertimu." Gavin menjawab pertanyaan Leodra tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet yang ada di tangannya.
Gavin yang duduk di sofa sambil terus mengerjakan kerjaannya di tablet tidak menghiraukan keberadaan Leodra.
Leodra melihat-lihat sekeliling studio Gavin dan tiba-tiba.
Gubraaaak...!!
Leodra terjatuh karena kakinya tersandung kabel yang belum sempat di bereskan Gavin, sehingga membuat tubuhnya terpental dan mendarat tepat di atas tubuh Gavin yang kekar dengan dada yang kotak-kotak, wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja yang nyaris bersentuhan. Pada saat bersamaan Kelanapun datang dan melihat adegan tersebut.
" Kelana kamu kemana sayang, yang kamu lihat tidak seperti yang kamu fikirkan." Gavin keliling mencari Kelana mulai dari rumah dan tempat kerja tapi Gavin tidak menemukannya. Gavin berkali-kali menghubungi nomor telfon Kelana tapi nomornya tidak aktif.
" Kemana lagi aku harus mencarimu Kelana." Gavin terus menyusuri jalan sambil memperhatikan wanita yang mengendarai motor siapa tau di antara mereka Gavin bisa menemukan Kelana.
" Sebaiknya aku menelfon Jimmy siapa tau saja dia bisa membantuku." Gavin mengambil ponselnya yang berada di atas dasboard mobil lalu menelfon Jimmy.
" Hallo Jim..."
sapa Gavin dari balik ponselnya.
" Hallo Kak Gavin... Ada apa?"
Tanya Jimmy dari balik ponselnya.
" Apakah Kelana ada menelfonmu?" tanya Gavin berharap Kelana menelfon Jimmy.
" Tidak ada Kak... Memangnya ada apa, apakah kalian bertengkar?" Jimmy langsung menebak karena merasa aneh dengan suara Gavin yang terdengar panik.
" Sekarang kamu sedang di rumah atau di kantor?" Tanya Gavin dengan suara semakin khawatir.
" Aku akan ke sana...!" sambil mematikan ponselnya Gavin melajukan mobilnya menuju kantor managementnya.
" Ada apa Jim?" Tanya Brian yang melihat Jimmy seperti lagi khawatir.
" Aku juga tidak tau kak tiba-tiba saja kak Gavin menelfonku menanyakan soal Kelana." Jawab Jimmy sambil memperhatikan ke arah pintu ruang latihan.
" Apa Kak Gavin akan kesini?" Tanya Aland.
" Iya Kak Gavin akan kesini." Jawab Jimmy.
Dan tidak berselang beberapa menit Gavinpun datang dengan nafas yang memburu karena lari dari lift menuju ruang latihan.
" Itu Kak Gavin..." Tunjuk Chal ke arah pintu.
Huuuff..huuuff..huuuff...
" Sebaiknya kamu minum dulu biar fikiranmu fresh." Brian menyodorkan air minum untuk Gavin.
" Sebenarnya apa yang terjadi Kak Gavin?" tanya Jimmy yang penasaran.
" Kelana salah faham dan membuat dia marah besar." Jawab Gavin sambil meminum air yang di berikan Brian.
" Pasti ada penyebabnya sampai Kelana marah." tebak Brian.
" Ya dia melihatku berduaan dengan Leodra dengan posisi Leodra sedang berada di atas tubuhku." Gavin menjelaskan baru setengah.
__ADS_1
" Apa....!!!" serentak semua member melotot ke arah Gavin dengan wajah kaget.
"Hey...!! Dengarkan dulu cerita yang sebenarnya." Gavin mencoba membuat semua member mendengarkan penjelasannya.
" Ayo ceritakan." celetuk Brian.
" Tadi pagi sekitar jam 11 Leodra datang kerumah aku tidak tau tujuannya apa, katanya dia habis dari sini tapi tidak bertemu denganku jadi dia minta alamat rumahku ke Bang PD, sesampainya Leodra di rumahku dia hanya berceloteh yang tidak begitu aku tanggapi dan tiba-tiba kakinya tersandung kabel yang masi berserakan di studioku lalu dia terpental dan tumbuhnya langsung mendarat tepat di atas tubuhku yang sedang duduk di sofa, pada saat itu juga Kelana datang membawakanku makan siang dan Kelana melihat semuanya." Gavin menjelaskan semua kejadian yang sebenarnya dengan detail.
" Siapa pun pasti mengira kalian berbuat apa-apa dengan posisi seperti itu." Aland menanggapi cerita Gavin dan membenarkan tindakan Kelana.
" Leodra memang selalu menjadi sumber masalah." Jamal sangat kesal dengan kelakuan Leodra.
" Terus Kak Gavin habis cari Kak Kelana di mana saja?" Tanya Chal yang masi khawatir keberadaan Kelana.
" Aku sudah cari di rumah dan tempat kerjanya tapi Kelana tidak ada." jawab Gavin dengan muka lesuh dan rasa bersalah.
" Aku coba telfon Vania siapa tau saja Kak Kelana ada di rumah Vania." Jimmy mengambil ponselnys di atas nakas.
" Hallo...
Sapa Jimmy setelah telfonnya tersambung.
" Hallo... Ada apa Jim?"
tanya Vania dari balik telfon.
" Apa Kak Kelana sedang bersamamu?"
Tanya Jimmy tanpa basa basi.
" Tidak Ada, memangnya ada apa dengan Kak Kelana?" Vania mulai ikut khawatir.
" Nanti aku ceritakan, maaf ya sudah mengganggumu." Jimmy mengakhiri telfonnya pada Vania.
" Kak Kelana tidak bersama Vania." Dengan wajah kecewa Jimmy memberi tahu Gavin.
" Bagaimana kalau kita menyebar saja mencari kak Kelana." Edgar memberi masukan pada yang lain.
" Ide yang bagus juga, kita kunjungi tempat-tempat yang sering di datangi Kak Kelana." usul Chal.
" Tapi setauku Kelana tidak pernah pergi kemana-mana atau mempunya tempat favorit kalau bukan aku yang mengajaknya." Jawab Gavin dengan putus asah.
" Bagaimana kalau kita ketempat kerjanya saja dan menanyakan alamat kampungnya." Usul Jimmy.
"Sepertinya ide yang bagus." Aland setuju dengan usul Jimmy.
" Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang sebelum hari gelap." ajak Jamal untuk segera berangkat mencari Kelana.
Semua memberpun berangkat dengan terpisah-pisah untuk mencari Kelana.
Edgar dan Chal menuju rumah Kelana siapa tau saja Kelana sudah ada di rumah.
Gavin dan Brian menuju tempat kerja Kelana untuk menanyakan alamat kampung Kelana.
Sedangkan Aland, Jimmy dan Jamal menuju rumah Vania siapa tau saja Kelana pernah cerita soal kampung halamannya atau cerita soal teman Kelana yang Gavin tidak tau.
Setelah mereka mencari Kelana berjam-jam dan mengubek- ngubek kota ini hasilnya nihil, mereka tidak menemuka keberadaan Kelana sampai hari mulai gelap, Gavin semakin cemas dia takut Kelana kenapa-kenapa atau berbuat nekat.Gavin terus saja menyalahkan dirinya yang membuat Kelana sampai marah besar.
__ADS_1
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.