
Setelah mengajak Vania berjalan-jalan di tepi pantai Jimmy mengajak Vania kembali ke villa siapa tau saja Gavin dan Kelana sudah berbaikan namun sesampainya Jimmy di depan pintu villa, Jimmy terkejut melihat adegan yang tidak boleh di lihat kaum jomblo dengan reflek tangan Jimmy menutup kedua mata Vania.
" Ehem apakah kalian tidak sadar kalau di sini masi ada yang jomblo." Jimmy menyapa Gavin dan Kelana yang sedang berciuman.
Dengan cepat tangan Kelana mendorong tubuh Gavin agar menjauh darinya lalu membersihkan bibirnya dari bekas ciuman Gavin.
Gavin dengan santai menoleh kearah Jimmy.
" Kamu mengganggu kegiatan orang dewasa saja." ucap Gavin dengan wajah polos lalu duduk di sebuah sofa.
" Kak Gavin kenapa tidak tutup pintu, apa kak Gavin tidak takut di lihat orang?" tanya Jimmy dengan wajah yang tidak enak.
" Sudah tidak sempat lagi Jim lagian yang aku cium kekasihku sendiri bukan kekasihmu, oh maaf kamu kan tidak punya kekasih ya." Gavin memang sering kalau sekali nyeletuk tidak pakai saringan yang kadang bikin sakit hati namun member astronot sudah biasa dengan kelakuan Gavin jadi mereka santai saja.
" Ah sudahlah ayo kita pulang sekarang kalian sudah baikan kan?" jangan bertengkar-bertengkar lagi bikin repot orang saja." celoteh Jimmy sambil duduk di samping Gavin sedangkan Vania masuk ke dalam kamar menyusul Kelana.
" Vania... Apakah kamu mau menjadi kekasih Jimmy kasihan Jimmy sudah lama jomblo." teriak Gavin dari ruang tamu, Gavin menjaili Jimmy.
" Kak Gavin kalau sedang bahagia pasti penyakit jailnya kambuh,Vania... jangan kamu perdulikan perkataan Kak Gavin." teriak Jimmy dengan wajah yang memerah karena malu.
" Kenapa wajah kamu merah Van?" Apa kamu juga suka Jim_." kata-kata Kelana terputus karena Vania langsung membekap mulut Kelana.
" Ssstt... please Kak suaranya di pelankan jangan sampai Jimmy dengar." Vania meminta Kelana untuk mengecilkan suaranya.
" Apa kamu juga suka dengan Jimmy." Kelana mengulang pertanyaannya dengan suara berbisik.
Vania hanya tertunduk dengan wajah yang memerah karena malu sambil menganggukkan kepalanya. " Tapi please Kak Kelana jangan bilang ke Jimmy kalau aku menyukainya." Vania memohon pada Kelana.
" Tenang saja rahasia aman kalau sama aku." Kelana menaikkan jari telunjuk dan jari tengah sebagai tanda kalau ia bisa di percaya.
" Menurut Kak Kelana Jimmy itu anaknya bagaimana Kak?" Vania mulai penasaran dengan sosok seorang Jimmy.
" Selama ini yang aku lihat Jimmy itu anak yang baik, mudah bergaul, sedikit dewasa di antara Edgar dan Chal, ia juga sangat peduli dan sangat penyayang. Memang keliatannya dia sedikit petakilan dan di antara member yang lain Jimmy yang paling banyak teman." Kelana menceritakan sifat Jimmy yang ia liat selama ini ke Vania.
" Apa Jimmy suka tebar pesona ke gadis-gadis nggak kak?" tanya Vania lebih serius.
__ADS_1
" Setahuku sih tidak soalnya Jimmy tidak pernah membawa gadis ke asrama mereka yang dulu." jawab Kelana.
" Tapi aku agak sedikit takut kak kalau sampai menyukai Jimmy karena Jimmy seorang artis terkenal pasti penggemarnya akan marah kalau tau aku menyukai Jimmy." Vania tertunduk lesu.
" Itu yang sekarang aku alami Van, kami harus menutupi soal hubungan kami dari publik agar tidak membuat gempar para penggemar mereka." Kelana menceritakan kendala yang selama ini ia rasakan selama berpacaran dengan Gavin.
" Tapi Kak Kelana sangat sabar menjalani hubungan seperti ini buktinya sekarang hubungan kalian masi berjalan mulus." Vania salut dengan hubungan Gavin dan Kelana.
" Ya selama ini kami tidak pernah ribut baru kali ini kami ribut besar, itupun karena wanita itu." jawab Kelana dengan nada kesal.
" Sayaaang... Apakah kamu sudah membereskan barangmu ayo kita pulang atau kamu mau kita menginap di sini semalam lagi?" Teriak Gavin dari ruang tamu.
" Maksud Kak Gavin apa." tanya Jimmy dengan mengerutkan alisnya karena terkejut dengan tawaran Gavin.
" Memang kenapa kalau kita menginap di sini kan ada kamar yang bisa kita pakai untuk tidur, aku dan Kelana tidur di kamar kamu dan Vania tidur di ruang tamu atau kalau mau aku sewakan 1 villa untuk kalian berdua?" Gavin mulai menjaili Jimmy lagi dengan wajah yang datar, Gavin paling suka jailin Jimmy dalam hal apapun.
" Perjajian awal kita nggak ada bahas soal nginap kak kita kesini cuma mendamaikan kalian habis itu pulang, lagipula tidak mungkin aku tidur sekamar dengan Vania secara kami tidak ada hubungan apa-apa kak." Jimmy panik dengan tawaran Gavin dan Gavin paling suka liat Jimmy panik.
" Memangnya kenapa kalau kalian tidur sekamar kan cuma tidur saja tidak berbuat macam-macam." Gavin semakin membuat Jimmy panik.
" Kak Gavin kita pulang saja aku tidak enak dengan orangtua Vania, tadi aku minta ijin untuk menjemput Kelana saja nggak ada bahas mau nginap." Jimmy membujuk Gavin untuk pulang.
Tok! Tok! Tok!
" Buka saja pintunya tidak terkunci." sapa Kelana dari dalam kamar yang sedang melipat pakaiannya dan memasukkan kedalam tasnya.
" Kak Kelana ayo kita pulang sekarang sebelum Kak Gavin mengeluarkan ide-ide anehnya." ajak Jimmy sambil memelas pada Kelana.
" Ide aneh bagaimana maksud kamu Jim?" Kelana bingung dengan perkataan Jimmy.
" Kak Gavin punya ide untuk menginap di sini semalam terus aku dan Vania mau di sewakan Villa di sebelah." Jimmy menceritakan ide Gavin.
Kelana tertawa mendengar cerita Jimmy dengan wajah panik." Kalau dia mau nginap lagi suruh nginap sendiri kita bertiga saja yang pulang, lagian dia itu sedang banyak kerjaan belum waktunya liburan." Kelana sudah hafal kegiatan dan kesibukan gavin jadi tidak mudah untuk mengajak Gavin liburan.
" Betul sekali kata Kak Kelana, Kak Gavin lagi banyak kerjaan untuk persiapan comeback akhir tahun." Jimmy baru mengingat kesibukan Gavin yang padat.
__ADS_1
" Lagian kamu seperti tidak tau saja tabiat Gavin ke kamu Jim, Gavin kan paling suka liat kamu panik." Kelana sampai geleng-geleng kepala dengan tingkah Jimmy yang sangat gampang di kerjai Gavin.
" Aku keburu panik kak." Jimmy menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengengesan. Vania yang melihat tingkah Jimmy ikut tertawa.
Jimmy keluar dari kamar Kelana lalu kembali duduk di sofa. Gavin yang melihat kedatangan Jimmy langsung melanjutkan misinya mengerjai Jimmy.
" Kelana maukan menginap semalam lagi di sini?" Tanya Gavin dengan wajah julid.
" Siapa bilang Kak Kelana mau nginap lagi, kak Kelana sedang bersiap-siap mau pulang." jawab Jimmy dengan santai.
" yaaa kalau gitu batal liburannya." Gavin tertawa senang telah buat Jimmy panik.
" Ayo kita pulang sekarang." ajak Kelana yang keluar dari kamar bersama Vania sambil mententeng tas pakaiannya.
Gavin mengambil tas tentengan dari tangan Kelana." Sini biar aku yang bawa."
Mereka berempat turun dari villa dan berjalan menuju parkiran di tengah jalan Kelana bertemu mang Somat.
" Eh neng Kelana sudah mau pulang sekarang?" sapa mang Somat.
" Iya mang sudah di jemput untuk pulang mang." jawab Kelana.
" Mereka teman-teman neng Kelana?" tanya mang Somat.
" Eh sampai lupa kenalkan mang ini Gavin pacar aku, ini Jimmy dan Vania teman aku." Kelana memperkenalkan Gavin, Jimmy dan Vania pada mang Somat.
Mereka bertiga secara bergantian menyodorkan tangan untuk bersalaman.
" Salam kenal ya neng, den." mang Somat menyambut salaman mereka bertiga.
" Ya sudah kami pulang dulu ya mang takut kemalaman di jalan terimakasih atas semua kebaikan mang Somat selama aku di sini." Kelana pamit pada mang Somat.
" Sama-sama neng itu sudah tugas mamang untuk menjaga neng Kelana." jawab mang Somat
"Kami pergi dulu ya mang." Kelanapun meninggalkan mang Somat lalu menuju mobil Gavin yang berada di parkiran, sesampainya di parkiran merekapun naik ke mobil lalu meninggalkan villa menuju rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.