Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 52 Tiba di Rumah Kelana


__ADS_3

Setelah Gavin tertidur kurang lebih 1 jam akhirnya Gavin terbangun dan waktu telah menunjukan pukul 17:30.


" Sayang kenapa kamu tidak membangunkanku? " tanya Gavin pada Kelana.


" Aku lihat kamu tidur sangat pulas makanya aku tidak tega membangunkanmu." jawab Kelana sambil terus melanjutkan masaknya di dapur.


Gavin yang memperhatikan Kelana dari belakang sambil berjalan ke arah Kelana dan berdiri tepat di samping Kelana yang sedang memotong-motong wortel.


" Kamu sedang masak apa sayang? " tanya Gavin.


" Aku sedang masak sup untuk makan malam, sebaiknya kamu makan malam di sini saja biar nanti kalau sudah sampai rumah kamu langsung istirahat saja." kata Kelana sambil mencicipi masakannya.


" Baiklah kalau itu mau kamu." Gavin tidak menolak ajakan Kelana.


Gavin tidak bisa mandi di rumah Kelana karena Gavin tidak punya stok pakaian di rumah Kelana.


Setelah masakan Kelana masak Gavin dan Kelana makan malam bersama. Gavin melahap habis makanannya Gavin sangat suka masakan Kelana.


" Sepertinya kamu sudah bisa jadi istriku sayang soalnya masakan kamu enak banget." Gavin memuji masakan Kelana.


" Benarkah kamu suka masakanku..? Jawab Kelana dengan wajah senang.


" Iya aku suka masakan kamu sayang dan aku sedikit takut," Gavin menggantung kata-katanya.


" Kamu takut kenapa..?! Kelana memasang wajah penasaran dengan kata-kata Gavin.


" Aku takut kalau setelah menikah aku akan gendut karena masakan yang kamu sajikan terasa enak." sambil tertawa Gavin melanjutkan kata-katanya tadi.


Kelana pun tertawa mendengar jawaban Gavin. " Bukannya bagus kalau kamu gendut, jadi tidak ada lagi gadis-gadis yang menggodamu."


" Kalau aku gendut bagaimana bisa aku perform di atas panggung sayang, sedangkan kamu kan tau dance grup kami sangat berat." Gavin sedikit khawatir.


" Oh iya aku lupa kalau kamu seorang idol sayang, maafkan aku," Kelana merasa bersalah.

__ADS_1


" Tidak apa-apa sayang aku faham kok maksud kamu itu apa." Gavin menghibur Kelana agar tidak sedih lagi.


" Beneran kamu faham maksud aku tadi?" tanya Kelana.


" Iya.., Kamu melakukan itu karena kamu cemburu kalau ada gadis lain yang mendekatiku kan..! " selama ini Gavin terus berusaha untuk memahami sifat dan watak Kelana.


" Ih geer banget sih." dengan muka merah karena malu Kelana beranjak dari meja makan menuju westafel untuk mencuci tangan.


" Mengaku saja tidak apa-apa kok," Gavin membuntuti Kelana dari belakang sambil menggoda Kelana.


" Iiih aku gak cemburu." sambil mengelap tangannya Kelana menuju meja makan untuk membereskan piring-piring bekas makan mereka.


Gavin membantu Kelana sambil terus menggodanya hingga semua piring selesai mereka bersihkan lalu Kelana menuju sofa yang berada di ruang tengah namun tiba-tiba Gavin memegang tangan Kelana lalu menariknya hingga tubuh Kelana masuk ke dalam pelukan Gavin, Gavin membuat tubuh Kelana menempel pada dinding sehingga Kelana tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah menatap wajah Gavin yang hanya berjarak beberapa senti dari wajahnya.


Gavin terus bertanya pada Kelana sambil menatap mata dan bibir Kelana yang merah ranum.


" Mengaku saja Kelana kamu cemburu kan? " tanya Gavin dan semakin mendekatkan wajahnya pada pawajah Kelana.


Kelana semakin terpojokkan membuatnya menelan kasar salivanya.


" Kenapa sayang," tanya Gavin.


" Tidak enak di liat orang sayang tetangga di sini bahaya kalau kita kedapatan kita bakalan di bawa ke rumah Pak RT.


" Maaf sayang tadi aku khilaf, aku terbawa suasana." jawab Gavin dengan rasa menyesal.


" Tidak apa-apa sayang, aku mengerti kok." jawab Kelana sambil tersenyum.


" Kalau begitu aku pulang dulu ya, badanku sudah terasa lengket." Gavin ijin pulang pada Kelana dia takut kalau masi berlama-lama di depan Kelana dia akan tergoda lagi dengan bibir Kelana yang merah ranum.


" Baiklah kamu hati-hati ya sesampainya di rumah langsung istirahat saja." pesan Kelana pada kekasihnya.


" Iya sayang kamu juga istirahat ya." Gavin mencium pucuk kepala Kelana lalu menuju mobilnya.

__ADS_1


"Iya sayang." jawab Kelana sambil memperhatikan kekasihnya naik ke mobil lalu meninggalkannya.


Kelana masuk kekamarnya untuk beristirahat seharian Kelana tidak ada tidur karena ada Gavin yang sedang tidur di sofa. Kelana mengingat lagi kejadian tadi kejadian di mana Gavin menciumnya dengan penuh nafsu Gavin tidak melewatkan setiap senti sudut bibirnya, baru kali ini Kelana melihat Gavin begitu buas menimati bibirnya dan jika Kelana tidak sadar mungkin akan terjadi yang tidak di inginkan.


Berbeda lagi dengan Gavin yang baru saja sampai di rumah dan memarkirkan mobilnya di garasi, Gavin memasuki rumah dan menemukan para member sedang asik menonton TV mereka sedang menikmati pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung.


" Kak Gavin dari mana saja? " tanya Chal sambil menoleh ke arah Gavin.


" Habis dari rumah Kelana." jawab singkat.


" Kenapa lama sekali kak? " Chal kembali bertanya.


" Aku ketiduran di rumah Kelana? " jawab Gavin dengan santai sambil mengunyah cemilan yang berada di meja.


Sontak para member berbalik ke arah Gavin dengan pandangan mengintimidasi dan isi otak yang macem-macem.


" Kenapa kalian memandangiku seperti itu..? " tanya Gavin dengan wajah serius.


" Kak Gavin habis em eman ya ama Kelana, ayo jawab kak..? " Tanya Jimmy sambil memperhatikan dari ujung kepala sampai ujung kaki Gavin.


" Em eman apa maksud kamu? " tanya Gavin.


" Kak Gavin gak usah berlagak tidak tau dan tidak faham deh." Jimmy menekan Gavin agar mau jujur.


" Ah aku tidak faham dengan maksud kalian, aku mau mandi dan istirahat dulu..! " Gavin pergi meninggalkan para member yang masi penuh penasaran.


" Tap_" Jimmy belum sempat menyelesaikan pertanyaannya Gavin sudah pergi meninggalkan mereka.


" Huh.. kak Gavin tidak asik, padahal aku penasaran mereka ngapain saja saat berduaan." gerutu Jimmy sambil melanjutkan nonton TV.


Member lain hanya tertawa melihat mimik wajah Jimmy yang kesal pada Gavin.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

__ADS_1


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2