Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
BAB 44 BERLIBUR UNTUK MERAYAKAN JADIAN GAVIN DAN KELANA


__ADS_3

Waktu yang di nanti-nanti oleh semua member akhirnya tiba juga, mereka bersiap-siap untuk pergi berlibur di sebuah danau sesuai pilihan Gavin saat pengundian waktu itu.


"Bagaimana apakah kalian sudah siap semua? Jangan sampai lupa barang-barang yang kita butuhkan saat di danau nanti." Seru Brian.


"Semua kebutuhan yang akan kita perlukan saat di danau sudah aku naikkan di mobil kak." Jawab Chal.


"Kamu memang yang terhebat Chal.." puji Brian pada Chal sambil memberi jempol.


"Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang agar kita tidak kesorean sampai di danau." ajak Aland.


"Kalian berangkat saja duluan aku mau menjemput Kelana di rumahnya." Ujar Gavin.


"Ehem.." ada yang mau berduaan nih di perjalanan." Canda Jammy.


"Kalau di antara kalian ada yang mau ikut bersama kami, kami tidak masalah. Jawab Gavin.


Dengan bersamaan semua member menjawab." Tidaak.."


"Kami tidak mau jadi obat nyamuk Kak." Kata Edgar sambil tertawa.


"Baiklah kalau kalian tidak mau."balas Gavin sambil tertawa.


Mereka pun berangkat dengan mengendarai tiga mobil Chal, Jimmy, dan Edgar dalam satu mobil. Aland, Jamal dan Brian juga dalam satu mobil sedangkan Gavin dan Kelana satu mobil para member tidak mau menjadi pengganggu mereka berdua, makanya mereka memutuskan untuk menaiki mobil yang berbeda.


Gavin tiba di rumah Kelana dan membantu Kelana memasukkan barang-barang Kelana ke dalam mobil. Kelana mengunci pintu lalu menuju mobil.


"Apakah kita berdua saja di mobil ini, kemana member yang lain kenapa salah satu dari mereka tidak ada yang ikut dengab kita?"tanya Kelana sambil mencari member yang lain.


"Kata mereka, mereka tidak mau menjadi obat nyamuk makanya mereka bawa mobil sendiri."jawab Gavin dengan polos.


"Mereka ada-ada saja.." Kelana tertawa mendengar kata-kata Gavin.


Merekapun naik ke mobil lalu berangkat menuju danau, di tengah perjalanan tiba-tiba Gavin singgah ke sebuah minimarket lalu masuk ke minimarket dan membiarkan Kelana di dalam mobil.


Tidak lama kemudian Gavin keluar dari minimarket dan membawa sebuah tentengan di tangannya.


"Apa ini Gavin, kenapa banyak sekali?" Tanya Kelana yang merasa keheranan.


"Minuman dan cemilan agar kamu di perjalanan tidak kehausan." Jawab Gavin sambil menyalakan mobil.


"Kenapa kamu tidak mengajakku Gavin,?" Setidaknya aku menemanimu." Tanya Kelana.


"Tidak usah kamu cukup duduk di mobil saja lagian aku tidak mau kamu di liat cowok-cowok di sekitar sini." Jawab Gavin sambil melirik Kelana.


"Memang kenapa kalau cowok sini melihatku?" tanya Kelana sambil menggoda Gavin.

__ADS_1


"Pokoknya tidak boleh, hanya aku yang boleh melihatmu. Jawab Gavin sambil mengedipkan satu matanya.


"Hahaha.." Kelana tertawa sambil memukul lengan Gavin.


Gavin menggenggam tangan Kelana dan mencium punggung tangan Kelana yang membuat pipi Kelana memerah.


"Selama ini aku fikir Gavin itu cowok dingin dan cuek, ternyata penilaianku selama ini salah tentang Gavin, Gavin sosok cowok yang perhatian dan romantis." Sambil senyum-senyum sendiri Kelana membatin.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" Sapa Gavin yang membuat Kelana terkejut.


"Ah." tidak apa-apa." Kelana gelagapan menjawab pertanyaan Gavin.


"Kamu pasti memikirkan aku kan." Gavin menggoda Kelana.


"Ih sejak kapan seorang Gavin geer seperti ini."Kelana mencubit lengan Gavin sambil tertawa.


"Aww sakit sayang." Gavin berpura- pura memasang wajah kesakitan.


"Apa!" Gavin memanggilku sayang aku tidak salah dengarkan.." sambil berbicara dalam hati Kelana menoleh ke Gavin." barusan kamu panggil aku apa?" Tanya Kelana ingin mendengarkan ucapan Gavin yang barusan dia dengar.


"Sakit sayank.." Gavin mengulang kata-katanya barusan. "Kamu tidak mau di panggil sayang?" Tanya Gavin.


"Aku tidak salah dengar Gavin memanggilku sayank.." Kelana membatin dengan hati yang berbunga-bunga.


"Kelana," kamu melamun ya..?" Gavin membuyarkan lamunan Kelana.


"Kamu tidak usah malu seperti itu bukannya kita ini sepasang kekasih jadi kenapa harus malu untuk berkata jujur." Gavin mencoba membuat Kelana agar tidak merasa malu.


"Tapi aku harap kamu panggil aku sayang saat kita berdua saja, aku tidak mau sampai orang-orang tau kalau kita pacaran apa lagi media jangan sampai mereka tau." Kelana tetap saja melindungi popularitas Gavin, dia tidak mau Gavin terkena masalah karena ketahuan mereka pacaran.


"Kenapa kamu begitu menjaga dan berusaha melindungi popularitasku Kelana, aku juga ingin semua orang bahkan media tau kalau kamu itu kekasihku. Ucap Gavin dengan nada sedih, Gavin sedih karena harus menyembunyikan hubungan mereka.


"Semua itu ada saatnya Gavin tapi bukan sekarang, kamu sekarang lagi meniti karir aku tidak mau karir kamu hancur karena hubungan kita ini, aku yakin semua fans dan hatersmu pasti akan marah dan sedih jika tau kalau kamu sudah punya kekasih." Kelana berusaha untuk membuat Gavin mengerti.


"Tapi kamu tidak marah atau sedihkan dengan cara pacaran kita yang harus sembunyi-sembunyi seperti ini?" Tanya Gavin.


"Aku tidak masalah Gavin yang penting kamu ingat kalau ada aku di belakangmu yang selalu mensuport kamu. Dengan tersenyum Kelana menjawab pertanyaan Gavin.


"Terimakasih sayang sudah mau mensuport aku." Gavin mengusap pucuk Kepala Kelana.


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam akhirnya mereka pun sampai di sebuah danau yang sangat indah dengan Resort-resort yang letaknya menghadapa ke danau dengan pemandangan yang sangat indah dan tenang, mereka membooking semua Resort yang berada di sekitar danau itu agar mereka tidak terganggu dengan pengunjung yang lain. Mereka akan menghabiskan liburan selama satu minggu di Resort itu dan mereka sengaja membawa bahan makanan sendiri agar bisa memasak menu-menu yang mereka inginkan.


"Waaah" kalian dari mana saja kenapa lama sekali sampainya?" Tanya Jamal.


"Kami singgah dulu di sebuah minimarket untuk membeli beberapa cemilan. Jawab Gavin.

__ADS_1


"Kak Gavin beli cemilan? Mana cemilannya kak?" Tanya Chal dengan penuh semangat setelah mendengar kata cemilan.


"Coba kamu tanya sama Kelana soalnya tadi dia yang menyimpannya. Ujar Gavin.


"Kak Kelana di mana cemilan yang kak Kelana bawa? Tanya Chal pada Kelana.


"Oh, tadi aku simpan di jok belakang, sebentar aku ambilkan." Kelana berdiri dari tempat duduknya mau mengambilkan Chal cemilan di mobil namun di tolak oleh Chal.


"Tidak usah kak, biar aku ambil sendiri saja." Chal mengambil kunci mobil Gavin yang tergeletak di meja lalu menuju mobil untuk mengambil cemilan yang di maksud Kelana.


Kelana dan Gavin beranjak dari tempat duduknya untuk berkeliling melihat-lihat ruangan dan kamar- kamar yang berada di Resort itu.


"Apakah kalian sudah memilih kamar? Tanya Gavin.


"Belum kak, kami tunggu kak Gavin dulu untuk menentukan kamar." Ujar Jimmy.


"Apakah kita pakai cara seperti saat kita tour saja untuk menentukan kamar?" Brian bertanya pada yang lain.


"Ada berapa kamar yang tersedia di Resort ini? Tanya Aland.


"Tadi aku hitung ada 4 kamar 1 kamar yang tempat tidurnya bertingkat dan ada 2 tempat tidur bertingkat dalam kamar itu, dan 3 lagi tempat ridurnya 1 tapi bisa di pakai buat 2 orang. Jimmy menjelaskan kamar-kamar yang berada di Resort ini.


"Kalau begitu 1 kamar buat Kelana itu tidak termasuk dalam undian, jadi yang kita undi cuma 3 kamar saja, bagaimana?" Tanya Aland untuk meminta persetujuan. Dan semua member menyetujuinya.


Mereka pun mengundi kamar yang akan mereka tempati dan member siapa saja yang tidur sekamar.


Akhirnya pengundian telah selesai.


Kamar  bagian depan di tempati Aland dan Jamal.


kamar yang dekat ruang tengah di tempati Kelana.


Kamar lantai dua di tempati Gavin dan Brian.


Sedangkan kamar yang menggunakan tempat tidur bertingkat di tempati Jimmy, Chal dan Edgar.


Setelah pembagian kamar merekapun bersiap-siap memasak untuk menyediakan makan malam, mereka semua memasakan bersama termasuk Kelana.Kelana mencoba masakan yang pernah di ajarkan oleh ibunya dan semua member penasaran dengan rasa masakan Kelana.


"Waah, Kak Gavin beruntung sekali mendapatkan  Kak Kelana selain cantik Kak Kelana juga bisa masak, kapan-kapan Kak Kelana memasak buat kami di rumah ya kak?" Chal memuji Kelana namun ujung-ujungnya ada maunya.


"Hei, enak saja menyuruh pacarku memasak untuk kalian, Kelana boleh memasak di rumah kalau aku ada di rumah kalau cuma ada kalian saja aku tidak yakin pacarku akan selamat."canda Gavin sambil tertawa.


"Sepertinya mulai sekarang Kelana punya pawang, kita tidak boleh macem-macem kalau masi mau bernafas sampai besok." Jamal menyambut canda Gavin dan membuat semua yang berada di resort tertawa.


Mereka semua makan bersama dengan menu masakan Kelana dan semua member suka dengan masakan Kelana. Mereka bercerita dan mengeluarkan banyolan-banyolan lucu hingga tidak terasa malam pun semakin larut mereka semua menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.

__ADS_1


✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2