Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 70 MENEMUKAN PERSEMBUNYIAN KELANA


__ADS_3

Kelana duduk di sebuah bangku yang berada di bawah pohon sambil menatap laut yang terbentang luas di hadapannya namun yang ada di pelupuk matanya bayangan Gavin dan Leodra yang sedang bertindihan, ntah itu mereka sengaja melakukannya atau tidak yang jelas Gavin membuat hati Kelana sakit.


Kelana tidak henti-hentinya meneteskan air matanya saat mengingat kejadian itu.


" Kenapa Gavin begitu tega melakukan hal tidak senonoh di depan mataku, kenapa kamu begitu jahat Gavin." Kelana meracau dalam hati dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


" Sepertinya aku pernah melihat gadis yang berada di atas tubuh Gavin itu, tapi di mana?" Sambil mengerutkan keningnya Kelana mengingat-ngingat di mana ia pernah melihat gadis itu.


Dan tiba-tiba Kelana mengingatnya.


" Dia...! Dia gadis yang merangkul lengan Gavin waktu party kesuksesan konser Astronot waktu itu." Kelana seketika membolakan matanya saat mengingat sosok gadis itu.


Tiba-tiba Kelana terkejut dengan suara seseorang yang menyapanya.


" Neng...?" sapa seorang laki-laki paruh bayah dari arah belakang Kelana yang membuat lamunan Kelana buyar.


" Eh.. Ya mang." balas Kelana dengan gelagapan karena terkejut sambil menoleh ke arah suara yang menyapanya.


Lelaki paruh bayah itu bernama Mang Somat, Mang Somat adalah paman Anggi sahabat Kelana sekaligus pemilik vila yang di tempati Kelana selama 2 hari ini.


" Kenapa melamun terus neng tidak baik anak gadis sering melamun nanti bisa kesambet lho." Tegur Mang Somat sambil mengingatkan pada Kelana.


" A_aku tidak melamun mang, aku sedang menikmati pemandangan dan deburan ombak. Jawab Kelana sambil menyunggingkan kedua bibirnya dengan terpaksa.


" Neng mamang ini bisa bedakan orang yang sedang melamun sama orang yang sedang menikmati pemandangan dan mamang liat neng ini melamun sambil menangis. Kalau lagi ada masalah di bicarakan baik-baik jangan menyakiti diri sendiri neng nggak baik untuk kesehatan." Mang Somat mencoba menasehati Kelana dengan pelan.


Kelana tidak bisa menahan air matanya yang dari tadi sudah mengambang di kelopak matanya dan akhirnya tumpah, Kelana menangis tersedu-sedu sambil meracau. Mamang Somat yang belum tau permasalahan Kelana tetap sabar mendengarkan omelan Kelana.

__ADS_1


" Dia jahat mang...!, dia tega menyakiti aku mang...!, dia laki-laki bejat mang...!, aku menyesal bisa kenal dengan dia...!" Kelana mengeluarkan semua unek-unek yang ada di hatinya tanpa menceritakan awal permasalahannya pada mang Somat.


Kelana tidak mau menceritakan secara detail permasalahannya dengan Gavin yang membuat dirinya datang ke vila ini untuk menenangkan diri.


" Neng Kelana ini masih emosi makanya rasa bencinya masi besar, coba neng Kelana berbicara dengan kepala dingin mamang yakin semuanya akan kembali baik-baik saja, mamang tidak tau pokok permasalahan neng Kelana apa tapi mamang bisa mengerti kalau neng Kelana sangat sakit hati." Sebagai orang yang sudah paruh bayah mang Somat menasehati Kelana seperti anaknya sendiri.


" Aku belum sanggup untuk bertemu dengannya mang di pelupuk mataku masih terbayang-bayang kejadian itu." Kelana menangis sesenggukan di sebelah mang Somat yang sedang duduk di sampingnya.


"Mamang faham perasaan neng Kelana, sebaiknya neng Kelana istirahat di villa aja soalnya dari pagi neng Kelana duduk di sini mamang takut neng Kelana masuk angin." Mang Somat khawatir dengan keadaan Kelana yang selama 2 hari ini nangis terus menerus.


Mang Somat di minta oleh Anggi untuk mengawasi Kelana selama menginap di villa nya, Anggi takut Kelana berbuat macem-macem karena rasa kecewanya pada Gavin.


" Terimakasih ya mang sudah mau mendengarkan unek-unekku, maaf karena dari tadi aku sedikit membentak mamang." Kelana merasa tidak enak dengan perlakuannya tadi ke mang Somat.


" Tidak apa-apa neng, mamang memang di suruh Anggi ponakan mamang untuk menjaga neng Kelana. Mamang sudah menganggap neng Kelana ponakan mamang sendiri seperti Anggi." Ucap mang Somat.


" Silahkan neng, jangan lupa istirahat kalau ada apa-apa panggil mamang aja." pesan mang Somat pada Kelana.


" Iya mang." Kelana pun pergi meninggalkan mang Somat menuju villa yang ia tempati menginap.


Di tepi pantai itu banyak villa yang berjeret namun pemiliknya beda-beda dan mang Somat memiliki 3 villa di tepi pantai ini yang di sewakan, dan mang Somat memilih untuk menjaganya sendiri agar tidak mengeluarkan biaya lagi untuk menggaji orang.


Sesampainya Kelana di villanya, Kelana memutuskan untuk berendam di bathtub siapa tau saja bisa menenangkan fikirannya yang sedang kacau.


Selama Kelana berpacaran dengan Gavin baru kali ini Kelana bertengkar dan kali ini benar-benar membuat hati Kelana sakit dan kecewa. Laki-laki yang selama ini baik, romantis kepadanya seketika berbuat bejat di depan matanya.


Setelah beberapa lama Kelana berendam di bathtub akhirnya Kelana keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian santai dan menuju ke kasur untuk tidur, 2 hari ini Kelana tidak bisa tidur dengan nyenyak semoga kali ini Kelana bisa mengistirahatkan matanya dengan tenang.

__ADS_1


○○○


Di perjalanan menuju pantai kemuning Jimmy dan Vania terus saja mengoceh dengan pembahasan yang macem-macem dan sesekali Jimmy melontarkan pertanyaan pada Gavin agar Gavin tidak begitu stres dengan permasalahannya dengan Kelana.


" Kak Gavin apa pantainya masih jauh?" Tanya Jimmy.


" Menurut di googlemaps 30 menit lagi sampai." jawab Gavin sambil tetap fokus menyetir dengan perasaan yang deg degan."


" Semoga saja kak Kelana masi berada di sana dan mau bertemu dengan kak Gavin." Jimmy memberikan semangat pada Gavin yang terlihat sedikit tegang.


" Aku yakin pasti kak Kelana mau mendengarkan penjelasan kak Gavin dan mau memaafkan kak Gavin." Vania ikut menyemangati Gavin.


" Tenang saja kak kami akan membantu kak Gavin agar baikan kembali dengan kak Kelana." ucap Jimmy dengan penuh keyakinan.


" Terimakasih ya kalian sudah mau membantuku." ucap Gavin dengan wajah yang masi tegang.


" Kita ini sudah 10 tahun bersama kak jadi kalau kak Gavin ada apa-apa ataupun member lain ada masalah kita pasti akan membantu menyelesaikannya." Kali ini aura dewasa Jimmy keluar.


" Aku merasa tidak enak saja karena masalahku ini kerjaan kamu sampai terbengkalai Jim." jawab Gavin dengan perasaan berat.


" Kerjaan masi bisa aku selesaikan besok kak jadi tidak usah kakak fikirkan, yang terpenting itu kita cari kak Kelana dulu terus kalian selesaikan kesalah fahaman ini." ucap Jimmy sambil menepuk pundak Gavin.


Di tengah-tengah obrolan mereka akhirnya mereka sampai di pantai kemuning tempat Kelana menenangkan diri selama 2 hari dan juga menghindar dari Gavin. Mobil mereka memasuki area parkiran setelah menemukan tempat parkir Gavin memarkirkan mobilnya.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.

__ADS_1


__ADS_2