
Jimmy menuju ke sebuah restoran tempat dia janjian dengan Vania, ini untuk kedua kalinya Jimmy bertemua Vania lagi setelah pertemuan mereka saat liburan di vila. Jimmy tidak menjemput Vania itu karena permintaan Vania sendiri untuk bertemu di suatu tempat saja.
Jimmy sampai di sebuah restoran tempat mereka janjian, setelah memarkirkan mobilnya Jimmy masuk ke dalam restoran untuk mencari tempat yang nyaman untuk mereka berdua. Tidak lama kemudian Vania pun sampai di restoran tersebut lalu masuk ke dalam dan mencari keberadaan Jimmy.
" Vania..!!" Jimmy memanggil Vania sambil melambaikan tangannya.
Vania berjalan ke arah Jimmy.
Jimmy menarik kursi lalu mempersilahkan Vania duduk.
" Terimakasih. " Ucap Vania sambil duduk.
" Sama-sama. " jawab Jimmy.
" Apakah kamu sudah lama menunggu? " tanya Vania pada Jimmy karena merasa tidak enak buat Jimmy menunggu.
" Tidak begitu lama sekitar 10 menit yang lalu. " jawab Jimmy dengan wajah sedikit terpesona akan kecantikan Vania.
" Maaf sudah buat kamu menunggu lama, tadi dosenku kasi materinya lama. " Vania menjelaskan alasannya datang terlambat.
" Tidak apa-apa bukan masalah buat aku. " jawab Jimmy. " bagaimana kalau kita pesan makanan saja dulu pasti kamu sudah lapar kan? "
Jimmy dan Vania memilih-milih menu yang ada di daftar menu dan tidak sengaja tangan Jimmy menggenggam tangan Vania saat ingin mengambil pulpen yang kebetulan ingin di ambil Vania juga. Mereka saling bertatapan beberapa menit sebelum mereka sadar kalau tangan Vania sudah di dalam genggaman Jimmy.
" Ma..maaf aku tidak bermaksud." Jimmy sadar lalu dengan panik melepaskan genggamannya dari tangan Vania.
Vania hanya tertunduk malu dan jadi salah tingkah, dia tidak mengerti apakah itu kebetulan atau di sengaja tapi tatapan Jimmy buat jantung Vania berdegup kencang.
Akhirnya mereka memesan steak dan spagheti mereka memesan minuman yang sama yaitu jus melon. Sambil menunggu pesanan mereka datang Jimmy mencoba mencairkan suasana yang dari tadi kaku setelah adegan pegang tangan tadi.
__ADS_1
" Oh iya kamu kuliah di universitas apa? " tanya Jimmy.
" Di Universitas A." jawab Vania masi sedikit malu.
" Jurusannya? " tanya Jimmy.
" Jurusan hukum." jawab Vania.
" Waow berarti calon pengacara dong, orang-orang bakal banyak ngantri untuk jadikan kamu pengacaranya." Jimmy tertawa sambil bercandai Vania.
" Kok ngantrinya ke aku, kan masih banyak pengacara handal yang jauh lebih baik dan lebih senior dari aku, " jawab Vania sambil menautkan kedua alisnya.
" Iya mereka mengantri untuk jadikan kamu pengacaranya kan kapan lagi kasusnya di tangani pengacara cantik seperti kamu. " Jimmy mulai mengeluarkan jurus gombalnya.
" Ha..ha..ha.., kamu bisa gombal juga ya." Vania tertawa mendengar gombalan Jimmy.
" Siapa bilang aku lagi gombalin kamu, aku berkata jujur. " Jawab Jimmy sambil tertawa.
Jimmy terus bercerita sambil mengeluarkan tebak-tebakan lucu yang membuat Vania tertawa terus sehingga membuat suasana jadi cair tidak sekaku awal mereka ketemu. Di tengah obrolan akhirnya makanan mereka datang.
" Permisi tuan pesanannya sudah datang." sapa pelayan restoran sambil meletakkan pesanan mereka.
" Terimakasih. " jawab Vania dengan ramah.
" Sama-sama nyonya, selamat menikmati." kata pelayan sambil meninggalkan mereka.
Jimmy dan Vania menyantap makanan yang mereka pesan sambil sesekali saling melintarkan pertanyaan. Sepertinya mereka sudah mulai nyaman satu sama lain.
Setelah mereka selesai makan dan membayar makanannya, merekapun keluar dari restoran lalu menuju parkiran. kali ini Jimmy mengantar Vania pulang sampai rumah sekalian Jimmy ingin tau di mana rumah Vania agar besok-besok kalau mereka mau ketemuan Jimmy bisa langsung jemput Vania ke rumahnya.
__ADS_1
" Oh ya hari minggu besok apa kamu ada acara? " tanya Jimmy.
" Em nggak ada, memangnya kenapa? " tanya Vania balik.
" Gimana kalau hari minggu besok kita ke pantai," ajak Jimmy.
" Em boleh juga kebetulan aku sudah lama tidak liat pantai. " jawab Vania dan menerima ajakan Jimmy.
Hati Jimmy berbunga-bunga karena cuma sekali mengajak Vania dan Vania langsung menerima ajakannya.
" Oke hari minggu aku jemput di rumahmu ya." kata Jimmy.
" Oke," jawab Vania singkat.
Tidak terasa merekapun sampai di depan rumah Vania. Vania tinggal di kawasan perumahan elit berbeda dengan Kelana yang tinggal di rumah kontrakan tapi Gavin tidak permasalahkan soal itu.
Jimmy buru-buru turun dari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Vania.
" Apa kamu tidak mau masuk dulu? " Vania menawarkan Jimmy untuk masuk ke dalam rumahnya.
" Lain kali saja aku masuk soalnya tidak enak datang dengan tangan kosong. " Jimmy menolak tawaran Vania karena Jimmy belum siap bertemu orang tua Vania.
" Baiklah kalau begitu, " Vania tau kalau itu alasan Jimmy aja tidak mau masuk.
" Kalau begitu aku pulang dulu ya, kamu jangan lupa istirahat. " Jimmy berpamitan pada Vania.
" I..iya kamu juga istirahat dan tidur yang nyenyak ya. " balas Vania.
Jimmy menaiki mobilnya lalu meninggalkan rumah Vania, di tengah perjalan hati Jimmy terus berdegup kencang sepertinya Jimmy sedang jatuh cinta pada Vania. tatapan mata Vania selalu terlintas di fikirannya, Jimmy semakin yakin untuk menjadikan Vania kekasihnya. Jimmy akan mencari waktu yang pas untuk menyatakan isi hatinya. Sambil terus memikirkan Vania, Jimmy menyusuri jalan yang masi ramai menuju rumah.
__ADS_1
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.