Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 67 PACKING


__ADS_3

Sedikit-demi sedikit para member membereskan barang-barang yang berada di rumah yang selama ini mereka tinggali bersama sejak jadi traine sampai sekarang, mereka tinggal bersama kurang lebih 10 tahun dan ini saatnya mereka akan tinggal di rumah mereka masing-masing yang mereka telah beli dari hasil kerja keras mereka selama menjadi idol, kebetulan juga rumah yang sekarang mereka tinggali selama ini sudah habis masa kontraknya karena agenci hanya mengontrak untuk mereka tinggal dan mereka memutuskan untuk tinggal di rumah masing-masing.


Gavin menelfon Kelana agar membantunya untuk packing barang-barang yang ada di kamarnya.


" Hallo Kelana apa kamu hari ini sedang kerja?" Tanya Gavin dari balik telfon.


" Hari ini aku sedang libur selama 2 hari, ada apa Vin?" Kelana balik bertanya pada Gavin.


" Apa kamu bisa kerumahku sekarang bantu aku untuk packing-packing." Gavin tanpa basa basi lagi pada Kelana.


" Kamu mau kemana Vin?" bukannya kalian tidak ada jadwal konser keluar kota untuk sekarang ini." Kelana tau jadwal kegiatan Gavin karena Gavin selalu memberi tahukan Kelana hal sekecil apapun.


" Kamu datang saja kerumah nanti aku ceritakan." jawab Gavin.


" Baiklah aku akan kerumahmu sekarang." Tanpa berfikir panjang Kelana menutup telfon dari Gavin lalu menyambar kunci motornya dan berangkat kerumah Gavin.


Tidak membutuhkan waktu lama Kelanapun sampai di rumah Gavin dengan selamat.


Tok! Tok! Tok!


Kelana mengetuk pintu rumah Gavin, tidak lama kemudian terdengar suara ceklekan gagang pintu dari dalam.


" Eh Kak Kelana, Kak Kelana mencari Kak Gavin ya?" Sapa Chal yang sedang membuka pintu untuk Kelana.


" Iya Gavin di mana Chal?" tanya Kelana yang masi berada di luar pintu.


" Masuk saja Kak, Kak Gavin ada di kamarnya." Ajak Chal pada Kelana.


Kelana memasuki rumah member Astronot yang sedang berantakan seperti kapal pecah.


" Kalian semua mau kemana, kenapa rumah kalian berantakan seperti ini?" tanya Kelana sambil memperhatikan sekeliling rumah yang di mana-mana terdapat barang-barang para member.


" Kami semua akan pindah kerumah masing-masing Kak." Jawab Chal.


" Eh ada Kelana." Sapa Brian yang kebetulan bertemu Kelana di ruang tengah sambil membawa barang-barangnya dari lantai 2.


" Apa Kak Brian juga ikut pindah?" tanya Kelana.

__ADS_1


" Iya aku juga akan pindah kerumahku." Jawab Brian.


" Sepertinya Gavin ada di kamarnya sedang packing-packing juga." Brian memberi tahu Kelana keberadaan Gavin.


" Oh iya kak, aku kekamar Gavin dulu." Kelana minta ijin pada Brian untuk ke kamar Gavin.


Tok! tok! tok!


Kelana mengetuk pintu kamar Gavin dan terdengar suara dari dalam kamar.


" Masuk saja pintunya tidak terkunci." Terdengar teriakan Gavin dari dalam kamar.


" Vin..." Kelana memanggil Gavin yang sedang membelakanginya.


" Sayang apa kamu baru sampai." Tanya Gavin sambil mencium pucuk kepala Kelana.


" Iya sayang, ini serius kalian akan pisah-pisah rumah?" Kelana langsung bertanya pada Gavin karena Kelana kaget dengan kepindahan mereka yang tiba-tiba.


" Benar sayang kami akan tinggal di rumah masing-masing karena rumah ini sudah habis kontrak dan juga barang-barang kami semakin hari semakin banyak jadi kami memutuskan untuk pindah saja kerumah yang sudah kami beli." Gavin menjelaskan alasan mereka untuk pindah.


" Kapan kalian beli rumah kenapa kamu tidak cerita?" Tanya Kelana.


Gavin membeli rumah sekitar 2 tahun yang lalu dan dia membeli cash di salah satu komplek perumah mewah. Hanya saja Gavin belum tinggal di sana karena masi merasa nyaman kumpul dengan member yang lain.


" Berarti kalian nanti akan jarang bertemu kecuali saat di kantor agenci." Kelana terus saja melontarkan pertanyaan pada Gavin.


" Iya itupun kalau kami ada latihan dance atau sedang rekaman saja baru kamu bertemu karena ruang kerja kami beda-beda, tapi kami akan usahakan untuk sering-sering bertemu." Jawab Gavin.


" Apa rumah kalian saling berjauhan?" tanya Kelana.


" Yang lumayan jauh rumah Edgar dan Aland mereka tinggal di komplek perumahan clasik karena mereka suka dengan hal-hal yang clasik." Gavin menjawab semua pertanyaan Kelana dengan sabar.


Kelana dan Gavin mengeluarkan barang-barang yang telah mereka packing ke ruang tengah agar lebih mudah untuk di masukkan ke mobil. Lemari, meja kecil dan kasur Gavin tidak membawanya karena Gavin habis membeli kasur dan lemari baru untuk di kamarnya dan beberapa perabotan rumah juga sudah di belinya dan sudah tertata rapih di rumah barunya.


" Apakah kamu mau melihat rumah baru yang akan menjadi rumahmu nanti?" Gavin menawarkan ke Kelana untuk melihat rumah barunya.


" Boleh.. Aku juga penasaran dengan rumah baru yang kamu beli." Jawab Kelana dengan antusias.

__ADS_1


Merekapun memasukkan barang-barang yang akan di bawa ke rumah baru Gavin dengan hati-hati karena barang Gavin rata-rata elektronik, setelah semua barang-barang masuk Gavin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena di jalan sedang macet. Tidak membutuhkan waktu lama mobil Gavin memasuki Gerbang besar dan tinggi yang sedang di jaga seorang security yang di pekerjakannya.


" Selamat siang tuan." Security itu menyapa Gavin sambil sedikit menundukkan tubuhnya.


Gavin hanya menundukkan kepalanya sambil memasukkan mobilnya ke sebuah halaman yang sangat luas dan di penuhi tanaman hijau.


Mata Kelana terbelalak melihat rumah Gavin yang begitu besar dan mewah dengan halaman yang sangat luas.


" Ini rumah baru kamu Vin?" tanya Kelana tanpa mengalihkan tatapannya pada bangunan mewah yang ada di hadapannya.


" Iya.. Apa kamu tidak suka dengan modelnya?" Gavin bertanya pada Kelana.


" Bu_bukan begitu ini besar dan mewah sekalin Vin, bagaimana cara bersihkannya..." Kelana sempat-sempatnya mikirin cara beresin rumah.


" Ada maid yang akan membersihkan dan mengurus semua isi rumah ini jadi kamu tenang saja." Gavin sudah mempersiapkan semuanya.


Gavin mengajak Kelana untuk masuk ke dalam rumahnya, dari pintu utama sudah ada maid yang membukakan pintu untuk mereka.


" Selamat siang tuan." Sapa maid yang membukakannya pintu.


" Selamat siang." Balas Gavin sambil menundukan kepalanya lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


" Semua isi rumah kamu sudah tertata rapih Vin kapan kamu menatanya?" Sambil memperhatikan letak-letak isi rumah Gavin yang tertata rapih.


" Aku memanggil desain interior untuk menata semuanya tapi dengan arahanku untuk di letakkan di mana saja perabotan ini." Gavin dulu bercita-cita ingin jadi arsitek namun gagal makanya Gavin menyalurkan bakatnya menata rumahnya sendiri walaupun masi butuh bantuan desain interior untuk di jadikan masukan.


" Wah ternyata kamu genius juga ya Vin, aku fikir kamu cuma pandai membuat lagu saja ternyata kamu punya kemampuan yang luar biasa yang tidak aku ketahui." Kelana sangat bangga dengan ke mampuan Gavin.


" Memang selama ini kamu kemana saja kenapa baru tahu sekarang kemampuanku yang lainnya." sambil menarik hidung Kelana, Gavin menyombongkan diri.


" Ih sakit Vin." Kelana memukul-mukul tangan Gavin agar melepaskan dari hidungnya.


Gavin tertawa melihat ekspresi Kelana yang kesakitan pada hidungnya. Gavinpun mengajak Kelana melihat-lihat di setiap sudut rumahnya sampai ke lantai 2, setelah menyusuri lantai 2 mereka menuju bagian belakang di sana terdapat kolam renang dan taman untuk BBQ.


Setelah mereka selesai berkeliling mereka kembali lagi ketugas awal yaitu memasang alat-alat elektronic milik Gavin yang akan di pasang di ruang studio yang telah di persiapkannya agar Gavin tidak terganggu saat membuat lagu. Kelana membantu Gavin dengan cekatan apapun yang di minta Gavin Kelana dengan cepat mengambilkan, mereka adalah pasangan yang sangat kompak.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

__ADS_1


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2