
" Selamat pagi nona Kelana.. Bagaimana keadaan hari ini apa masi ada keluhan?" Seorang Dokter dan perawat datang mengunjungi ruang rawat Kelana untuk memeriksa perkembangan kaki kelana.
" Pagi Dok," Jawab Kelana."
Beberapa hari ini sudah tidak ada rasa sakit yang begitu parah Dok," paling nyeri sedikit saja." Kelana menjelaskan pada Dokter.
" Berapa lama lagi Dok harus di rawat inap?" Gavin bertanya pada Dokter.
"Kalau mau pulang hari ini juga tidak apa-apa nanti saya kasi jadwal untuk kontrol," asalkan jangan terlalu di paksakan dulu kakinya untuk berjalan jauh." Dokter mengizinkan Kelana pulang hari ini.
" Apakah kaki Kelana sudah tidak apa-apa dok?" Gavin memastikan pada dokter apakah kaki Kelana sudah betul-betul sembuh.
"Kaki Nona Kelana sudah tidak apa-apa sisa tunggu bekas lukanya kering saja." kata dokter
"Kalau begitu aku mau pulang saja Dok," aku sudah bosan di rumah sakit." Kelana tidak sabar untuk pulang.
"Kamu yakin sudah mau pulang?" Tanya Gavin
"Iya aku yakin," aku sudah sehat kok, aku bosan liat tembok rumah sakit tiap jam." jawab Kelana
" Kalau memang Nona Kelana mau pulang hari ini nanti saya buatkan jadwal kontrol." Dokter mengizinkan Kelana untuk pulang.
" Baik lah kalau memang itu mau Kelana Dok," Gavin menuruti kemauan Kelana.
" Baiklah kalau begitu saya permisi dulu," Dokter meninggalkan mereka berdua.
"Terimakasih Dok," jawab Gavin
"Apa kamu yakin kaki kamu sudah sembuh?" Gavin bertanya kembali pada Kelana untuk lebih memastikan kalau Kelana sudah benar-benar sembuh.
"Iya aku sudah sembuh dan sehat kok," aku sudah bosan di rumah sakit aku mau menghirup udara segar di luar sana." Kelana meyakinkan Gavin.
"Baiklah kalau begitu," aku pergi urus administrasi dulu." Gavin keluar dari ruang rawat Kelana menuju ruang administrasi.
Selama Gavin pergi mengurus administrasi Kelana membereskan barang-barangnya sendiri sambil menggunakan tongkat, Kelana tidak mau membuat Gavin kerepotan mengurus semua sendiri cukup selama ini Kelana telah merepotkan Gavin dengan menemaninya di rumah sakit sampai membuat semua kerjaan Gavin menjadi terbengkalai.
__ADS_1
Gavin pun kembali dari ruang administrasi dan Gavin pun terkejut karena semua barang-barang Kelana sudah tersusun rapih.
"Siapa yang membereskan semua?" mata Gavin jadi membesar melihat barang-barang Kelana sudah rapih.
"Aku yang membereskannya," aku tidak mau merepotkan kamu terus." selama ini aku sudah banyak merepotkanmu semua pekerjaan kamu jadi terbengkalai karena menemaniku di sini."
Gavin memeriksa kening Kelana dengan telapak tangannya sambil mengerutkan keningnya.
"Ada apa?" kenapa kamu memeriksa keningku?" Kelana menepis tangan Gavin.
"Aku fikir kamu lagi demam," soalnya tiba-tiba perkataan kamu melankolis begitu." Gavin meledek Kelana sambil tertawa.
Kelana mengerucutkan bibirnya sambil menatap Gavin dengan tatapan yang sangar seolah ingin menerkamnya.
"Seandainya kaki aku tidak sakit sudah aku jitak kepala Gavin." Kelana mengomel dalam hati.
" Ayo kita pulang sekarang aku sudah tidak sabar lagi ingin melihat kamarku," Kelana mengajak Gavin pulang cepat.
" Iya iya ayok pulang." Gavin membawa tas pakaian Kelana sambil mendorong Kelana pakai kursi roda menuju pintu keluar Rumah Sakit.
Mobil yang mereka tumpangi pun masuk ke sebuah halaman rumah yang lumayan luas, Kelana mengontrak sebuah rumah untuk dia tinggali selama bekerja di kota. Kelana tidak mau ngekos atau kontrak perkamar karena Kelana tidak mau di usik jam pulang kerjanya di tempat kerja Kelana jam pulang kerjanya tidak tentu kadang cepat kadang lambat bahkan kadang Kelana menginap di tempat kerja kalau pelanggan lagi ramai.
Gavin turun lebih dulu dari mobil lalu membantu Kelana turun dari mobil dan membawanya ke teras rumah Kelana. Kelana membuka pintu rumahnya dan mengajak Gavin untuk masuk ke dalam rumah.
"Ayo masuk.." maaf rumah ku kecil dan berantakan." Kelana merendah di depan Gavin.
" Aku tidak lagi penilai rumah," tidak perlu minta maaf." Gavin menjawab dengan dingin.
" Ish tidak bisakah kamu menjawab dengan kata-kata yang sedikit halus," Kelana kesal dengan jawaban Gavin.
" Kamu lebih memilih aku tidak menjawab atau di jawab?" Gavin balik bertanya.
" Setiap pertanyaan butuh jawaban pasti aku memilih untuk di jawab." Kelana sudah mulai naik tanduk.
"Berarti itu tadi jawabanku." Jawab Gavin.
__ADS_1
Dengan kesal Kelana berdiri ingin meninggalkan Gavin ke dapur untuk mengambil air minum dengan waktu yang bersamaan Gavin pun ingin berdiri untuk ke teras depan dan tidak sengaja menabrak Kelana sampai kehilangan keseimbangan dengan tidak sengaja tangan Kelana menarik baju Gavin dan akhirnya mereka berdua ambruk di atas sofa dengan posisi tubuh Gavin berada di atas tubuh Kelana, mereka saling beradu pandang dengan detak jantung yang tidak beraturan,
"Ya tuhan mata Gavin, wajah Gavin, Nafas Gavin begitu dekat dengan wajahku."
Kelana memejamkan kedua matanya
dengan perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
lalu Gavin tersadar dan menyentil kening Kelana.
"Tidak semudah ini kamu bisa mendapat ciuman dari aku.."
lalu mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Kelana.
Kelana membuka matanya setelah mendapatkan sentilan dari Gavin.
Dengan wajah merah seperti kepiting rebus Kelana menahan malu," Kelana mengira kalau Gavin akan menciumnya saat kejadian tadi.
"Ih Siapa yang berharap di cium..!?" jangan ke geeran bapak Gavin." Bukannya kamu yang berharap bisa cium aku?" Kelana mencoba untuk menutupi malunya.
"Apa...!" aku berharap cium kamu haha jangan bermimpi nona." Gavin tidak mau kalah dengan Kelana.
"Mengaku saja bapak Gavin," tidak akan aku bocorkan ke media tenang saja." Kelana mulai memancing keributan.
" Hey..." masi banyak cewek yang lebih cantik dari kamu yang bisa aku cium di luar sana jadi buat apa aku mencium kamu gadis cerewet bisanya mengomel dan keras kepala." Gavin makin mebuat Kelana kesel.
"Sudahlah lebih baik aku pulang tidur daripada berdebat dengan gadis keras kepala." Gavin memutuskan untuk pulang daripada meladeni Kelana ribut." Gavin memgerti kalau Kelana juga butuh istirahat
"Huh pulang sana bisanya bikin kesal saja." Dengan wajah cemberut Kelana menutup pintu rumahnya setelah Gavin meninggalkan rumah Kelana.
Lagi-lagi mereka hari ini ribut makin lama mereka seperti Tom & Jerry tiada hari tanpa ribut. Kelana pun masuk ke kamar untuk bersiap-siap mandi Kelana harus banyak istirahat selama masa pemulihan.
Sedangkan dari kejauhan mobil Gavin semakin mendekati rumahnya, setelah sampai di rumah Gavin turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah menuju kamarnya, kamar yang beberapa hari ini Gavin rindukan dan akhirnya Gavin kembali lagi dan bisa bersemedi kembali di dalam kamarnya ( semedinya Gavin adalah tidur)
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
__ADS_1
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.