Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
BAB 34 MULAI CEMBURU


__ADS_3

Setelah Gavin mengajak jalan waktu itu perasaan Gavin semakin kuat dan semakin menyukai Kelana namun Gavin belum berani mengungkapkannya.


Hari ini Gavin kesalah satu mall untuk bertemu salah satu temannya dan tidak sengaja Gavin melihat Kelana bersama seorang laki-laki tapi Gavin tidak tau hubungan Kelana dan laki-laki itu seperti apa namun hati Gavin sangat sakit melihat mereka berdua duduk di salah satu meja caffe yang berada di Mall.


"Siapa laki-laki itu yang sedang bersama Kelana..?" mata Gavin dari tadi fokus ke arah Kelana sambil berbicara dalam hati.


"Apakah laki-laki itu kekasih Kelana?"


Fikiran Gavin semakin tidak karuan. Gavin pun memutuskan untuk pulang agar tidak terlalu lama melihat adegan romantis Kelana bersama Laki-laki itu.


Ke esokan harinya Kelana mengantarkan Ice Coffee Americano buat Gavin, Kelana melanjutkan menjalankan hukumannya karena Kelana sudah berjanji pada Gavin.


Tok..tok..tok..."


Kelana mengetuk pintu rumah Gavin.


"Siapa..?" terdengar suara dari balik pintu yang belum di buka.


"Aku Kelana. jawab Kelana


Ceklek..."


"Kakak Kelana. jawab Jimmy yang sedang membuka pintu.


"Apakah Gavun sudah bangun..?" tanya Kelana pada Jimmy.


"Sepertinya Kak Gavin belum bangun kak," apakah kak Kelana melanjutkan menyelesaikan hukuman??" tanya Jimmy.


"Iya aku melanjutkannya lagi tapi ini aku lakukan atas kemauan aku sendiri bukan permintaan Gavin." Kelana menjelaskan pada Jimmy agar tidak terjadi kesalah fahaman.


"Oo.. begitu aku fikir kemauan Kak Gavin lagi," Sebentar aku minta Chal untuk membangunkan Kak Gavin." Jimmy meneriaki Chal yang berada di ruang tengah.


Chal pun menuju kamar Gavin untuk membangunkannya.


Tok..tok..tok..."


"Kak Gavin apakah Kak Gavin sudah bangun..?" tanya Chal dari balik pintu kamar Gavin.


"Hmmm aku sudah bangun," Ada apa?" terdengar Gavin dari dalam kamar.


"Di luar ada kak Kelana ingin bertemu dengan Kak. jawab Chal.


"Ada urusan apa dia ingin menemuiku?" tanya Gavin.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau Kak soalnya Kak Jimmy yang menemuinya." jawab Chal


"Kamu tanyakan saja Kelana ada keperluan apa menemuiku." Gavin tidak mau keluar dari kamar dan lebih memilih berkomunikasi dari balik pintu dengan Chal.


"Baiklah Kak akan aku tanyakan Kak Jimmy." Chal pun menuju teras untuk menemui Jimmy dan Kelana.


"Bagaimana apa Kak Gavin sudah bangun?" tanya Jimmy pada Chal.


"Iya Kak Gavin sudah bangun tapi Kak Gavain tidak mau keluar dari kamar," Kak Gavin menjawab pertanyaanku dari balik pintu saja." Chal menjelaskan pada Jimmy.


"Apa yang terjadi pada Kak Gavin..?" Biasanya kalau Kak Gavin tau Kelana datang pasti Kak Gavin senang." Jimmy merasa ada yang aneh pada Gavin.


"Apakah Gavin baik-baik saja..?" bolehkah aku masuk untuk melihat keadaannya?" Kelana cemas pada Gavin yang tidak mau keluar kamar.


"Kami juga tidak tau," soalnya baru kali ini Kak Gavin tidak mau keluar kamar menemui kamu." Jimmy ikut merasa cemas pada Gavin.


"Kak Kelana masuk saja dan coba untuk membujuk kak Gavin untuk keluar kamar." Chal meminta Kelana untuk membujuk Gavin.


"Apa boleh aku masuk ke dalam rumah kalian?" tanya Kelana pada Jimmy dan Chal.


"Siapa yang berani melarangmu untuk masuk Kelana?" sambil tertawa Jimmy menjawab pertanyaan Kelana. "Ayo masuk saja."


Jimmy," Chal dan Kelana pun masuk ke dalam rumah, lalu Kelana berdiri di depan pintu kamar Gavin sambil mengetuknya.


Tok.. tok.. tok...."


Gavin terkejut mendengar suara Kelana dari balik pintu kamarnya.


"A-aku baik-baik saja," ngapain kamu ke sini?" Gavin menjawab pertanyaan Kelana dari balik pintu.


"Aku mengantarkan Ice Coffee Americano buat kamu." jawab Kelana, boleh tidak kamu keluar dari kamar?" pinta Kelana.


Gavin pun membuka pintu kamarnya dan keluar dari kamar lalu mengajak Kelana untuk duduk di ruang tamu.


"Kenapa kamu mengantarkan Ice Coffe Americano lagi," bukannya hukumanmu sudah aku hentikan..?!" tanya Gavin.


"Iya aku tau kalau hukuman dari kamu sudah kamu hentikan cuma hati aku tidak tenang kalau hukuman itu tidak aku selesaikan sampai tuntas." Kelana mencoba bikin alasan pada Gavin agar bisa ketemu dengan Gavin.


" Itu terserah kamu saja yang penting aku sudah berbaik hati menghentikan hukuman itu." Gavin mengingatkan pada kelana. tapi dalam hati Gavin sangat senang jika Kelana tiap pagi mengantarkannya lagi Ice Coffe Americano setidaknya Gavin bisa liat wajah cantik Kelana sebelum memulai aktifitasnya.


"Iya ini semua kemauan aku jadi kamu tidak usah merasa berat," kamu cukup menerima saja." katanya Kelana.


Setelah mereka membahas soal Ice Coffe akhirnya Kelana minta Izin pada Gavin untuk berangkat kerja.

__ADS_1


"Kalau begitu aku berangkat kerja dulu," sebentar lagi bos ku akan datang ke caffe."


"Iya apakah kamu mau di antar?" Gavin menawarkan diri untuk mengantar Kelana sebagai basa basi di tengah ke grogian mereka.


"Oh tidak usah aku membawa motor sendiri." tolak Kelana.


"Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati saja saat berkendara." Dengan wajah malu-malu Gavin memesan Kelana agar hati-hati.


Kelana pun meninggalkan rumah Gavin dan menuju tempat kerja.


Dengan perasaan senang Gavin menyeruput Ice Coffe dari Kelana lalu masuk ke ruang tengah bergabung dengan member lain.


"Ada apa dengan Kak Gavin kenapa tadi tidak mau keluar kamar?" tanya Jimmy


"Tidak apa-apa tadi Kak lagi mengerjakan sesuatu makanya tidak mau keluar dari kamar." Gavin berbohong pada Jimmy.


"Tadi Kelana sempat cemas pada Kakak, Kelana takut terjadi sesuatu pada Kakak." Chal memberitahukan kecemasan Kelana pada Gavin.


Hati Gavin berbunga-bunga mendengarkan perkataan Chal, ternyata Kelana mencemaskan dirinya dan sepertinya lelaki yang di liat Gavin waktu di mall cuma teman Kelana bukan kekasihnya.


"Hyung..!" Edgar mengibaskan tangannya di depan mata Gavin sehingga membuat lamunan Gavin buyar.


"Ah ya.." ada apa?" Gavin kelagapan setelah mendengar suara Edgar dan kibasan tangan Edgar.


"Kakak kenapa melamun?" jangan-jangan Kakak menyukai Kelana soalnya Kakak dari tadi senyum-senyum sendiri." Edgar menjaili Gavin.


"Ti-tidak aku tidak menyukainya." Gavin menolak perkataan Edgar tapi dalam hati Gavin perkataan Edgar itu benar, kalau Gavin menyukai Kelana.


"Tidak usah berbohong kak kami semua sudah tau kalau diam-diam Kak Gavin menyukai Kelana." Aland ikut menggoda Gavin sambil tertawa meledek.


"Kecurigaan kalian semua itu salah," aku tidak ada perasaan pada Kelana sedikit pun kami cuma berteman saja."


"Tapi sepertinya Kelana menyukai Kak Gavin, tadi terlihat waktu Kak Gavin tidak mau keluar dari kamar wajah Kelana langsung kelihatan cemas." Jamal menjelaskan pada Gavin.


"Benarkah..?" Hati Gavin semakin bahagia mendengarkan penjelaskan Jamal. Gavin semakin yakin kalau kelana menyukainya.


"Sebaiknya Kakak ungkapkan saja perasaannya pada Kelana sebelum ada lelaki lain yang mendekati Kelana." Aland memberikan saran pada Gavin agar segera menyatakan perasaannya.


" Nanti aku mencobanya," tapi bagaimana kalau Kelana tidak menerimaku." Gavin merasa ragu.


"Kakak coba saja," kalaupun di tolak berarti Kelana bukan jodoh Kakak." tapi aku yakin kalau Kelana pasti menerima cinta Kakak." Chal meyakinkan Gavin kalau Kelana mencintai Gavin.


Gavin pun terdiam mendengarkan ucapan Chal barusan dan semakin yakin ingin mengungkapkan perasaannya pada Kelana.

__ADS_1


✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2