Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
BAB 31 FANSIGN


__ADS_3

Hari ini adalah hari fansign member boyband di mana boyband dan pengemar bisa bertatap muka langsung dan menanda tangani album terbaru mereka, semua penggemar sangat ingin menghadiri acara ini hanya saja cuma beberapa penggemar yang terpilih yang bisa menghadirinya, Aland, Brian, Gavin, Jamal, Jimmy, Edgar dan Chal sudah berada di tempat acar mereka harus bersiap-siap sebelum acara di mulai.


"Kak Gavin..." apakah kakak Kelana akan hadir?" Chal bertanya pada Gavin tentang Kelana, karena Chal tau kalau Kelana adalah penggemar berat mereka terutama Gavin.


"Sepertinya dia tidak datang kakinya masi sakit dan masi harus menggunakan tongkat." jawab Gavin.


"Ouw begitu...," tapi kak Kelana tau kan kalau hari ini kita mengadakan fansign?" tanya Chal.


"Pastinya dia tau soalnya di sosmed kan beritanya sudah menyebar.." jawab Gavin.


" Bagaimana kalau kita sisakan saja 1 album buat Kelana yang sudah kita beri tanda tangan." Jamal memberikan usul


"Boleh juga." Aland menyetujui usul Jamal.


Waktu yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba semua member menuju meja yang telah di sediakan oleh staff, seluruh penggemar berteriak menyebut nama member boyband. mereka yang hadir adalah penggemar yang terpilih dan berkesempatan untuk meminta tanda tangan dan mengobrol sebentar dengan member.


Satu per satu pengemar maju kedepan untuk bertemu boyband dan memberikan hadiah buat boyband. di tengah-tengah berlangsungnya acara tiba-tiba Gavin terkejut melihat sosok yang dia kenal menuju ke arahnya menggunakan tongkat, dan member lain pun ikut terkejut namun Gavin dan member lain harus menjaga sikap karena media ada di mana-mana mereka tidak mau kalau sampai media mengusik kehidupan Kelana.


Gavin memasang wajah kesal pada Kelana karena nekat datang ke fansign dengan kondisi masih sakit. member lain berpura-pura baru kenal dengan Kelana dan mengobrol dengan Kelana seperti penggemar lainnya. Gavin memanggil salah 1 staff dan meminta agar Kelana di bawa ke ruang tunggu artis dengan sembunyi-sembunyi.


"Permisi.." apakah anda Nona Kelana?" Tanya salah 1 staff yang di utus oleh Gavin.


"I-iya saya Kelana.." ada apa ya tuan?" Kelana kebingungan tiba-tiba di hampiri salah satu staff dari boyband.


"Nona bisa ikut saya ke belakang," ini permintaan tuan Gavin." kata staff.


"Hah permintaan Suga.." kelana terkejut dengan ucapan staff.


"Iya Nona ayo ikut saya ke belakang panggung." ajak staff.


Kelana pun mengikuti staff boyband dari belakang dengan beribu pertanyaan di kepalanya kenapa Gavin menyuruh staff untuk membawanya ke belakang panggung. sesampainya Kelana ke salah satu ruang, Kelana melebarkan matanya sampai biji matanya mau keluar melihat apa yang sedang berada di hadapannya.Kelana berada di ruang tunggu artis selama ini Kelana hanya bisa melihat ruang tungg artis cuma di channel boyband aja tapi hari ini dia benar-benar menginjakkan kakinya di ruangan ini. Kelana masi belum bisa percaya. lalu staff mengagetkan lamunan Kelana.


"Nona silahkan tunggu saja di sini sebentar lagi acaranya akan selesai."


"Ba-baik tuan." Kelana pun duduk di sebuah sofa yang telah di sediakan staff.


tidak lama kemudian acarapun selesai dan Gavin buru-buru menuju ruang tunggu artis untuk menemui Kelana.


"Kenapa kamu nekat datang kesini bukannya kaki kamu belum begitu sembuh," kalau kamu hanya mengejar tanda tangan kami,"kami bisa menanda tangani di rumah kamu tidak perlu sampai mengabaikan kesehatan mu seperti ini."


Gavin mengomelin tindakan kelana yang tidak memikirkan kesehatannya.


"Kenapa Gavin mengomeliku seperti ini?" biasanya dia paling susah untuk berbicara panjang lebar." Sambil memperhatikan Gavin yang sedang mengomelinya Kelana merasa ada keanehan pada Gavin


"Apa kamu dengar yang barusan aku omongkan?" Gavin bertanya pada Kelana


"Iya aku dengar Gavin..."tapi aku juga kan penggemar kamu jadi apa salahnya kalau aku datang ke acara fansign boyband," lagian aku sudah lama menunggu momen seperti ini," dengan susah payah aku ikut raffel dan mendapatkan kesempatan ini."


"Ya aku tau tidak semua penggemar bisa mendapatkan kesempatan seperti ini tapi kamu kan bisa liat kondisi kamu seperti apa."


Lagi lagi mereka berantem sejak awal mereka kenal sampai detik ini tiada hari tanpa berantem dan mereka tidak mengenal tempat jika ingin berantem. member yang lain ikut melerai mereka agar tidak semakin berlanjut.


"Sudah sudah.." apa kalian tidak malu di lihat para staff berantem seperti ini?" kalian berdua sudah sama-sama dewasa kenapa masi saja berantem dengan hal sepele seperti ini." Brian menengahi pertengkaran Kelana dan Gavin.

__ADS_1


Dengan mata yang berkaca-kaca kelana memutuskan untuk pulang namun segera di tahan oleh Brian.


"Sebaiknya kamu pulang dengan kami saja," di luar masi sangat ramai dengan penggemar yang belum bubar."


Kelana pun kembali duduk di sofa sambil mengusap air matanya yang membasahi pipinya.


Suasana di ruangan itu menjadi sepi dan kaku..


Jimmy, Aland, Jamal, Chal dan Edgar saling berbisik.


"Apakah kalian tidak melihat keanehan pada Kak Gavin?" Tanya Aland


"Iya betul baru kali ini aku melihat Kak Gavin begitu marah pada Kelana." jawab Edgar.


"Kak Gavin bukan marah pada Kelana melainkan Kak Gavin sangat khawatir pada kondisi Kelana yang masi sakit tapi memaksakan diri datang kesini." kata Jimmy.


" Atau jangan-jangan Kak Gavin suka dengan kak Kelana." Chal mulai curiga.


"Bukannya selama ini kita sudah mencurigai mereka?" jawab Jamal.


"Aku punya ide.." Jimmy mulai mengeluarkan idenya.


"Ide apa itu Jim..?" tanya Aland.


"Bagaimana kalau Kak Gavin dan Kelana kita buat mereka pacaran.."


"Tapi caranya bagaimana..?" sekarang saja mereka berantem seperti itu." Kata Jamal.


"Tapi Kak Brian tidak tau dengan misi kita bagaimana kalau Kak Gavin meminta Kak Gavin untuk mengantar Kelana?" tanya Jamal.


"Kak Brian serahkan saja padaku nanti aku yang mengurusnya." Jawab Aland


" Nah bagaimana setujukan dengan misiku?" tanya Jimmy


"Oke kami setuju.." memberpun menyetujui misi Jimmy dan mulai menjalankannya. satu persatu para member membuat alasan untuk meninggalkan lokasi fansign.


" Edgar.. Chal..."kalian bisa tidak menemaniku untuk ke


toko pakaian sebentar ada celana yang aku suka tapi aku bingung untuk memilihnya." Jimmy mulai menjalankan misinya.


"Oh boleh.. boleh..." kapan mau perginya?" bakat acting Edgar dia keluarkan.


"Kalau bisa sekarang aku takut celana itu ada yang beli duluan."


"Baiklah kalau begitu kita pergi sekarang saja," Tidak apa-apa kan Kelana kalau kami meninggalkanmu?" Jimmy meminta izin pada Kelana.


"Oh tidak apa-apa kalian pergi saja." Kelana memberikan izin pada Jimmy, Edgar dan Chal untuk pergi.


"Hallo..." ya ada apa bu, ouw iya bu acaranya sudah selesai aku akan segera pulang kerumah." Jamal berakting seolah-olah sedang menerima telfon dari ibunya. Kelana aku baru saja dapat telfon dari ibuku dan ibu memintaku untuk pulang kerumah." tidak apa-apa kan kalau aku pulang lebih dulu?" Jamal mencoba meminta izin pada Kelana.


"Oh tidak apa-apa kalau Jamal mau pulang duluan pulang saja," siapa tau ada hal yang penting sampai ibunya meminta untuk pulang." Kelana pun mengizinkan Jamal untuk pulang duluan.


"Terimakasih Kelana aku pulang duluan ya," Kak Gavin aku pulang duluan." Jamal meninggalkan Gavin dan Kelana di ruang artis.

__ADS_1


Sedangkan Aland masi memperhatikan keadaan mereka berdua Gavin dan Kelana tidak ada saling sapa satu sama lain mereka masih marahan.


"Bagaimana caranya aku meninggalkan mereka berdua denga keadaan kaku seperti itu," apakah Kak Gavin mau mengantarkan Kelana pulang kerumahnya dengan keadaan marah seperti itu?"


Aland pun mencoba untuk minta izin pada Kelana.


"Kak Gavin apa bisa mengantar Kelana pulang kerumahnya soalnya aku ada urusan bersama Kak Brian yang harus aku selesaikan." Aland dengan hati-hati meminta Gavin mengantar Kelana pulang.


"Bukannya kita akan pulang bersama...?" kenapa jadi tiba-tiba semuanya punya urusan mendadak?" Gavin belum menyadari kalau semua ini adalah taktik para member agar mereka berdua baikan.


"Aku baru saja di telfon teman untuk ketemu ada hal penting yang mau dia bicarakan Kak dan temanku itu ingin bertemu Kak Brian juga." Aland berusaha agar Gavin percaya dengan omongannya.


"T tapi...!" Gavin belum menyelesaikan omongannya Aland meninggalkannya dan  langsung menarik Brian yang sedang berada di depan pintu.


"Hei ada apa ini kenapa aku di tarik seperti sapi..!" Brian mengoceh sambil mengikuti langkah Aland.


Dan tinggal lah Kelana dan Gavin di ruang artis itu mereka masi kaku dan saling berdiam-diaman. lalu Kelana berdiri dari sofa yang dia dudukin dan memutuskan untuk pulang sendiri.


"Sebaiknya aku pulang sediri saja hari sudah mulai sore." Kata Kelana yang mencoba untuk berbicara pada Gavin.


Kelana pun melangkah untuk keluar dari ruang tunggu artis menggunakan tongkatnya, namun Gavin mencegahnya.


"Kamu mau kemana ." Gavin berpura-pura bertanya pada Kelana tanpa mengalihkan pandangannya dari layar HPnya.


"Aku mau pulang.." jawab Kelana.


"Biar aku yang antar", Sambil mengambil kunci mobilnya di atas meja Gavin berjalan lebih dulu di depan Kelana dengan wajah dingin.


Kelana mengikuti Gavin dari belakang yang langkahnya begitu cepat membuat Kelana ke sulitan untuk mengejarnya. Gavin menyadari kalau Kelana kesulitan untuk mengikuti langkahnya yang begitu cepat Gavin pun kembali ke arah Kelana lalu mengangkat tubuh Kelana dalam gendongannya dan membawa Kelana menuju mobilnya.


Di sepanjang jalan mereka berdua diam keduanya membisu Kelana merasa bingung dan takut untuk memulai pembicaraan, Kelana takut kalau Gavin memarahinya seperti tadi. tapi secara diam- diam Gavin memperhatikan wajah Kelana yang begitu tegang.


"Kenapa kamu dari tadi diam saja..?" Gavin mulai berbicara pada Kelana.


"Tidak apa-apa aku takut saja jika aku berbicara kamu jadi marah lagi seperti tadi." Kelana mulai merasa legah karena Gavin sudah mulai berbicara lagi padanya.


"Maaf kan aku telah marah-marah padamu di depan para member." Gavin dengan tulus dan menyesal telah memarahi Kelana.


"Tidak apa-apa aku memang salah dan wajar kalau di marahi karena tidak mementingkan kesehatanku sendiri." Kelana merasa bersalah telah membuat Gavin khawatir.


"Sebaiknya kamu memperhatikan keselamatan dan kesehatan kamu jangan cereboh seperti hari ini," masi banyak fansign berikutnya yang bisa kamu hadiri jadi jangan memaksakan dirimu seperti tadi."


"Iya tidak akan aku ulangi lagi," aku juga meminta maaf karena telah marah-marah padamu." Kelana merasa bersalah pada Gavin.


"Jadi mulai sekarang kita berteman,," Kelana mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Gavin sebagai tanda kalau mereka sudah berdamai.


Gavin menyambut kelingking Kelana lalu mengaitkan ke kelingkingnya. Gavin tertawa melihat tingkah Kelana.


Misi Jimmy untuk mendamaikan mereka berdua berjalan dengan sukses.


✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.

__ADS_1


__ADS_2