
" Kak Gaviiin...!!" Terdengar suara Jimmy memanggil Gavin yang sedang keluar dari kamarnya dengan penampilan balutan jas yang sangat rapih dan mewah.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata Gavin menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah suara Jimmy yang memanggilnya yang sedang menuruni anak tangga.
" Kak Gavin mau kemana?" tanya Jimmy.
" Aku mau kerumah Vania untuk menjemput Kelana." Jawab Gavin.
" Kalau begitu aku ikut kak Gavin saja, kan tujuan kita sama." Saran Jimmy.
" Kamu bawa mobil sendiri, sehabis acara aku mau kesuatu tempat bersama Kelana." Gavin menolak saran Jimmy tanpa basa basi.
" Yaaah... Memangnya kak Gavin mau kemana?" Tanya Jimmy dengan suara sedikit kecewa.
" Pokoknya kesuatu tempat dan kalian gak boleh ikut." Jawab Gavin sambil sedikit mempertegas tolakannya pada Jimmy.
" Kalian mau ke hotel ya!?" Tanya Jimmy semakin curiga.
" Enak saja...! aku tidak punya otak kotor seperti kamu." Jawab Gavin dengan sedikit kesal.
" Kalau begitu ijin aku ikut bersama Kak Gavin." Jimmy masi memaksa untuk satu mobil dengan Gavin karena Jimmy malas mengeluarkan mobilnya dari garasi.
" Nggak boleh..!!" Tegas Gavin sambil mengambil kunci mobilnya lalu meninggalkan Jimmy.
" Huuh... Mau tidak mau mobilku keluar garasi." Gerutu Jimmy sambil mengambil kunci mobilnya yang berada di atas nakas TV.
Gavin dan Jimmy berangkat lebih dulu di banding member lain karena mereka harus menjemput kekasih hatinya, kalau Jimmy belum jadi kekasih hati masih status pendekatan.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit karena jalanan lagi macet, Gavinpun sampai di depan rumah Vania dan tidak berselang beberapa menit Jimmy pun sampai dan mereka berdua masuk ke dalam rumah Vania bersamaan.
Tok...tok...tok...
Gavin mengetok pintu rumah Vania, dan tidak lama terdengar suara seseorang yang membuka pintu dari dalam rumah.
" Selamat sore tante apa Vania ada?" Tanya Jimmy dengan sopan.
" Ada... Ada... Silahkan masuk, tunggu sebentar ya tante panggilkan Vania." Ibu Vania mempersilakan Jimmy dan Gavin masuk ke dalam rumah dengan ramah.
" Siapa ma?" tanya Papa Vania yang sedang menonton TV di ruang tengah.
" Teman Vania pa yang tadi sore di ceritakan Vania." Orang tua Vania sudah tau kalau malam ini dia mau menghadiri sebuah pesta besar yang di hadiri artis-artis terkenal.
" Oh..." Papa Vania menghampiri Gavin dan Jimmy yang sedang duduk di ruang tamu.
Gavin dan Jimmy berdiri setelah melihat papa Vania sedang berjalan ke arah mereka dan menyodorkan tangannya untuk bersalaman sebagai tanda hormat pada orangtua sambil memperkenalkan nama mereka.
" Jimmy om..."
"Gavin om..."
__ADS_1
" Wah kalian ganteng-ganteng sekali," papa Vania memuji kegantengan Gavin dan Jimmy sambil menyambut tangan mereka yang mau bersalaman.
Jimmy dan Gavin hanya tersenyum mendengar pujian dari papa Vania.
Papa Vania orangnya sangat modern dan humbel buat semua orang tapi beliau tetap menerapkan norma-norma dan batasan-batasan yang tidak boleh di langgar.
Papa Vania mempersilahkan Jimmy dan Gavin duduk kembali sambil melontarkan pertanyaan pada Jimmy dan Gavin. Ngomong-ngomong kalian kenal Vania dari mana?"
" Aku kenal Vania waktu liburan di villa om." Jawab Jimmy dengan sopan.
" Wah kebetulan sekali ya...?" Jawab Papa Vania dengan santai.
" Iya Om kebetulan aku lagi bersepeda terus aku liat Vania lagi kesakitan ternyata kakinya terkilir." Jimmy menjelaskan bagaimana ceritanya dia bertemu Vania.
Setelah pembicaraan dengan pembahasaan yang macem-macem akhirnya Vania dan Kelana turun dari lantai 2 di mana kamar Vania yang terletak di lantai 2 dan menuju keruang tamu, setelah Vania dan Kelana berada di pintu antara ruang tengah dan ruang tamu Gavin dan Jimmy terpukau melihat kecantikan 2 orang gadis yang berada di hadapannya.
Kelana yang selama ini tidak pernah bermackup paling hanya memoleskan bedan dan lipstik tipis saja malam ini dia kelihatan berbeda sekali sehingga membuat Gavin lupa untuk mengedipkan matanya.
Begitu pula dengan Jimmy dia semaki terpesona dengan kecantikan Vania dan jantungnya semakin menggebu-gebu untuk menjadikan Vania kekasihnya.
" Ayo kita berangkat..." Sapa Vania yang tiba-tiba memudarkan lamunan Gavin dan Jimmy.
" Ayo...sebentar lagi acara di mulai." Jawab Jimmy dengan gelagapan sambil melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
" Pa, Ma Vania berangkat dulu ya." Vania mencium punggung tangan kedua orangtuanya untuk berpamitan.
" Iya Pa..." Jawab Vania.
" Om kami berangkat dulu ya Om, Tante..." Jimmy, Gavin dan Kelana berpamitan kepada orangtua Vania.
" Titip Vania ya...?!" Pesan Mama Vania.
" Iya Tante..." Jawab Jimmy untuk meyakinkan orangtua Vania kalau Vania akan baik-baik saja dengan mereka.
Akhirnya merekapun berangkat ke tempat party dengan menggunakan kendaraan yang berbeda.
Singkat cerita.
Merekapun sampai di tempat party yang akan di adakan di kantor management tempat Gavin dan Jimmy bekerja dan acaranya bertempat di lantai 15. Gavin dan Jimmy memasuki parkiran yang khusus untuk karyawan dan artis management yang tidak di perboleh awak media memasukinya, Gavin dan Jimmy menghindari awak media karena mereka membawa wanita mereka tidak mau pemberitaan gempar kalau sampai tau soal Kelana dan Vania.
Mereka memasuki gedung dan naik melalu lift yang langsung menuju tempat party. Gavin tidak melepaskan genggaman tangannya pada Kelana sampai membuat Kelana merasa tidak enak dengan Jimmy dan Vania.
" Sayang dari tadi kamu menggandeng tanganku terus, nggak enak sama Jimmy dan Vania." Kelana berbisik pada Gavin.
" Biarkan saja sayang siapa suruh mereka naik lift bareng kita, lagipula di atas nanti aku akan susah untuk menggandeng tanganmu karena hubungan kita belum ada yang tau kecuali para member." jawab Gavin tanpa perduli keberadaan Jimmy dan Vania.
" Anggap saja kami nyamuk...!" Celetuk Jimmy yang berada di samping Gavin.
Kelana hanya terkekeh mendengar celetukan Jimmy. Merekapun sampai di lantai 15 dan terlihat sudah ada beberapa tamu undangan yang sudah datang ruangan yang begitu ramai dengan artis-artis terkenal di tambah suara dentuman musik yang memekakkan telinga membuat Kelana dan Vania menjadi kikuk, mereka tidak menyangka partynya semeriah ini. Gavin dan Jimmy mencarikan meja kosong untuk Kelana dan Vania agar mereka merasa nyaman selama party berlangsung.
__ADS_1
Vania mendekati Kelana sambil berbisik." Kak acaranya mewah sekali dan rata-rata tamunya artis terkenal."
" Iya Van aku juga tidak menyangka kalau partynya semewah ini." Balas Kelana sambil berbisik.
Saat kami sedang mencari meja yang kosong banyak mata yang memperhatikan kami mungkin mereka merasa heran kenapa Jimmy dan Gavin sangat sibuk mengurus kami berdua.
Kamipun menemukan meja yang kosong dan nyaman untuk kami tempati selama party berlangsung. Dan memberlain menghampiri kami untuk menyapa.
" Waaah... Kak Kelana cantik sekali."Sapa Chal dan Edgar sambil memuji.
" Kalian berdua bisa saja memujinya." Kelana menampik pujian Chal dan Edgar dengan malu-malu.
Tidak lama Kemudian Aland, Brian dan Jamal datang menghampiri kami.
" Terimakasih Kelana sudah mau datang ke party kami." Sapa Brian.
" Sama-sama Kak Brian. Balas Kelana.
" Oh ya kenalkan ini Vania teman Jimmy dan temanku juga." Kelana mengenalkan Vania pada semua member.
" Oh jadi ini yang namanya Vania, yang membuat Jimmy selalu terbayang-bayang sampai terbawa mimpi?" Celetuk Edgar dengan polos, sehingga membuat Jimmy reflek mencubit lengan Edgar yang berada di sampingnya.
" Aow sakit Jim..." Edgar meringis kesakitan akibat cubitan Jimmy.
" Jangan kamu dengarkan omongan Edgar ya Van." Pintah Jimmy dengan wajah sedikit memerah karena malu.
" Kalian semua dengar ya Kelana dan Vania ada lah teman kami semasa sekolah dulu, jangan sampai kalian keceplosan terutama statusku dengan Kelana jangan sampai bocor aku percayakan pada kalian." Gavin mengingatkan pada semua member agar berhati-hati menjawab pertanyaan soal Kelana dan Vania.
" Tenang saja semuanya ama, pokoknya percayakan saja dengan kami." Jawab Jamal dengan percaya diri.
Partypun berjalan dengan meriah dan semakin lama semakin banyak artis-artis yang berdatangan sehingga membuat ruangan semakin ramai, Astronot perform 2 kali dan artis lainpun ikut menyumbangkan suara mereka. Member Astronot sibuk menjamu tamu-tamunya yang berdatangan sesekali member datang 1/1 menghampiri kami untuk menawarkan makanan atau minuman.
Tiba-tiba mata Kelana tertuju pada sosok wanita yang berpakaian **** dan cantik yang sedang merangkul lengan Gavin bagaikan sepasang kekasih sambil mengobrol dengan temannya yang lain. Tanya Kelana dalam benaknya. "Siapa Gadis itu, mereka sangat romantis sekali?"
" Kak Kelana memperhatikan siapa?" Tanya Vania yang dari tadi memperhatikan cara pandang Kelana ke seseorang.
" Ah... Tidak kok aku tidak memperhatikan siapa-siapa." Jawab Kelana tergagap karena sapaan Vania yang membuatnya kaget.
" Apa Kak Kelana tau gadis yang merangkul lengan Kak Gavin itu siapa?" Tanya Vania dengan penasaran.
" Mungkin teman sesama artis atau satu managementnya." Jawab Kelana sambil mengalihkan pandangannya ke arah yang lain Kelana tidak mau terpancing cemburu melihat adegan mesra Gavin dengan gadis itu.
Kelana mulai merasa tidak nyaman dengan pestanya karena terlalu banyak gadis-gadis yang mendekati Gavin secara bergantian namun yang bikin Kelana merasa cemburu gadis yang merangkul mesra lengan Gavin dengan waktu yang lama, seketika Kelana ingin pulang namun dia tidak enak dengan member yang lain lagian dia akan ketahuan cemburu kalau tiba-tiba dia minta pulang.
Akhirnya Kelana berusaha menikmati pestanya dengan rasa cemburu, hingga pesta selesai.
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
__ADS_1