Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 73 MENGANTAR PULANG KE RUMAH KELANA


__ADS_3

" Aku ingin menanyakan sesuatu pada kalian." Tanya Kelana dengan nada penasaran.


" Tanya apa sayang." celetuk Gavin sambil tetap fokus menyetir mobil.


" Kalian tau darimana kalau aku berada di pantai kemuning?" Kelana penuh penasaran sambil mengalihkan pandangannya ke Gavin, Jimmy dan Vania.


" Apa kamu tidak tau kalau kekasihmu ini kerja sampingannya jadi detektif." Jawab Gavin sambil tertawa.


" Ya detektif yang sedang memecahkan kasusnya sendiri sampai prustasi." celetuk Jimmy dengan nada meledek.


" Hey hati- hati dengan ucapanmu Jim, gini-gini aku orang yang genius." Gavin menyombongkan diri sambil bercanda.


" Ayo jawab dari mana kalian tau kalau aku berada di pantai kemuning." Tanya Kelana dengan sedikit nada kesal.


" Jangan emosi sayang santai." Gavin menenangkan Kelana yang mulai kesal.


" Bagaimana aku tidak kesal dari tadi pertanyaanku di jawab dengan becanda." Kelana memalingkan wajahnya dengan bibir di monyongkan.


" Iya iya sayang... Kami dapat info dari Anggi, aku dan Jimmy mendatangi caffee tempat kamu kerja dan menanyakan pada Anggi. Awalnya Anggi tidak mau memberi tahukan tapi kami menggunakan kekerasan akhirnya Anggi membuka mulut." Gavin memasang wajah serius untuk mengerjai Kelana.


" Apa...! kalian apakan Anggi ayo jawab." Kelana mencubit lengan Gavin yang sedang menyetir mobil sehingga membuat mobil mereka sedikit oleng.


" Adu adu sayang sakit.." Gavin meringis kesakitan sambil menstabilkan laju mobilnya yang tadi sempat oleng.


" Makanya jawab yang serius." Tanya Kelana dengan sedikit marah.


" Iya iya sayang... Aku dan Jimmy cuma ke caffee bertanya pada Anggi secara baik-baik kami tidak apa-apakan Anggi kok, kalau tidak percaya besok buktikan sendiri aja." Gavin tidak sanggup mengerjai Kelana lama-lama karena Kelana tidak bisa di ajak becanda, mungkin ia masi kesal dengan kejadian Gavin dan Leodra.


" Aku sangat pusing dengan kalian berdua, yang satu jail, yang satu emosian ntah bagaimana nasib anak kalian nantinya." Jimmy hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua.


" Semoga anak kami seperti aku nantinya biar tidak ada cowok rese yang berani mendekat." jawab Kelana.


" Justru nanti anak kita seperti aku sayang yang genius, serba bisa, setia, dan penyanyang.Jawab Gavin dengan percaya diri.


Iya juga sih sebenarnya Gavin lelaki yang sempurnah apapun dia bisa, penyayang, dan pintar dalam segala hal. Lagipula selama kami pacaran Gavin tidak pernah berbuat macam-macam padahal penggemarnya rata-rata wanita dan Gavin paling terkenal sangat dingin dengan wanita apalagi kalau ia tau kalau wanita itu mengincarnya." Kelana membathin dan membenarkan perkataan Gavin.


" Sayang kenapa kamu diam?" Sapa Gavin tiba-tiba yang membuat aku terkejut.


" Ah iya.. Jawabku dengan tergagap, tidak apa-apa." jawab Kelana dengan singkat.

__ADS_1


" Kalian berdua sibuk ngobrol, apakah kalian tidak memikirkan perut kami yang keroncongan." Perut Jimmy dari tadi sudah kelaparan.


" Aku pikir kamu tidak akan lapar jika kamu sudah berduaan dengan Vania Jim." Gavin menjaili Jimmy.


" Sejak kapan ada ceritanya kalau berduaan bikin kenyang kak, atau jangan-jangan Kak Gavin begitu ya kalau sudah berduaan rela nggak makan." Jimmy membalas kejailannya Gavin.


" Kalau aku berdua Kelana jangankan makan kalau bisa waktu tidak usah berputar jadi kami tidak terpisahkan." Gavin mulai ngegombal Kelana hingga membuat Kelana tersipu malu.


" Kasihan sekali ya Kak Kelana bisa meninggal kelaparan selama pacaran dengan Kak Gavin." Jimmy memasang wajah prihatin ke Kelana.


" Vania semoga kamu kuat ya menghadapi kelakuan Jimmy dan Gavin kalau saling berdebat." Kelana memperingati Vania.


" Hehe iya kak." Vania hanya tertawa mendengar peringatan Kelana.


" Sampai kapan kalian mau membahas hal tidak masuk akal seperti ini? Kalian berdua kaya tom & jerry." Kelana menepuk keningnya melihat Jimmy dan Gavin saling saut-sautan.


" Iya iya sayang aku mengalah, Jim kita makan di mana?" Gavin bertanya pada Jimmy mau makan di restoran mana.


" Nah gitu dong, harusnya dari tadi bertanyanya." jawab Jimmy.


" Bagaimana kalau kita makan di restoran korea kak." Jimmy mengusulkan restoran korea pada Gavin.


" Aku tidak masalah masakan korea juga enak-enak." Jawab Kelana dengan mengikuti usul Jimmy.


" Kalau Vania bagaimana, apakah suka dengan makanan korea?" tanya Gavin pada Vania.


" Aku ngikut saja dengan kalian kak." Jawab Vania tanpa panjang lebar.


" Kalau begitu baiklah kita makan di restoran korea saja." Gavin mengikuti usul Jimmy lalu Gavin melajukan mobilnya ke sebuah restoran korea langganannya bersama member lain.


Sesampainya mereka di restoran korea, mereka memasuki restoran dan memilih meja yang kosong untuk mereka tempat merekapun menemukan meja kosong yang berada di bagian pojok. Lalu salah satu pelayan di restoran itu menghampiri mereka sambil membawa buku menu yang tersedia di restoran ini.


" Selamat malam Tuan Gavin, Tuan Jimmy, silahkan di pilih dulu menu-menunya." Si pelayan menyapa Gavin dan Jimmy dengan ramah sambil menyerahkan buku menu.


" Selamat malam mba." jawab Gavin dan Jimmy.


" Kami ingin melihat-lihat dulu menunya ya mba." pintah Jimmy pada pelayan.


" Oh boleh tuan silahkan di pilih dulu, panggil saya saja kalau sudah selesai tuan. Saya permisi dulu." pelayan meletakkan kertas kosong lalu meninggalkan meja Gavin dan Jimmy.

__ADS_1


Merekapun memilih-milih menu yang ada di buku dan akhirnya mereka memutuskan untuk memesan: Sundubu jjigae, Bulgogi, Tangsuyuk, Kimchi dan Japchae. Malam ini mereka di traktir Gavin makan-makan sepuasnya untuk merayakan Gavin dan Kelana yang sudah berbaikan. Gavin memanggil pelayan dan memberikan daftar menu yang mereka pilih, Sambil menungg pesanan mereka di olah Jimmy memberikan pengakuan pada Gavin dan Kelana.


" Kak Gavin dan Kak Kelana ada suatu hal yang ingin aku sampaikan pada kalian berdua." wajah Jimmy sedikit tegang seperti sedang di adili.


" Sesuatu apa Jim?" Kelana menatap Jimmy dengan serius.


" Jangan bilang tadi waktu di pantai kamu mencium Vania ya?" sambar Gavin dengan mengerutkan alisnya.


Kelana dengan reflek mencubit pinggang Gavin.


" Aduh sakit sayang." Gavin meringis kesakitan.


" Bisa diam sebentar tidak." Kelana memelototi Gavin yang membuat Gavin ciut, selama berpacaran dengan Kelana Gavin sangat penurut dengan Kelana berbeda jauh sebelum Gavin ketemu Kelana, Gavin tidak pernah mau di atur-atur dalam hal apapun.


" Kamu mau ngomong apa Jim?" Tanya Kelana pada Jimmy yang masi penasaran.


" A_aku dan Vania sudah jadian kak." Jimmy menjawab pertanyaan Kelana sambil tertunduk malu, begitupun Vania mukanya tiba-tiba memerah karena malu.


" Waaah.... Selamat ya akhirnya kalian jadian juga, akhirnya member Astronot sudah 2 orang yang soldout." Kelana langsung memeluk Vania yang duduk di sebelahnya sebagai tanda kalau Kelana sangat bahagia dengan status mereka.


" Akhirnya kamu tidak jomblo lagi Jim hmm berarti aku harus cari kata-kata lain lagi untuk meledekmu." Gavin menepuk-nepuk pundak Jimmy sebagai tanda kalau ia juga bahagia dengan statusnya bersama Vania.


" Terimakasih Kak Gavin dan Kak Kelana." Wajah Jimmy terlihat sangat bahagia atas respon Gavin dan Kelana setelah mengetahui hubungannya dengan Vania.


" Tunggu sebentar..! Berarti tadi waktu kita ngobrol di kamar itu kalian sudah jadiian ya?" tanya Kelana pada Vania.


" I_iya kak." Jawab Vania dengan malu-malu.


" Wah.. Aku fikir kamu baru ingin mencari tahu sifat-sifat Jimmy Van." Kelana menunjukan wajah salut pada Vania karena ia sampai tidak tau kalau ternyata mereka sudah jadian pada sore itu.


" Berarti kalian menjalani hubungan seperti kami, harus sembunyi-sembunyi jangan sampai media dan penggemar kita tau. Kalian harus berhati-hati saat di depan umum jangan sampai ada yang menyadari kalau kalian sepasang kekasih." Gavin memberitahu Jimmy dan Vania strategi pacaran mereka agar tidak tercium media sebelum Comeback mereka berlangsung.


" Iya kak kami akan hati-hati." jawab Jimmy menerima masukan dari Gavin.


Setelah pengakuan Jimmy soal hubungannya dengan Vania akhirnya makanan yang mereka pesanpun datang, dan pelayan menata semua makanan di meja yang membuat meja terisi full dengan makanan setelah pelayan pergi meninggalkan meja mereka, merekapun menyantap makanan yang ada di meja.


Malam ini adalah malam yang sangat bahagia untuk mereka berempat selain hubungan Gavin dan Kelana bersatu kembali, Jimmy dan Vania juga memulai menjalin hubungan yang serius semoga saja mereka bisa langgeng.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

__ADS_1


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2