Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
BAB 25 MENEMANI KELANA DI RS


__ADS_3

Sejak Kelana masuk rumah sakit Gavin yang selalu menemaninya, itu semua karena Kelana tidak punya sanak saudara di kota ini dan atas paksaan dari para member dan akhirnya Gavin menuruti kemauan mereka. Selain itu Gavin juga masih punya hati nurani dan rasa khawatir jika Gavin tidak menemaninya Gavin takut terjadi sesuatu pada Kelana.


" Apa kamu mau minum atau butuh sesuatu?" Gavin menawarkan diri untuk membantu Kelana.


" Aku cuma mau minum saja." Kelana menerima tawaran Gavin.


" Sini biar aku bantu," Gavin memegang gelas dan mengarahkan sedotan ke mulut Kelana.


"Terimakasih, Kelana merasa grogi berada di hadapan Gavin yang jaraknya sangat dekat.


"Gavin..." apakah kamu tidak ada kerjaan atau latihan di studio?" Kelana sangat mengerti kesibukan Gavin dan para member itu karena Kelana adalah fans mereka.


"Semua pekerjaan ku sudah aku pindahkan semua ke laptop ini jadi aku mengerjakannya di sini." untuk mengisi waktunya selama menemani Kelana Gavin mengerjakan lagunya lewat laptop.


"Bagaimana dengan latihanmu?" bukannya sebentar lagi lagu baru kamu akan rilis?"


" Nanti Jamal yang mau melatihku."


"Jika memang kamu sibuk kamu ke studio saja," aku tidak apa-apa di tinggal sendiri di sinikan ada suster yang bisa aku panggil untuk membantuku." Kelana merasa tidak enak karena telah menghambat semua kerjaan Gavin hanya untuk menemaninya di Rumah Sakit.

__ADS_1


"Tidak apa-apa," kamu tidak usah memikirkan soal kerjaan dan latihan aku," kamu fokus saja dengan kesembuhan kamu."


Gavin mencoba membuat Kelana agar tidak memikirkan soal kerjaan Gavin.


Gavin kembali fokus pada layar laptop yang ada di depannya, suasana di ruangan itu menjadi hening.


Tok.. tok.. tok..." permisi waktunya untuk tensi dan minum obat ya nona," seorang perawat masuk ke kamar Kelana.


Gavin beranjak dari sofa dan mendekati perawat yang sedang memasangkan alat tensi di lengan kelana.


" Tekanannya normal 110/70," ini obat untuk penahan nyeri dan anti bengkak ya tuan nanti habis makan baru di minumkan ke istri tuan."


"Dia bukan istri saya suster kami cuma berteman saja." Gavin dengan cepat menampik perkataan suster tadi.


"Wah saya fikir nona ini istri tuan," maafkan saya kalau begitu tuan." Suster pun merasa malu karena salah menebak. Kalau begitu saya permisi dulu tuan." perawat itu pun keluar dari kamar Kelana.


Mereka berdua menjadi canggung setelah mendengar perkataan perawat tadi wajah Kelana menjadi merah dan Gavin menjadi salah tingkah.


"Kamu jangan berfikir macam-macam soal perkataan perawat tadi," aku menemanimu karena rasa kemanusiaan saja gak lebih."Gavin menutupi rasa groginya.

__ADS_1


" Siapa bilang aku berfikir macam-macam gak usah ke geeran begitu." Kelana tidak mau kalah dengan perkataan Gavin walaupun di dalam hati Kelana sangat bahagia di kira istri seorang Gavin si artis ngetop yang banyak di kejar para cewek di luar sana.


" Bagus kalau begitu," Sebaiknya kamu makan saja dulu karena sudah waktunya kamu minum obat." Gavin pun mengambilkan makanan buat Kelana dan menaruhnya di atas meja yang khusus buat pasien yang lagi sakit lalu Gavin kembali duduk di sofa untuk melanjutkan kerjaannya. Namun Gavin tidak sengaja melihat Kelana kesusahan untuk mengangkat tangannya untuk menyuap makanan, Gavin pun mendekati Kelana dan mengambil sendok yang di pegang Kelana untuk menyuapinya.


"Sini aku bantu," Gavin menyuapi Kelana dengan penuh perhatian sambil sesekali mata mereka bertemu pandang, ada gejolak yang aneh pada perasaan Gavin jantungnya berdetak tidak karuan.


"Ya tuhan apa ini nyata yang menyuapiku Gavin si cowok kaku dan super menyebalkan ini?" Kelana masi belum percaya dengan apa yang dia alami sekarang, jantung Kelana seakan-akan ingin melompat keluar karena bahagia kelana bisa melihat wajah Gavin sangat jelas." ya tuhan bangunkan aku jika ini cuma mimpi," kelana terus saja mengoceh dalam hati. sampai tidak terasa makanan yang sedang dia makan habis tak tersisah."


"Waktunya minum obat," Suara Gavin mengagetkan Kelana .


"Oh.." iya terimakasih sudah mau membantuku." kelana dengan cepat mengambil obat dari tangan Gavin dan meminumnya.


"Sekarang kamu tidur tidak usah banyak bicara." Gavin menyuruh Kelana untuk tidur agar kelana tidak berfikir yang macam-macam.


Gavin kembali melanjutkankan pekerjaannya yang tadi sempat tertunda karena membantu Kelana untuk makan, dan Kelana pun tertidur setelah meminum obat yang di berikan oleh Suster tadi..


✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.

__ADS_1


__ADS_2