Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 77 KEPUTUSAN YANG TEPAT


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari ini Kelana berangkat kerja agak lebih pagi dari biasanya Kelana ingin bertemu dengan Anggi dan membicarakan soal tawaran Gavin mengajaknya bekerja sebagai asisten pribadinya, Kelana ingin minta masukan dari sahabatnya itu dan semoga saja Kelana dapat masukan yang bagus agar keputusannya tidak salah.


Setelah sampai di Caffe Kelana menuju lokernya untuk menyimpan tas dan helmnya, lalu membereskan meja-meja caffee agar terlihat bersih dan nyaman sebelum pelanggan datang. Setelah semua pekerjaannya beres Kelana mencari Anggi di bagian dapur yang sedang membereskan peralatan dapur dan bahan-bahan makanan yang akan di olah oleh cheff nanti.


" Bagaimana Nggi apakah pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Kelana dengan tiba-tiba nongol di samping Anggi, yang membuat Anggi terkejut.


" Ah Kelana kamu buat aku terkejut saja untung aku tidak ada riwayat jantung kalau ada pasti aku sudah jatuh pingsan di buatmu." cerocos Anggi karena kaget.


" Maaf maaf Nggi." Kelana menunjukkan ekspresi merasa bersalah pada Anggi.


" Sabar ya dikit lagi pekerjaanku beres." Tangan lincah Anggi terus bergerak untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.


" Kalau begitu aku menunggumu di meja kasir ya Nggi." Pintah Kelana sambil meninggalkan Anggi.


Tidak berselang beberapa lama Anggipun keluar dari arah dapur dan menghampiri Kelana yang sedang berada di meja kasir.


" Pekerjaanku sudah beres semua, ada hal apa yang mau kamu bicarakan Na?" tanya Anggi sambil duduk di sebelah Kelana.


" Aku lagi dilema Nggi, keputusan apa yang harus aku ambil semalaman aku tidak bisa tidur memikirkan masalah ini?" Kelana mulai mengeluarkan keresahannya.


" Kamu ribut lagi dengan Gavin?" jangan bilang kalian mengakhiri hubungan. Atau jangan-jangan kamu liat Gavin dengan wanita lain lagi ya?" Anggi nyerocos tanpa rem, sehingga membuat Kelana reflek membekap mulut Anggi.


" Ih apaan sih, kok kamu mikirnya sampai putus segala dengan Gavin?" Kelana sedikit kesal dengan perkataan Anggi.


" Aku ambil pelajaran dari yang kemarin Na kalian berantem sampai kamu menghindari Gavin selama 2 hari." Anggi hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Emangnya kalau lagi dilema harus karena gara-gara berantem dulu ya?" Kelana menyatukan alisnya sambil menatap tajam ke Anggi.


" Emm tidak juga sih..., Terus kamu dilema karena apa Na?" Anggi bertanya pada Kelana dengan tatapan serius.


" Gavin menawarkan aku untuk menjadi asisten pribadinya, Tap_tapi semua ada alasannya Nggi." Kelana menggenggam kedua tangan sahabatnya.


" Apa...!" serius Na?" wah kamu hebat sekali Na itu pencapaian yang sangat luar biasa, tidak gampang untuk menjadi asisten pribadi seorang artis dunia lho." Mata Anggi melotot karena terkejut dan tidak percaya dengan ucapan Kelana.

__ADS_1


" Serius Nggi masa aku bohong sama kamu?". Jawab Kelana sambil meyakinkan Anggi agar Anggi percaya padanya.


" Terus tadi kamu bilang tapi ada alasannya, apa alasannya Na?" Tanya Anggi yang masi penasaran dengan cerita Kelana.


" Alasan Gavin menawarkanku bekerja jadi asisten pribadinya agar Gavin tidak di dekati Leodra dan agar aku bisa mengawasi gerak gerik Gavin setiap menit." Jawab Kelana.


" Bukannya Leodra itu salah satu artis yang satu agency dengan Gavin dulunya tapi Leodra sekarang pindah agency kan." Tanya Anggi.


" Kamu salah satu penonton channel gosip ya." Kelana meledek Anggi sambil cekikikan.


" Hehe tau aja kamu..., Terus terus..." Anggi meminta Kelana melanjutkan ceritanya.


" Ternyata sejak Astronot sebelum debut Leodra sudah menaruh hati pada Gavin namun Gavin tidak pernah meresponnya sama sekali, apalagi kamu kan tahu sendiri Gavin sangat dingin sama wanita. Sekarang Leodra mau mencoba lagi mendekati Gavin bahakan kemarin pagi Leodra ke rumah Gavin dengan alasan bawa sarapan dan sekalian Leodra menyatakan cintanya pada Gavin." Kelana menceritakan semua pada Anggi.


" Apa...! Leodra menyatakan cinta pada Gavin...? Wah wah Leodra memang tidak punya harga diri." lagi-lagi Anggi terkejut mendengar cerita Kelana.


" Terus apa jawaban Gavin saat Leodra menyatakan cintanya pada Gavin?" Anggi menatap Kelana untuk menjawab pertanyaannya.


" Gavin menolaknya mentah-mentah dengan alasan masih mau berkarir tidak mau menjalin hubungan dulu dengan wanita." Jawab Kelana.


" Maka dari itu Chal kasih ide agar aku jadi asisten pribadi Gavin biar Leodra merasa risih kalau mau dekat-dekat Gavin." ucap Kelana.


" Aku juga setuju dengan ide Chal itu, lagi pula tidak ada salahnyakan kamu menjaga pujaan hatimu dari terkaman nenek lampir seperti Leodra itu." Anggi menunjukkan wajah kesal dengan kelakuan Leodra.


" Tapi kalau aku bekerja dengan Gavin aku harus berhenti dari caffee ini Nggi karena jadi asisten pribadi artis pasti pekerjaannya sangat banyak." Wajah Kelana berubah jadi sedih.


" Iya juga sih Na kamu harus fokus dengan jadwal-jadwal kegiatan Gavin tiap hari, tapi kalau menurut aku lebih baik kamu jadi asisten Gavin saja agar hubungan kalian aman dari gangguan Leodra. Apalagi kamu kan sudah kenal semua dengan member Astronot jadi pasti kamu tidak canggung lagi dengan mereka." Anggi mendukung tawaran Gavin pada Kelana agar hubungan Gavin dan Kelana langgeng.


" Tapi aku sudah terlanjur nyaman bekerja di sini Nggi." Kelana masi bimbang keputusan yang mana yang harus di ambil.


" Aku kasih pilihan kamu tetap kerja di sini dengan rasa nyamanmu atau kamu bekerja dengan Gavin untuk menjaga hubungan kalian?" Umur Anggi memang masi mudah namun jalan fikirannya sangat dewasa dan nyaman untuk di temani bercerita.


" Aku lebih memilih menjaga hubunganku dengan Gavin." jawab Kelana.


" Pilihan yang cerdas, lagi pula kamu bekerja dengan Gavin tidak mungkin gratiskan?!" Tanya Anggi sambil menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


" Gavin mau memberiku gaji 10jt perbulan." jawab Kelana.


" A a_apa...!!" sepuluh juta perbulan?" Mata Anggi melotot seakan-akan biji matanya mau keluar dari kelopaknya karena terkejut.


" Iya Nggi, Gavin sendiri yang langsung menawarkan gaji segitu." Kelana ikutan terkejut melihat Anggi yang tiba-tiba melototinya.


" Gila si Gavin...!" ia nggak pakai kalkulator dulu ya untuk nawarin gaji segitu besar." Ntah sudah berapa kali Anggi di buat terkejut dengan cerita Kelana.


" Aku juga tidak tau Nggi kenapa Gavin sampai menawarkan aku gaji sebesar itu." Kelana membuang nafas kasarnya.


" Sepertinya Gavin sangat berharap kamu jadi asisten pribadinya Na sampai-sampai ia tidak mempedulikan lagi nominal gaji yang harus ia keluarkan untuk kamu." Anggi mengambil sisi positifnya dengan keputusan Gavin yang mau menggaji Kelana dengan jumlah yang sangat besar.


" Jadi aku harus ambil keputusan yang mana Nggi aku masi dilema?" Kelana kembali bertanya pada Anggi.


" Tanyakan hati kecil kamu Na, aku hanya bisa kasih masukan untuk kamu tapi keputusan ada di tangan kamu sendiri." jawab Anggi dengan bijak.


Sejenak Kelana mencerna jawaban Anggi barusan. Betul kata Anggi keputusan ada di tangan aku Anggi cuma bisa kasih saran dan mendengarkan cerita aku, aku harus memutuskan sekarang sebelum aku menyesal." Kelana membathin untuk mengambil keputusan.


Kelana menarik nafas panjang lalu membuangnya dengan pelan. " Aku memutuskan bekerja dengan Gavin dan berhenti dari caffee ini Nggi." Akhirnya Kelana memilih untuk bekerja jadi asisten Gavin.


Anggi langsung memeluk sahabatnya setelah mendengarkan keputusannya untuk bekerja dengan Gavin." kamu mengambil keputusan yang sangat tepat Na, semoga kamu betah bekerja dengan Gavin dan usir si nenek lampir itu dari Gavin.


" Terimakasih ya Nggi sudah mau mendengarkan ceritaku dan mau memberiku masukan yang sangat bermanfaat buat aku, terimakasih juga selama ini sudah baik dengan aku." Mata Kelana mulai berkaca-kaca dan satu persatu air matanya menetes.


" Sama-sama Na itulah gunanya sahabat harus mau jadi pendengar yang baik dan jadi penolong di saat susah." Mata Anggi juga mulai membasahi kelopak matanya.


" Aku janji akan sering-sering menemuimu kalau jadwal Gavin tidak banyak." janji Kelana pada Anggi.


" Janji ya... Oh ya terus kapan kamu akan memberi tahu ibu bos kalau kamu akan berhenti dari caffee ini?" Tanya Anggi.


" Rencana besok aku mau bertemu ibu bos dan sekalian pamit dengan baik-baik." jawab Kelana.


Akhirnya Anggi dan Kelana berpelukan kembali, setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan mereka dan Kelana menjalani hari-hari terakhirnya bekerja di Caffee ini karena besok ia akan bertemu pemilik caffee ini.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

__ADS_1


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2