
"Kaaaaaaak...." apakah kalian sudah bersiap-siap untuk pergi menjenguk Kelana di Rumah Sakit?"
Chal berteriak dengan keras untuk mengingat kan kakak-kakaknya untuk ke Rumah Sakit.
" Iya Chal kami semua sudah siap dari tadi." Jamal menjawab pertanyaan Chal.
" Apa sebaiknya kita telfon Kak Gavin dulu siapa tau saja Kak Gavin mau menitip sesuatu," Jimmy mengusulkan untuk menelfon Gavin.
" Bagus juga Usul kamu Jim jadi kita bisa membawakannya sekalian." Brian memuji usul Jimmy.
Tuuut tuuuut tuuuut..."
Jimmy mencoba untuk menelfon Gavin.
"Hallo Kak..."
" Ya Jimmy ada apa?" Gavin menjawab telfon Jimmy.
"Kak kami mau ke Rumah Sakit menjenguk Kelana," apakah ada sesuatu yang kakak mau titip nanti kami bawakan." jawab Jimmy.
"Tolong bawakan buku catatan lagu-laguku yang ada di kamar." jawab Gavin
"Apa cuma itu saja kak," apa tidak ada sesuatu yang lain yang kakak mau?" tanya Jimmy.
"Tolong belikan aku segelas ice coffee americano saja." jawab Gavin
" Apa ada lagi kak?" Tanya Jimmy.
"Aku rasa itu saja sudah cukup." jawab Gavin
"Baiklah kalau begitu kak kami menuju Rumah Sakit sekarang." Jimmy mengakhiri obrolannya di telfon dengan Gavin.
__ADS_1
"Bagaimana.." kak Gavin ingin di bawakan apa?" Aland bertanya pada Jimmy.
" Kak Gavin cuma minta di bawakan buku lagu-lagunya dan segelas Ice Coffee Americano," Jawab Jimmy
"Cuma itu saja...?" tanya Jamal
"Iya cuma itu saja kak." jawab Jimmy.
"Waaah..." kak Gavin benar-benar pekerja keras dia tidak mengenal tempat untuk menulis lagi." Jamal memuji Gavin.
" Kalau begitu ayo kita berangkat," ajak Chal.
Di perjalana mereka membahas soal hubungan Kelana dan Gavin, mereka berencana akan menjodohkan mereka berdua agar menjadi sepasang kekasih. mereka ingin melihat Gavin bahagia namun mereka tidak tau kalau ternyata Brian lebih dulu menaruh hati pada Kelana sejak insiden tabrakan di supermarket waktu itu tapi Brian akan ikhlas dan rela mundur mengejar Kelana buat Gavin.
Tidak lama kemudian mobil mereka sampai di parkiran Rumah Sakit tempat Kelana di rawat.
Tok tok tok.."
Ceklek..."
Gavin membuka pintu setelah mendengarkan ketukan dari luar.
" Ayo masuk.. masuk..." Gavin mengajak semua member masuk ke ruangan Kelana.
"Waaaah kak apa kakak tidak merindukan kami?" Jamal menggoda Gavin sambil memeluknya
"Hay Kelana.." bagaimana keadaan kamu sekarang?" kami mohon maaf baru ada kesempatan datang menjengukmu. Aland memulai percakapan dengan menanyakan keadaan Kelana.
" Tidak apa-apa kalau kalian memang lagi sibuk," keadaanku makin hari semakin membaik setiap hari aku sudah mulai berlatih berjalan." maaf beberapa hari ini Gavin menemaniku sampai tidak bisa ikut latihan bersama kalian." Kelana merasa tidak enak pada member lain karena Gavin menemaninya selama dia sakit.
" Tidak apa-apa Kelana di studio juga tidak begitu banyak pekerjaan jadi tidak usah kamu fikirkan," Aland mencoba menghibur Kelana agar tidak merasa bersalah karena Gavin menemaninya di Rumah Sakit.
__ADS_1
" Kamu tidak usah memikirkannya Kelana yang terpenting adalah kamu cepat sehat dan bisa berjalan kembali." Jawab Brian.
"Betul sekali.." kak nanti kalau sudah sembuh sering-sering main kerumah kami yaa," Chal mengajak Kelana main kerumah mereka.
" Kakak yang sabar saja ya menghadapi Kakak kami Kak Gavin," dia memang sifatnya dingin ke orang-orang tapi sebenarnya Kak Gavin itu sangat baik cuma dia jarang berbicara banyak." Jimmy ngobrol dengan Kelana sambil berbisik agar Gavin tidak mendengarnya.
"Heyyy..." kalian bisik-bisik apa," kalian pasti membicarakanku kan..?" Gavin menyadari gerak gerik Jimmy.
"Kami cuma ngobrol biasa kak bukan membicarakan Kak Gavin," Kak Gavin ge-er ." Sambil menutup mulut Jimmy dan Kelana ketawa.
" Kak Kelana apakah kamu menyukai Kak Gavin?" Chal tiba-tiba memberikan pertanyaan yang membuat Kelana jadi keselek sampai batuk.
Membuat semua member mendekati Kelana karena kaget mendengar Kelana batuk..
" Apa kamu baik-baik saja Kelana?" Tanya Gavin tanpa menyadari menunjukan kepanikannya pada Kelana ke member lain," member lain pun bersamaan menoleh ke arah Gavin yang sedang mengambilkan air minum buat Kelana.
"Kenapa kalian bersamaan melihatku seperti itu?" Gavin merasa risih dengan tatapan para member yang tertuju padanya.
" Baru kali ini aku melihat Kakak sepanik itu," apa kalian ada hubungan yang special?" Aland menggoda Gavin.
"Tidak.. tidak..." kami tidak ada hubungan apa-apa kalian jangan berfikiran macam-macam." Gavin menampik perkataan Aland.
"Kalaupun ada hubungan special kami tidak merasa keberatan." Brian memberikan suport.
" Ta-tadi itu bukan panik aku cuma kaget saja," soalnya kalau Kelana kena sakit yang lain lagi itu artinya aku semakin lama menemaninya di Rumah Sakit," aku ingin pulang dan tidur yang nyenyak di kamarku." Gavin mencoba menepis kecurigaan para member agar tidak terus-terusan di bully dan Kelana.
Para memberpun berpura-pura menerima elakan Gavin tapi sebenarnya para member tau kalau mereka berdua saling suka cuma mereka masih malu untuk mengutarakannya.
Seketika ruang rawat yang di tempati Kelana menjadi rame karena kehadiran semua member dan Kelana menjadi sangat senang, kapan lagi bisa ketemu semua member boyband dengan formasi lengkap tanpa ada gangguan wartawan dan fans lainnya. kelana ikut tertawa melihat tingkah kocak para member..
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
__ADS_1
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.