
Hoaaamm...
" Pagi kak Aland. " sapa Jimmy yang turun dari tangga sambil menguap.
" Pagi Jim, " jawab Aland tanpa mengalihkan pandangannya dari layar HP yang dari tadi di mainkannya, sudah menjadi rutinitas awal buat Aland mengecek isi HPnya karena dari sana kabar dan jadwal kegiatannya setiap hari.
" Apakah yang lain belum ada yang bangun kak? " tanya Jimmy sambil menoleh kekiri dan kekanan mencari member yang lain.
" Sepertinya belum ada, baru aku yang bangun." jawab Aland.
" Apakah kak Aland mau aku buatkan sarapan?" Jimmy ingin membuat sarapan dan menawarkan juga pada Aland.
" Kamu mau buat sarapan apa Jim?" tanya Aland sambil melihat ke arah Jimmy yang sudah berada di depan kompor.
" Aku ingin membuat omelet dan roti panggang kak." jawab Jimmy dari arah dapur.
" Kalau begitu samakan saja sama yang mau kamu buat." Aland mengikuti menu sarapan yang akan di Jimmy.
Tidak lama kemudian suara langkah kaki yang sedang menuruni anak tangga terdengar, sepertinya salah satu member sudah bangun.
Dengan rambut berantakan Brian menyapa Aland sedang berada di meja makan. " Pagi Aland."
" Pagi kak Brian." jawab Aland, sudah kebiasaan mereka dengan mendengar suara saja mereka sudah tau suara siapa saja yang menyapa.
Brian berjalan menuju dapur untuk melihat siapa yang sedang memasak di dapur.
" Waaah.. Jimmy apakah kamu sedang membuat omelet? " tanya Brian dari arah belakang Jimmy yang membuat Jimmy sedikit terkejut.
" huuf.. Kak Brian membuatku kaget saja untung jantungku masih kuat." Jimmy sedikit kesal karena di kagetkan dengan suara Brian yang tiba- tiba.
" Hey... Kamu kaget karena suaraku tetap merdu walaupun baru bangun tidur kan." Brian membanggakan suara indahnya.
" Terserah Kak Brian sajalah, aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi kalau Kak Brian sudah mulai menyombongkan diri." sambil memasang wajah pasrah.
__ADS_1
" Sepertinya omelet buatanmu enak juga Jim." Sambil memang wajah manis Brian memuji masakan Jimmy agar di buatkan juga.
" Tidak usah memujiku kak bilang saja kalau Kak Brian ingin di buatkan juga." Jimmy mengerti maksud pujian Brian.
" Hahaha ternyata kamu tau isi otakku Jim?" jangan-jangan kamu juga tau apa yang sedang aku fikirkan." Brian kaget karena Jimmy bisa tau maksudnya.
" Kita sudah 10 tahun lebih tinggal bersama mana mungkin aku tidak tau isi kepala Kak Brian dari yang bersih sampai yang kotor aku juga tau." jawab Jimmy sambil tertawa.
" Jangan-jangan kamu juga tau semalam aku mimpi apa?!" tanya Brian dengan wajah penasaran.
"Jelas tau lah bahkan semua mimpi kak Brian dari mulai tidur sampai bangun pagi ini aku tau." Sambil menahan tawa Jimmy timbul niat jail untuk mengerjai Brian.
" Serius Jim kamu tau semalam aku mimpi apa? " jawab Brian sambil mendekat pada Jimmy.
" Apa mau aku ceritakan kakak semalam mimpi apa." Jawab Jimmy yang semakin menahan tawanya.
" Kalian lagi bahas apaan? " tiba-tiba Jamal nongol dari arah belakang Jimmy dan Brian.
" K_kami sedang membahas soal telur, ya telur..!" Brian menjawab ngasal untuk mengalihkan pembicarannya bersama Jimmy.
Jimmy yang sedari tadi tidak bisa menahan tawa melihat Brian panik akhirnya tawa Jimmy meledak sehingga bisa terdengar sampai ke ruang makan.
Aland yang penasaran dengan suara tawa Jimmy akhirnya menuju ke dapur untuk melihat apa yang terjadi di dapur.
" Ada apa ini kenapa suara tawa Jimmy tertawa terdengar sampai ke ruang makan? " tanya Aland yang penasaran.
" Kak Brian percaya kalau aku bisa membaca isi kepalanya bahkan bisa tau semalam dia mimpi apa saja, gara-gara aku menebak kalau kak Brian juga mau di buatkan omelet." Jawab Jimmy sambil tertawa terbahak-bahak.
Jamal dan Aland jadi ikut tertawa juga mendengarkan cerita Jimmy.
Setelah omelet yang di buat Jimmy sudah selesai mereka berempat duduk di meja makan bersama dan satu persatu memberlain pun terbangun dari mimpi indahnya dan ikut berkumpul di meja makan untuk sarapan.
" Semalam Kak Gavin pulang jam berapa? " tanya Chal.
__ADS_1
" Sekitar jam 12." jawab Gavin sambil menyeruput ice coffee americano nya.
" Acara Dinner nya berjalan dengan lancar kan kak?" rasa keponya Chal makin keluar.
" Kak Gavin habis Dinner semalam sama Kelana? " tanya Jamal yang ikut kepo.
Yang lain terkejut dengan pertanyaan Chal karena yang tau soal Dinner hanya Chal dan Edgar saja, yang lain masi sibuk di studio saat Gavin pulang.
" Kenapa kalian begitu kepo dengan Dinnerku semalam?" Gavin balik bertanya.
" Karena yang kita tau selama ini Kak Gavin itu cuek dan tidak perduli soal yang begituan tapi setelah pacaran dengan Kelana Kak Gavin jadi romantis kaya gini." Jimmy menjelaskan alasan ke kepoan mereka.
" Iya juga ya sejak kenalan sampai pacaran dengan Kelana aku menjadi romantis dan posesif." Gavin membatin dalam hati.
" Kenapa Kak Gavin bengong? " Sapa Edgar, yang membuat lamunan Gavin pudar.
" E_nggak apa-apa, bukannya manusia bisa berubah kapan saja." jawab Gavin dengan wajah serius.
Semua member sudah faham dengan karakter Gavin jadi kalau Gavin menjawab atau mengeluarkan kata-kata yang ketus member tidak merasa sakit hati ataupun merasa tersinggung.
" Tapi aku salut dengan Kelana yang bisa merubah Gavin dalam waktu yang singkat." celetuk Brian.
" Terus terjadi hal-hal yang tidak di inginkan nggak kak?" Tanya Edgar semakin kepo.
" Haha itu rahasia rumah tangga." Gavin menjawab sambil berlari menuju kamarnya yang membuat member lain semakin merasa penasaran.
" Sudah lah biarkan saja Gavin menikmati masa-masa bahagianya bersama Kelana semoga hubungan mereka selamanya seperti ini." Brian memberikan pengertian pada member lain agar tidak terlalu jauh mengurusi hubungan percintaan Gavin dan Kelana.
Setelah semua member menyelesaikan sarapannya mereka bergegas mandi dan bersiap-siap menuju studio untuk menjalan rutinitas mereka yang sudah menumpuk.
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
__ADS_1