Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 59 LATIHAN UNTUK KONSER


__ADS_3

Tidak terasa waktu konser 1 minggu lagi akan berlangsung, semua member berlatih semakin keras bahkan istirahatpun mereka harus curi-curi mereka tidak mau ada gerakan yang salah saat perform nanti, di fikiran mereka adalah kepuasan fans adalah nomor 1 mereka tidak mau membuat fans-fansnya kecewa bahkan sedih. Jamal bekerja keras melatih para member agar fokus pada gerakan dance.


Dengan suara musik yang memenuhi seluruh ruangan mengiringi setiap gerakan mereka dan para dancer yang akan menemani mereka saat perform nanti, mereka tidak memperdulikan keringat membasahi tubuh mereka dan nafas yang seakan-akan sudah mau copot dari paruh-paruh mereka. Mereka berlatih hampir 10 jam tapi mereka tetap semangat.


Huuuff..huuuff..huuuff


Terdengar suara para member yang saling berburu karena kelelahan.


Jimmy meluruskan kakinya di lantai sambil menopang badannya dengan kedua tangannya di belakang, sambil mengeluh. " Hosh.. hosh.. hosh.. tenagaku habis terkuras."


" Betul sekali nyawaku serasa mau lepas." keluh Chal dan Edgar.


Jamal yang sedang mengeringkan keringatnya dengan selembar handuk kecil yang di bawanya dari rumah, menimpali keluhan Jimmy. " Kita semua merasakan lelah tapi kita tidak boleh patah semangat."


" Betul kata Jamal, kita tidak boleh patah semangat bukannya konser yang kita nantikan sebentar lagi akan terlaksana dan kita akan bertemu dengan fans-fans kita yang sudah lama menunggu penampilan kita." jawab Aland yang menyetujui ucapan Jamal.


" Semoga di konser nanti tidak ada yang terluka di antara member bahkan dancer dan semua kru-kru yang bekerja." Ucap Brian.


" Oh ya.. Apakah Kak Gavin akan memberikan tiket konser untuk Kak Kelana? " Tanya Aland di sela-sela obrolan mereka.


" Atau bagaimana kalau Kak Kelana di ajak masuk ke ruang istirahat saja Kak." Usul Edgar.

__ADS_1


" Aku belum menanyakan ke dia apakah mau ikut nonton atau tidak, soalnya kalau aku masukkan dia di ruang tunggu artis nanti para staff bertanya kaliankan tau kalau belum semua staff bahkan Bang Johan belum tau kalau aku sudah punya kekasih." jawab Gavin sambil mencari cara agar Kelana bisa ikut nonton.


Bang Johan adalah pemilik studio musik dan CEO yang menaungi mereka sejak awal debut sampai sekarang.


Sambil melirikan matanya keatas Chal mencari ide agar Kelana bisa ikut nonton dengan aman, dan Chal mengusulkan idenya. " A..! Bagaimana kalau Kak Kelana nontonnya tetap sama fans yang lain tapi Kak Gavin kasih tiket yang di depan stage jadi kita semua masi bisa melihat Kak Kelana."


" Usul Chal bagus juga jadi tidak ada yang tau bahkan curiga kalau Kelana kekasihnya Gavin." Brian menyetujui usul Chal.


" Tapi bagaimana caranya aku bisa dapat tiket yang pas di depan stage, bukannya semua tiket sudah terjual habis dari 1 bulan yang lalu? " tanya Gavin dengan perasaan sedikit kecewa.


" Tenang saja nanti aku tanyakan pada staff pasti masi ada tiket yang tersisa." ucap Jimmy yang bersedia membantu Gavin.


" Oh ya.. Kenapa kita bisa lupa dengan kekasih Jimmy." celetuk Aland sambil menyeruput air putih yang baru saja di ambilnya dari dispenser.


" Aku dan Vania tidak pacaran kami hanya berteman saja." Jawab Jimmy sambil tertunduk malu dengan pipi yang sedikit memerah.


" Hey kenapa kalian belum jadian, apa kamu tidak takut Vania di rebut orang? " ucap Gavin dengan nada menakut-nakuti Jimmy.


" Aku masi ragu untuk menembaknya kak, aku takut nanti Vania menolakku." jawab Jimmy sambil menunduk.


" Ah payah..! Haruskah aku turun tangan untuk membantumu." sambil tertawa Gavin meledek Jimmy.

__ADS_1


" Jangan kak..! Biar aku berusaha sendiri dan berjuang sendiri untuk mendapatkan cinta Vania." Jimmy menolak tawaran Gavin.


" Menurut aku ini adalah waktu yang tepat kamu menyatakan isi hatimu pada Vania. " Aland memberikan masukan pada Jimmy.


" Betul aku juga setujuh dengan masukan Kak Aland, ini momen yang paling bagus untuk menyatakan isi hatimu Jim. " ucap Brian sebagai member tertua dia ikut kasih suport buat Jimmy walaupun dia sendiri belum punya kekasih setidaknya dia ingin melihat adik-adiknya bahagia.


" Caranya bagaimana? " Tanya Jimmy pada member lain.


" Nanti saat kamu minta tiket pada staff kamu minta 2 tiket untuk Kelana dan Vania, nanti aku minta pada Kelana untuk menahan Vania agar tidak buru-buru keluar dari venue setelah konser berakhir, biasanya kalau habis konser kita selalu ada acara makan bersama di salah satu restoran kan.. Nah di situ kamu ambil kesempatan menyatakan cinta pada Vania." Gavin sebagai member yang sudah memiliki kekasih mengajarkan cara-cara menyatakan cinta pada Jimmy.


" Wah... ternyata Kak Gavin sudah pro soal menembak seorang gadis ya." Sambil tepuk tangan Jamal kagum dengan strategi Gavin dalam hal percintaan.


" Aku setujuh dengan cara Kak Gavin. " Edgar menyetujui cara Gavin lalu di ikuti dengan member yang lain yang ikut setujuh dengan cara Gavin.


" Kalau begitu aku akan usahakan meminta 2 tiket pada Staff agar Kak Kelana dan Vania bisa nonton bersama." jawab Jimmy dengan hati berbunga-bunga walaupun dia belum tau Vania akan menerimanya atau menolaknya.


Setelah mereka menghabiskan waktu latihan selama 10 jam dan di isi sedikit waktu untuk ngobrol saat istirahat, akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 01:00 malam waktunya mereka untuk pulang dan beristirahat karena besok mereka harus melanjutkan latihan dance lagi untuk lebih memaksimalkan gerakan dance mereka.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.

__ADS_1


__ADS_2