Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 75 LEODRA


__ADS_3

Gavin baru saja terbangun dari tidurnya selama ia tinggal sendiri waktu bangun tidurnya agak sedikit lama dari biasanya selama ia masih di dorm bersama member lain, itu karena waktu di dorm Gavin terusik dengan keributan member lain makanya ia agak lebih pagi bangunnya.


Gavin bangkit dari tempat tidur lalu menuju kamar mandi untuk sikat gigi, setelah sikat gigi Gavin keluar dari kamarnya lalu menuju meja makan yang berada di ruang tengah. Sarapan Gavin tidak ribet cukup sanwich dan ice coffee americano.


Gavin mengecek isi ponselnya sambil menikmati sarapan yang telah di siapkan maid yang bekerja di rumahnya. Gavin mengecek jadwal pekerjaannya hari ini yang sudah ia susun jauh-jauh hari Gavin orang yang sangat di siplin dan perfec dalam pekerjaan.


Gavin melirik jam yang berada di dinding, sambil bergumam." Sebaiknya aku mandi lalu ke studio."


Gavinpun beranjak dari meja makan lalu menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap untuk ke studionya.


Namun tiba-tiba langkahnya terhenti setelah mendengar suara bell dari pintu.


" Siapa yang bertamu sepagi ini." Gumamnya sambil mengerutkan keningnya.


" Apa tuan Gavin ada?" tanya seseorang setelah di bukakan pintu oleh maid rumah Gavin.


" Ada nona, silahkan masuk." maid menyuruh masuk tamu yang telah ia bukakan pintu.


Ternyata tamu yang datang seorang perempuan, Gavinpun keluar dari ruang tengah menuju ruang tamu untuk menemui tamu itu.


" Leodra...!? sapa Gavin dengan wajah terkejut.


" Pagi Gavin... Aku ke sini membawakanmu sarapan kebetulan aku juga belum sarapan jadi kita sarapan bersama saja." Leodra berjalan menuju meja makan sambil menenteng makanan yang ia bawa.


" Aku sudah sarapan, apa tujuanmu datang kesini pagi-pagi?" tanya Gavin dengan nada dingin tanpa ekspresi.


" Apakah harus ada tujuan baru bisa kerumahmu?" tanya Leodra tanpa menjawab pertanyaan Gavin.


" Ya dan hanya orang-orang tertentu saja yang boleh datang kerumahku, kalau mau membahas soal pekerjaan sebaiknya bahas di kantor saja soalnya rumah untuk tempatku istirahat bukan untuk kerja." Gavin menjawab dengan ketus dan sedikit menusuk.


" Apakah aku tidak termasuk dalam orang-orang tertentu itu Vin?" Leodra mendekati Gavin sambil berdiri di depan Gavin yang sedari tadi hanya berdiri di depan meja makan.


" Tidak..! Jawab Gavin tanpa basa basi.


" Kenapa kamu begitu dingin denganku Vin, sejak aku kenal denganmu kamu tidak pernah bersikap baik padaku dan kamu selalu menghindar dariku." Leodra mencoba memegang tangan Gavin namun di tepis oleh Gavin.


" Jangan coba-coba menyentuhku," ancam Gavin sambil sedikit mundur dari hadapan Leodra.


" Dari sejak Astronot debut aku mulai menyukaimu Vin, tapi kamu tidak pernah meresponku." Leodra mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


" Untuk saat ini aku belum mau punya hubungan dengan wanita, aku masi punya banyak mimpi yang belum aku capai." Gavin berbohong pada Leodra soal percintaannya.


" Aku bisa menemanimu untuk mewujudkan mimpi- mimpi kamu Vin." Leodra memohon agar Gavin mau membuka hati untuknya.


" Maaf aku tidak bisa, aku masi nyaman dengan kesendirianku." Gavin tetap menolak Leodra secara terang-terangan.


" Vin beri aku kesempatan sekali saja untuk memiliki hati kamu." Leodra terus memohon pada Gavin sampai meneteskan air mata.


" Maaf Leodra aku tidak bisa...!" Sebaiknya kamu pulang saja masi banyak pekerjaan yang mau aku selesaikan di kantor. " Gavin mengusir Leodra dari rumahnya.


" Kamu mengusirku Vin?" kamu sangat tega Vin.!!" Leodra berlari menuju pintu sambil mengusap air matanya yang dari tadi membasahi kelopak matanya dan meninggalkan rumah Gavin.


Gavin membuang nafas kasar lalu memanggil maid yang ada di rumahnya.


" Maid...!!" Gavin berteriak memanggil maid.


" Iya tuan." Semua maid berkumpul di ruang tengah setelah mendengarkan teriakan Gavin.


" Mulai hari ini jangan biarkan wanita tadi masuk kedalam rumah ini lagi apapun alasannya." titah Gavin dengan tegas.


" I_iya tuan." Semua maid patuh dengan titah Gavin.


" Baik tuan." maid pun mengambil semua makanan yang ada di atas meja lalu membawanya ke dapur.


Gavin meninggalkan maidnya lalu bergegas mandi untuk bersiap-siap berangkat ke studionya.


Sesampainya Gavin di studio ia buru-buru menelfon Jimmy dan memintanya untuk mengajak member yang lain berkumpul di studionya.


Ding dong... Suara bell studio Gavin berbunyi.


Gavin menuju pintu studionya untuk membuka pintu.


" Ada apa kak Gavin meminta kami berkumpul di sini?" Tanya Jimmy yang sedikit khawatir.


" Tadi pagi Leodra kerumahku lagi, dengan alasan membawakan sarapan." Gavin menceritakan tentang kedatangan Leodra.


" Apa...!!" semua member terkejut mendengar cerita Gavin.


" Dan yang lebih mengejutkan lagi Leodra mengungkapkan isi hatinya kepadaku." Gavin semakin membuat semua member terkejut.

__ADS_1


" Apa...!!" lagi-lagi semua member mengeluarkan suara bersamaan.


" Wah benar-benar mulai gila Leodra, apa ia tidak punya malu mengungkapkan isi hatinya ke Kak Gavin." Aland tidak habis fikir dengan kelakuan Leodra.


" Terus Kak Gavin jawab apa waktu Leodra mengunggkapkan isi hatinya ke Kak Gavin?" Tanya Jamal dengan wajah penasaran.


" Aku langsung menolaknya dengan alasan aku masih mau mengejar mimpi-mimpiku." Gavin orang yang tegas jadi apabila ia tidak suka tanpa segan ia tolak.


" Pasti hati Leodra sangat sakit di tolak seperti itu." ucap Chal.


" Hmm jelas sakit hati secara Leodra wanita yang nembak cowok terus di tolak mentah-mentah." Jimmy membenarkan kata-kata Chal.


" Ya salahnya Leodra berani nembak manusia salju ya hasilnya sakit hatikan." Sambar Brian sambil terkekeh.


" Jadi menurut kalian aku harus bagaimana,? Aku tidak mau kalau Leodra mengejar-ngejarku terus." Gavin meminta pendapat dan solusi yang baik pada member lain.


" Kalau menurut aku sebaiknya Kak Gavin pakai ide dari Chal itu cara yang aman untuk menghindar dari Leodra selain Kak Gavin aman dari Leodra, Kak Kelana juga bisa liat awasi gerak gerik Leodra juga." Jimmy tidak mau melihat Gavin dan Kelana ribut lagi gara-gara Leodra.


" Aku juga setuju dengan ide Chal." Brian juga menyetujui ide Chal dan akhirnya semua member setuju dengan ide Chal.


" Tapi bagaimana dengan pihak managemen apakah mereka akan menerima permintaanku?" Gavin kembali bertanya pada member.


" Kak Gavin beralasan saja kalau Kak Gavin butuh asisten pribadi untuk mengatur scedul kegiatan kak Gavin." Edgar membantu Gavin untuk cari alasan.


" Bagaimana dengan manager kita apa mereka mau menerima Kelana?" Gavin harus memikirkan yang lain untuk mengambil keputusan.


" Bukannya pekerjaan manager agak sedikit enteng kalau ada Kelana yang mengurusimu Kak jadi manager hanya mengurus kita ber 6 saja." Aland ikut juga kasi masukan.


" Betul juga sih, Kalau begitu setelah pulang kerja aku akan menemui Kelana dan membicarakannya." Gavin menerima ide dari Chal sisa tunggu keputusan dari Kelana apakah ia mau jadi asistenku atau tidak.


" Jadi kak Gavin mau pakai ide Chal kan?" tanya Edgar.


" Iya aku pakai ide Chal saja." Jawab Gavin.


" Kalau begitu aku mau kembali ke studioku masi banyak pekerjaan yang belum selesai." Ijin Aland pada Gavin, lalu meninggalkan studio Gavin.


Dan member lainpun ikut ijin pada Gavin untuk kembali ke studio mereka masing-masing.setelah semua member telah meninggalkan studio Gavin, Gavinpun duduk di kursi kerjanya sambil membuang nafas kasar.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

__ADS_1


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2