Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 78 TEMPAT KERJA YANG BARU


__ADS_3

Hari ini Kelana akan ke caffee bertemu pemilik caffee untuk mengundurkan diri dan sekalian ia mau berpamitan pada karyawan lainnya. Setelah bersiap-siap Kelana melajukan motornya menyusuri jalan yang macet, sesampainya Kelana di caffe Kelana langsung menemui pemilik caffee.


" Selamat pagi bu." sapa Kelana pada ibu pemilik caffee.


" Pagi Kelana... tumben pagi-pagi menemui ibu?" Selama ini Kelana memang jarang menemui ibu pemilik caffee kalau tidak ada keperluan yang sangat penting.


" I_iya bu aku ingin menyampaikan sesuatu bu." Jawab Kelana agak sedikit terbatah-batah.


" Sesuatu apa Na?" si ibu pemilik caffee mulai merasa tidak enak dengan jawaban Kelana yang terbatah-batah.


" Sebelumnya aku berterimakasih karena ibu sudah menerimaku bekerja di sini dan ibu sangat baik padaku selama ini, mulai hari ini aku mau mengundurkan diri dari caffee ini bu." Kelana sangat sedih dengan keputusan ini namun ia juga tidak mau kalau Gavin sampai di rebut oleh Leodra.


" Kenapa kamu mau berhenti dari caffee ini Na, apa kamu tidak suka kerja di sini atau kamu lagi ada masalah dengan karyawan lain?" tanya ibu pemilik caffee dengan terkejut.


" Bu_bukan soal itu bu, selama ini aku nyaman dan suka bekerja di caffee ini cuma aku di tawarkan oleh teman saya bekerja jadi asisten pribadi di salah satu prusahaan bu." Kelana terpaksa berbohong soal Gavin ia takut kalau ibu pemilik caffee tau siapa Gavin kalau Kelana menyebut namanya.


" Wah bagus sekali itu Na, itu artinya status pekerjaan kamu naik dari pelayan caffee jadi asisten pribadi di prusahaan. Ibu sangat mendukung kamu sepenuhnya Na." si ibu pemilik caffee bukannya marah tapi malah bangga dengan pencapaian Kelana.


" Te_terimakasih bu, aku fikir ibu akan marah karena aku mau berhenti bekerja di caffee ini." tanya Kelana dengan mata bahagia.


" Kenapa ibu harus marah?" Ibu tidak mau menghalang-halangi kesuksesan dan rezeki orang Na walaupun awal kamu menginjakkan kaki di kota ini caffee ini yang memberi pekerjaan tapi ada yang namanya peningkatan seseorang tidak mungkin kan seumur hidup kamu hanya bekerja di sini saja kamu pasti ingin merasakan bekerja di bidang lainnya." si ibu pemilik caffee sangat bijak dan suport keinginan Kelanan untuk menjadi lebih sukses lagi.


" Terimakasih banyak atas dukungannya untuk masa depanku bu." Kelana meraih tangan ibu pemilik caffee lalu mencium punggung tangannya dan memeluknya.


Ibu pemilik caffee menyambut pelukan Kelana sambil mengusap-ngusap punggung Kelana, beliau sudah menganggap semua karyawannya seperti anak sendiri makanya semua karyawannya betah kerja di caffeenya. ibu pemilik caffee berpesan pada Kelana. " Kamu semangat ya kerja di tempat yang baru, jangan lupakan caffee ini."


" Aku tidak akan pernah lupa dengan caffee ini bu, aku janji kalau ada waktu luang aku akan main ke sini. Kalau begitu aku pamit ya bu." Kelana menggenggam kedua tangan ibu pemilik caffee lalu berpamitan.


" Kamu jaga diri ya Na, hati-hati setiap bekerja." ibu pemilik caffee menatap Kelana sehingga tidak terasa meneteskan air mata.

__ADS_1


" Iya bu." Kelana juga meneteskan air mata sambil memeluk ibu pemilik caffee.


Setelah melepaskan pelukannya Kelana lalu meninggalkan ibu pemilik caffee dan menuju ke dapur untuk menemui temannya untuk berpamitan. Semua teman-teman kerja Kelana terkejut setelah mengetahui kalau Kelana hari ini berhenti bekerja namun mereka mengerti dengan keputusan Kelana dan mereka mensuport Kelana. Setelah berpamitan dengan teman-teman Kelana akhirnya Kelana keluar dari caffee dan mau ke rumah Gavin namun sebelum itu Kelana menelfon Gavin terlebih dahulu ingin mengetahui keberadaan Gavin.


Teeerrt..teeerrt..teeerrt.


ponsel Gavin bergetar tanpa suara.


📱 "Hallooo sayang...


Gavin menerima panggilan dari ponselnya.


📲 "Hallooo hari ini kamu di rumah atau di agency?" Tanya Kelana pada Gavin.


📱 "Aku masi di rumah sebentar lagi aku ke agency.., ada apa?" tanya Gavin.


📲 "Kalau begitu tunggu aku di rumah sebentar lagi aku sampai." jawab Kelana.


📲 " Tunggu saja sayang sebentar lagi aku sampai." Kelana mengakhiri panggilannya lalu memasukkan ponselnya ke dalam tas, dan melajukan motornya menuju rumah Gavin.


Gavin masi kebingungan dan penasaran ada apa dengan Kelana yang tiba-tiba memintanya menunggu di rumah.


Tidak beberapa lama Kelanapun sampai di rumah Gavin dan memarkirkan motornya di halaman depan lalu buru-buru menuju pintu dan memencet bell yang berada di depan pintu.


Ding dong...


Gavin yang sedari tadi penasaran dengan cepat membuka pintu untuk Kelana.


" Ada apa sayang, kamu baik-baik saja kan!?" Gavin memutar-mutar badan Kelana untuk mengecek mana tau ada yang lecet atau luka, Gavin berfikir Kelana jatuh dari motor atau di jambret.

__ADS_1


" Aku tidak apa-apa sayang dan aku baik-baik saja." Kelana memutar-mutar lagi badannya untuk memastikan pada Gavin kalau ia baik-baik saja.


" Terus tadi kamu memintaku untuk menunggumu di rumah maksudnya apa sayang?" Tanya Gavin yang masih penasaran pada Kelana.


" Aku mau ngasih tahu kamu kalau aku sudah memutuskan untuk berhenti bekerja di caffee dan memilih untuk jadi asisten pribadi kamu sayang." Kelana memberitahu keputusannya pada Gavin dengan mata berbinar-binar.


" Serius sayang kamu mau jadi asistenku!?" terus mulai kapan kamu berhenti dari caffee?" Gavin tidak kalah senangnya akhirnya Kelana menerima tawarannya dan Leodra tidak akan bebas lagi mendekatinya.


" Sebelum ke sini aku ke caffee dulu untuk minta berhenti sama ibu pemilik caffee sekalian berpamitan ke teman-teman yang lain." jawab Kelana.


" Kalau begitu mulai hari ini kamu langsung jadi asistenku dan mulai hari ini kamu ikut ke agency bersamaku." Tanpa membuang-buang waktu Gavin langsung mengajak Kelana ke agency.


" Ta_tapi aku kan belum tau tugas-tugasku apa saja." Tanya Kelana terbata-bata.


" Nanti di kantor aku kasih tahu tugas kamu apa saja." Gavin menarik tangan Kelana menuju mobil untuk berangkat ke kantor agency tempat Gavin bekerja.


Kelana hanya pasrah mengikuti langkah Gavin menuju mobil, di fikiran Kelana saat ini kira-kira apa tugas-tugas yang akan di berikan Gavin kepadanya dan semoga ia bisa menghandel semuanya.


Gavin melajukan mobilnya menuju kantor agency dengan bahagia karena setiap menit ia bisa bersama Kelana dan setiap ia tour konser Kelana bakalan ikut juga.


" Kamu tenang saja sayang aku akan mengajarkan semua tugas-tugas asisten itu apa saja lagipula kamu hanya jadi asisten aku saja bukan asisten semua member jadi tidak susah kok." Gavin menyemangati Kelana yang sedari tadi memikirkan pekerjaannya sebagai asisten apa saja.


" Iya sayang aku akan berusaha agar aku bisa menjadi asisten yang baik buat kamu." Kelana menoleh ke Gavin sambil memasang wajah senyum.


" Nah begitu dong harus semangat." Gavin mengelus rambut Kelana lembut.


Gavinpun kembali fokus mengendarai mobilnya menuju kantor agency, Gavin tidak sabar ingin menunjukkan pada Kelana tempat kerjanya dan apa saja yang ia kerjakan selama ini.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

__ADS_1


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2