
Di pagi hari yang cerah Brian, Aland, Jimmy dan Kelana telah bangun lebih dulu mereka berempat menikmati udara pagi di sekitar resort yang mereka sewa, sedangkan yang lain masi terlelap di alam mimpi masing-masing.
"Kenapa kamu bangun begitu pagi Kelana, apa kamu terganggu dengan suara ocehan Jimmy?" tanya Aland pada Kelana.
"Bukan aku yang ribut tapi kak Brian yang dari tadi mengocehiku." protes Jimmy.
"Hei...," kenapa jadi menyalahkanku, dari tadi cara bermain bulutangkismu curang." Brian protes dengan ucapan Jimmy barusan.
"Sudah-sudah kenapa kalian jadi saling menyalahkan?" sambil tersenyum Kelana melerai pedebatan Jimmy dan Brian. " Aku bangun pagi karena ingin menikmati udara pagi soalnya di kota tidak bisa menghirup udara pagi yang segar seperti disini." jawab Kelana.
"Wah aku fikir kamu terbangun karena suara mereka berdua." sambil tertawa Aland melirik ke arah Jimmy dan Brian.
"Wah wah Kak Aland ini ternyata kompor juga ya." Jimmy melotot ke arah Aland sambil pura-pura memasang wajah kesal."
Aland pun tertawa melihat ekspresi Jimmy.
"Apa kalian sudah sarapan?" tanya Kelana.
Dengan serentak mereka bertiga menjawab." Belum!"
"Apa kalian mau aku buatkan nasi goreng?" tanya Kelana.
"Waaah mau mau..." kapan lagi di buatin sarapan sama Kelana kalau bukan di sini." ucap Jimmy sambil tertawa.
"Baiklah aku buatkan nasi goreng buat sarapan pagi ini." jawab kelana sambil melangkah menuju dapur.
"Biar aku membantumu Kelana." Brian menawarkan diri untuk membantu Kelana.
__ADS_1
"Aku bisa sendiri kalian bermain bulutangkis saja." Kelana menolak tawaran Brian.
"Tidak apa-apa Kelana biar Aland dan Jimmy yang main bulutangkisnya." jawab Brian.
"Ya terserah kak Brian aja kalau mau membantuku." Brian dan Kelana pun masuk menuju dapur untuk membuat sarapan buat semuanya.
Di tengah-tengah Kelana dan Brian membuat sarapan di dapur, Gavin terbangun dari tidurnya dan langsung menuju dapur untuk membuat kopi dan tidak sengaja Gavin mendengar Kelana dan Brian bercengrama sambil tertawa yang membuat Gavin agak sedikit cemburu.
"Eheem..." sepertinya seru sekali obrolan kalian." cetus Gavin sambil menuju kulkas.
"Gavin, kamu sudah bangun." sapa Kelana sambil menoleh ke Gavin.
"Ya aku terbangun karena mendengar suara ribut." jawab Gavin dengan nada dingin.
"Oh maaf kalau kami ribut."jawab Kelana." kamu mau ambil apa di kulkas Gavin?" tanya Kelana yang melihat Gavin sedang buka kulkas.
"Aku mau ambil kopi." jawab Gavin tanpa menoleh kearah Kelana.
"Oh terimskasih."Kelana sedetail itu mengidolakan aku sampai-sampai minumanku di pagi hari dia tau." Gavin membatin.
Nasi goreng yang di buat Kelana pun jadi dan meletakkannya di meja makan sambil menyiapkan piring dan sendok.
"Jimmyyyy....!" teriak Brian memanggil Jimmy.
"Iya kak Brian.." jawab Jimmy sambil berlari kearah Brian.
"Bangunkan yang lainnya untuk sarapan."perintah Brian pada Jimmy.
__ADS_1
"Oke kak Brian." Jimmy pun menuju ke kamar Jamal, Edgar dan Chal.
Sedangkan di meja makan sudah ada Aland, Gavin, Brian dan Kelana yang sedang menunggu yang lainnya untuk sarapan.Dan akhirnya yang lain pun berkumpul di meja makan untuk sarapan.
"Waaah..." ini siapa yang masak?" tanya Jamal yang penasaran.
"Kak Kelana yang masak untuk kita semua." ucap Jimmy sambil melihat ke arah Kelana.
"Wah.." kalau tiap hari kita sarapan seenak ini bisa-bisa program dietku bisa gagal." kata Chal sambil menyendok nasi ke piringnya.
"Tenang saja Chal kamu bisa imbangi dengan berolahraga setelah sarapan, kita nikmati saja makanan lezat buatan Kelana selama kita luburan." ucap Aland.
"Betul kata kak Aland selama kita liburan biarkan lidah kita di manjakan masakan-masakan kak Kelana, karena jika kita pulang nanti kita akan makan masakan kak Brian lagi setiap hari." Jimmy menjaili Brian sambil tertawa.
"Kalian itu seharusnya bersyukur karena ada aku yang pandai memasak." protes Brian pada ucapan Jimmy.
"Kami semua bersyukur kok karena ada kak Brian yang pandai masak di tengah-tengah kami, tapi kalau tiap pagi sarapannya mie goreng dan telor ceplok terus kan bosan juga kak." jawab Edgar sambil tertawa.
"Bukannya Gavin pandai memasak juga?" selama ini yang aku tau dari artikel dan berita kalau Gavin pandai masak." Tanya Kelana.
"Ya itu memang betul kalau kak Gavin itu pandai masak juga, tapi kak Gavin turun dapur itu saat-saat tertentu saja misalkan mau rayakan hari jadi grup kita atau hari-hari tertentu saja." Jamal menjelaskan pada Kelana.
"Hei..."Bukannya aku tidak mau ikut masak tiap hari ya cuma masakanku itu saat moment special saja." jawab Gavin dengan sedikit menyombongkan soal masakannya.
"Bilang saja kalau kak Gavin itu malas masak." Jimmy menjaili Gavin sambil tertawa.
Dan semua pun ikut tertawa dengan kelakuan Jimmy yang menjaili Gavin. Suasana di meja makan di pagi hari sangat ramai dengan suara tawa mereka,mereka menikmati pagi dengan bahagia.
__ADS_1
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.