Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
BAB 26 BERLATIH BERJALAN


__ADS_3

Hari ini kelana sudah agak baikan dan dokter menyarankan untuk latihan berjalan waktu kecelakaan kaki Kelana mendapatkan luka yang lumayan parah sampai harus pasang Gips dan hari ini sudah waktunya Kelana harus belajar berjalan agar bisa berjalan dengan stabil seperti semula, dan yang pastinya di temani Suga karena selama ini cuma Gavin yang menemani Kelana selama di rumah sakit.


"Nona Kelana mulai hari ini sudah bisa berlatih berjalan pelan2 agar otot dan tulang kaki Nona Kelana bisa berfungsi seperti semula," Dokter memberikan saran pada Kelana.


"Apa ada jam-jam tertentu buat berlatih berjalan Dok?" Gavin bertanya lebih detail agar latihan berjalanannya mengikuti jam-jam tertentu


"Sebaiknya di pagi hari kalau mau latihan berjalan sekalian menghirup udara segar." Jawab Dokter.


"Kalau sekarang boleh dok latihan berjalannya?" tanya Gavin


"Boleh kalau mau sekarang," suster tolong ambilkan kursi roda buat Nona Kelana.." Dokter meminta suster untuk mengambilkan kursi roda. "Baik dok," jawab suster.


"Kalau begitu saya permisi dulu," dokter pamit pada Gavin dan Kelana.


"Iya makasih dok." jawab Gavin


Lalu Kelana pun mencoba untuk turun dari tempat tidur dengan bantuan Suster dan Gavin untuk memulai latihan berjalan, Gavin mendorong kursi roda Kelana menuju sebuah taman yang berada di sekitar Rumah Sakit.

__ADS_1


"Apa kamu sudah siap untuk latihan berjalan?" Gavin bertanya pada Kelana.


"Iya aku sudah siap," jawab Kelana.


Gavin membantu Kelana untuk berdiri dari kursi roda dengan melingkarkan tangannya ke leher Gavin.


"Tidak usah terlalu di paksakan pelan-pelan saja kalau kamu capek atau merasa nyeri di kaki kamu berhenti saja." Gavin tidak mau kalau Kelana memaksakan diri untuk cepat bisa berjalan kembali.


"Aku bisa tenang saja," Kelana meyakinkan Gavin kalau dia bisa latihan berjalan.


"Kira-kira kapan aku bisa pulang kerumah dan bisa mulai bekerja kembali," sambil memasang wajah sedih sambil menatap ke sekeliling taman Rumah Sakit


"Kaki kamu masi pincang Nona," kamu sudah memikirkan kerja kesehatan lebih penting  kalau pekerjaan bisa di cari."


Dasar gadis aneh." Gavin menyambar perkataan Kelana.


"Hey Bapak Gavin..." mungkin kamu berfikir seperti itu karena kamu seorang artis terkenal yang banyak uang dan bisa mengabulkan apapun yang kamu mau," kehidupan kita berbeda Bapak Gavin." aku harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan ibu dan adik ku di kampung," aku juga harus membayar kontrakan yang selama ini aku tempati kalau aku tidak cepat-cepat sembuh bagaimana aku bisa mendapatkan gaji." Kelana merasa kesal dengan perkataan Gavin walaupun kata-kata suga tadi buat kebaikan Kelana.

__ADS_1


Gavin terdiam sejenak mendengarkan perkataan Kelana yang membuat raut wajah Kelana menjadi sedih.


"Maaf Kelana kalau perkataanku tadi menyinggung perasaan kamu," cuma kamu itu masi sakit kamu harus sembuh total dulu baru memikirkan pekerjaan." aku yakin bos kamu pasti mengerti dengan keadaan kamu sekarang." Gavin mencoba menjelaskan dengan hati-hati agar Kelana tidak tersinggung lagi.


" Aku juga minta maaf Gavin karena sudah memarahimu," seharusnya aku tidak mengeluarkan kata-kata seperti itu." Kelana merasa bersalah pada Gavin.


"Tidak apa-apa aku mengerti kok." Gavin memahami keadaan Kelana saat ini pasti Kelana sangat stres memikirkan pekerjaan dan kehidupan ibunya di kampung.


" Besok aku coba tanyakan pada Dokter apakah kamu sudah bisa di rawat jalan atau belum." Gavin memberikan ide buat Kelana agar Kelana agak sedikit senang.


" Benarkah.." semoga saja bisa, aku sudah bosan dengan suasana Rumah Sakit ini." Kelana langsung memasang wajah senang dengan senyum yang terpancar dari bibirnya yang manis, Gavin hanya bisa melihatnya sambil menyembunyikan senyumnya.


Kelana pun melanjutkan latihan berjalannya dengan menggunakan tongkat, Gavin dengan siaga menjaga Kelana dari sebelah Kelana.


✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.

__ADS_1


__ADS_2