
Jimmy mendatangi ruang staff untuk menanyakan apakah masih ada tiket yang tersisa untuk di berikan kepada Kelana dan Vania.
" Mas Kevin apakah masi ada tiket konser yang tersisa? " tanya Jimmy ke salah satu staff setelah berada di ruangan staff.
" Untuk apa Jim? " tanya Kevin balik sambil melihat ke arah Jimmy.
" Aku butuh 2 tiket untuk temanku." Jimmy tidak mau mengatakan pada Kevin kalau tiket itu untuk Kelana dan Vania karena Kevin belum tau kalau Gavin sudah punya kekasih dan Jimmy sedang mendekati seorang gadis.
" Kalau 2 tiket sepertinya masi ada di dalam laci kerjaku, " sebentar aku cari dulu!" Kevin membuka laci kerjanya dan mengambil 2 tiket yang sengaja dia simpan untuk jaga-jaga kalau tiba-tiba ada yang membutuhkannya. Lalu Kevin menyerahkan tiketnya ke Jimmy.
" Terimakasih banyak Mas Kevin." ucap Jimmy dengan wajah yang sumbringah.
" Sama-sama Jim." jawab Kevin sambil tersenyum.
Jimmy pun keluar dari ruangan Kevin dengan perasaan senang karena Vania bisa menonton performnya dengan jarak dekat, Jimmy berjanji akan menampilkan penampilannya sebagus mungkin agar Vania tertarik dengan kehebatan dance dan vocalnya.
Jimmy menyusuri koridor kantor menuju studio Gavin yang hanya berjarak 1 lantai dari ruangan staff.
Ding! Dong!
Suara bell studio Gavin yang di pencet Jimmy dari luar.
Ceklek..
Suara pintu yang di buka dari dalam.
" Kak Gavin aku dapat 2 tiket untuk Kelana dan Vania." Jimmy dengan suara yang sangat senang menunjukan 2 tiket ke Gavin.
" Kalau begitu setelah latihan nanti kita ajak mereka berdua ketemuan di salah satu caffee untuk membicarakan soal ini." Gavin tanpa fikir panjang langsung memutuskan untuk mengajak Kelana dan Vania untuk ketemu.
" Malam ini juga Kak..?" tanya Jimmy yang terkejut dengan keputusan Gavin.
" Iya kita ajak mereka ketemu malam ini karena kalau menunggu besok kita sudah tidak ada waktu lagi untuk kemana-mana karena kita akan latihan sampai tengah malam." Gavin menjelaskan pada Jimmy alasannya mengajak ketemuan secepatnya.
" Betul juga sih, tapi apakah mereka bisa di ajak keluar malam ini?" Tanya Jimmy sedikit ragu.
" Kalau Kelana pasti bisa soalnya dia pulang kerja jam 10 malam. " Gavin sudah hafal jam kerja Kelana jadi dia tidak ragu lagi kalau mau mengajak Kelana jalan.
" Aku akan menelfon Vania semoga dia bisa di ajak ketemuan malam ini. " Walaupun sedikit ragu Jimmy tetap mau berusaha agar Vania bisa melihat penampilannya.
" Coba lah kamu telfon dan semoga saja Vania bisa. " Gavin memberi semangat ke Jimmy agar keinginannya tercapai.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu aku ke ruang latihan dulu jangan lupa Kak Gavin jangan kelamaan ke ruang latihan." Jimmy mengingatkan Gavin agar tidak telat ke ruang latihan karena selama ini Gavin yang paling sering di tunggu lama untuk latihan.
" Iya iya aku akan secepatnya ke ruang latihan." Jawab Gavin sambil terus menyelesaikan kerjaannya.
Jimmy menutup pintu studio Gavin dan meninggalkan Gavin di ruangannya sendiri, di dalam lift Jimmy terus mencari kata yang bagus saat menelfon Vania untuk mengajaknya keluar malam ini. Jimmy belum bisa mengajak Vania seenak mungkin seperti Gavin dan Kelana karena Jimmy dan Vania belum ada ikatan di antara mereka jadi mereka masi ada rasa canggung.
Sesampainya Jimmy di ruang latihan dia tidak melihat member lain satu pun yang datang, ruang latihan masi terlihat sepi. " Mungkin ini waktu yang tepat untuk menelfon Vania. " gumam Jimmy dalam hati.
📲 Kriiiingg.. Kriiingg.. Kriiingg...
Jimmy menelfon Vania.
📱 "Hallo..?"
Suara Vania yang mengangkat telfon dari Jimmy.
📲 "Hallo...!" Maaf kalau mengganggumu."
Ucap Jimmy dengan sopan.
📱"Tidak apa-apa Jim."
Jawab Vania dengan lembut.
Tanya Jimmy memulai pembicaraan.
📱"Tidak ada..! Memangnya ada apa Jim? "
Tanya Vania dengan penasaran.
📲 "Bisa tidak kalau malam ini kita keluar sebentar? ada yang mau aku omongin." Tanya Jimmy dengan perasaan deg degan takut Vania tidak bisa menerima ajakannya.
📱 " Memangnya tidak bisa di omongin lewat telfon ya?" tanya Vania dengan rasa penasaran.
📲 " Tidak bisa..! Kita harus ketemu karena ada sesuatu yang ingin aku berikan ke kamu." Jawab Jimmy yang semakin membuat Vania penasaran.
📱 " Kalau begitu baiklah, kita ketemu di mana?" tanya Vania yang menerima ajakan Jimmy.
📲 "Nanti aku jemput di rumah jam 19:00, kamu bersiap-siap saja." Kali ini Jimmy akan menjemput Vania di rumah sekalian izin ke orang tua Vania.
📱"Baiklah kalau begitu aku tunggu di rumah." jawab Vania sambil senyum - senyum karena senang di ajak jalan dengan Jimmy.
__ADS_1
📲 " Oke kalau begitu sampai jumpa nanti malam ya." Jimmy berpamitan sambil menutup telfonnya.
Jimmy kali ini benar-benar bahagia karena Vania tidak menolak ajakannya, semoga saja Vania mau datang ke konsernya nanti bersama Kelana.
Berbeda lagi dengan Vania yang masi saja bertanya - tanya ada hal apa yang mau di bahas oleh Jimmy dan sesuatu apa yang mau di berikan oleh Jimmy, Vania terus berfikir dengan perasaan penasaran dan akhirnya Vania memutuskan untuk memilih baju apa yang bagus di kenakan untuk nanti malam.
Semua memberpun berkumpul di ruang latihan dan memulai latihannya dan mengulang beberapa gerakan yang masi acak-acakan, Jamal dengan sabar melatih member lain sampai bisa menghasilkan gerakan yang sempurnah. Setelah semua latihan selesai dengan keringat yg bercucuran akhirnya memberpun memutuskan pulang kerumah untuk istirahat berbeda dengan Gavin dan Jimmy mereka mau selesaikan dulu urusan mereka yang sudah mereka rencanakan.
Jimmy dan Gavin memutuskan mandi di kantor karena di kantor juga di fasilitasi kamar mandi.
Setelah Jimmy bersiap-siap, Jimmy berjalan menuju studio Gavin.
" Ding.. Dong... Suara bell pintu studio Gavin.
Ceklek.. Suara pintu dari dalam yang sedang di buka.
" Bagaimana kak, apa kak Gavin sudah siap?" Tanya Jimmy dengan penuh semangat ingin bertemu Vania.
" Sepertinya kamu semangat sekali Jim. " Ledek Gavin.
" Iya dong kak, kan mau bertemu Vania walaupun masih sedikit deg degan." Jawab Jimmy sambil menunduk.
" Deg degan kenapa." tanya Gavin sambil menyatukan kedua alisnya.
" Aku deg degan takut Vania menolak untuk pergi nonton konser kita kak. " Jawab Jimmy dengan suara agak sedikit lesuh.
" Aku yakin Vania pasti mau datang, percayalah sama kata-kataku. " Gavin mencoba meyakinkan Jimmy agar bersemangat lagi.
singkat cerita merekapun pergi menggunakan mobil Gavin tapi sebelum ke rumah Vania, mereka ke rumah Kelana dulu untuk menjemput Kelana tadi Gavin sudah menelfon Kelana untuk mengajaknya jalan malam ini.
Merekapun sampai di rumah Kelana dan ternyata Kelana sudah menunggu mereka di teras depan dengan penampilan yang sederhana namun cantik.
" Kamu sudah lama menunggu sayang? " tanya Gavin yang menghampiri kekasihnya sambil mengecup pucuk kepala Kelana.
" Tidak juga kok baru beberapa menit yang lalu aku mengunci pintu. "Jawab Kelana sambil merangkul lengan Gavin.
" Kak jangan bikin baper di sini masi ada yang jomblo...!!" Teriak Jimmy dari dalam mobil dengan jendela mobil terbuka.
" Kenapa ada Jimmy di dalam mobil sayang? " tanya Kelana dengan wajah bingung.
" Nanti aku ceritakan di mobil sayang, sebaiknya kita berangkat sekarang saja karena masi ada penumpang satu lagi yang harus di jemput. " Gavin menggenggam tangan Kelana sambil menuntunnya menuju mobil.
__ADS_1
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.