
Hari ini Gavin menyelesaikan semua pekerjaannya lebih awal dan bergegas meninggalkan studio rekamannya untuk menjemput Kelana dia tidak mau kejadian semalam terulang kembali pada Kelana, Gavin khawatir penguntit itu masi meneror Kelana.
"Kakak mau kemana.." tidak biasanya Kak Gavin pulang cepat?" tanya Aland yang kebetulan berpapasan dengan Gavin di koridor kantor mereka.
"Aku mau menjemput Kelana.." jawab Gavin dengan terburu-buru.
"Jemput Kelana..??" ada apa dengan Kelana Kak.. ?" Aland belum menyelesaikan pertanyaan Gavin sudah keburu pergi dan menjawab pertanyaan Aland sambil meninggalkan Aland.
"Nanti aku ceritakan di rumah..!"Gavin pun menghilang dari pandangan Aland.
Gavin mengendarai mobilnya menuju Caffe tempat Kelana bekerja, Gavin harus lebih dulu sampai di Caffe itu sebelum jam kerja Kelana selesai agar Kelana tidak menunggu lama.
Berselang 10 menit Gavin tiba di depan Caffe dan segera menelfon Kelana.
📱Tuut..tuut..tuut..." Suara nada telfon Kelana.
📱Hallo Kelana apakah kamu masi ada di Caffe..?" tanya Gavin untuk memastikan kalau Kelana belum pulang.
📱Iya aku masi ada di Caffe.." ada apa Gavin?" Tanya Kelana
📱Huuuff ternyata aku tidak telat menjemputmu.." Gavin merasa legah ternyata Kelana masi ada di Caffe.
📱Apakah kamu sudah ada di luar untuk menjemputku?" tanya Kelana sambil mencari-cari posisi Gavin dari dalam Caffe.
📱Iya aku baru saja sampai sekarang aku ada di parkiran." Jawab Gavin sambil memperhatikan Kelana yang mencari-cari dari dalam Caffe.
📱Tapi jam kerjaku masi 5 menit lagi baru selesai, sebaiknya kamu masuk saja ke dalam Caffe." Kelana meminta Gavin untuk menunggunya di dalam Caffe.
📱Tidak apa-apa.." aku menunggumu di mobil saja sambil mengerjakan beberapa pekerjaan yang belum sempat aku selesaikan tadi." jawab Gavin.
📱Baiklah kalau begitu sebentar lagi jam kerjaku selesai." Jawab Kelana.
Tidak lama kemudian Kelana pun keluar dari Caffe dengan segelas Ice Coffe Americano di tangannya, Kelana tau kalau Gavin pasti haus saat menunggunya.
Tok..tok..tok.." Kelana mengetuk kaca mobil Gavin dari luar agar Gavin membukakan pintu mobil.
"Terimakasih sudah mau menjemputku, ini untuk kamu. sambil menyodorkan segelas Ice Coffee Americano untuk Gavin.
"Untuk aku..?" Gavin kaget tiba-tiba di sodorkan segelas Ice Coffee Americano oleh Kelana, tau saja Kelana kalau saat ini Gavib lagi kehausan.
"Iya buat kamu itu tanda terimakasihku karena sudah meluangkan waktu untuk menjemputku." Jawab Kelana
"Tidak usah merasa canggung begitu," aku ikhlas untuk menolongmu, bahkan aku ingin setiap ada apa-apa atau kamu butuh bantuan jangan sungkan untuk menghubungiku." Gavin mencoba membuat Kelana agar tidak sungkan lagi pada dirinya, Gavin ingin Kelana merasa nyaman dan aman di dekat Gavin.
__ADS_1
"Sekali lagi terimakasih sudah baik padaku." Kelana tidak bisa lagi ngomong apa-apa setelah mendengarkan perkataan Gavin yang membuat hatinya meleleh, Ternyata selama ini di balik sifat dingin dan kakunya Gavin ada juga sifat peduli dan perhatiannya buat Kelana.
"Kenapa kamu diam..?" tanya Gavin yang membuat Kelana kaget.
"Aaa tidak apa-apa." kelana menjawab sambil memasang wajah nyengir karena malu.
"Apa kamu sudah makan malam?" tanya Gavin.
"Emm belum.." nanti aku makan di rumah saja." jawab Kelana.
"Kalau begitu kita cari restoran untuk makan," kebetulan aku juga belum makan." sambil menyetir Gavin memperhatikan setiap restoran yang di lewati. "Kamu mau makan apa..?" tanya Gavin pada Kelana.
"Terserah kamu saja.." jawab Kelana dengan perasaan campur aduk. "Serius malam ini aku makan malam bersama Gavin?" Kelana mencubit lengannya untuk memastikan kalau sekarang dia tidak lagi bermimpi.
"Kalau begitu kita makan di salah satu restoran favorite aku saja," bagaimana?" tanya Gavin.
"Emm oke..." Kelana menjawab sambil menganggukan kepalanya.
Gavin pun mengendarai mobilnya menuju restoran yang dia maksud. Dan tidak lama kemudian mereka sampai di restoran yang di maksud Gavin.
"Ini restoran favorite kamu..?" tanya Kelana pada Gavin.
"Iya.." di sini makanannya sangat enak dan tempatnya juga sangat nyaman."
"Hei aku juga manusia yang bisa merasakan lapar jadi kalau aku lapar," aku pasti mencari restoran yang enak dan cocok di lidahku."Gavin menjawab dengan nada melucu.
"Aku fikir Bapak Gavin cuma suka berlama-lama di kamar atau di studio musiknya di temani segelas Ice Coffee Americano saja." sambil memasang wajah sedikit ingin ketawa Kelana meledek Gavin.
"Bagaimana nasip cacing-cacingku kalau aku tidak makan makanan bergizi." tidak sengaja tangan Gavin reflek mengacak-ngacak rambut Kelana karena gemas dari tadi di ledeki Kelana.
Tangan Kelana menggenggam tangan Gavin yang masi berada di atas kepalanya," mata mereka saling beradu seolah-olah ingin mengatakan isi hati mereka. jantung mereka semakin berdetak kencang dan memaksa untuk segera menyatakan perasaan mereka. Namun mereka masi menahan ego masing-masing.
"Ah maaf..." Gavin tiba-tiba tersadar dan menarik tangannya dari atas kepala Kelana.
"Tidak apa-apa." dengan wajah memerah Kelana memperbaiki posisi duduknya dan segera turun dari mobil.
Sedangkan Gavin masi berada di dalam mobil Gavin masi berusaha untuk menyembunyikan wajahnya yang merah karena grogi dengan kejadian tadi.Mereka pun masuk ke dalam restoran dan duduk di meja yang sering Gavin tempati jika berkunjung ke restoran ini.
"Eheem kamu mau pesan apa?" Gavin mencoba mencairkan suasana dari ketegangan tadi.
"Aku pesan nasi goreng saja.." jawab Kelana.
"Terus kamu mau minum apa..?" tanya Gavin
__ADS_1
"Aku minum es jeruk saja." jawab Kelana.
"Mas.." kami pesan menu yang sama dan minumnya juga yang sama. Gavin memesan makanan pada pelayan yang dari tadi berdiri di sampingnya menunggu pesanan mereka.
"Baik Tuan". Pelayan itu pun meninggalkan meja Gavin menuju dapur untuk memesankan menu yang di pesana oleh Gavin
"Apa makanan favorite kamu nasi goreng juga..?" tanya Kelana pada Gavin
"Iya aku suka makan nasi goreng walaupun aku tau kalau makanan itu tidak baik untuk tenggorokan karena mengandung minyak yang berlebih tapi kalau sekali-kali sepertinya tidak masalah." jawab Gavin
"Selama ini aku fikir kamu tidak suka makan nasi goreng, kamu sukanya steak, pasta, spagheti makanan-makanan modern gitu."
"Aku sebenarnya paling suka makan makanan yang di pinggir jalan cuma karena posisi aku sekarang yang tidak memungkinkan untuk berada di tempat ramai akhirnya aku semakin sulit untuk menjalani hidup seperti orang-orang pada umumnya." Gavin mulai mau terbuka dengan Kelana.
"Bukannya di sini juga tempatnya ramai dan pasti ada yang mengenalmu.?" tanya Kelana.
"Tapi di sini tidak seramai tempat makan yang di pinggir jalan dan disini juga ada security jadi masi aman buat aku."
"Apa kamu merasa tertekan dengan keadaan kamu yang sekarang..?" tanya Kelana dengan penuh penasaran.
"Sedikit tertekan karena kebebasanku di batasi tapi aku menjalaninya dengan senang karena ini cita-cita aku selama ini," dan aku di pertemukan dengan teman-teman baik yang selalu mau membantuku saat aku kesulitan."
Kelana mendengarkan cerita Gavin dengan serius dan merasa kasihan, ternyata menjadi seorang artis papan atas yang di kenal seluruh dunia tidak seenak yang aku bayangkan selama ini. gerak gerik mereka selalu di sorot oleh media dan netizen,ruang gerak mereka selalu di awasi. " Aku bangga dengan Gavin yang begitu kuat menghadapi media dan netizen yang selalu menjatuhkannya."
Gavin memperhatikan jam yang berada di lengannya waktu sudah menunjukkan pukul 22:30 Gavin mengajak Kelana untuk pulang.
"Ayo kita pulang sebentar lagi jam 11 besok kamu masuk kerja kan?" tanya Gavin
"Iya besok aku kerja." Kelana mengiyakan pertanyaan Gavin.
Gavin mengantarkan Kelana untuk pulang kerumah. di tengah perjalan pulang Kelana dan Gavin ngobrol santai tidak ada lagi kecanggungan di antara mereka sehingga tidak terasa mereka sampai di depan rumah Kelana. Gavin turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Kelana.
"Terimakasih.." Kelana berterimakasih pada Gavin karena sudah mau menjemputnya dan mengantarkannya sampai depan rumah.
"Sama-sama..." sebaiknya kamu masuk dan beristirahat lah." pinta Gavin
"Baiklah..." Terimakasih sekali lagi."
Kelana pun masuk ke dalam rumah dan Gavin pun pergi meninggalkan rumah Kelana dengan tenang.
Di perjalanan Gavin masi membayangkan kejadian tadi bersama Kelana, masi terlihat jelas di matanya tatapan mata Kelana yang sangat indah, wajah Kelana yang begitu cantik bak bidadari. hati Gavin semakin berbunga-bunga dan semakin menggebu-gebu untuk menjadikan Kelana kekasihnya. Gavin tidak mau sampai Kelana jatuh cinta pada lelaki lain..
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
__ADS_1
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.