
"Kak Aland apakah kakak mau ikut bersepeda denganku?" tanya Jimmy.
"Tidak Jimmy, "Aku mau melukis hari ini." jawab Aland sambil berjalan menuju teras belakang.
"Baiklah kalau begitu aku pergi sendiri saja." Jimmy berjalan menuju gudang tempat penyimpinan sepeda lalu mengendarainya.
"Kamu mau kemana Gavin?" Tanya Kelana.
"Aku mau pergi memancing di tepi danau siapa tau saja banyak ikan di sana."
"Boleh tidak aku ikut?"
"Serius kamu mau ikut?"
"Iya aku serius mau ikut."
"Kalau begitu ayo kita pergi, jangan lupa bawa cemilan biar kita tidak kelaparan di sana."
Kelana dan Gavin pergi ke tepi danau untuk memancing, Gavin pun mengajarkan Kelana cara memancing ikan yang benar.
Mereka berdua menikmati sejuknya tepi danau yg di kelilingi pepohonan yg rindang sambil memancing. Berbeda dengan Jimmy yang lebih memilih bersepeda mengelilingi perkampungan yang berada di sekitar danau.
"Ciiiiitt." Jimmy tiba-tiba mengerem sepedanya.
"Apakah nona baik-baik saja?" tanya Jimmy.
__ADS_1
"Iya aku baik-baik saja cuma kaki ku sedikit terkilir." Jawab gadis yang di temui Jimmy di pinggir jalan desa.
"Maaf bisa aku liat kaki kamu?"
Jimmy menawarkan diri untuk menolong gadis itu.
"Boleh." Sambil menyodorkan kakinya yang terkilir.
Jimmy pun memeriksa pergelangan kaki gadis itu dengan hati-hati. "Sepertinya kaki kamu harus segera di urut, kamu tahan ya ini agak sedikit sakit."
"Aaa sakit.." gadis itu meringis kesakitan saat Jimmy mengurut pergelangan kaki gadis itu.
"Coba kamu gerakkan pelan-pelan pergelangan kaki kamu."
"Kebetulan nenekku di kampung tukang urut dan aku belajar sedikit dari beliau."
"Pantesan cucunya jago ngurut, oh ya kenalkan namaku Vania." Sambil mengulurkan tangan.
"Namaku Jimmy." Jimmy menyambut uluran tangan Vania. "Ngomong-ngomong kamu penduduk desa sini?"
"Bukan!" aku hanya datang berlibur di desa ini dengan keluargaku."
"Oh kebetulan sekali aku juga lagi berlibur di desa ini bersama teman-temanku."
"Hah! serius kok bisa samaan gini." Mata Vania membola karena terkejut.
__ADS_1
"Trus kamu menginap di mana?" tanya Jimmy.
"Kebetulan ayahku punya Vila tidak jauh dari sini. "kalau kamu menginap di Vila mana?"
"Wah keren sekali jadi bisa ke sini setiap liburan. "Kalau aku menginap di Vila Pelangi tidak jauh dari sini."
"Trus bagaimana bisa kamu jalan sampai di sini sedirian bahkan sampai terkilir?"
"Tadi aku cuma mau jalan-jalan di sekitar Vila saja karena keasikan foto-foto sawah dan burung taunya aku sudah jalan jauh dari Vila tiba-tiba kakiku terkilir."
"Kalau begitu biar aku antar kamu pulang ke Vilamu karena kaki kamu belum bisa di pakai jalan jauh."
"Tidak usah! biar aku pulang ke Vila sendiri saja, aku tidak mau merepotkanmu."
"Aku tidak merasa di repotkan sama sekali justru aku khawatir kalau kamu memaksakan kakimu berjalan nanti makin parah sakitnya."
"Iya juga sih, karena kamu memaksa ya aku mau di antar pulang ke Vila." Sambil tersenyum Vania menerima tawaran Jimmy.
Jimmy pun mengantar Vania ke Vilanya dengan menggunakan sepeda yang di kendarainya dari Vilanya.
Sejak pertemuan itu Jimmy dan Vania semakin akrab dan menjadi teman selama mereka liburan, mereka sering bersepeda bersama mengelilingi desa.
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
__ADS_1