
Waktu telah menunjukan pukul 17:15 Gavin buru-buru menyelesaikan pekerjaannya di studionya dia tidak mau kalau sampai Kelana lama menunggunya. Begitu pun dengan Kelana sesampainya di kos-kosan Kelana buru-buru mandi lalu meilih-milih baju yang mana yang bagus untuk dia kenakan Kelana ingin tampil cantik di depan Gavin malam ini karena malam ini adalah malam special buat mereka berdua.
Setelah semua pekerjaan Gavin beres, Gavin mengunci studionya lalu menuju basement tempat dia memarkirkan mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah, tidak terasa Gavin tiba di rumah dan bergegas masuk kerumah dengan terburu-buru sampai tidak memperhatikan kalau di ruang TV ada Chal dan Edgar sedang main game di TV.
" Kak Gavin kenapa terburu-buru begitu?" tanya Chal pada Edgar dengan padangan mengikuti langkah Gavin yang masuk ke kamarnya.
" Ntah lah mungkin Kak Gavin kebelet pipis kali." jawab Edgar tanpa mengalihkan pandangannya dari laya TV.
Dengan penasaran Chal menghampiri kamar Gavin lalu mengetuk pintu kamar Gavin.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara ceklekan kunci pintu dari dalam kamar, dan di iringi munculnya kepala Gavin dari balik pintu.
" Ada apa Chal?" tanya Gavin pada chal
" Kak Gavin kenapa terburu-buru, apa kak Gavin baik-baik saja? " tanya Chal sedikit khawatir dengan Gavin.
" Oh aku buru-buru mau mandi soalnya aku ada janji mau makan malam dengan Kelana." jawab Gavin dengan sedikit malu.
" Wah.. Kak Gavin mau kencan sama Kak Kelana?" celetuk Edgar sambil menghampiri Chal yang sedang bertanya pada Gavin.
" He..he.. Iya ini untuk pertama kalinya kami mau makan malam bersama dengan dengan formal." jawab Gavin sambil nyengir malu.
" Formal berarti Kak Gavin menyediakan tempat khusus ya?" tanya Edgar dengan sedikit penasaran.
" Iya tadi aku minta staff kantor untuk membokingkan satu restoran yang bagus." jawab Gavin.
" Ternyata Kak Gavin bisa romantis juga ya, selama ini aku mengira kak Gavin itu cuek dan sangat cool pada orang." Chal menggoda Gavin sambil tertawa.
" Sudah..sudah aku mau mandi dan bersiap-siap menjemput Kelana." Gavin mengusir adik-adiknya yang dari tadi bertanya terus kepadanya, lalu mengunci pintu kamarnya kembali.
" Aku tidak menyangka kalau Kak Gavin seromantis itu pada Kelana." Chal kagum pada sikap Gavin yang selama ini dia tidak tau.
Edgar hanya tertawa mendengar ucapan Chal sambil melanjutkan bermain game yang tadi sempat terhenti.
Singkat cerita.
Jam sudah menunjukkan pukul 18:21 Gavin keluar dari kamar dengan pakaian sedikit casual tapi kelihatan formal dengan wangi parfum maskulin yang membuat Gavin semakin tampan dan ****.
" Bagaimana penampilanku?" tanya Gavin pada Chal dan Edgar.
__ADS_1
" Wah Kak Gavin ganteng banget dan wangi Kelana nggak salah milih kak Gavin jadi pacarnya." jawab Chal yang terpesona melihat kegantengan kakaknya.
" Baiklah, aku berangkat sekarang pasti Kelana sudah menungguku." ijin Gavin sambil berjalan menuju pintu.
" Sukses ya kak kencannya malam ini." Chal dan Edgar memberikan semangat buat Gavin.
Gavin mengemudikan mobilnya menyusuri jalan yang sangat macet untuk menuju rumah Kelana hanya memakan waktu 15 menit Gavin pun sampai di rumah Kelana.
Tok! Tok! Tok!
Gavin mengetuk pintu rumah Kelana.
Ceklek..!
Seketika Gavin terpesona melihat kecantikan Kelana yang sedang berdiri di depannya, sehingga Gavin tidak bisa berkata apa-apa
" Kelana sangat cantik malam ini dengan dress sedikit di bawah lutut, meckup yang sederhana dan rambut yang di urai semakin kelihatan kesexiannya." Gavin membatin dengan pandangan yang tidak lepas dari Kelana.
" Apa mau berdiri di sini terus?" sapa Kelana sehingga membuat Gavin tersadar dari lamunannya.
" Ah.. Ya.. Maaf aku sedikit kaget melihat kamu secantik ini." Gavin gelagapan mendengar suara Kelana. " Ayo kita berangkat sekarang takutnya nanti kemalaman." ajak Gavin sambil membukakan pintu mobil untuk Kelana.
Merekapun menuju restoran yang telah di booking Gavin, di tengah perjalanan mereka hanya terdiam sehingga mereka sampai di tujuan, setelah mereka sampai Gavin membukakan pintu mobil untuk Kelana dan menggandeng tangan Kelana masuk ke dalam restoran.
Sesampainya mereka di sebuah tempat yang sudah di persiapkan oleh Gavin, Kelana pun terkejut sambil menutup mulutnya.
" Ini kamu yang persiapkan semuanya sayang?" tanya Kelana yang masi belum percaya dengan apa yang dia liat.
" Iya aku yang persiapkan semua di bantu beberapa staff kantor." jawab Gavin. " Apa kamu suka?" tanya Gavin.
" Sangat suka, ini cantik sekali sayang." Kelana sangat bahagia sambil merangkul lengan Gavin.
Gavin membooking Rooftop sebuah restoran lalu mendekornya dengan nuansa sedikit remang-remang yang di hiasi cahaya lilin dan sebuah baket bunga yang telah dia persiapkan di atas meja.
" Ternyata kamu bisa romantis juga ya." ucap Kelana sambil mengarahkan pandangannya ke Gavin.
" Bisa dong, untuk orang yang aku cintai apapun aku lakukan yang penting dia senang." jawab Gavin sambil menoel hidung Kelana.
" Terimakasih sayang." jawab Kelana.
" Sama-sama sayang." jawab Gavin. " Ayo kita makan aku sudah lapar." bisik Gavin.
__ADS_1
Mereka menikmati makan malam dengan di temani ribuan bintang dan bulan yang semakin menambah suasana romantis. Setelah mereka selesai makan Gavin mengajak Kelana untuk melihat bintang, di saat Kelana sedang asik melihat bintang Gavin merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sesuatu.
" Kelana aku punya sesuatu buat kamu." sambil mengeluarkan kotak kecil dari saku jasnya, dan memakaikannya ke leher Kelana.
" Ini apa Vin!?" tanya Kelana dengan wajah terkejut karena Gavin tiba-tiba memasangkan kalung ke leher Kelana.
" Ini sebagai tanda kalau kamu itu milik Gavin tidak ada yang boleh coba-coba mendekati bahkan melirikmu." Jawab Gavin dengan sedikit serius.
" Kalau cuma temen saja, boleh tidak? " tanya Kelana sambil menatap mata Gavin.
" Nggak boleh..! Jawab Gavin dengan sedikit ketus.
" Kalau berteman dengan anak tetangga boleh nggak? " Kelana terus menggoda Gavin sambil tertawa.
" Pokoknya sekali tidak boleh semuanya tidak boleh..!" Gavin semakin menekankan kata-katanya.
" Iya iya tuan posesif." Kelana tersenyum melihat wajah Gavin, Kelana suka dengan sifat posesif Gavin.
" Aku posesif karena aku tidak mau kehilangan kamu sayang, aku benar-benar mencintai kamu." sambil memegang kedua pipi Kelana Gavin menegaskan alasan dia posesif pada Kelana.
Mereka saling beradu pandang, wajah mereka semakin mendekat dan akhirnya bibir mereka saling berpagutan, mereka di saksikan oleh bulan dan bintang adegan kemesraan mereka. mereka sangat menikmati malam ini, namun Kelana tersadar kalau bibir Gavin sudah mampir di bibirnya. Dan langsung melepaskan bibirnya dari bibir Gavin.
" Kenapa sayang? " tanya Gavin dengan ekspresi kaget, Gavin mengira ada orang yang melihatnya.
" Nggak enak kalau tiba-tiba ada yang datang terus melihat kita kaya tadi." Jawab Kelana sambil tertuduk malu.
" Maaf sayang aku khilaf." sambil mengecup pucuk kepala Kelana.
Kelana hanya tersenyum melihat sikap romantisnya Gavin.
Gavin melirik jam yang ada di pergelangan tangannya waktu telah menunjukkan pukul 22:30.
" Kita pulang sekarang saja, aku tidak mau kamu kurang istirahat soalnya besok kamu harus maauk kerja." Ajak Gavin pada Kelana.
" Baiklah kita pulang saja, kamu juga beberapa hari ini sangat sibuk kamu harus istirahat juga." jawab Kelana sambil menggandeng Gavin untuk turun kebawa menuju ke mobil.
Akhirnya acara makan malam mereka malam ini selesai dengan sempurna, mereka sangat menikmati malam ini walaupun suasana seperti ini sangat jarang mereka adakan karena kesibukan mereka sangat padat.
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
__ADS_1