Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 79 HARI PERTAMA KERJA


__ADS_3

Setibanya Gavin dan Kelana di kantor agency, Gavin memasuki parkiran khusus untuk artis dan staff yang tidak boleh di masuki sembarang orang di parkiran ini juga mempunya pintu masuk khusus. Setelah memarkirkan mobilnya Gavin mengajak Kelana turun dari mobil lalu menuju pintu masuk ke dalam kantor, semua staff di kantor menatap Kelana dengan mata yang penuh tanda tanya karena yang boleh masuk ke dalam kantor ini hanya artis dan staff saja kalaupun ada orang luar berarti mereka ada janji dengan artis atau Bang PD.


" Vin... semua staff menatap ke arahku aku merasa risih." bisik Kelana pada Gavin setelah masuk kedalam lift.


" Iya karena tidak sembarangan orang yang masuk ke kantor ini kalau bukan orang-orang yang memang sudah ada janji dengan artis atau bang PD." Gavin menjawab pertanyaan Kelana dengan berjalan santai sambil berbisik ia tidak mau memperlihatkan pada staff kalau di antara Gavin dan Kelana ada hubungan special.


" Benarkah begitu Vin?" Tanya Kelana.


" Iya.., lagipula mereka belum tau kalau kamu mulai hari ini jadi asistenku makanya mereka masi merasa aneh kamu ada di sini." jawab Gavin.


Kelana menjawab dengan mengangguk-anggukkan kepala sambil membulatkan bibirnya berbentuk O.


Sesampainya Gavin dan Kelana di lantai 11 Gavin menuju Studio tempat ia menghabiskan waktunya setiap hari bahkan ia sering menginap di studio kalau lagi banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, sebelum masuk tidak lupa Gavin memencet pasword pintu studionya.


" Pintu studio kamu pakai pasword Vin?" tanya Kelana yang merasa heran.


" Iya.. Aku tidak mau sembarang orang yang masuk ke studioku dan mengacak-ngacak barang-barang yang berada di dalamnya." Jawab Gavin sambil memencet pasword pintu studionya


Pintu studio Gavinpun terbuka dan mengajak Kelana masuk. " Ayo masuk."


Kelana masuk ke studio Gavin dengan terpukau melihat isinya yang penuh dengan barang elektronik canggih dan mahal belum lagi ada layar komputer yang sangat besar terpampang di dinding, studio Gavin sangat tertata rapih dan bersih.


" Sampai kapan kamu berdiri di situ terus sayang?" sapaan Gavin membuat Kelana terkejut.


" eh i_iya... Kelana sampai tergagap karena terkejut.


" Kenapa dari tadi kamu diam saja sayang?" Gavin memperhatikan Kelana yang sejak tadi hanya diam.


" Yang menata ini semua siapa Vin?" tanya Kelana sambil melihat-lihat sekeliling isi studio Gavin.


" Aku sendiri sayang?" Tanya Gavin yang sedang duduk di sofa.


" Kamu orangnya suka yang rapih dan bersih ya." Kelana kagum dengan kebersihan dan Kerapian Gavin.


" Iya aku tidak suka dengan yang berantakan dan kecerobohan, jadi semua dalam hal apapun harus di priper jauh-jauh hari aku juga tidak suka dengan hal yang terburu-buru sayang, ini salah satu hal yang wajib kamu tau." jawab Gavin.


Gavin berdiri menuju rak buku yang terdapat di sudut studionya lalu mengambil satu agenda yang masi baru dan memberikannya pada Kelana.


" Ini agenda kamu pakai untuk mencatat semua jadwalku setiap hari jangan lupa beri tgl dan hari apa saja jadwalnya agar tepat waktu." Gavin sudah mulai mengajarkan Kelana tugasnya sebagai asisten pribadinya.


" Selain mencatat semua jadwal kegiatan kamu apakah aku harus ikut kemana saja kamu pergi?" Tanya Kelana yang mulai fokus.

__ADS_1


" Iya kemanapun aku pergi kamu wajib ikut bahkan saat tour konser dunia nanti kamu harus ikut." jawab Gavin.


" Apa...!! Tour konser dunia?! Ma_maksud kamu aku ikut keliling negara?" Kelana membolakan matanya karena terkejut dengan perkataan Gavin.


" Iya keliling negara bersama astronot, Kamu tidak mau?" Tanya Gavin.


" Ma_mau... Jawab Kelana dengan gagap.


Kapan lagi aku bisa injak luar negri ini kesempatan yang tidak boleh di sia-siakan, lagipula ada Gavin yang bisa melindungiku jadi aku tidak perlu khawatir." Kelana membathin.


" Oh ya satu lagi sayang kamu juga yang mengatur outfit apa yang aku kenakan saat ingin bertemu orang yang sudah buat janji dan saat mau menghadiri acara." Ide gilanya Gavin muncul.


" Memangnya itu juga termasuk tugas asisten ya Vin?" Mata Kelana terbelalak saat mendengar tugas yang baru saja di sampaikan Gavin.


" Iya itu juga termasuk tugas asisten sayang, atau kamu mau staff wanita yang tiap hari melihat tubuhku?" tanya Gavin sambil menakut-nakuti Kelana.


" Ti_tidak mau sih tapi masa iya aku yang memilihkan kamu outfit?" jangan-jangan ini akal-akalan kamu saja ya!?" Kelana curiga dengan tugas yang di beri Gavin.


" Buat apa aku kerjain kamu sayang ini memang salah satu tugas kamu sebagai asisten, kalau tidak mau aku pakai staff wanita yang ada di kantor ini saja." Gavin tau kalau Kelana tidak suka kalau Gavin dekat-dekat dengan wanita lain makanya Gavin memanfaatkan kelemahan Kelana.


" Iya iya aku mau..." Jawab Kelana dengan cepat.


" Nah begitu dong sayang." Gavin terkekeh melihat wajah Kelana yang panika.


" Iya iya sayang kamu tenang saja aku akan liat-liat situasi kok." Gavin memamerkan gummy smilenya pada Kelana.


" Terus kapan aku bisa mulai catat jadwal kegiatan kamu Vin?" tanya Kelana.


" Nanti aku email semua jadwal-jadwal terus kamu catat di agenda itu." Jawab Gavin.


" Oke..." Kelana menaikkan satu jempolnya pada Gavin.


" Ayo kita keliling kantor ini agar kamu tau ruang-ruang apa saja yang berada di kantor ini. Gavin mengajak Kelana jalan-jalan keliling kantor agency.


" Ayo..." tanpa berfikir panjang Kelana menerima ajakan Gavin karena sedari tadi Kelana penasaran dengan isi gedung yang sangat besar dan sangat tinggi ini.


Gavin dan Kelana mengelilingi gedung besar ini, setiap sudut gedung Gavin tunjukan pada Kelana bahkan mereka berkali-kali masuk lift untuk menuju tiap lantai yang Gavin ingin tunjukkan pada Kelana. Dan akhirnya tiba di lantai di mana ruangan Chal, Edgar, Jimmy dan Brian berada. Ruangan mereka ber 4 berada di lantai 12 mereka sengaja memilih ruangan kerja mereka berada di lantai yang sama agar mereka tidak mesti lagi naik turun lift kalau butuh sesuatu di antara mereka.


Tok tok tok...


Gavin mengetuk pintu ruang kerja Jimmy.

__ADS_1


Ceklek...


Terdengar seseorang membuka pintu dari dalam.


" Kak Gavin ada apa keruanganku..? Kak Kelana...!" Jimmy terkejut melihat Kelana yang tiba-tiba nongol dari balik punggung Gavin.


" Ayo masuk masuk..." Jimmy mengajak Gavin dan Kelana masuk ke ruang kerjanya


" Kak Kelana kenapa bisa ada di gedung ini?" Tanya Jimmy yang penasaran dengan keberadaan Kelana di kantornya.


" Mulai hari ini Kelana jadi asisten pribadiku Jim." Jawab Gavin sambil merangkul Kelana masuk ke dekapannya.


" Serius kak...!? Tanya Jimmy untuk lebih meyakinkan.


" Serius Jim, kalau tidak serius mana mungkin Kelana bisa mengelilingi gedung ini dengan bebas." jawab Gavin dengan wajah bahagia karena bisa bekerja dengan Kelana.


" Bagaimana dengan Bang PD apa beliau sudah tahu soal Kelana?" Jimmy ingin nemastikan kalau keberadaan Kelana sudah di ketahui oleh bang PD.


" Tadi kami sudah keruangan Bang PD bertemu dengan beliau dan membicarakan soal Kelana." jawab Gavin.


" Terus Bang PD menerima Kelana jadi asisten kak Gavin?" Jimmy masi saja penasaran.


" Bang PD tidak permasalahkan soal itu karena soal Kelana tidak ada hubungannya dengan prusahaan, cuma Kelana bebas berada di kantor ini karena harus mengetahui semua jadwal dan kegiatanku." Gavin menjadikan Kelana asisten memang bukan kemauan prusahaan tapi kemauan Gavin jadi Kelana hanya mengurus kerjaan soal Gavin bukan yang lain.


" Syukurlah jadi Kak Gavin bisa aman dari Leodra." Jimmy mengusap dadanya karena lega akhirnya ada yang mengawasi Gavin dari Leodra.


" Kalau begitu aku dan Kelana mau ke ruangan member yang lain dulu." Gavin mau mengajak Kelana menemui member yang lain.


" Sepertinya member yang lain berada di ruang latihan kak." Jimmy memberitahu Gavin keberadaan member yang lain.


" Apakah hari ini ada jadwal latihan ya Jim?" Gavin belum mengecek jadwal kegiatannya hari ini.


" Ada kak.., bukannya beberapa hari yang lalu Kak Jamal sudah kasih jadwal kak.." Jimmy mengingatkan Gavin.


" Aku belum cek jadwal kegiatanku hari ini." Gavin mengeluarkan ponselnya dari saku celananya lalu mengecek.


" Memang tidak salah kalau kak Gavin harus punya asisten pribadi." ucap Jimmy.


" Kalau begitu ayo kita ke ruang latihan." ajak Gavin.


Merekapun berjalan menuju ruang latihan untuk menemui member lain dan sekalian mengikuti jadwal latihan.

__ADS_1


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2