
Gavin mengechat Kelana untuk mengetahui keberadaan Kelana apakah hari ini Kelana masuk kerja atau sedang libur.
Treeet...treeet....
Kelana meraih ponselnya yang sedang bersuara lalu segera mengeceknya.
" Sayang apakah hari ini kamu di tempat kerja?" Chat Gavin pada Kelana.
" Hari ini aku libur dan lagi di rumah, Ada apa sayang?" Balas Kelana di chat.
" Kamu jangan kemana-mana sebentar aku kerumahmu." pintah Gavin.
" Tapi ada apa sayang, kamu buatku khawatir saja." Kelana takut ada hal buruk yang terjadi.
" Tidak ada apa-apa sayang cuma ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan kepadamu." Gavin menenangkan Kelana agar tidak khawatir.
" Baiklah kalau begitu aku menunggumu di rumah." Kelana sedikit legah setelah di tenangkan oleh Gavin walaupun ia belum tau hal apa yang ingin di sampaikan Gavin.
" Oke setelah aku selesaikan pekerjaanku aku segera ke rumahmu." Gavin mengakhiri chatnya bersama Kelana.
Gavin segera membereskan semua pekerjaannya, lalu bergegas ke rumah Kelana, Gavin tidak mau menunggu lama Gavin tidak mau Leodra semakin terus mendekatinya.
Setelah semua pekerjaan Gavin beres Gavinpun buru-buru menuju mobilnya yang ada di parkiran agency, ia tidak mau sampai Leodra menemuinya di kantor agenci, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit akhirnya Gavin sampai di rumah Kelana.
Tok! Tok! Tok!...
Gavin mengetuk pintu rumah Kelana.
Ceklek...
Terdengar suara handel pintu dari dalam. Dan tampak lah sosok seorang gadis cantik yang masih segar dan wangi habis mandi dari balik pintu.
" Gavin...! Ayo masuk," Ajak Kelana.
" Kamu cantik dan wangi sekali sayang." Puji Gavin sambil menghirup wangi tubuh Kelana.
__ADS_1
" Aku baru habis mandi setelah masak sayang." Jawab Kelana sambil mengajak Gavin duduk di sofa yang berada di ruang tamu.
" Wah sepertinya sudah bisa jadi nyonya Gavin nih." Gavin menggoda Kelana sambil mengedipkan mata.
" Ih kok malah ngegombal sih, Katanya tadi ada hal yang mau kamu bicarakan. Hal apa?" Kelana tidak bisa menahan rasa penasaran soal hal yang mau di ceritakan Gavin.
" Oh iya aku hampir lupa gara-gara terpesona dengan kecantikanmu sayang." Gavin cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Ayo ceritakan sekarang." Kelana tidak sabar ingin mendengarkan cerita Gavin.
" Begini sayang.. Tadi pagi Leodra datang lagi kerumahku dengan alasan mengantarkan sarapan sekalian ia mau sarapan bersama dengan aku." Gavin memulai ceritanya, dan membuat wajah Kelana tiba-tiba berubah.
" Terus kamu terima dan sarapan bersama?" tanya Kelana dengan nada ketus.
" Nggaklah sayang justrus aku tidak suka dengan kedatangannya karena gara-gara kedatangannya aku jadi telat ke kantor." Gavin menjelaskan yang sesuai apa yang terjadi.
" Terus...?" Kelana masi penasaran dengan cerita selanjutnya.
" Setelah aku tolak makanan dan ajakannya untuk sarapan bersama ia merasa sedih sampai menangis dan mengungkapkan isi hatinya." Gavin agak terbata-bata saat memberitahukan Kelana soal Leodra menyukainya.
" Apa...!!" Dia mengungkapkan isi hatinya kepadamu?!." Kelana sangat terkejut setelah mengetahui kalau Leodra mengungkapkan isi hatinya pada Gavin. Ternyata Leodra sangat aggresif.
" Aku fikir kamu menerimanya." Kelana memasang wajah meledek.
" Terus kamu mau aku kemanakan? Lagian jauh sebelum mengenalmu, aku memang tidak pernah suka atau tertarik dengan Leodra. Kata Edgar sejak sebelum kami debut Leodra sudah mengincarku namun aku tidak pernah meresponnya. Gavin menjelaskan semuanya pada Kelana agar Kelana tidak salah faham.
" Benarkah begitu?! Ternyata Leodra wanita yang sangat berambisi dan tidak mudah menyerah." Kelana mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Karena itu aku kesini ingin memintamu menjadi asisten pribadiku jadi kamu akan terus berada di sampingku dan mengatur semua jadwal kegiatanku bahkan kemanapun aku pergi kamu akan ikut." Gavin berharap Kelana menerima tawarannya.
" Hah...!" jadi asisten pribadi kamu." mata Kelana membola karena terkejut dengan tawaran Gavin.
" Ini ide dari Chal katanya biar Leodra tidak semakin gencar mendekatiku dan juga biar kamu bisa terus mengawasiku dari Leodra." semoga ide Chal masuk di akal Kelana.
" Tapi bagaimana dengan kerjaanku yang sekarang secara aku harus membiayai hidup ibu dan adikku di kampung." Kelana memikirkan nasib ibu dan adiknya kalau berhenti dari kerjaannya yang sekarang.
__ADS_1
" Kamu berhenti dari pekerjaanmu yang sekarang dan bekerja padaku saja, aku akan menggajimu agar kamu bisa terus membiayai ibu dan adikmu." pintah Gavin.
" Kamu mau menggajiku?" Tanya Kelana sambil menyatukan alisnya.
" Iya aku akan menggajimu 10jt perbulan atau kamu sebutkan saja berapa nominalnya yang kamu minta akan aku ikuti yang penting kamu selalu ada di sampingku agar Leodra tidak mendekatiku." Pintah Gavin dengan wajah memelas.
" Se_sepuluh juta?" Ucapan Kelana terbata-bata, ia kaget dengan nominal gaji yang akan di berikan Gavin padanya.
" Iya... Apakah itu kurang?" aku bisa menambahkannya sebutkan saja." Demi menghindari Leodra Gavin tidak memikirkan lagi uang yang harus ia keluarkan walaupun uangnya nanti akan ke Kelana juga.
" I_itu nominal yang sangat besar Vin gajiku di caffee saja tidak sebanyak itu." Kelana masih shok dengan gaji yang di tawarkan Gavin.
" Kalau begitu jadilah asisten pribadiku please.." Gavin memohon pada Kelana sambil menyatukan kedua telapak tangannya.
" Tapi Vin apa kata staff dan CEO kantor kamu nanti, kalau tiba-tiba kamu ambil asisten pribadi?" Kelana memang orangnya santai tapi kalau soal kerjaan ia agak kritis dan memikirkan kedepannya.
" Kalau soal PD Nim nanti aku yang akan mengatasinya, kalau staff lain ada member yang siap menghadapinya." Gavin terus meyakinkan Kelana agar luluh hatinya mau jadi asisten pribadinya.
" Tapi aku tidak ada pengalaman jadi asisten pribadi Vin." ucap Kelana.
" Nanti aku ajarkan satu per satu apa-apa saja tugas asisten pribadi." Gavin terus memberikan kemudahan pada Kelana agar Kelana mau menerima pekerjaan yang ia tawarkan.
" Boleh kasih aku waktu untuk berfikir, biar aku tidak salah mengambil keputusan." Banyak hal yang harus di pertimbangkan Kelana dalam keputusan ini.
" Boleh asalkan jangan terlalu lama memberi jawabannya soalnya Leodra sepertinya tidak akan tinggal diam." Gavin memberikan waktu berfikir untuk Kelana.
" Iya aku akan secepatnya memberikan jawabannya." Kelana meyakinkan Gavin agar mau bersabar.
" Baiklah kalau begitu aku akan tunggu." Gavin dengan pasrah menuruti permintaan Kelana.
" Oh ya tadi aku habis masak, bagaimana kalau kamu sekalian makan siang di sini saja." Kelana mengajak Gavin makan siang bersama.
" Boleh juga kebetulan aku memang belum makan siang." Gavin memasang wajah cengengesan.
Kelana mengajak Gavin ke meja makan lalu menyiapkan nasi di piring Gavin. Kelana dan Gavinpun makan bersama siang ini .
__ADS_1
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.