Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
TUGAS RUTIN TAMBAHAN


__ADS_3

Sejak kejadian malam itu Gavin setiap hari menjemput Kelana bahkan Gavin berusaha agar dia yang lebih dulu datang sebelum jam kerja Kelana selesai agar Kelana tidak menunggunya lama.


Gavin memperhatikan Kelana yang masi sibuk bekerja dari parkiran, semakin hari Gavin semakin terpesona akan kecantikan Kelana matanya yang indah, bibirnya yang tipis dan hidung yang mancung membuat Gavin sangat ingin memilikinya.


Kelana wanita pekerja keras, sederhana dan supel dan itu yang membuat Gavin jatuh hati pada Kelana.


Jam kerja Kelana pun selesai sudah waktunya untuk pulang, Gavin sudah sedari tadi menunggunya di parkiran.


Tok..tok..tok..." Kelana mengetuk kaca mobil Gavin.


"Apakah sudah waktunya pulang...?" tanya Gavin.


"Iya jam kerjaku sudah selesai." jawab Kelana, sambil menyodorkan segelas Ice Coffee Americano.


"Kamu memberiku Ice Coffee Americano lagi..?" tanya Gavin. "jangan bilang ini sebagai tanda terimakasih lagi."


"Hehehe bagaimana kamu tau..?" dengan memasang wajah nyengir Kelana menjawab pertanyaan Gavin.


"Bukankah kemarin kamu menjawabnya begitu.."dengan senyum Gavin menjawab pertanyaan Kelana.


Gavin sangat senang melihat senyum Kelana sambil memperlihatkan gigi ginsulnya yang membuat kelana terlihat sangat manis.


"Apakah kamu sudah makan..?" tanya Gavin


"Tadi aku sudah makan waktu di caffe." jawab Kelana.


"Yaaah tapi aku belum makan." Gavin pura-pura memasang wajah sedih agar Kelana tersentuh dan mau menemaninya makan.


"Kamu belum makan..?" Kelana melirik jam yang berada di lengannya. "Ini sudah pukul 20:25 tapi kamu belum makan malam..?" kamu ingin makan apa biar aku yang mentraktirmu.." kali ini Kelana yang akan mentraktir Gavin karena selama ini Gavin sudah sangat banyak berkorban untuknya.


"Apakah hari ini kerja kamu bagus sehingga kamu dapat bonus dari atasanmu..?" Gavin menjaili Kelana.


"Tidak tidak..." atasanku tidak sebaik yang kamu fikirkan," atasanku sangat pelit dan cerewet," aku ingin mentraktirmu karena selama ini kamu sangat baik padaku." kamu selalu mau berkorban untukku." Tapi please jangan pilih restoran yang mahal." sambil menyatukan kedua telapak tangan Kelana sebagai tanda memohon.


"Hahaha sejak kapan ada orang yang mau mentraktir tapi malah meminta jangan pilih restoran yang mahal." Gavin tertawa melihat tingkah Kelana.


"Karena aku tau kamu pasti tidak pernah makan-makanan warung yang murah makanya aku memberikanmu peringatan duluan." Kelana mengatupkan kedua bibirnya sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Kalau begitu kamu yang memilih restorannya aku ingin tau selera makan kamu seperti apa." Gavin meminta kelana yang memilih restoran.


"Apa kamu yakin dengan pilihanku?" Kelana bertanya pada Gavin untuk lebih meyakinkan dengan pilihan Kelana.


"Ya aku yakin," aku ingin tau jenis makanan seperti apa yang menurut kamu enak di lidah kamu." jawab Gavin.


"Baiklah kalau begitu tapi ini bukan restoran besar dengan pelayan yang cantik-cantik, tempat ini melainkan sebuah warung sederhana namun makanannya tidak kalah enak dari restoran mewah. Kelana mempromosikan salah satu warung langganannya.


"Oke aku semakin penasaran," ayo kita ke warung itu." Gavin menancapkan mobilnya menuju warung yang di maksud Kelana.


Tidak beberapa lama mereka pun sampai di warung yang di maksud Kelana dan betapa terkejutnya Gavin setelah melihat warung yang di maksud Kelana, warung itu sangat kecil, tapi bersih tidak ada satupun pelanggan yang makan. warung ini tidak memiliki pelayan hanya sepasang kakek dan nenek yang melayani jika ada pelanggan yang datang berkunjung sekaligus mereka juga yang nenjadi pemilik warung tersebut.


"Apa kamu sering makan di sini..?" Gavin berbisik pada Kelana.


"Iya ini salah satu warung makan favoritku kadang seminggu bisa 2 sampai 3 kali aku kesini tapi beberapa minggu ini aku tidak kesini lagi karena aku sangat sibuk di caffe."Aku kasihan pada nenek dan kakek," mereka sudah sangat tua tapi mereka tetap bekerja keras untuk mencukup kebutuhan hidupnya aku bangga pada mereka," selain itu makanannya juga enak."


Lagi-lagi Gavin melihat pesona Kelana selain cantik dan sederhana ternyata Kelana juga sangat baik dan sangat peduli dengan orang lain dan itu menjadi nilai plus lagi buat Gavin.


"Kenapa nenek dan kakek ini buka warung pada malam hari..?" tanya Gavin.


"Karena di sekitar sini banyak perkantoran dan pabrik makanya nenek dan kakek mengambil peluang itu."


"Oh ya kamu mau pesan apa..?" Kelana menunjukan menu yang tertempel di dinding.


"Aku ingin coba menu yang kamu suka di sini.." jawab Gavin


Sontak Kelana mengerutkan keningnya. " Serius kamu mau mencoba menu favoritku?" tanya Kelana.


"Iya memangnya ada yang salah..?" Gavin balik bertanya.


"Ti-tidak ada sih," aku suka soto di warung ini rasanya sangat enak." apakah kamu mau?" tanya Kelana.


"Iya aku mau.." jawab Gavin.


Mereka pun memesan menu yang sama, sambil menunggu pesanan yang sedang di racik oleh pemilik warung. Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang yang di antarkan oleh nenek si pemilik warung tersebut.


"Selamat menikmati nona dan tuan kalian sepasang kekasih yang sangat serasih." kata sang nenek.

__ADS_1


Uhuk.. uhuk..." tiba-tiba Gavin keselek minuman yang baru saja di seruputnya.


"Kami bukan sepasang kekasih nek," kami hanya berteman saja." dengan cepat Kelana menampik perkataan nenek pemilik warung, Kelana takut Gavin merasa tidak nyaman dengan perkataan nenek barusan.


"Oh maaf nenek mengira kalian sepasang kekasih." dengan wajah tersenyum nenek memperhatikan mereka berdua. "Tapi kalian sangat cocok menjadi sepasang kekasih."


" Nenek bisa saja.. jawab Kelana dengan wajah malu-malu."


"Kalian nikmati makanannya semoga kalian suka." setelah meletakkan pesanan mereka nenek pun melanjutkan pekerjaannya.


"Aku minta kamu jangan ambil hati atas perkataan nenek barusan," nenek hanya menebak-nebak saja." Kelana meyakinkan Gavin kalau perkataan nenek tadi hanya lelucon saja.


"Kalau aku berharap perkataan nenek tadi akan jadi kenyataan bagaimana?"


Uhuk..uhuk..." kelana terbatuk- batuk stelah mendengar perkataan Gavin barusan.


Dengan cepat tangan Gavin menyodorkan minum ke arah Kelana yang sedang terbatuk-batuk. "Maaf anggap saja itu lelucon seperti perkataan nenek tadi."


Sambil minum mata Kelana melirik ke arah Gavin "Apa maksud perkataan Gavin barusan dan kenapa tiba-tiba dia menarik lagi perkataannya," apakah itu perkataan dari lubuk hatinya atau hanya ingin mengerjaiku saja..?" Benak Kelana mulai bertanya-tanya  sampai dia tidak sadar kalau air yang dia minum sudah mau habis.


"Kelana.." apakah kamu mau minum air saja." Gavin mengibaskan tangannya di depan Kelana, sehingga membuat Kelana gelagapan.


"Ah ya ada apa..." Kelana tersadar dari lamunannya.


" Dari tadi kamu minum air hingga air di gelasmu sudah mau habis." Gavin menunjuk ke gelas Kelana.


"Ah iya dari tadi aku sangat haus makanya aku minum banyak." Kelana berbohong untuk menutupi rasa malunya kalau ternyata dari tadi itu dia melamun sambil terus meminum airnya.


Setelah mereka menghabiskan makanannya mereka pun menuju mobil, di tengah perjalanan Gavin dan Kelana memberi poin untuk menu yang mereka makan dan mereka sepakat akan menjelajahi kuliner yang berada di kota ini saat mereka ada waktu senggang.


Malam ini mereka bercerita banyak hal tentang makanan, dan sesekali mereka melontarkan lelucon lucu tentang makanan yang membuat mereka tertawa. saking serunya mereka bercerita sehingga mereka tidak sadar akhirnya mereka sampai di depan rumah Kelana.


"Terimakasih sudah mengantarku.." ucap kelana sambil membuka pintu mobil.


"Sama-sama.." selamat beristirahat Kelana. jawab Gavin.


Setelah Kelana masuk ke dalam rumah Gavin pun pergi meninggalkan halaman rumah Kelana.

__ADS_1


✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2