
Setelah party selesai Gavin dan Kelana melanjutkan acara yang telah di persiapkan oleh Gavin tanpa sepengetahuan Kelana, sedangkan Jimmy mengantarkan Vania pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 11 malam.
Di perjalan Gavin memutar kendaraannya berbeda arah dengan arah rumah Kelana.
" Kita mau kemana?" tanya Kelana bingung.
" Nanti kamu akan liat sendiri setelah kita sampai di tujuan." Jawab Gavin yang membuat Kelana semakin penasaran.
Dalam hati Kelana masi bertanya-tanya Gavin mau membawanya kemana hanya saja Kelana tidak mau bertanya lagi karena Kelana masih mengingat kejadian tadi yang membuatnya cemburu.
" Kamu kenapa sayang, daritadi diam saja...?" tanya Gavin yang merasa ada yang aneh dengan sikap Kelana sejak tadi.
" Tidak apa-apa...!" jawab Kelana dengan nada dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari jendela mobil.
" Tidak mungkin kalau tidak ada apa-apa secara sikap kamu berubah sejak di pertengahan pesta tadi." tanya Gavin dengan sedikit serius.
" Sudahlah tidak usah di bahas, kamu fokus saja menyetir dan perhatikan saja jalan." nada Kelana agak ketus.
Gavin menuruti perkataan Kelana dan kembali fokus menyetir mobil, dan akhirnya merekapun sampai di sebuah restoran mewah yang berada di pinggir pantai dengan suasana romantis yang di penuhi lilin dan mawar merah di mana-mana.
" Ini apa Vin...?" tanya Kelana dengan mata yang membola karena kaget.
" Hari ini hari Anniversary 1 tahun hubungan kita sayang." Jawab Gavin sambil menggenggam kedua tangan Kelana.
" Kapan kamu mempersiapkan ini Vin?" tanya Kelana dengan wajah yang seakan belum percaya kalau Gavin seromantis ini.
" Rahasia dong." Jawab Gavin sambil terkekeh.
Merekapun duduk di sebuah meja yang telah di hiasi sebuket bunga mawar merah yang melambangkan tanda cinta. Lalu datanglah seorang pelayan menuangkan minuman berwarna merah kedalam gelas mereka.
Dengan lantunan suara piano yang sangat merdu membuat suasana semakin romantis membuat mereka berdua terbawa suasana seakan malam ini hanya milik mereka berdua. tangan mereka terus saling menggenggam dan tidak ingin saling melepaskan. Tiba-tiba Gavin merogoh kantong jasnya dan mengeluarkan sesuatu.
" Boleh ulurkan tanganmu?" pintah Gavin pada Kelana, Kelanapun menuruti pintah Gavin.
" Apa ini Vin?" tanya Kelana dengan sebuah gelang indah yang telah melingkar di pergelangan tangannya.
" Ini tanda kalau aku benar-benar mencintaimu sayang." Jawab Gavin sambil mengelus pipi mulus Kelana.
" Tapi bukan ini yang aku butuhkan Vin. aku hanya butuh kejujuran, kesetiaan dan sikap kamu aja Vin." Jawab Kelana dengan nada seperti ingin menangis.
" Apa selama ini aku tidak setia ya Na?" Gavin mengerutkan keningnya dengan perasaan bingung dengan perkataan Kelana.
__ADS_1
" Bukan tidak setia tapi sikap kamu Vin." tidak terasa air mata Kelana mengalir di pipinya.
" Kenapa kamu menangis? Sikap aku yang mana yang kamu tidak sukai?" Gavin semakin bingung melihat Kelana yang tiba-tiba menangis.
" Tadi waktu di pesta ada seorang gadis yang begitu mesra merangkul lenganmu tapi bukannya kamu menghindarinya malah kamu menikmatinya." Kelana menjelaskan pada Gavin dengan suara yang terputus-putus karena menangis.
" Astaga jadi karena itu sikap kamu berubah sejak pesta tadi.?" Gavin bertanya sambil mengusap air mata Kelana yang membasahi pipinya.
Kelana hanya mengangguk menjawab pertanyaan gavin.
" Dia itu Leodra salah satu artis penyanyi tapi beda management dengan Astronot tapi dia kenal dengan CEO kami jadi dia di undang juga dan kebetulan di salah satu filmnya aku yang buat sountrack nya makanya kami kenal dekat." Gavin berusaha menjelaskan pada Kelana agar Kelana tidak cemburu lagi.
" Apa kata-kata kamu bisa di percaya?" tanya Kelana untuk lebih meyakinkan hatinya.
" Kamu bisa tanya dengan member yang lain karena member yang lain juga kenal dengan Leodra." Jawab Gavin dengan penuh sabar.
" Baiklah aku percaya dengan kata-katamu tapi awas ya kalau sampai macam-macam di belakangku." Ancam Kelana pada Gavin.
" Aku tidak akan macam-macam sayang aku janji." sambil menaikkan telunjuk dan jari tengah untuk berjanji. Kelanapun percara dengan janji Gavin.
Mereka berdua menikmati makan malam yang telah di pesan oleh Gavin sebelum mereka datang, Gavin tidak perlu lagi bertanya pada Kelana soal makanan yang di sukainya karena Gavin sudah tau.
" Vin.., sampai kapan hubungan kita ini di sembunyikan terus? Akutakut suatu hari nanti ada gadis-gasi yang mendekatimu karena mereka berfikir kamu masi sendiri." Kelana bertanya pada Gavin soal hubungannya.
" Sampai waktunya akan tiba untuk aku umumkan ke publik soal hubungan kita, kalau soal gadis-gadis yang akan mendekatiku karena mengira aku masi sendiri kamu tenang saja aku tidak akan tergoda." jawab Gavin sambil menatap wajah Kelana yang samar-samar di sinari cahaya rembulan.
" Aku hanya takut sewaktu-waktu publik tau soal hubungan kita terus karir kamu hancur gimana Vin." Kelana menatap mata Gavin.
" Kamu tidak usah memikirkan soal itu cukup kita jalani saja hubungan kita ini dengan bahagia lagian member lain juga sudah pada taukan soal kita jadi kita tenang saja mereka pasti ikut melindungi kita." jawab Gavin sambil merangkul pinggang Kelana yang ramping.
" Apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Kelana dengan hati-hati.
"Tanya apa?" jawab Gavin.
" Apa kamu pernah mempunyai kekasih sebelum aku?" Kelana penasaran dengan kisah percintaan Gavin di masa lalu.
" Dulu aku sempat mempunya kekasih waktu kuliah di German tapi dia meninggal saat kecelakaan mobil bersama temannya." Wajah Gavin tiba-tiba sedih karena harus mengingat luka lamanya.
" Oh maaf aku tidak bermaksud untuk mengingatkanmu dengan luka lamamu." jawab Kelana dengan perasaan bersalah karena membuat Gavin sedih.
" Tidak apa-apa kok, lagian kejadiannya juga sudah lama." jawab Gavin sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
__ADS_1
" Kejadiannya kapan?" Kelana masi penasaran.
" Sekitar 5 tahun yang lalu." Jawab Gavin.
" Siapa namanya?" Kelana terus saja ingin tau.
" Namanya Monica." Gavin terus menjawab pertanyaan Kelana walaupun itu sangat berat buat Gavin.
"Setelah itu apa kamu mempunyai kekasih lagi?" Tanya Kelana.
" Iya aku punya kekasih lagi bahkan kami masih berhubungan sampai sekarang dan masih sering bertemu, aku sangat mencintainya." Otak Gavin mulai jail dia menjawab dengan wajah yang serius sambil melihat ke arah laut.
Seketika mata Kelana membola seakan-akan bola matanya akan keluar dari kelopaknya. " Maksud kamu ada gadis lain selain aku dalam hubungan kita...??" Tanya Kelana dengan suara sedikit meninggi sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan Gavin.
Gavinpun terbahak-bahak melihat ekpresi amarah Kelana yang membuat wajah Kelana memerah. Dengan sigap tangan Gavin menarik tangan Kelana yang mau meninggalkannya sehingga tubuh Kelana masuk kepelukan Gavin.
" Kamu mau kemana?" Tanya Gavin ketelinga Kelana yang sedang dalam pelukannya.
" Aku mau pulang." Jawab Kelana dengan ketus.
" Apa kamu tidak mau tau siapa kekasih aku setelah Monica?" Gavin semakin mengencangkan pelukannya dan semakin mendekatkankan wajahnya pada wajah Kelana.
" Aku tidak mau tau..! Kelana berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Gavin namun Kelana tidak sanggup menahan detakan jantungnya yang memburu di tambah lagi hembusan nafas Gavin yang mengenai wajahnya.
" Kekasihku setelah Monica itu adalah kamu sayang aku tidak pernah pacaran lagi setelah Monica pergi dan akhirnya aku bertemu dengan kamu ya walaupun dengan cara berantem dulu." Sambil memegang kedua pipi Kelana.Gavin terkekeh melihat wajah Kelana yang Cemberut.
" Apa kata-katamu ini serius?" Tanya Kelana dengan wajah mengintimidasi.
" Beneran sayang aku tidak bohong, lagipula aku orangnya tidak mudah untuk suka sama seseorang kalau tidak percaya coba saja tanyakan pada member lain." Gavin meyakinkan Kelana agar tidak cemberut lagi.
" Awas ya kalau bohong..." Kelana memeluk Gavin dengan erat.
" Percaya denganku sayang, aku hanya bisa jatuh cinta dengan kamu saja. Gavin berbisik ketelinga Kelana yang sedang berada di pelukannya.
Gavin menatap mata Kelana sangat dalam untuk memastikan kalau dia tidak pernah berbohong ataupun berniat untuk menduakan Kelana. Kelana hanya bisa terpaku menatap mata Gavin yang begitu tulus mencintainya dan tanpa Kelana sadari bibir Gavin telah bertengger manis di bibir Kelana, Kelana hanya bisa menikmati ******* bibir Gavin yang kenyal.
Adegan romantis mereka di saksikan cahaya bulan dan deburan ombak yang sesekali menyentuh kaki mereka namun mereka tidak memperdulikan, mereka menikmati malam romantis ini dengan hati yang berbunga-bunga.
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
__ADS_1