
Hari ini Gavin akan mencari Kelana lagi dan rencananya Gavin akan kerumah Kelana siapa tau saja semalam Kelana pulang kerumahnya.
" Kak Gavin mau kemana pagi-pagi begini." Tanya Jimmy yang sedang menuruni tangga.
" Aku mau ke rumah Kelana siapa tau saja semalam Kelana pulang." Jawab Gavin sambil menyeruput ice coffee americanonya.
" Aku ikut kak, biar Kak Gavin ada teman saat di jalan." Jimmy menawarkan diri untuk menemani Gavin.
" Baiklah kalau kamu mau ikut, tapi apakah kamu tidak ada kesibukan hari ini?" Gavin tidak mau kalau kesibukan Jimmy terbengkalai karena menemaninya.
" Hari ini aku lagi free dari kegiatan kak jadi tenang saja." Jimmy meyakinkan Gavin agar di ijinkan ikut menemaninya.
" Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang saja." Gavin mengajak Jimmy menuju rumah Kelana.
Di sepanjang jalan menuju rumah Kelana, Gavin dan Jimmy memperhatikan pengguna jalan siapa tau saja ada Kelana di antara keramaian. Setelah menempuh waktu 15 menit merekapun sampai di depan rumah Kelana lalu mereka turun dari mobil dan memasuki teras rumah Kelana dan mengetuk pintunya.
Tok! Tok! Tok!
"Kelana... Kelana... Apakah kamu ada di rumah...?" Gavin mengetuk pintu rumah Kelana sambil memanggil namanya namun tidak ada jawaban sedikit pun.
" Coba Kak Gavin menghubungi nomornya lagi siapa tau saja sudah aktif." saran Jimmy.
" Akan aku coba." Gavin mencari nama Kelana di ponselnya lalu menghubinginya.
Tut..tut..tut...
"Nomornya belum aktif Jim." ucap Gavin dengan nada lemas.
" Bagaimana kalau kita coba ke tempat kerjanya lagi siapa tau saja Kak Kelana sudah berangkat kerja." Jimmy selalu banyak solusi kalau saat seperti ini.
" Ayo kita coba lagi." Gavin pun menerima solusi Jimmy lalu bergegas ke tempat kerja Kelana.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka pun sampai di tempat kerja Kelana. Gavin dan Jimmy menggunakan masker agar tidak di kenali orang sekitar mereka takut kalau ada yang mengenalinya malah bikin heboh, mereka berdua memasuki Caffee tempat kerja Kelana dan duduk di salah satu meja seperti pengunjung lainnya lalu mereka memesan 2 gelas ice coffee americano.
Dan kebetulan sekali yang antar pesanannya adalah sahabatnya Kelana yang bernama Anggi. Akhirnya Gavin mencoba menyapa Anggi.
" Permisi apa boleh saya mengganggu sebentar." ijin Gavin dengan sopan.
" Oh boleh tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" Tanya Anggi sambil menundukkan tubuhnya sedikit.
" Bisa duduk sebentar ada yang ingin saya tanyakan." Gavin meminta Anggi untuk duduk bersamanya biar bisa ngobrol dengan nyaman.
" Oh boleh tuan." Anggi kenarik satu bangku yang kosong di antara Gavin dan Jimmy.
" Kenalkan saya Gavin dan saya Jimmy." mereka memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangan mereka.
" Sa_saya Anggi." Anggi menyambut tangan Gavin dan Jimmy dengan wajah shok Anggi tidak menyangka bakal bersalaman dengan artis terkenal, Anggi hampir saja histeris karena senang namun ia sadar gak mau buat kegaduhan pagi-pagi.
" Kalau tidak salah mba ini sahabatnya Kelana kan?" soalnya aku sering liat kalian berdua dekat sekali." Gavin bertanya pada Anggi dengan suara pelan agar pengunjung lain tidak menyadari kalau ada artis terkenal di caffee ini.
" Iya tuan saya sahabatnya Kelana." Anggi mengikuti cara berbicara Gavin dengan suara yang pelan.
" Apa kalian berantem?" tanya Anggi sambil menatap Gavin dengan tajam.
" Em..em..." Gavin bingung cara menjawabnya.
"Cuma salah faham saja." Jimmy langsung menjawabnya dengan santai.
" Please kasih tau di mana keberadaan Kelana, pasti kamu mengetahuinyakan?" tanya Gavin dengan memelas.
" Kak Gavin sudah mencari kemana-mana sampai pulang jam 2 pagi menyusuri jalan-jalan, Kak Gavin takut Kak Kelana kenapa-kenapa." Jimmy membantu Gavin memohon pada Anggi.
Anggi merasa kasihan melihat Gavin yang sudah putus asah dengan wajah yang kurang tidur akhirnya Anggi memberi tahu Gavin dan Jimmy keberadaan Kelana.
__ADS_1
" Kelana sekarang berada di villa pamanku tempatnya di pantai kemuning nama villanya, villa lembayung." Anggi terpaksa memberi tahu Gavin keberadaan Kelana karena Anggi tidak tega melihat Kelana tiap hari menangisi Gavin.
Saking senangnya Gavin reflek menggenggam tangan Anggi sebagai ucapan terima kasih karena telah di beritahu keberadaan Kelana. " Terimakasih banyak mba, aku tidak tau lagi bagai mana caranya membalas kebaikan mba."
" Please jangan panggil mba, panggil Anggi saja soalnya umurku sama Kelana kurang lebih saja." Anggi sambil menyunggingkan senyumnya.
" Baiklah mulai sekarang aku memanggilmu Anggi, Sekali lagi terimakasih banyak ya Anggi. Gavin menyatukan kedua tangannya sambil mengucapkan terimakasih.
" Kalau begitu ayo sekarang kita ke pantai kemuning saja Kak sebelum hari semakin siang." Jimmy mangajak Gavin buru-buru mendatangi Kelana.
" Baiklah kalau begitu kami berangkat dulu ya Anggi, sekali lagi terimakasih banyak." Gavin berpamitan pada Anggi untuk segera mendatangi tempat persembunyian Kelana.
" Iya sama-sama, Hati-hati di jalan." balas Anggi sambil tersenyum.
Gavin dan Jimmy pun menuju mobil lalu melajukan mobilnya menuju pantai kemuning tempat Kelana bersembunyi.
" Kak Gavin apa boleh kita mampir dulu menjemput Vania sekalian ikut bersama kita kepantai,? Soalnya kalau Kak Gavin baikan dengan Kak Kelana masa aku hanya jadi obat nyamuk sendiri." Jimmy ada aja idenya agar bisa berduaan dengan Vania.
" Bilang saja kamu ambil kesempatan kencan dengan Vania kan?" Gavin bisa baca isi otak Jimmy.
" Selama ada kesempatan harus di manfaatkan kak." Jimmy terkekeh menjawab tebakan Gavin.
" oke oke kali ini aku turuti ide kamu." Gavin tanpa fikir panjang langsung menuruti ide Jimmy.
Gavin dan Jimmy menuju ke rumah Vania, sebelum Gavin dan Jimmy sampai di rumah Vania Jimmy mengirim pesan melalui ponselnya memberi tahu Vania agar segera bersiap-siap untuk ikut bersamanya menemui Kelana.
Akhirnya Jimmy dan Gavin tiba di rumah Vania dan Jimmy segera turun dari mobil untuk menjemput Vania sekalian minta ijin kepada orangtua Vania. Stelah minta ijin ke orangtua Vania, Jimmy dan Vaniapun menuju ke mobil lalu naik ke mobil dan merekapun berangkat menuju Villa yang di tempati Kelana bersembunyi.
Di perjalanan Jimmy menceritakan asal mula kenapa Kelana menghilang selama 2 hari ini dan Vania mengerti dengan tindakan Kelana, menurut Vania wajar kalau Kelana marah dan sakit hati karena tidak ada wanita yang sanggup melihat kekasihnya yang sedang bertindihan dengan wanita lain walaupun itu tidak di sengajah.
Saat membahas persoalan Gavin dan Kelana, Jimmy dan Vania sempat berdebat kecil karena Jimmy membela Gavin sedangkan Vania membela Kelana. Di tengah perdebatan mereka berdua Gavin hanya terdiam sambil introspeksi diri dan fakus dengan tujuan menemui Kelana dan menjelaskan semua kesalah fahaman ini.
__ADS_1
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.