Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
BAB 36 MULAI ATUR STRATEGI


__ADS_3

"Kak apakah semua persiapan untuk Kak Gavin sudah selesai semua?" Tanya Chal pada Kakak-kakaknya.


"Semuanya sudah beres dengan sempurnah." jawab Jimmy.


"Bagaimana soal Kak Gavin..?" siapa yang akan membawanya ke tempat yang sudah kita sediakan." tanya Edgar.


"Kita telfon saja Kak Gavin dan minta dia ke Caffe itu," kita bilang saja terjadi sesuatu pada Kelana." ide jail Jimmy mulai keluar.


"Aku setuju dengan cara Jimmy," selama ini kita semua tau kalau Kak Gavin sangat khawatir pada Kelana." Aland menyetujui ide Jimmy.


"Bagaimana kalau Kelana kita pakai cara yang sama seperti Kak Gavin biar mereka panik." Jamal mengeluarkan ide jailnya juga.


"Waaaah..." itu ide yang bagus jadi Kelana dan Kak Gavin sama-sama panik saat ketemu." Edgar sangat semangat untuk mengerjai Gavin dan Kelana.


"Oke kalau begitu ayo kita menuju Caffe nanti kita telfon mereka dari Caffe aja biar kita semua bisa melihat ketegangan mereka berdua." Jimmy mengajak semua member untuk menuju ke Caffe yang telah mereka persiapkan.


Sedangkan Gavin masi sibuk di studio dengan lagu yang baru dia ciptakan, Gavin tidak tau kalau dia akan di berikan kejutan pada member lain.


Setelah tiba di Caffe yang di tuju semua member mengambil posisi yang tersembunyi agar tidak terlihat oleh Gavin dan Kelana.


"Sebaiknya Kak Brian yang menelfon Kak Gavin agar Kak Gavin tidak curiga."Jimmy memberikan tugas pada Brian untuk menelfon Gavin.


"Chal..." kamu yang menelfon Kelana buat Kelana panik dan Segera ke sini." Jimmy memberi tugas pada Chal untuk menelfon Kelana.


📱 Tuut..tuut..tuut.." Brian menelfon Gavin.


📱Hallo.." ada apa Kak..?" jawab Gavin setelah menerima telfon dari Brian.


📱Gavin.." apakah kamu bisa ke Caffe Atlantic sekarang juga Kakak melihat Kelana di gangguin seorang lelaki..."


Brian mulai berakting agar Gavin panik.


📱Apa...!!" Kelana di ganggu seorang lelaki..?" oke aku segera kesana."Gavin menutup telfon dari Brian, dengan panik Gavin mengambil kunci mobil dan meninggalkan semua pekerjaannya lalu menuju Caffe Antlantic yang di beritahukan Brian.


"Bagaimana Kakak apakah Kak Gavin percaya?" Edgar penasaran dengan pembicaran Brian dan Gavin.


"Iya Gavin percaya dan sepertinya Gavin sangat panik," Gavin sedang menuju ke Caffe ini." Brian menjelaskan pada semua member hasil obrolannya dengan Gavin.


"Sekarang giliran Chal yang jalankan tugasnya." Jimmy meminta Chal untuk menelfon Kelana.


"Baik lah aku akan menelfon Kelana." Chal mengambil Hp dan menelfon Kelana.


📱 Tuut..tuut..tuut..."


📱Hallo Kak Kelana.."


📱Iya ada apa Chal tumben menelfon kk..?"


📱Kak Kelana bisa ke Caffe Antlantic sekarang juga..?"


📱 Ada apa di Caffe Atlantic Chal...?"


📱Pokoknya kk segera ke sini sekarang Kak Gavin sedang berantem dengan salah satu pengunjung di Caffe ini."


📱Apaa..!" Gavin berantem..?" kenapa bisa berantem...?"


📱 Aku juga tidak tau kak tiba-tiba saja kak Gavin di pukul sama seseorang."

__ADS_1


📱Baiklah aku akan segera kesana.."


Sambil menutup telfon dari Chal Kelana menarik tasnya dan menyalakan motornya lalu dengan panik menuju Caffe yang di maksud oleh Chal, Kelana khawatir terjadi sesuatu pada Gavin.


"Bagaimana Chal..?" apa kata Kelana?" Jimmy penasaran dengan misi yang di berikan ke Chal.


"Kak Kelana sedang menuju ke sini kak sepertinya kak Kelana sangat panik."


jawab Chal.


Di tengah-tengah kepanikan Gavin dan Kelana. para member malah semakin tegang kira-kira Gavin dan Kelana jadian atau tidak hari ini mereka sangat berharap Gavin dan kelana menjadi sepasang kekasih.


"Ssstt Kak Gavin tiba lebih dulu dari Kelana dan lihat wajah panik Kak Gavin."


Jimmy melihat Gavin dari tempat mereka bersembunyi.


Gavin menoleh kesana kemari untuk mencari Keberadaan Kelana, matanya menyusuri setiap sudut caffe namun Gavin tidak menemukan Kelana. Gavin belum menyadari kalau semua ini adalah kerjaan member lain.


"Kak Gavin sangat panik." Aland berbisik pada member lain.


"Jangan sampai kita ketahuan oleh Kak Gavin," kalau sampai ketahuan bisa habis kita di gebukin." Jamal mengingatkan ke member lain.


"Hei coba lihat Kelana datang dengan wajah panik." Edgar melihat Kelana datang dengan tergesa-gesa memasuki Caffe.


Saat Gavin membalikkan tubuhnya Gavin melihat Kelana yang masuk ke Caffe dengan tergesa-gesa. lalu Gavin mendekati Kelana.


"Apakah kamu baik-baik saja," lelaki siapa yang mengganggumu?" dengan wakah panik Gavin melontarkan pertanyaan panjang pada Kelana, sehingga membuat Kelana kebingungan.


"Bu-bukannya kamu yang sedang berantem dengan salah satu pengunjung di Caffe ini..?" dengan kebingungan Kelana balik bertanya pada Gavin.


"Apa.." aku berantem..?" siapa yang memberitahukan kalau aku berantem di sini..?"


"Hmmm..." Sepertinya kita di kerjai para member dan sepertinya mereka ada di sekitar sini mengintai kita." Gavin menyadari kalau semua ini kerjaan member.


"Apa..!" kita di kerjai?" Kelana kaget dengan perkataan Gavin.


"Ssstt suara kamu pelankan sedikit," kita kerjai mereka balik biar mereka tau rasa. ide jail Gavin tiba-tiba keluar.


"Bagaimana caranya kita kerjai mereka?" dengan berbisik-bisik Kelana bertanya pada Gavin.


"Kita seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan kita pura-pura keluar dari Caffe ini agar mereka semua keluar dari persembunyiannya." Gavin mengatur strategi untuk member lain.


Gavin dan Kelana meninggalkan Caffe dengan wajah santai lalu memasuki warung kecil yang berada di sebelah caffe itu dengan mengendap-ngendap untuk bersembunyi." Lalu member lain pun keluar dari persembunyiannya.


"Yaaaah sepertinya misi kita gagal Kak.." Chal dengan wajah kecewa sambil menundukan kepalanya.


"Ya betul kata Chal kita gagal buat Gavin dan Kelana Jadian." dengan wajah sedih Brian membenarkan perkataan Chal.


"Kak Gavin sangat genius dalam hal seperti ini jadi sangat sulit untuk mengerjai Kak Gavin." Edgar mengakui ke Geniusan Gavin.


Mereka semua duduk di salah satu meja yang mereka sediakan untuk Gavin dan Kelana dengan wajah kecewa. tiba-tiba Gavin dan Kelana mendekati mereka.


"Eheeem bagaimana apakah ide kalian berjalan dengan lancar?" Gavin mengagetkan semua member.


Semua member terkejut lalu menoleh ke arah Gavin dengan wajah kaget..


"Ka-kak..." Apakah Kakak belum pulang?" dengan wajah panik Chal menyapa Gavin.

__ADS_1


"Aku menunggu kalian keluar dari persembunyian kalian," aku tau kalau semua ini adalah kelakuan kalian."


"Kami minta maaf Kak ini semua kami lakukan buat Kakak." Jimmy mencoba menjelaskan pada Gavin dengan wajah tegang dan rasa bersalah.


"Tapi tindakan kalian bikin kami panik," bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan kami saat perjalanan ke sini..?" dengan memasang wajah marah Gavin memarahi semua para member.


"Iya Kak kami mengakui kalau tindakan kami ini salah tapi niat kami hanya untuk membantu Kakak agar  Kak Gavin jad..." tiba-tiba Jimmy membekap mulut Edgar agar tidak keceplosan di depan Kelana.


"Maafkan kami Kak kami tidak akan mengerjai Kakak lagi kami janji.." Jamal mengangkat 2 jari sebagai simbol perjanjian kalau mereka tidak mengulang lagi.


"Benar Gavin kami semua minta maaf atas kejadian ini," kami juga minta maaf pada Kelana yang sudah buat Kelana panik." Brian ikut meminta maaf pada Gavin dan Kelana.


"Tidak apa-apa aku memaafkan kalian," aku sekarang semakin percaya kalau kalian itu bukan hanya sebagai member Bangtan saja tapi kalian sudah seperti saudara bahkan sudah melebihi dari saudara." Kelana memaafkan kesalahan mereka.


"Terimakasih Kelana Sudah memaafkan kami semua." Jawab Aland


"Kalau begitu aku pergi duluan," aku harus kembali ke Caffe jam kerjaku belum selesai." Kelana berpamitan pada semua member.


"Biar aku antar kamu ke Caffe." Gavin menawarkan diri untuk mengantar Kelana.


"Tidak usah.." Aku bawa motor sendiri kalian kembali bekerja saja." Kelana menolak tawaran Gavin.


"Tidak apa-apa biar aku antar kalau soal motor kamu, nanti Jimmy dan Chal yang mengatarkan ke Caffe ini sebagai hukuman atas kelakuan mereka." Gavin tetap kekeh untuk mengantar Kelana sebagai perminta maafan atas kelakuan para member ke Kelana.


"Apakah tidak merepotkan kalian..?" tanya Kelana.


"Kami tidak merasa di repotkan kok." denga  kompak Jimmy dan Chal menjawab pertanyaan Kelana.


" Baiklah kalau begitu." Kelana pun menyetujui permintaan Gavin untuk mengantarnya.


Gavin dan Kelana menuju mobil sedangkan Jimmy dan Chal mengendarai motor Kelana dan mengikuti mobil yang di kendarai Gavin dan Kelana dari belakang.


Di tengah perjalana Gavin meminta maaf pada Kelana atas kelakuan para member.


"Maafkan atas kelakuan para member," mereka sangat keterlalu cara mereka bercanda.." Gavin merasa tidak enak pada Kelana.


"Tidak apa-apa aku mengerti kok dengan tindakan mereka." dalam hati Kelana sangat bahagia ternyata Gavin sangat mengkhawatirkannya." wajah Gavin yang sangat panik masi terbayang di ingatan Kelana.


"Terimakasih sudah memaafkan kelakuan mereka." Gavin berusaha menyembunyikan rasa bahagianya hari ini setelah melihat wajah paniknya Kelana tadi ternyata Kelana juga mengkhawatirkan Gavin.


Berselang beberapa menit akhirnya Gavin dan Kelana sampai di Caffe tempat Kelana bekerja, Kelana pun turun dari mobil Gavin.


"Terimakasih sudah mengantarkan ku." dengan menunjukkan senyum manis Kelana berterimaksih pada Gavin.


"Sama-sama.." Gavin membalas senyuman Kelana.


Jimmy dan Chal memarkirkan motor Kelana di depan Caffe tempat Kelana bekerja.


"Kak Gavin.." kami ikut mobil Kakak untuk kembali ke studio ya..!?" pinta Jimmy dan Chal.


"Tidak bisa..!" kalian naik taxi saja." Gavin mengerjai Jimmy dan Chal


"Ta-tapi kak..." sebelum perkataan Jimmy selesai Gavin sudah menancap gas dan meninggalkan Jimmy dan Chal.


Akhirnya Jimmy dan Chal naik taxi menuju studio tempat mereka rekaman.


Misi mereka gagal total dan kerja keras mereka untuk mengatur semuanya sia-sia.

__ADS_1


✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2