
Hari ini Kelana pulang dari tempat kerja agak malam itu semua karena pengunjung yang datang ke caffe tempat dia kerja sangat ramai sekarang waktu menunjukkan pukul 21:30 dan kelana tidak mengendarai motornya karena motornya tiba-tiba mogok saat mau berangkat kerja, terpaksa Kelana naik angkot menuju tempat kerja begitu pun saat pulang.
Setelah semua pekerjaan Kelana selesai Kelana bersiap-siap untuk pulang dan menunggu angkot di depan Caffe.
"Na.." tumben kamu naik angkot hari ini," motor kamu kemana?" tanya salah satu teman kerja Kelana.
"Iya motor aku tiba-tiba mogok tadi," terpaksa aku naik angkot hari ini." jawab Kelana.
"Apa kamu mau aku antar pulang?" teman Kelana menawarkan untuk mengantar Kelana pulang.
"Tidak usah kita tidak searah biar aku naik angkot saja." Kelana menolak tawaran temannya.
"Yakin kamu tidak mau aku antar pulang?" teman Kelana meyakinkan Kelana.
"Yakin.." aku naik angkot saja lagian rumah aku kan tidak begitu jauh. Kelana tidak mau merepotkan temannya.
"Kalau begitu aku duluan," kamu hati-hati Kelana."
"Iya.." jawab Kelana.
Teman Kelana pun meninggalkan Kelana di depan Caffe yang sedang menunggu angkot namun tak satupun angkot yang lewat. Kelana mencoba berjalan-jalan agak menjauh dari Caffe siapa tau saja di depan sana ada angkot yang lewat, tapi tetap saja tak ada angkot satupun yang lewat.
Kelana merasa ada seseorang yang dari tadi mengintainya dari jauh, Kelana semakin mempercepat langkahnya dan mencari tempat keramian. Kelana mulai merasa ketakutan dan gugup, setiap detik Kelana menoleh kebelakang untuk mencari tau siapa yang mengintainya dan apa tujuannya mengintai Kelana.
Kelana semakin ketakutan, fikiran Kelana mulai kemana-kemana, selama ini lagi gempar penculikan lalu di mintai tebusan kalau tidak di berikan uang tebusan korbannya akan di bunuh.
Kelana mengambil Hp di tasnya lalu memencet nomor asal-asalan di kontaknya, Kelana tidak berani mengalihkan pandangannya ke layar Hp karena Kelana lebih fokus mengawasi orang yang mengintainya, Kelana melihat sesosok lelaki berjaket hitam, memakai topi, tubuhnya tinggi dan kekar. membuat Kelana semakin ketakutan.
📱Hallo..." Kelana ada apa menelfonku?" terdengar suara seseorang dari Hp Kelana.
📱Hallo..." tolong aku ada seseorang yang mengintaiku...!" dengan suara ketakutan Kelana meminta tolong pada suara seseorang dari Hpnya.
📱Seseorang mengintaimu?" kamu di mana ekarang kasi aku alamatnya aku akan menjemputmu," kamu jangan kemana-mana."
📱Aku di sekitar Caffe Kejora cepat tolong aku." dengan suara menangis karena ketakutan Kelana memberikan alamat tempat dia sekarang berada.
📱Aku segera kesana..!" si penerima telfon pun menutup telfonnya dan segera menuju tempat yang di beritahukan Kelana.
Kelana masi ketakutan pandangannya masi fokus pada sosok pengintai itu, keringat dingin membasahi tubuh kelana wajahnya pucat, tangannya gemetar karena ketakutan. Kelana Mendekati sebuah warung kecil yang di sana ada beberapa orang yang sedang berkumpul setidak pengintai itu tidak akan mendekat jika Kelana berada di keramaian.
__ADS_1
Berselang 10 menit Hp Kelana berdering, dengan cepat Kelana mengangkat telfonnya
📱Hallo..." Kelana kamu di mana sekarang aku sudah berada di depan Caffe Kejora."
📱Aku di dekat warung kecil yang ada beberapa orang berkumpul." jawab Kelana.
📱Baiklah aku akan menjemputmu."
Kelana menutup telfon sambil mencari-cari siapa yang akan menolongnya sedari tadi Kelana meminta tolong di telfon tapi dia tidak tau siapa yang dia telfon.
Dan betapa terkejutnya Kelana ternyata yang sedari tadi dia telfon ternyata Gavin, tanpa berfikir panjang Kelana sontak memeluk Gavin sambil menangis karena akhirnya ada yang bisa menolongnya, difikiran Kelana hanya satu nyawanya selamat dari si pengintai itu.
Gavin dengan perasaan grogi dan kaget yang tiba-tiba di peluk Kelana menjadi ikut legah karena Kelana baik-baik saja dan dia tiba dengan tepat waktu. Gavin membiarkan Kelana memeluk tubuhnya sampai Kelana merasa tenang.
"Apakah kamu baik-baik saja..?" tanya Gavin pada Kelana yang masi berada dalam pelukannya.
"Iya aku baik-baik saja.." Kelana menjawab sambil mengangguk.
Kelana pun melepaskan pelukannya pada Gavin dan mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih sudah menolongku." kata Kelana.
"Iya sama-sama..." sambil mengusap air mata Kelana yang masi tertinggal di pipinya. "Tapi siapa yang mengintaimu?" tanya Gavin
"Apa kamu ada musuh..?" tanya Gavin
"Aku tidak pernah ada masalah dengan seseorang." jawab Kelana.
"Lalu siapa yang mencoba mengintaimu..?" Gavin semakin penasaran siapa yang mengintai Kelana dan apa motifnya.
" Biasanya kamu menggunakan motor kalau berangkat kerja," kemana motor kamu?" tanya Gavin.
"Motorku mogok saat aku mau berangkat kerja jadi aku menggunakan angkot berangkat kerja." Kelana menjelaskan alasan kenapa dia naik angkot.
"Tunggu sebentar kenapa kamu tiba-tiba datang menolongku?" siapa yang memberitahukan kamu kalau aku lagi butuh pertolongan." Kelana mempertanyakan keberadaan Gavin yang tiba-tiba datang menolongnya.
"Coba kamu cek panggilan terakhir di Hp kamu nomor siapa yang kamu telfon."
Kelana merogoh tasnya dan mengecek panggilan terakhirnya, betapa kagetnya Kelana ternyata yang dia telfon adalah nomor Gavin. dengan wajah memerah Kelana merasa malu karena telah membuat Gavin panik dan merepotkannya.
__ADS_1
"Maaf sudah membuat kamu repot-repot menjemputku." Aku juga berterimakasih sudah mau menolong ku." Kelana merasa bersalah pada Gavin.
"Kamu tidak salah itu termasuk tindakan tepat karena kamu menelfonku untuk menolongmu," aku akan merasa bersalah kalau sampai tidak bisa menolongmu tepat waktu." Gavin menjadi salah tingkah setelah menyadari ucapannya barusan.
Seketika Kelana merasa terbang setelah mendengarkan ucapan Gavin barusan untuk kesekian kalinya Gavin menunjukan kekhawatirannya pada Kelana, Semakin hari Gavin semakin perhatian dengan Kelana.
"Berapa lama lagi kamu mau berdiam di sini?" pertanyaan Gavin membuyarkan lamunan Kelana.
"Oh ya ayo kita pulang." Kelana mengajak Gavin untuk pulang.
Selama di perjalanan mereka lebih banyak diam, Gavin tidak mau banyak bertanya pada Kelana karena Gavin tau kalau sekarang Kelana masi shock atas kejadian tadi. begitupun dengan Kelana di fikirannya masi terbayang-bayang sosok pengintai itu.
Tidak lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah Kelana. Gavin membukakan pintu buat Kelana dan membantunya turun dari mobil, namun tidak sengaja kaki Kelana kehilangan keseimbangan dan jatuh di pelukan Gavin. mereka saling beradu pandang dan terlihat ada benih-benih cinta di mata mereka, mereka pun larut dalam perasaan dan pelan-pelan bibir mereka saling mengatup yang terdengar hanya suara nafas dan degupan jantung mereka yang bergemuruh.
Tiba-tiba Gavin tersadar dan menghentikan adegan ciumannya dengan Kelana.
"Ma-maafkan aku Kelana aku tidak bermaksud untuk...," kata-kata Gavin terputus dengan jawaban Kelana
"Ini bukan salah kamu sendiri Gavin kita sama-sama salah kita terlalu terbawa suasana." Jawab Kelana.
"Ta-tapi kamu tidak marahkan?" Gavin takut kalau Kelana sampai marah atas tindakannya barusan.
"Tidak.." sambil menggelengkan kepalanya Kelana memberikan jawaban."
"Kalau begitu kamu masuk dan beristirahat lah," besok aku yang mengantarkanmu ketempat kerja dan aku juga akan menjemputmu setelah pulang kerja."
"Tidak usah Gavin.." aku pergi kerja bisa naik angkot lebih baik kamu selesaikan pekerjaan kamu saja."
"Kalau begitu aku akan menjemputmu setelah pulang kerja," kali ini tidak ada alasan lagi." Gavin memaksa untuk menjemput Kelana setelah jam kerja Kelana selesai.
"Baiklah asalkan aku tidak menggangu pekerjaan kamu."
"Iya... " Sekarang kamu masuk dan beristirahatlah."
Setelah Kelana masuk ke dalam rumah Gavin pun pergi meninggalkan rumah Kelana dengan tenang.
Kelana masi belum bisa percaya kalau Gavin menciumnya wajah Kelana sangat bahagia di fikiran Kelana masi terngiang-ngiang hembusan nafas Gavin yg mengenai wajahnya, wangi parfum Gavin yang masi melekat di indra penciumannya.
Berbeda dengan pemikiran Gavun, Gavin masi merasa bersalah karena telah mencium Kelana, Gavin takut Kelana marah dan menilai Gavin sebagai cowok brengsek yang memanfaatkan keadaan. Gavin tidak mau kalau sampai Kelana membencinya atas tidakan bodoh yang barusan dia lakukan pada Kelana.
__ADS_1
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.