
Gavin dan Kelana sudah sampai di vila dengan hasil pancingan yang lumayan untuk makan malam bersama member yang lain.
" Waaah kak Gavin sudah kembali dari memancing." Jamal dengan suara agak sedikit tinggi agar yang lain bisa mendengarnya.
Brian pun menuju keluar vila setelah mendengar suara Jamal " Apakah kamu dapat hasil pancingan yang banyak? " tanya Brian.
" Iya aku menangkap ikan lumayan banyak sepertinya cukup untuk kita bakar malam ini." jawab Gavin dengan memasang wajah bangga karena kali ini dia sukses menangkap ikan yang banyak.
" Wah aku menyesal tadi tidak ikut memancing bersamamu." ucap Brian dengan wajah menyesal.
" Bagaimana mau ikut bersamaku saat aku berangkat aja kak Brian masi tidur." jawab Gavin sambil sedikit tertawa. " lagian kalau kak Brian ikut aku pasti tidak bisa bebas ngobrol dengan Kelana dan ciuman itu tidak bakal terjadi." ucap Gavin dalam hati.
" Apakah danaunya jauh dari sini kak? " tanya Chal pada Gavin.
" Tidak begitu jauh cuma melewati jalan setapak desa trus agak sedikit masuk hutan." jawab Gavin.
" Besok aku mau kesana untuk mengambil foto, Edgar apa kamu bisa menemaniku? " pinta Chal pada Edgar.
" Bisa.. Jam berapa kak Chal mau ke danau itu? " tanya Edgar.
" Setelah kita sarapan bagaimana? " usul Chal.
" Oke.. Besok akan aku usahakan bangun lebih pagi agar kita tidak kesiangan ke danau." Ucap Edgar.
Setelah mendengarkan percakapan mereka Kelana meminta ijin untuk membersihkan badannya yang sedari tadi terasa lepek gara-gara seharian di tepi danau.
" Aku mau membersihkan badan dulu ya." bisik Kelana pada Gavin.
Gavin hanya menganggukkan kepalanya memberi isyarat mengiakan.
Di tengah-tengah obrolan Jimmy mengusulkan untuk bakar-bakar ikan di halaman vila sambil menghabiskan malam bersama.
" Bagaimana kalau kita bakar saja ikannya sambil makan mie rebus dan jagung bakar." usul Jimmy
" Hmm sepertinya seru juga." jawab Aland.
" Kalau begitu ayo kita persiapkan semua peralatan dan bahan-bahannya." ajak Jamal dengan semangat.
Mereka semua membagi tugas masing-masing dan Kelana mendapat tugas untuk buat sambel dan menyiapkan mie instan yang mereka bawa, sedangkan Gavin masi berada di dalam kamarnya sepertinya Gavin tidur karena seharian dia tidak ada tidur karena sibuk memancing.
__ADS_1
Setelah persiapan yang begitu heboh dan kocak karena kelakuan Jimmy dan Edgar selalu mengundang tawa akhir bakar-bakarnya di mulai semuanya sudah berkumpul sambil mengelilingi perapian yang mereka buat.
tapi Gavin belum hadir di antara mereka.
" Kak Gavin kemana, apakah dia masi tidur? " tanya Chal.
" Mungkin dia masi tidur, biar aku bangunkan." jawab Kelana sambil beranjak dari tempat duduknya.
" Memangnya kamu berani membangunkan Kak Gavin?" tanya Jimmy dengan memasang wajah serius.
" Memangnya kenapa kalau membangunkan Gavin? " tanya Kelana dengan penuh penasaran.
" Di antara kami tidak ada yang berani mengganggu kak Gavin kalau lagi tidur kecuali Chal, cuma Chal yang berani membangunkan kak Gavin saat tidur kak Gavin tidak bisa marah bahkan tidak pernah marah pada Chal mungkin karena di antara kami Chal yang paling bungsu dan kami semua sangat sayang pada Chal." Jimmy sedikit bercerita panjang lebar soal Gavin pada Kelana.
" Apa boleh aku coba membangunkan Gavin? " tanya Kelana pada Jimmy dan lainnya.
" Boleh saja kalau kamu mau mencobanya tapi jangan salahkan kami kalau kamu kena omelan Gavin." sahut Brian sambil sibuk membolak-balikkan ikan yang sedang di bakarnya.
" Baiklah aku ingi mencobanya." Kelana ingin membuktikan perkataan Jimmy barusan.
" Semangat Kelana semoga berhasil." sambil mengepalkan tangan dan mengangkat keatas Jamal menyemangati Kelana.
Setelah melihata Kelana masuk ke dalam vila para member ikut menguntit dari belakang mereka ingin tau apakah Gavin juga memarahi Kelana kalau Kelana yang membangunkannya.
" Ssstt jangan berisik kita liat bagaimana respon Gavin saat di bangunkan oleh Kelana." Aland meminta pada yang lain untuk tidak menimbulkan suara.
" Ayo taruhan apakah kak Gavin marah pada Kelana saat di bangun atau kak Gavin malah senang kalau di bangunkan oleh Kelana." Jimmy mengajak yang lain untuk taruhan.
" Kalau aku milih Kak Gavin tidak marah saat di bangunkan oleh Kelana," Chal pemilih pertama.
" Aku memilih Gavin tidak bakal marah saat di bangunkan oleh Kelana," Brian pemilih ke dua
" Pilihanku sama seperti Kak Brian Kak Gavin tidak marah," Jamal pemilih ke tiga.
" Sepertinya Kak Gavin bakalan marah apalagi hari ini Kak Gavin sangat lelah sekali. Aland pemilih le empat.
" Menurut aku Kak Gavin tidak akan marah apalagi yang membangunkannya orang yang dia cintai." Edgar pemilih ke lima.
" Kalau menurut aku Kak Gavin akan marah karena hari ini dia sangat lelah." Jimmy pemilih ke enam.
__ADS_1
Mereka pun semakin penasaran dengan perasaan sedikit deg-degan, mereka memperhatikan pergerakan Kelana saat mendekati pintu kamar Gavin dan mulai mengetuknya dengan pelan.
Tok..tok..tok...
" Vin..Gavin... Apa kamu masi tidur? " tanya Kelana dari balik pintu dengan perasaan gugup.
Belum ada respon sama sekali.
Tok..tok..tok... Kelana mencoba mengetuk lagi pintu kamar Gavin.
Ceklek...
Suara gagang pintu yang sedang di buka dari dalam.
Kelana meremas kedua tangannya karena gugup dan ketakutan gara-gara cerita Jimmy tadi.
Pintu kamar pun terbuka dan menampak sosok laki-laki dengan wajah ngantuk, mata masi setengah terbuka dan nyawa masi belum terkumpul berdiri di hadapan Kelana, Kelana memejamkan matanya menunggu omelan dari Gavin.
Sambil mengucek matanya Gavin memperhatikan wanita yang berada di hadapannya.
" Kamu kenapa menutup mata seperti itu? " tanya Gavin dengan suara masi serak baru bangun tidur.
" Vin please jangan marah ya aku membangunkanmu karena yang lain sudah menunggumu untuk makan malam kasihan mereka sudah kelaparan." sambil menyatukan kedua tangannya Kelana memohon agar tidak di omelin oleh Gavin.
Gavinpun merasa heran dan bingung kenapa Kelana sampai memohon-mohon seperti ini dan mengatakan jangan memarahinya? " pasti member lain cerita macem-macem pada kelana." Gavin bergumam dalam hati, namun bukannya Gavin memarahi Kelana malah Gavin ingin memanfaatkan kesempatan.
Gavin mencium bibir Kelana yang sedari tadi mengoceh sehingga membuat Kelana terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa.
" Itu hukuman karena sudah berani membangunkanku." Kata Gavin sambil menahan senyum.
Kelana hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apa-apa, Gavin semakin berani mencium Kelana tadi siang Gavin juga mencium Kelana. " Apakah Gavin sudah semakin yakin dengan hubungan ini." tanya Kelana dalam hati.
" Em..em yang lain sudah menunggumu di taman untuk bakar-bakar," ajak Kelana dengan wajah malu-malu dan salah tingkah lalu meninggalkan Gavin.
Sedangkan di luar vila ada enam pasang mata yang dari tadi memperhatikan adegan yang bikin deg-degan, saat melihat Kelana berjalan menuju keluar dari vila ke enam member lari berhamburan dan menyibukkan diri masing-masing seolah-olah mereka tidak melihat adegan tadi.
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
__ADS_1