Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 81 MENJALANI HARI SEBAGAI ASISTEN


__ADS_3

Tidak terasa Kelana sudah satu bulan bekerja sebagai asisten Gavin dan Kelana sudah mulai menguasai pekerjaan yang ia geluti sekarang ini, bahkan sebahagian teman-teman artis dan produser-produser teman Gavin sudah mengenal Kelana karena Gavin selalu mengajak Kelana kemanapun ia pergi.


" Sayang jadwalku hari ini apa saja?" Gavin tetap saja memanggil sayang pada Kelana saat mereka berdua saja atau bersama member lain.


" Hari ini kamu ada jadwal bertemu dengan tuan Dico jam makan siang, DJ Five jam 15:30 di salah satu caffee, terus yang salah satu brand ternama maunya bertemu di restoran untuk makan malam." Kelana mengecek jadwal-jadwal Gavin.


" Tuan Dico itu yang mana?" Gavin sampai lupa siapa-siapa saja yang sudah buat janji padanya.


" Tuan Dico yang produser musik yang ingin di buatkan lagu olehmu Gavin." untung saja Kelana masih ingat orangnya siapa saja yang buat janji pada Gavin.


" Astaga kenapa aku bisa lupa pada tuan Dico." Gavin menepuk jidatnya karena lupa.


" Hari ini tuan Dico hanya mau bertemu saja sambil membahas lagu yang beliau minta." Kelana sangat cekatan menjadi asisten Gavin karena Kelana tau beban dan fikiran Gavin sangat banyak jadi Kelana yang harus handel hal- hal yang kecil.


" Terus yang DJ Five mau bertemu untuk apa?" Tanya Gavin.


" Bukannya kamu yang buat janji sama Dj Five untuk bertemu hari ini?" kan kamu yang memintaku untuk mencatatnya." Kelana balik bertanya pada Gavin sambil mengerutkan alisnya.


" Ya tuhan iya iya sayang aku lupa, untung ada kamu yang mengingatnya." Gavin kembali menepuk jidatnya.


" Aku mengerti kok sayang, kamu sangat banyak beban jadi wajar kalau kamu lupa dengan jadwal-jadwal kamu." Kelana memasang senyum termanisnya di depan Gavin.


" Terimakasih ya sayang sudah mau jadi asistenku." Gavin mengecup pucuk kepala Kelana.


Selama Kelana jadi asisten pribadi Gavin, Gavin menyiapkan meja kerja dan komputer untuk Kelana di ruang studio Gavin. Gavin tidak mau Kelana bergabung dengan staff yang lain karena Gavin tidak mau repot memanggil Kelana kalau Gavin butuh sesuatu.


" Kalau untuk brand ternama itu kamu ikut ya sayang, biar ada yang mengingat jadwal foto shootnya." pinta Gavin pada Kelana.


" Bukannya ini sisa tanda tangan kontrak ya sayang, sepertinya aku tidak mesti ikut." Kelana mencoba menolak ikut agar ia bisa cepat pulang untuk tidur karena selama ia bekerja bersama Gavin ia selalu ikut kemanapun Gavin pergi.


" Nah justru itu sayang kamu harus ikut agar ada yang menyaksikan penandatanganan kontrak ini." Gavin terus berusaha agar Kelana ikut.


" Tap_tapi aku tidak punya baju yang formal untuk aku kenakan Vin." Kelana berusaha cari alasan agar tidak ikut.


" Setelah bertemu Tuan Dico kita singgah di butik untuk membeli baju." Gavin tidak pernah habis akal yang penting Kelana ikut.


" Baiklah kalau begitu." Akhirnya Kelana kalah dan keinginannya untuk pulang cepat pupus sudah.


Kelana dan Gavin melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing, Gavin yang sibuk dengan lagu-lagu yang sedang ia buat untuk comeback nanti sedangkan Kelana sibuk dengan jadwal dan kontrak-kontrak iklan yang sudah di terima Gavin belum lagi Kelana juga yang mengurus uang pemasukan dan pengeluaran Gavin.


Ding dong...

__ADS_1


Terdengar suara bel studio Gavin berbunyi.


" Kamu ada janji dengan seseorang Vin?" Kelana bertanya pada Gavin karena setahu Kelana semua jadwal ketemu sama seseorang bertemunya di luar studio.


" Tidak ada..?! Gavinpun memasang wajah heran lalu Gavin menatap Kelana dengan tanda tanya.


" Aku coba buka dulu pintunya." Kelana yang dari tadi duduk akhirnya beranjak dari kursinya lalu menuju pintu untuk membukkan pintu sang tamu.


Tiba-tiba Kelana terpaku melihat sosok tamu yang mendatangi studio Gavin.


" Kamu siapa?" kenapa berada di studio Gavin?" Tanya sang tamu pada Kelana dengan wajah sombong dengan pakaian yang **** dan cantik.


" Si_silahkan masuk." Kelana mempersilahkan tamu itu masuk dengan suara tergagap.


" Leodra...!? Wajah Gavin langsung berubah kaget dengan kedatangan Leodra yang tiba-tiba.


Yup tamu yang datang adalah Leodra yang membuat Kelana terkejut di fikiran Kelana apakah Leodra akan merayu Gavin di depan matanya atau kah Leodra malah canggung dan akan bersikap sopan karena keberadaan Kelana.


" Ada keperluan apa kamu kesini?" Tanya Gavin dengan suara ketus.


" Apa kamu tidak mempersilahkanku duduk dulu Vin?" Leodra berjalan menuju sofa yang berada di dalam studio Gavin.


" Silahkan duduk nona." Kelana mempersilahkan Leodra untuk duduk.


" Sa_saya." kata-kata Kelana belum selesai Gavin lalu menjawabnya.


" Dia asisten pribadiku." Jawab Gavin dengan cepat.


" Wao ternyata boleh ya seorang artis pakai asisten pribadi bukan dari management dan satu ruangan." Leodra tidak suka dengan keberadaan Kelana yang satu ruangan kerja dengan Gavin.


" Selama Bang PD tidak keberatan dan menyetujuinya semuanya bisa saja." lagi-lagi Gavin menjawabnya dengan ketus.


" Cepat sebutkan tujuan kamu kesini untuk apa, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Gavin ingin Leodra cepat-cepat meninggalkan studionya.


" Aku hanya ingin mengingatkanmu jangan lupa pertemuan makan malam bersama brand ternama itu." Leodra membuat Gavin penasaran.


" Bagaimana kamu tahu kalau nanti malam aku ada pertemuan dengan brand ternama?" Gavin semakin bingung dan heran.


" Jelas aku tau karena aku juga yang jadi brand ambasador brand ternama itu dan nanti malam kita sama-sama menanda tangani kontraknya.


Mata Kelana dan Gavin terbelalak bersamaan karena terkejut, selama ini Gavin berusaha menjauhi Leodra sampai menjadikan Kelana asisten pribadinya agar bisa menjauh dari Leodra namun usaha Gavin gagal sekarang mereka berdua akan mengerjakan progect bersama dan itu artinya Gavin akan semakin sering bertemu Leodra.

__ADS_1


Hati Kelana akan sakit jika melihat Gavin dan Leodra berdekatan namun Kelana tidak bisa berbuat apa-apa ia harus profesional dalam kerjaannya walaupun Kelana tau kalau Gavin sangat tidak suka dengan Leodra.


" Kenapa pihak brand ternama itu tidak memberitahukanku soal ini?" tanya Gavin dengan nada kesal.


" Awalnya memang mereka hanya ingin memakai kamu tapi ternyata mereka juga mengeluarkan brand terbaru untuk wanita dan mereka menawarkan kepadaku." Leodra menjelaskan pada Gavin dengan perasaan senang karena peluang besar untuk bertemu Gavin semakin terbuka lebar.


Gavin mengepalkan tangannya karena kesal ia tidak menyangka bisa terjebak seperti ini, seandainya Gavin tau dari awal ia akan menawarkannya pada Jamal atau Jimmy saja.


" Apakah masih ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Gavin dengan nada kesal.


" Sepertinya sudah tidak ada lagi." jawab Leodra.


" Kalau begitu sebaiknya kamu keluar dari studioku." Gavin meminta Leodra untuk meninggalkan studionya.


" Kamu mengusirku Vin!?" Tanya Leodra dengan nada tinggi.


" Aku tidak mengusirmu hanya saja masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan." Gavin beralasan agar tidak terjadi keributan.


Leodra mengambil tasnya yang ia letakkan di atas sofa lalu pergi meninggalkan studio Gavin dengan wajah kesal.


" Vin kamu yang tenang ya, ini kamu minum air putih dulu." Kelana mendekati Gavin yang sedang berdiri di meja kerjanya sambil mengusap-ngusap punggung Gavin lalu menyodorkan segelas air.


" Aku tidak menyangka akan jadi seperti ini sayang orang yang selama ini aku hindari ternyata satu progect denganku." Gavin merasa di jebak dalam progect ini.


Di fikiran Gavin saat ini adalah perasaan Kelana ia tidak mau perasaan Kelana terus-terusan terluka kalau melihat Leodra bersama Gavin selalu bersama. Gavin menjadi serba salah dalam posisi ini seandainya kontrak ini bisa di batalkan mungkin saja Gavin membatalkannya namun Gavin sudah menyetujui semuanya dan nanti malam sisa tanda tangan kontrak.


" Kepalaku jadi pusing dengan masalah ini." Gavin mengacak-ngacak kepala dengan kesal.


" Vin apa yang kamu lakukan." Kelana membentak Gavin.


" Kenapa ini harus terjadi Na..!" Gavin menyandarkan kepalanya di sofa sambil menatap langit-langit studionya.


" Mungkin ini adalah takdir Vin, kamu jalani saja sesuai kontrak aku akan selalu ada di samping kamu jadi kamu tenang saja." Kelana berusaha meyakinkan Gavin agar mau menjalankan progect yang harus ia kerjakan bersama Leodra.


" Bagaimana dengan perasaan kamu Na?" aku tidak mau kamu terluka melihat kelakuan Leodra nantinya." Gavin menggenggam kedua tangan Kelana sambil menatap matanya.


" Aku akan kuat menghadapi seorang Leodra asalkan kamu tidak terlena dengan perilakunya nanti. Kelana membalas tatapan Gavin dan terus meyakinkannya.


" Aku akan selalu menghindarinya sayang, aku janji. Gavin memegang kedua pipi Kelana lalu memeluknya dengan erat.


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧

__ADS_1


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2